Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 10 Mei 2021

kerusuhan di al-aqsa 5-21Jakarta, ICMES. Bentrokan sengit antara warga Palestina dan pasukan Rezim Zionis Israel masih terus mengeruhkan situasi komplek Masjid Al-Aqsa di kota Quds (Yerussalem) yang diduduki oleh Israel.

Rezim Zionis Israel telah menyerang posisi Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) di Jalur Gaza pada dini hari Ahad (9/5) ketika daerah dekat pagar pemisah Gaza-Israel dilanda aksi protes anti-Israel terkait dengan ketegangan situasi di Quds.

Kebakaran besar melanda kawasan dekat salah satu pabrik senjata di barat laut Haifa, Israel.

Berita Selengkapnya:

Lagi, 100 Warga Palestina Terluka dalam Serangan Zionis di Masjid Al-Aqsa

Bentrokan sengit antara warga Palestina dan pasukan Rezim Zionis Israel masih terus mengeruhkan situasi komplek Masjid Al-Aqsa di kota Quds (Yerussalem) yang diduduki oleh Israel.

Tak kurang dari 100 orang dilaporkan terluka dalam kelanjutan aksi kekerasan pasukan Zionis pada hari Ahad (9/5).  Pasukan Israel menambah personilnya yang masuk ke komplek Al-Aqsa ketika bentrokan terjadi pada Ahad dini hari.

Jami’yyah Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan  10 orang terluka akibat serangan yang dilakukan di dalam masjid pada dini hari, satu di antaranya dilarikan ke rumah sakit karena terkena tembakan peluru karet di bagian mulut, sedangkan beberapa lainnya diobati di lapangan, termasuk lima orang yang diterjang peluru karet Zionis di bagian kepala dan empat orang lainnya pada bagian kaki dan tangan.

Anadolu melaporkan, “Puluhan ribu jemaah menunaikan shalat Subuh, dan kemudian ribuan di antara mereka berkonsentrasi dekat Musholla Al-Qibla sembari memekikkan slogan-slogan anti rezim pendudukan.”

Bentrokan bermula dari Gerbang Al-Asbat dan kemudian menjalar ke dalam komplek Al-Aqsa di mana pasukan Zionis meringsek masuk dalam jumlah besar dan melepaskan peluru karet, gas air mata dan bom kejut.

Sebelum itu, 90 orang Palestina terluka dalam bentrokan di sekitar Gerbang Al-Amoud, salah satu gerbang Al-Aqsa, dan sebanyak 16 orang di antaranya dilarikan ke rumah sakit.

Tragisnya lagi, menurut Jami’yyah Bulan Sabit Merah, korban luka antara lain adalah bayi berusia satu tahun dan lima anak lain serta satu anggota regu ambulan.

“Kebanyakan korban terkena peluru karet dan bom kejut secara langsung serta pemukulan,” ungkap lembaga swadaya Palestina tersebut.

Dilaporkan pula bahwa satu kepala keluarga terluka dan empat anaknya menderita trauma setelah terkena bom kejut yang dilepaskan oleh pasukan Zionis.

Kantor Wakaf Islam Al-Aqsa menyebutkan bahwa pada hari Sabtu lalu sebanyak lebih dari 90 orang Palestina berkumpul di Masjid Al-Aqsa untuk mengikuti kegiatan ibadah pada Malam Qadar meskipun polisi Israel melakukan pembatasan ketat.

Jumat malam lalu bentrokan sengit juga melanda komplek Al-Aqsa hingga menjatuhkan korban luka sebanyak 205 orang.

Sejak awal bula suci Ramadhan kota Quds kerap diwarnai kerusuhan akibat serangan polisi dan pemukim Zionis terhadap warga Palestina, terutama di sekitar Gerbang Al-Amoud dan lingkungan Sheikh Jarrah. (raialyoum)

Makin Rawan, Jet Tempur Israel Serang Posisi Hamas di Jalur Gaza

Rezim Zionis Israel telah menyerang posisi Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) di Jalur Gaza pada dini hari Ahad (9/5) ketika daerah dekat pagar pemisah Gaza-Israel (Palestina pendudukan 1948) dilanda aksi protes anti-Israel terkait dengan ketegangan situasi di Quds.

Sumber-sumber Palestina menyatakan bahwa jet tempur Israel membom pos pantau Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, di pinggiran Jalur Gaza hingga menimbulkan kerusakan namun tak ada korban jiwa maupun luka.

Militer Israel menyatakan bahwa pemboman itu dilakukan sebagai balasan atas penembakan roket buatan lokal dari Jalur Gaza ke sebuah kawasan terbuka di selatan Israel tanpa menimbulkan kerusakan maupun korban.

Tak ada kelompok Palestina yang mengaku bertanggungjawab atas penembakan roket itu, yang terjadi menyusul insiden bentrokan yang menjatuhkan puluhan korban luka warga Palestina di Masjid Al-Aqsa, Quds, pada Sabtu malam.

Komisi Pusat Gerakan Fatah yang dipimpin Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam siaran persnya menyatakan bahwa Quds merupakan “unsur pemersatu semua orang Palestina dan gelanggang konflik mereka dengan rezim pendudukan dan semua simbolnya.”

Komisi itu menyerukan perlawanan terhadap “pasukan dan pemukim Zionis serta organisasi-organisasi teroris yang bekerja dengan dukungan pemerintahan fasis kanan Israel”.

Faksi-faksi Palestina di Gaza memutuskan untuk mengaktifkan aksi kelompok-kelompok yang dikenal dengan sebutan “Alat Kasar”dekat pagar pembatas Gaza-Israel. Aksi itu mencakup pelepasan bom balon ke arah permukiman Zionis yang berdekatan dengan Gaza serta unjuk rasa malam hari dekat pagar pembatas.

Media Israel mengaku telah memantau 12 titik kebakaran sejak Ahad pagi di berbagai kawasan terbuka di selatan Israel akibat pelepasan bom balon dari Jalur Gaza.

Sebelumnya, Hamas yang berkuasa di Jalur Gaza menyerukan pengaktifan secara menyeluruh “titik-titik perlawanan  terpadu” terhadap Israel di semua kawasan  Palestina.

“Agresi rezim pendudukan Israel yang berkelanjutan menuntut suatu sikap nasional yang menyeluruh dengan mengaktifkan titik-titik perlawanan terpadu,” seru Hamas dalam siaran persnya. (raialyoum)

 Kebakaran Besar Dekat Pabrik Senjata di Israel

Kebakaran besar melanda kawasan dekat salah satu pabrik senjata di barat laut Haifa, Israel, Ahad (9/5).

Saksi mata mengatakan, “Kobaran api terlihat dari jarak ratusan meter, dan kepulan asap hitam menyebar dari lokasi kebakaran.”

Dilaporkan bahwa kerusakan pada rem kereta menyebabkan kebakaran besar tersebut. Rem kereta barang menyala dan semak-semak sejauh sekira 10 km tersulut api.

Petugas pemadam kebakaran berusaha mengendalikan kobaran api yang menyebar dengan cepat di tengah gelombang cuaca panas yang melanda Israel.

Kebakaran terjadi di antara lingkungan Neve Ganim di Kiryat Motzkin dan Savyoni Yam di Kiryat Yam, dan membuat lalu lintas kereta api dari Stasiun Pusat Haifa ke utara ditangguhkan.

Salah satu titik api berada di dekat pabrik David Institute milik Perusahaan Pertahanan Rafael (Otoritas Pengembangan Senjata). (hamodia/haaretz)