Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 14 Desember 2020

indonesia dan israelJakarta, ICMES. Arab Saudi, Oman dan Indonesia dilaporkan berkemungkinan segera bergabung dengan gelombang normalisasi hubungan dengan Rezim Zionis Israel.

Hamas menyatakan bahwa isu Palestina bukan hanya urusan tanah, melainkan juga berkaitan dengan keyakinan bangsa-bangsa Arab dan umat Islam.

Tokoh kontroversial Uni Emirat Arab Dahi Khalfan menyatakan bahwa Israel dan Iran hendaknya bergabung dengan “Liga Timteng”, yang akan hadir untuk menggantikan Liga Arab.

Juru bicara Komando Umum Angkatan Bersenjata Irak Yahya Rasul mengumumkan bahwa sebanyak 42 teroris ISIS  tewas diterjang operasi militer Irak.

Berita Selengkapnya:

Media Israel:  Saudi, Oman dan Indonesia akan Jalin Hubungan Diplomatik dengan Israel

Arab Saudi, Oman dan Indonesia dilaporkan berkemungkinan segera bergabung dengan gelombang normalisasi hubungan dengan Rezim Zionis Israel sebelum Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meninggalkan jabatannya pada 20 Januari 2021.

Surat kabar Israel Jerussalem Post (JP) mengutip pernyataan sumber diplomatik, Minggu (13/12), bahwa Oman dan Indonesia berkemungkinan membuka hubungan diplomatik dengan Israel, sebagaimana telah dilakukan sebelumnya oleh Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Sudan dan Maroko sebagai hasil sepak terjang Trump.

Wakil Presiden AS Mike Pence berencana mengunjungi Israel pada Januari 2021, dan di Israel nanti dia bisa jadi akan mengumumkan normalisasi hubungan negara lain dengan Israel.

Sumber diplomatik itu mengidentifikasi Oman dan Indonesia sebagai dua negara yang telah dimajukan pembicaraannya, termasuk mengenai siapa yang akan mengumumkan normalisasi itu sebelum Trump meninggalkan jabatannya.

Menteri Intelijen Eli Cohen juga menyebut nama Indonesia dalam wawancara Radio Angkatan Darat Isael.

Namun demikian, CNN Indonesia melaporkan bahwa Kementerian Luar Negeri Indonesia membantah hal tersebut sembari menegaskan kembali dukungannya kepada pembentukan negara Palestina.

Menurut JP, Israel dan Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik formal, namun pernah bekerjasama di bidang  perdagangan dan pariwisata. Selain itu, Indonesia pernah membeli senjata dari Israel pada 1970-an dan 1980-an, dan tentara Indonesia bahkan sempat berlatih di Israel. Kemudian, pada tahun 1993, Perdana Menteri Yitzhak Rabin menemui presiden Indonesia Soeharto di Jakarta.

Laporan lain dari badan penyiaan Makan milik Israel, Ahad, mengutip keterangan sumber diplomatik bahwa Saudi tampak malu-malu namun diam-diam berusaha menormalisasi hubungan dengan Israel sebelum Trump meninggalkan Gedung Putih.

Sumber itu mengatakan,  “Meski ada ketidakpuasan Riyadh  terhadap kebocoran pertemuan pada tiga minggu lalu antara Putra Mahkota Muhammad bin Salman dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di kota Neom, di timur laut Saudi, Saudi ingin negara lain mendahului normalisasi dengan Israel sebelum Saudi sendiri bergabung dengan mereka.”

Dia menambahkan, “Karena itu, Arab Saudi memainkan peran penting di balik layar dalam kontak antara Rabat dan Washington, dan mendorong Maroko untuk mengumumkan pembentukan hubungan diplomatik dengan Israel”. (jp/alalam)

Hamas: Masa Depan Umat Islam Berkaitan dengan Aspirasi Palestina

Pemimpin Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), Ismail Haniyeh, dalam sebuah statemennya mengenai perkembangan situasi Palestina dan regional Timur Tengah, Ahad (13/12), menyatakan bahwa isu Palestina bukan hanya urusan tanah, melainkan juga berkaitan dengan keyakinan bangsa-bangsa Arab dan umat Islam.

“Masalah Palestina bukan hanya masalah tanah. Ini adalah masalah tanah air, keyakinan, kondisi, dan masa depan bangsa-bangsa Palestina serta umat Arab dan Islam. Semua ini berkelindan satu sama lain,” ungkap Haniyeh.

Dia menambahkan, “Hamas meningkat perlawanan di semua bidang agar musuh, Zionis, terpaksa mengakui hak penuh dan menyeluruh Palestina, termasuk hak perlawanan sipil hingga perlawanan militer dan bersenjata.”

Haniyeh menyebutkan bahwa dalam rangka itu Hamas melanjutkan strategi penguatan dirinya di Jalur Gaza serta menggalang kerjasama dengan berbagai elemen bangsa Palestina lainnya di Tepi Barat.

