Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 17 Juli 2022

Jakarta, ICMES. Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Aviv Kochavi menyatakan Tel Aviv sedang bersiap menghadapi semua skenario mengenai program nuklir Iran, menyusul pernyataan seorang pejabat Iran bahwa negara ini memiliki kemampuan teknis untuk memproduksi bom nuklir, dan telah berlatih untuk menyerang Israel.

Iran mengumumkan peresmian divisi kapal pembawa drone pertama yang terdiri dari kapal permukaan dan kapal selam.

Kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon memperingatkan Israel bahwa jika rezim Zionis ini salah langkah maka akan menyaksikan besarnya kekuatan militer Hizbullah sekarang.

Pemimpin gerakan Ansarullah di Yaman Sayid Abdul Malik Al-Houthi mengomentari kunjungan Presiden AS Joe Biden ke Timteng dengan mengatakan bahwa AS tunduk kepada keinginan Rezim Zionis Israel

Berita Selengkapnya:

Iran Mengaku Sanggup Membuat Bom Nuklir, Israel Nyatakan Siap untuk Opsi Militer

Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Aviv Kochavi menyatakan Tel Aviv sedang bersiap menghadapi semua skenario mengenai program nuklir Iran, menyusul pernyataan seorang pejabat Iran bahwa negara ini memiliki kemampuan teknis untuk memproduksi bom nuklir, dan telah berlatih untuk menyerang Israel.

Kochavi menyebutkan bahwa mempersiapkan opsi militer terhadap program nuklir Iran adalah tugas moral dan masalah penting bagi keamanan nasional.

“Aksi militer terhadap proyek nuklir Iran adalah inti dari persiapan kami dan mencakup berbagai rencana praktis,” ujarnya, seperti dikutip Rai Al-Youm, Ahad (17/7).

Sebelumnya, Kepala Dewan Strategis untuk Kebijakan Luar Negeri di Iran, Kamal Kharazi, mengatakan kepada Al-Jazeera bahwa negaranya memiliki kemampuan teknis untuk memproduksi bom nuklir, dan telah melakukan manuver ekstensif untuk serangan ke kedalaman wilayah Israel  yang akan dilakukan Iran “apabila fasilitas sensitif kami menjadi sasaran”.

Namun, Kharazi menekankan bahwa tidak ada keputusan di negaranya untuk membuat bom nuklir meskipun memiliki kemampuan teknis yang diperlukan untuk itu.

Kharazi memastikan Israel berada dalam fase lemah, dan dukungan Presiden AS Joe Biden untuk itu tidak akan membawa Israel kembali ke permukaan.

Dia juga menegaskan, “Serangan terhadap keamanan kami dari negara-negara tetangga akan ditanggapi dengan balasan terhadap negara-negara ini dan balasan langsung ke Israel.” (raialyoum)

Iran Launcurkan Divisi Armada Pembawa Drone Tempur

Iran mengumumkan peresmian divisi kapal pembawa drone pertama yang terdiri dari kapal permukaan dan kapal selam.

Kantor berita Iran IRNA, Sabtu (16/7), melaporkan bahwa divisi pengangkut drone pertama Angkatan Bersenjata Iran diresmikan di hadapan Panglima Mayjen Abdolrahim Mousavi.

Divisi ini terdiri dari unit kapal permukaan dan kapal selam yang membawa semua jenis drone tempur, pengintaian, dan penghancur.

Semua jenis drone canggih yang diproduksi oleh tentara Iran dan Kementerian Pertahanan serta pusat-pusat berbasis sains, seperti Pelican, Homa, Arash, Chamrosh, Zhubin, Ababil 4 dan Bavar 5 telah ditampilkan dengan terbang menunjukkan kemampuannya di atas perairan Samudra Hindia.

Mousavi mengatakan bahwa agresivitas kubu arogan dunia  mengharuskan Iran untuk meningkatkan daya pertahanan, dan menyoroti pentingnya drone dalam hal ini.

Dia memuji kinerja semua jenis drone yang diluncurkan dan menyebut semua itu menciptakan daya cegah terhadap semua ancaman dan akan memberikan tanggapan keras jika musuh nekat bertindak ceroboh terhadap Iran.

Pembentukan divisi tersebut diumumkan setelah Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan menyebut Iran berkemungkinan memasok ratusan drone ke Rusia, termasuk yang memiliki kemampuan senjata.  Dia juga menyebut Iran melatih pasukan Rusia untuk menggunakannya.  Iran dan Rusia membantah klaim pejabat AS tersebut. (irna)

Hizbullah: Salah Langkah, Israel akan Melihat Besarnya Kekuatan Kami

Kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon memperingatkan Israel bahwa jika rezim Zionis ini salah langkah maka akan menyaksikan besarnya kekuatan militer Hizbullah sekarang.

