Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 13 April 2020

iran pesiden hassan rouhaniJakarta, ICMES. Presiden Iran Hassan Rouhani menilai negaranya yang dikenai sanksi dan embargo oleh AS masih dapat bekerja lebih baik daripada negara-negara Eropa dalam memerangi virus COVID-19.

Sebuah perusahaan berbasis ilmu pengetahuan di Iran berhasil memproduksi generator ozon yang aplikatif dalam upaya menekan penyebaran COVID-19.

Sumber keamanan di Irak menyatakan pasukan AS memata-matai pasukan relawan Hashd al-Sha’abi dengan melakukan penerbangan reguler ke dua provinsi Babel dan al-Anbar.

Ansarullah Yaman menyatakan bahwa gencatan senjata yang belum lama ini diumumkan aliansi Arab Saudi-Uni Emirat Arab hanyalah bertujuan menyesatkan opini dunia.

Berita selengkapnya:

Rouhani: Meski Dikenai Sanksi, Iran Lebih Baik daripada Eropa dalam Perangi COVID-19

Presiden Iran Hassan Rouhani menilai negaranya yang dikenai sanksi dan embargo oleh AS masih dapat bekerja lebih baik daripada negara-negara Eropa dalam memerangi virus corona novel (COVID-19).

“Korban kematian virus corona di Iran 7%, sementara angka menunjukkan 22% kematian di beberapa negara Eropa,” ujar Rouhani saat berbicara di Markas Besar Perang Nasiona Melawan Virus Corona di Teheran, Ahad (12/4/2020).

Ditujukan kepada negara-negara Eropa dia mengatakan, “Kami bertindak lebih baik daripada Anda dalam memerangi virus corona, berkat upaya orang-orang, staf medis, radio dan TV negara, Angkatan Bersenjata, dunia maya, dan para seniman. Alasannya adalah bahwa kami semua bahu membahu dan bersatu, sedangkan Anda tidak demikian.”

Dia menambahkan, “Sebagaimana Anda, kami menghadapi masalah virus corona, namun kami juga berurusan dengan virus sanksi, yang lebih buruk daripada virus corona, sedangkan Anda tidak memiliki masalah ini.”

Rouhani kemudian menyatakan bahwa Teheran berhasil mengandaskan upaya Washington di pengadilan Eropa untuk memblokir dan menyita aset Teheran dan menyerahkankannya kepada apa yang disebut AS sebagai korban serangan teror 9/11.

Gubernur Bank Sentral Iran (CBI ) Abdolnasser Hemmati Rabu menyatakan bahwa pengadilan di Luxembourg telah memenangkan Iran dalam sengketa dana lebih dari $ 1,6 miliar dana milik Iran yang dipegang oleh Clearstream, sebuah lembaga penyimpanan surat berharga, dan hendak diblokir dan disita oleh Washington.

“Melalui tindak lanjut upaya hukum CBI, sepak terjang AS untuk menyita dan mentransfer dana CBI di Eropa tergagalkan,” katanya.

Gubernur CBI mengatakan bahwa Iran pertama-tama memenangkan kasus hukum agar dana di Luxembourg diblokir dan kemudian pengadilan kedua di negara kecil Eropa mengeluarkan vonis sementara untuk mencegah transfer dana itu ke AS.

Iran membantah keras tuduhan terlibat dalam serangan 11/9 yang menerjang Menara Kembar WTC yang New York, AS pada tahun 2001, dan menyebut tuduhan itu bermotivasi politik.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran Kianoush Jahanpour, Ahad, menyatakan sebanyak 1.657 kasus baru infeksi COVID-19 telah diidentifikasi di negara ini sehingga jumlah total pasien meningkat menjadi 71.686 dengan kematian 4.474 pasien, termasuk 117 dalam 24 jam terakhir.

Pandemi COVID-19 melanda hampir semua negara dan wilayah di seluruh dunia, dan telah menewaskan lebih dari 108.800 orang serta menginfeksi lebih dari 1,78 juta lainnya di seluruh dunia. (fna)

Iran Raih Prestasi Baru Dalam Perang Melawan Pandemi COVID 19

Sebuah perusahaan berbasis ilmu pengetahuan di Iran berhasil memproduksi generator ozon yang aplikatif dalam upaya menekan penyebaran virus corona (COVID-19), demikian dilaporkan FNA, Ahad (12/4/2020).

Perangkat generator ozon dapat digunakan untuk mendisinfeksi rumah, kantor, rumah sakit, kamar, mobil, dan tempat tidur pasien Coronavirus serta buah-buahan dan sayuran. Gas ozon juga telah digunakan untuk memerangi jamur, bakteri, kuman, serta virus SARS dan influenza.

Negara-negara Asia Timur juga telah menggunakan metode ini dalam penanggulangan pandemi COVID-19.

Menurut FNA, Perusahaan Iran itu mengaku berhasil memproduksi perangkat generator ozon dengan harga yang hanya sekira 30 persen harga produk-produk asing yang serupa.

