Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 17 Februari 2020

hassan nasrallah lebanonJakarta, ICMES. Sekjen Hizbullah Libanon Sayid Hassan Nasrallah menyebut prakarsa AS “Kesepakatan Abad Ini” (Deal of the Century) sebagai rencana Israel untuk menyudahi perkara Palestina.

Serangan udara aliansi Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) yang menewaskan puluhan warga sipil menyusul penembak jatuhan jet tempur Tornado milik Saudi oleh mendapat mendapat kecaman dari LSM dan PBB.

Nasib awak jet tempur Tornado milik Arab Saudi yang tertembak jatuh oleh pasukan Yaman belum jelas nasibnya.

Pasukan Arab Suriah terus mencetak kemenangan besar dan berhasil menguasai sebagian besar kawasan di Provinsi Aleppo yang semula dikuasai oleh kubu oposisi dan kawanan teroris.

Berita selengkapnya:

Sayid Nasrallah: Timteng Masuki Era Konfrontasi Anti AS dan Israel

Sekjen Hizbullah Libanon Sayid Hassan Nasrallah menyebut prakarsa AS “Kesepakatan Abad Ini” (Deal of the Century) sebagai rencana Israel untuk menyudahi perkara Palestina. Dia juga mengatakan bahwa prakarsa itu dan aksi pembunuhan jenderal legendaris Iran Qasem Soleimani sebagai “dua kejahatan besar “yang dilakukan AS dalam beberapa minggu terakhir.

“Dua kejahatan ini adalah demi melayani agenda-agenda dominasi, penindasan, dan penjarahan AS dan Israel atas kekayaan dan kesucian kita… Kesepakatan Abad Ini bukanlah kesepakatan, melainkan rencana Israel untuk menyudahi perkara Palestina, yang menjadi prinsip bagi Trump, ” ungkapnya dalam pidato pada acara peringatan mengenang para tokoh syuhada pejuang muqawamah (resistensi anti AS dan Israel) di Beirut, Libanon, Ahad (16/2/2020).

Sayid Nasrallah mengingatkan bahwa AS bukanlah kekuatan yang dapat seenaknya menerapkan segala keputusan sepihaknya, dan bahwa sudah terbukti AS gagal memaksakan kehendaknya terhadap bangsa-bangsa yang bernyali melawannya.

Pemimpin pejuang Libanon ini mengecam sikap sebagian negara Arab Teluk Persia terhadap Kesepakatan Abad Ini.

“Ada negara-negara Teluk yang menyebut prakarsa Trump itu dapat dipelajari, dan beginilah kekalahan dan sikap menyerah dimulai,” ungkapnya.

Menurutnya, Timteng memasuki babak baru yang membuat bangsa-bangsa kawasan ini tak dapat berkelit dari perlawanan secara fundamental.

“Bangsa-bangsa kita terpanggil untuk bergegas menuju perlawanan terhadap simbol aroganisme yang direpresentasi oleh pemerintah demi pemerintah AS yang kini adalah pemerintahan Trump,” tegasnya.

Dia mengingatkan bahwa tindakan AS membunuh tokoh pejuang sekaliber Jenderal Soleimani tak ubahnya dengan pernyataan perang secara terbuka dan brutal.

“Dan reaksi kita sejauh ini masih lamban,” sesalnya.

Pemimpin berserban hitam sebagai tanda agamawan keturunan Rasulullah saw menambahkan, “Kita harus cerdas dan tidak takut kepada AS, kita harus percaya kepada kemampuan kita dan kekuatan umat kita… Kita berhadapan dengan konfrontasi baru yang tak terhindarkan lagi, karena pihak lawan menyerang, berinisiatif, membunuh, dan menyulut peperangan… AS-lah yang bertanggungjawab atas peperangan dan aksi-aksi Israel.”

Sayid Nasrallah juga menjelaskan bahwa AS ada di balik perang Yaman serta dalang terorisme ISIS di Suriah dan Irak, dan bahwa bangsa Irak adalah pihak yang paling bertanggungjawab untuk bereaksi atas pembunuhan Jenderal Soleimani dan rekan-rekan seperjuangannya, termasuk Abu Mahdi al-Muhandis, wakil komandan pasukan relawan Irak, Hashd Shaabi. (raialyoum/alalam)

Tewaskan Puluhan Warga Sipil, Serangan Udara Aliansi Saudi-UEA Dikecam PBB

Serangan udara aliansi Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) yang menewaskan puluhan warga sipil menyusul penembak jatuhan jet tempur Tornado milik Saudi oleh mendapat mendapat kecaman dari LSM dan PBB.

Dilaporkan bahwa di antara 30-an warga sipil yang tewas akibat serangan udara itu terdapat sejumlah perempuan dan anak kecil. Serangan itu dilancarkan oleh aliansi tersebut sebagai luapan aksi kalap mereka setelah jet tempur Turnado Saudi ditembak jatuh oleh pasukan Yaman.