Dikutip situs berita Al-Ahed, Ahad (17/7), tokoh Hizbullah yang juga Ketua faksi Al-Wifa li Al-Muqawamah (Kesetian kepada Resistensi) di Parlemen Lebanon, Mohammad Raad, memastikan pihaknya “tak akan pernah memberikan konsesi perihal hak kami (Lebanon) nuntuk memanfaatkan kekayaan alam kami dan dalam pembuatan batas teritorial kedaulatan kami”.

Ditujukan kepada Israel, dia menegaskan, “Kalian akan melihat kekuatan kami dalam beberapa hari mendatang jika kalian salah pilih dan sengaja melakukan agresi”.

Raad menambahkan, “Kamilah yang akan mengambil keputusan itu dan berpihak pada setiap orang yang tulus di negara ini, demi melindungi kehormatan negara dan anak-anak bangsanya dengan semua golongan dan wilayahnya, bahkan mereka yang tak memperhitungkan urusan ini dan tidak baik dalam memahami situasi.”

Dia menekankan, “Gas di zona ekonomi khusus adalah hak Lebanon, dan kami adalah yang pertama di dunia untuk menginvestasikan hak kami dalam air dan gas kami. Mereka akan menemukan bahwa bertaruh pada musuh Israel dengan menaklukkan wilayah kami adalah taruhan yang sia-sia dan tidak berguna, dan tidak ada tempat untuk itu di wilayah kami.”

Di bagian akhir pernyataannya, Raad mengatakan, “Ketika kami mengacu pada opsi perang yang memungkinkan kita untuk hidup bermartabat, tidak tertipu oleh sanjungan ataupun permohonan kepada pihak lain, atau permintaan hadiah dari mereka, maka itu semata adalah bahwa kami hanya ingin mengatakan kita bebas dan Anda harus tahu dengan siapa Anda berurusan.”

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz memenyatakan Hizbullah bersama Hamas Palestina sedang  bekerja untuk mengembangkan hubungan militer dan memperkuat kontrol Hamas atas kamp-kamp pengungsi Palestina di Lebanon.

Tentara Israel beberapa waktu lalu mengaku telah mencegat tiga drone Hizbullah yang melesat ke arah rig apung yang diadakan Israel di wilayah Karesh yang disengketakan oleh Israel dan Lebanon. Israel juga mengadukan peluncuran drone Hizbullah itu kepada Dewan Keamanan PBB dan mendesak dewan ini untuk campur tangan. (raialyoum)

Pemimpin Ansarullah: Rezim-Rezim Antek Ingin Sesatkan Umat dalam Penentuan Kawan dan Lawan

Pemimpin gerakan Ansarullah di Yaman Sayid Abdul Malik Al-Houthi mengomentari kunjungan Presiden AS Joe Biden ke Timteng dengan mengatakan bahwa AS tunduk kepada keinginan Rezim Zionis Israel dan bahwa keduanya sama-sama bermaksud merongrong umat Islam, sementara rezim-rezim “ munafik” Arab diperalat untuk menyesatkan umat ini dalam menentukan mana kawan dan mana lawan.

“Para munafik ingin menghubungkan umat ini dengan kaum Zionis Yahudi melalui label-label yang berkilau seperti perjanjian memalukan yang dinamai Perjanjian Abraham,” ujarnya dalam pidato peringatan Hari Raya Ghadir Khoum, Ahad (17/7).

Dia juga menyebutkan, “Para takfiri adalah salah satu alat Zionis untuk menyerang umat. Para munafik berobsesi menampilkan seorang tokoh yang manjadi salah satu simbol normalisasi dan menjadikannya sebagai penyampai khutbah haji di Arafah.” Tokoh yang dia maksud adalah Syeikh Mohammad Al-Issa, anggota Dewan Ulama Senior Saudi yang juga Sekjen Hubungan Dunia Islam.

Mengenai kunjungan Biden ke Timteng, termasuk Saudi, Al-Houthi mengatakan, “Dalam beberapa hari ini, mereka semua memperlakukan Biden seolah dialah yang memimpin kemanusiaan, setelah dia blak-blakan mengaku sebagai seorang Zionis.”

Dia juga mengatakan, “Rezim-rezim antek bekerja untuk menyesatkan umat, menampilkan Yahudi sebagai orang yang harus diterima kepemimpinannya oleh umat, dan memusuhi siapa yang memusuhi  Yahudi. Golongan munafik menjadikan orang yang memusuhi Israel malah sebagai musuh utama umat. Ini adalah penyelewenangan yang sangat berbahaya.” (almayadeen)