“Tepi Barat di masa lalu, sekarang, dan di masa mendatang merupakan gelanggang terpenting dalam pengelolaan konflik dengan musuh serta dalam proyeksi intifada dan resistensi. Siapapun keliru jika beranggapan bahwa Tepi Barat diam, tenang, atau preventif,” ujarnya.

Dia kemudian mengecam normalisasi hubungan dan kompromi sejumlah negara Arab dengan israel sembari menyebutkan adanya agenda berbahaya untuk menghancurkan Palestina, baik melului Perjanjian Abad Ini maupun proses kompromisasi tersebut.

“Kami memantau perkembangan regional dan kejahatan kompromi sejumlah negara Arab, sesuatu yang tak dapat diterima oleh bangsa Palestina maupun bangsa manapun di dunia Islam,” tegasnya.

Tokoh Hamas itu menekankan bahwa kompromisasi itu merupakan peluang bagi Israel untuk mengacaukan persatuan dan kekompakan Dunia Arab dan memenuhi kepentingan politik, keamanan, dan ekonomi Israel sendiri.

Di bagian akhir dia memastikan bahwa kubu pejuang Palestina akan tetap tegar menghadapi segala kendala dan tangan yang dihadapinya, dan yakin sepenuhnya bahwa kemenangan pasti akan tercapai. (fna)

Liga Arab “akan Diganti Liga Timteng”, Dahi Khalfan Minta Iran dan Israel Bergabung

Tokoh kontroversial Uni Emirat Arab (UEA) Dahi Khalfan menyatakan bahwa Israel dan Iran hendaknya bergabung dengan “Liga Timteng”, organisasi yang, menurutnya, akan hadir untuk menggantikan Liga Arab.

“Saya melihat Liga Arab akan berganti menjadi Liga Timteng, yang di dalamnya ada Iran dan Israel di sisi Arab,” ungkap Khalfan di halaman Twitter-nya, seperti dikutip Al-Alam, Ahad (13/12).

Wakil Kepala Kepolisian Dubai itu menyatakan, “Tak masuk akal ada 100 juta orang Iran hidup di tengah blokade internasional terhadap mereka, walaupun mereka adalah jiran.”

Dia menambahkan, “Israel adalah sebuah negara yang diakui dunia…dan selesailah perkara…  Perbatasan negara Palestina sudah dikenal sesuai resolusi-resolusi PBB, maka silakan (Presiden Palestina, Mahmoud) Abbas memproklamasikan negaranya sesuai perbatasannya yang telah ditetapkan sesuai resolusi-resolusi PBB, dan dunia akan akan mengakuinya, cepat ataupun lambat.”

Di bagian lain cuitannya, Khalfan mengklaim, “Israel sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari tanah Arab, yang semua agama ada di dalamnya. Libanon, presidennya Kristen dan di sana ada agama-agama lain. Israel, presidennya Yahudi dan di sanapun ada agama-agama lain… Jadi, pemimpin dalam suatu negara tak campurtangan dalam keagamaanmu, tapi kita bertetangga.”

Lebih lanjut Khalfan mengecam Hamas dengan menyatakan, “Hamas adalah organisasi yang dibuat untuk membenarkan (anggapan) Barat bahwa orang-orang Palestina tidak menghendaki perdamaian, datang untuk menghantam kebijakan Fatah yang menyerukan solusi dua negara di dalam. Hamas dibuat untuk menggagalkan Fatah, dan berhasil memanggang citra upaya-upaya Fatah.”( alalam)

42 Teroris ISIS Tewas di Gempur Pasukan Irak

Juru bicara Komando Umum Angkatan Bersenjata Irak Yahya Rasul mengumumkan bahwa sebanyak 42 teroris Negara Islam Irak dan Suriah (IS/ISIS/ISIL/DAESH)  tewas diterjang operasi militer Irak bersandi “Al-Sail al-Jarif” (Banjir Menghanyutkan) di kawasan Ain Al-Jahsh di selatan Mosul, Irak utara.

Dalam sebuah stetemen yang dipublikasi via Twitter, Ahad (13/12), petinggi militer Irak tersebut menyatakan, “Atas instruksi Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Irak dan dengan pengawasan langsung Badan Kontra-Terorisme, operasi Al-Sail Al-Jarif telah sukses, dan pasukan kontra-terorisme telah menggempur daerah Dajlah yang menjadi tempat aktivitas komplotan teroris yang berafiliasi dengan ISIS di daerah Ain Al-Jahsh, kota Mosul.”

Dia juga menambahkan, “Dalam operasi ini 42 teroris ISIS, termasuk beberapa pemimpinnya, tewas, dan sejumlah senjata serta perlatan militer dan uang Irak dan asing telah diungkap dan disita dari markas-markas mereka.”

Juru bicara Komando Umum Angkatan Bersenjata Irak menyebutkan bahwa operasi tersebut dilancarkan dengan dukungan Angkatan Udara Irak.

Juru bicara Badan Kontra-Terorisme Irak Sabah Al-Nu’man di hari yang sama mengumumkan bahwa dalam kurun waktu enam bulan terakhir telah dilakukan sebanyak lebih dari 150 operasi keamanan untuk menumpas ISIS. (fna)