Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 1 Januari 2024

Jakarta, ICMES. Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree, pada hari Ahad (31/12/2023) mengumumkan bahwa 10 anggota Angkatan Laut (AL) Yaman gugur akibat serangan Amerika Serikat (AS) di perairan Yaman.

Berita Selengkapnya:

10 Tentara Yaman Gugur Diserang AS di Peraian, Ini Pernyataan Lengkap Brigjen Yahya Saree

Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree, pada hari Ahad (31/12/2023) mengumumkan bahwa 10 anggota Angkatan Laut (AL) Yaman gugur akibat serangan Amerika Serikat (AS) di perairan Yaman. Berikut ini pernyataan lengkap Yahya Saree berkenaan dengan peristiwa tersebut;

Angkatan Bersenjata Yaman merilis pernyataan berikut;

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

“Diizinkan (berperang) kepada orang-orang yang diperangi karena sesungguhnya mereka dizalimi. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuasa membela mereka.” (QS. Al-Hajj [22]: 39)

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.

Ketika AL dari Angkatan Bersenjata Yaman menjalankan misinya yang rutin dan resmi dalam upaya menguatkan keamanan, stabilitas dan perlindungan atas pelayaran serta menunaikan kewajiban insani dan moral, yang telah telah diumumkan oleh Yaman dalam mencegah kapal  Israel atau kapal yang menuju ke pelabuhan-pelabuhan di Palestina pendudukan melintas di Laut Merah, sebagai solidaritas dan dukungan kepada bangsa Palestina, pasukan musuh, AS, telah menyerang tiga perahu cepat AL Yaman hingga menyebabkan gugur dan hilangnya 10 anggota AL Yaman.

Angkatan Bersenjata Yaman, yang bergegas di samudera pertempuran untuk mendukung Badai Al-Aqsa sehingga para syuhada itu adalah demi Palestina, menegaskan bahwa musuh, AS, harus bertanggungjawab atas konsekuensi dan risiko dari kejahatan ini, dan bahwa pergerakan militer di Laut Merah untuk melindungi kapal-kapal Israel takkan pernah bisa mencegah Yaman dari upayanya menunaikan kewajiban agama, moral dan kemanusiaannya demi mendukung dan membela orang-orang yang teraniaya di Palestina dan Gaza.

Kami juga memperingatkan kepada negara-negara lain untuk tidak terlibat dalam perilaku berbahaya AS, yang akan menimbulkan berbagai dampak negatif yang bisa jadi akan menimpa semua pihak.

Pada konteks lain, berkat taufik dari Allah, AL Yaman berhasil melancarkan operasi militer yang menyasar kapal kontainer Maerk Hangzhou – yang bergerak menuju pelabuhan di Palestina pendudukan-  dengan rudal-rudal maritim yang sesuai. Serangan ini dilancarkan setelah awak kapal tersebut menolak memenuhi seruan peringatan AL Yaman.

Sesuai pernyataan yang telah dirilis sebelumnya, AL Yaman mengkonfirmasi larangan lalu lintas semua kapal Israel, atau kapal yang menuju pelabuhan-pelabuhan Palestina pendudukan, sembari menyatakan berkomitmen sepenuhnya untuk mengamankan semua pelayaran ke semua arah, kecuali entitas Israel.

Angkatan Bersenjata Yaman kembali bernasihat kepada semua negara untuk tidak terseret pada rencana-rencana AS yang bertujuan mengobarkan konflik di Laut Merah, dan Angkatan Bersenjata Yaman tak gentar melawan segala bentuk agresi terhadap negara dan bangsa kami.

Angkatan Bersenjata Yaman bersama seluruh anak bangsa Yaman yang besar serta semua kaum merdeka umat Arab dan Islam kami bersiaga dan siap menjalani semua opsi dalam menghadapi eksalasi AS yang mendukung penjahat Zionis dan memotivasinya untuk terus melakukan kejahatan terhadap saudara-saudara kami di Gaza.

Angkatan Bersenjata Yaman

Sanaa, 18 Jumadil Akhir 1445 H/31 Desember 2023.

Mengenai pernyataan ini, Menteri Informasi Yaman Dhaifullah Al-Syami berkomentar, “Pernyataan militer Angkatan Bersenjata Yaman sudah jelas, sehingga akan berbeda setelah gugurnya para syuhada itu.”

Dia menambahkan, “SikapYaman tidak akan berubah dan terpengaruh oleh ancaman AS, Inggris dan lain-lain.”

Al-Syami juga menegaskan, “Darah orang Yaman tidak lebih mahal daripada darah orang Palestina. Bangsa dan tentara kami akan terus bersama Palestina sampai tercapainya kemenangan.” (almayadeen)