Menanggapi aksi kalap itu, organisasi peduli kemanusiaan Save The Children dalam sebuah pernyataannya menegaskan bahwa Yaman sudah menjadi “tempat yang menyerupai neraka bagi anak kecil”.

Save The Children mendesak supaya kejahatan ini diselidiki dan pelakunya diadili. LSM ini juga mengingatkan bahwa pihak-pihak yang menyuplai senjata juga terlibat dalam kejahatan ini.

Bersamaan dengan ini, koordinator bidang kemanusiaan PBB di Yaman Lise Grande menyebut serangan udara itu “mengerikan”.

“Begitu banyak orang terbunuh di Yaman,  ini adalah sebuah tragedi dan tidak dapat dibenarkan… Konlik ini sudah lima tahun berlangsung dan orang-orang yang berperang masih saja gagal menegakkan tanggung jawab ini.  Ini mengerikan,” kecamnya.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, sedikitnya 30 warga sipil tewas dan sejumlah besar lainnya terluka akibat serangan udara Arab Saudi di sebuah daerah di Provinsi Jawf, Yaman utara.

Saat itu Saudi melancarkan delapan serangan udara di distrik al-Maslub yang antara lain menarget warga yang berkerumun di dekat puing-puing jet tempur Tornado tersebut. (raialyoum/time)

Dua Pilot Jet Tempur Saudi Yang Tertembak Jatuh di Yaman Belum Jelas Nasibnya

Nasib awak jet tempur Tornado milik Arab Saudi yang tertembak jatuh oleh pasukan Yaman belum jelas nasibnya hingga Ahad (16/2/2020).

Aliansi Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menyatakan bahwa dalam peristiwa itu dua pilot jet tempur nahas tersebut telah mengaktifkan kursi lontar sebelum pesawatnya terhempas di provinsi Jafw, Yaman, pada Jumat lalu (14/2/2020).

Aliansi itu kemudian mengklaim bahwa pasukan Ansarullah/Houthi melanggar hukum kemanusian internasional dengan melepaskan tembakan ke arah dua pilot itu.

“Komando gabungan aliansi melimpahkan kepada milisi teroris Houthi tanggungjawab atas kehidupan dan keselamatan seorang pilot pesawat Tornado sesuai hukum kemanusiaan internasional,” ungkap aliansi itu, seperti dilansir kantor berita Saudi, SPA, Sabtu (16/2/2020).

Pada Jumat lalu juru bicara militer Yaman  Brigjen Yahya Saree, mengumumkan pihaknya telah menembak jatuh jet tempur Tornado milik pasukan koalisasi Saudi-Uni Emirat Arab di Provinsi Jawf ketika pesawat itu sedang menjalankan misi serangan. (raialyoum)

Tentara Suriah Rebut Sebagian Besar Kawasan Kubu Oposisi di Aleppo

Berbagai media resmi Suriah, Ahad (16/2/2020), melaporkan bahwa tentara negara ini, Pasukan Arab Suriah (SAA), terus mencetak kemenangan besar dan berhasil menguasai sebagian besar kawasan di Provinsi Aleppo yang semula dikuasai oleh kubu oposisi dan kawanan teroris.

Media perang al-I’lan al-Harbi milik SAA di halaman Facebook-nya menyebutkan, “Tentara telah menyempurnakan blokadenya dan keamanan kota Aleppo, dan sudah nyaris mengepung titik pantau Turki yang terletak di Gunung Andan di bagian barat laut Provinsi Aleppo.”

Saluran TV al-Ekhbariya Suriah melaporkan bahwa satuan-satuan SAA telah mengepung sisa-sisa kawanan teroris di sebuah kawasan kecil di provinsi tersebut.

SAA memperluas kekuasaannya di sekitar Aleppo hingga mencakup beberapa desa dan kota kecil di pinggiran barat dan barat laut kota ini, termasuk kota Andan, desa Maarah al-Artiq, dan distrik Hurriyatan.

Sebelumnya, SAA telah membebaskan desa-desa Kfar Dael, Mansurah, Tal Shuwaihanah, dan beberapa kawasan al-Halaqim bersamaan dengan keberhasilannya dari kota Khain Sheikhun merebut desa al-Rakaya hingga ke arah barat laut setelah menumpas gerombolan-gerombolan terakhir teroris di sana.

Presiden Suriah Bashar al-Assad saat menyambut kunjungan resmi ketua parlemen Iran Ali Larijani di Damaskus menegaskan bahwa SAA dan sekutunya akan terus berjuang menumpas kawanan teroris di Idlib dan Aleppo.

Dia juga mengaku percaya bahwa bangsa Suriah sanggup membebaskan seluruh wilayahnya dan mengembalikan semua itu ke pangkuan negara ini. (raialyoum/alalam)