Sementara itu,  Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran Kianoush Jahanpour mengatakan bahwa alat tes cepat diagnosis antibodi COVID-19 telah diproduksi di negara ini dan akan segera tersedia.

“Berkat upaya yang dilakukan oleh perusahaan berbasis teknologi Iran, tes diagnosis antibodi COVID-19 dan tes cepat virus corona akan segera tersedia,” tulis Jahanpour di akun Twitter-nya, Ahad.

“Metode-metode ini murah dan komprehensif, dan akan memfasilitasi implementasi rencana pintar social distancing selama pekan-pekan mendatang,” tambahnya.

Sejauh ini belum ada obat atau vaksin yang diproduksi untuk mengobati dan mencegah COVID-19. Karena itu, cara terbaik untuk menanggulangi wabah ini penyakit ini adalah dengan pemanfaatan rapid test dan ketersediaan antibodi COVID-19. (fna)

Dintai Pasukan AS, Para Pejuang Irak Bersiap Hadapi Serangan

Sumber keamanan di Irak menyatakan pasukan AS memata-matai pasukan relawan Hashd al-Sha’abi dengan melakukan penerbangan reguler ke dua provinsi Babel dan al-Anbar.

Sumber informasi yang meminta identitasnya dirahasiakan itu mengatakan kepada portal berita al-Ma’aloumeh, Ahad (12/4/2020), bahwa beberapa jet tempur AS telah melakukan operasi pengintaian terhadap markas Hashd al-Sha’abi di wilayah Jarf al-Nasr di bagian selatan Falujah di utara provinsi Babel, dan daerah lain di dekat provinsi Anbar serta wilayah Razazah menuju Karbala.

Dia mengatakan bahwa pasukan Hashd Sha’abi menerapkan langkah-langkah keamanan ekstra di semua pangkalan mereka untuk mempersiapkan kemungkinan serangan mendadak AS.

Awal April lalu Hashd al-Sha’abi dalam sebuah statemennya mengecam dan menyebut pasukan AS di Irak sebagai “pasukan pendudukan”, dan  menegaskan bahwa pasukan asing di Negeri 1001 Malam itu akan diperlakukan sebagai pasukan pendudukan, yang mau tidak mau harus diusir.

Statemen itu yang disampaikan saat menanggapi penolakan AS terhadap penarikan pasukannya dari Irak.

Hasdh Shaabi, kelompok pejuang yang andil besar dalam penumpasan kelompok teroris ISIS di Irak, lantas bersumpah untuk berjuang mengakhiri pendudukan tentara AS atas Irak.

“Kalian (pasukan AS) telah membuktikan kepada semua orang bahwa kalian adalah pasukan pendudukan dan bahwa kalian hanya menghormati bahasa kekerasan. Karena itu, kalian selanjutnya akan diperlakukan sebagai penjajah,”tegas statemen itu.

Hashd Shaabi memperingatkan, “Ketahuilah bahwa semua operasi yang telah dilakukan terhadap kalian sejauh ini hanya merupakan respon kecil terhadap agresi kalian karena keputusan untuk melakukan operasi (anti-pasukan AS) saat itu belum diambil.”

Hashd Shaabi menekankan bahwa ancaman AS belakangan ini  untuk menyerang para pejuang Irak ditujukan semata-mata demi menutupi kegagalan pasukan AS sendiri. (fna)

Ansarullah: Pengumuman Gencatan Senjata Kubu Saudi Bertujuan Sesatkan Opini Dunia

Juru Bicara gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman, Mohamad Abdel Salam, menyatakan bahwa gencatan senjata yang belum lama ini diumumkan aliansi Arab Saudi-Uni Emirat Arab hanyalah bertujuan menyesatkan opini dunia.

Dia beralasan bahwa eskalasi militer udara dan darat oleh “aliansi agresor” (Saudi dan sekutunya) terhadap Yaman masih berlanjut.

“Eskalasi udara dan darat aliansi agresor bersamaan dengan berlanjutnya blokade serta apa yang mereka umumkan sebagai gencatan senjata hanya penipuan dan penyesatan belaka terhadap dunia,” ungkap  Abdel Salam di Twitter, Ahad (12/4/2020).

Dia menambahkan, “Kalau memang ada kepedulian yang serius dan kehendak yang sesungguhnya menuju perdamaian niscaya Dewan Keamanan PBB sudah merilis suatu resolusi yang tegas untuk penghentian perang sia-sia ini dan pencabutan blokade zalim itu, tidak cukup dengan sebuah pernyataan remeh yang dikoarkan oleh aliansi itu.”

Dilaporkan  bahwa dalam jangka waktu 12 jam pada Sabtu lalu aliansi pimpinan Arab itu telah melancarkan 25 serangan udara, 23 di antaranya dilancarkan dalam satu jam di Ma’rib, dengan tujuan menyokong pergerakan “pasukan bayaran” mereka, yaitu pasukan pemerintahan presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi. (alalam)