Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 18 Oktober 2022

Jakarta, ICMES. Beberapa sumber mengungkapkan kepada saluran berita Al Jazeera bahwa pihak berwenang Malaysia telah membebaskan seorang aktivis Palestina yang pada akhir September lalu diculik oleh agen dinas rahasia Israel, Mossad, di Kuala Lumpur.

Panglima Korps GardaRevolusi Islam (IRGC) Iran, Mayjen Hossein Salami, memperingatkan Arab Saudi bahwa kampanye medianya yang bertujuan memicu ketegangan terkait dengan kerusuhan baru-baru ini di Iran akan menjadi bumerang bagi rezim Riyadh.

Para pejabat keamanan AS dan negara-negara yang bersekutu dengan AS mengklaim bahwa Iran telah memperkuat komitmennya untuk memasok senjata ke Rusia agar digunakan dalam serangan terhadap Ukraina.

Seorang tokoh adat Arab Saudi melontarkan ancaman keras terhadap Amerika Serikat (AS) melalui rekaman video ringkas.

Berita Selengkapnya:

Malaysia Bebaskan Aktivis Palestina dari Cengkraman MOSSAD di Kuala Lumpur

Beberapa sumber mengungkapkan kepada saluran berita Al Jazeera bahwa pihak berwenang Malaysia telah membebaskan seorang aktivis Palestina yang pada akhir September lalu diculik oleh agen dinas rahasia Israel, Mossad, di Kuala Lumpur, ibukota Malaysia, dan diinterogasi melalui video dari Tel Aviv mengenai hubungannya dengan sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam.

Sumber-sumber itu menyebutkan bahwa Mossad mempekerjakan para agen berkewarga negaraan Malaysia yang telah dilatih di negara-negara Eropa untuk melakukan operasi penculikan aktivis Palestina yang berasal dari Jalur Gaza tersebut.

Mereka membenarkan bahwa intelijen Malaysia dapat mencapai lokasi para penculik, menangkap mereka, dan membebaskan aktivis Palestina itu dalam tempo 24 jam.

Peristiwa ini mengingatkan orang pada peristiwa pembunuhan aktivis Palestina Fadi al-Batsh, 35 tahun, di Malaysia pada tahun 2018.

Saat itu, demi kepentingan Mossad, dua pria bersenjata tak dikenal telah membunuh al-Batsh, seorang insinyur asal Jabalia, Jalur Gaza, yang memegang gelar doktor di bidang teknik elektronik dan bekerja sebagai dosen di salah satu universitas swasta Malaysia.

Bapak dari tiga orang anak itu pernah menerima sejumlah penghargaan di bidang ilmiah, terutama anugerah “Khazanah” Malaysia pada tahun 2016, sebagai orang Arab pertama yang memperolehnya.

Dia juga menerima beberapa hak paten untuk pengembangan perangkat elektroniknya dan logam untuk menghasilkan listrik.

Selama perjalanan studinya, Al-Batsh menerbitkan sejumlah makalah ilmiah yang bernas, dan berpartisipasi dalam konferensi internasional di Jepang, Inggris, Finlandia dan lain-lain. (raialyoum)

Panglima IRGC: Serang Iran, Media Saudi akan Jadi Bumerang bagi Riyadh

Panglima Korps GardaRevolusi Islam (IRGC) Iran, Mayjen Hossein Salami, memperingatkan Arab Saudi bahwa kampanye medianya yang bertujuan memicu ketegangan terkait dengan kerusuhan baru-baru ini di Iran akan menjadi bumerang bagi rezim Riyadh.

Dalam pidato sambutan di depan unit-unit Angkatan Darat IRGC yang berpartisipasi dalam latihan militer skala besar di Iran, Senin (17/10), Salami mengatakan Iran memperingatkan rezim Saudi agar “memperhatikan perilakunya dan mengendalikan medianya, atau  (jika tidak, maka) akan menjadi bumerang bagi Saudi sendiri.”

Dia mengingatkan Riyadh untuk tidak mencampuri urusan internal Iran melalui media Saudi yang berusaha menghasut para pemuda Iran.

Dia menekankan penjagaan keamanan nasional sebagai kebijakan prinsipal Iran dan mengingatkan negara tetangga bahwa Iran mengejar kebijakan persahabatan dan persaudaraan selagi pihak lain tidak memiliki rencana-rencana merongrong Iran.  

Panglima IRGC menegaskan bahwa perubahan dalam geografi kawasan adalah garis merah bagi Iran.

“Kami adalah saudara dari negara dan kekuatan mana pun yang berinteraksi dengan kami dengan benar. Kami meminta tetangga kami untuk menyelesaikan masalah mereka melalui interaksi dan non- pendekatan militer,” ungkapnya.

Salami menambahkan, “Kami memiliki kepentingan di kawasan ini, dan jika ada perubahan yang terjadi di bagian mana pun di kawasan ini dan kepentingan kami terancam, maka kami tidak akan tetap netral dan akan membela kepentingan nasional kami.”

Media yang disponsori Saudi belakangan ini dinilai semakin berusaha menyudutkan Iran di tengah maraknya pemberitaan dari media Barat tentang aksi demo di Iran menyusul kematian Mahsa Amini .

Salami juga mengecam infiltrasi rezim Zionis Israel di sejumlah negara yang terletak di selatan, barat dan utara Iran. Dia mengatakan bahwa beberapa jiran Iran “mungkin berpendapat bahwa kehadiran mereka (Israel) tidak menimbulkan ancaman bagi keamanan kami (Iran), tetapi Israel  berwatak menciptakan ketidakamanan.”

Dia juga menegaskan, “Kami menyarankan negara-negara tetangga untuk tidak membiarkan Israel masuk ke wilayah Islam karena mereka (Zionis) berusaha untuk menimbulkan ketidakamanan.” (presstv)

AS Tuding Iran Berencana Pasok Rusia dengan Rudal dan Drone Serang untuk Perang di Ukraina

Para pejabat keamanan AS dan negara-negara yang bersekutu dengan AS mengklaim bahwa Iran telah memperkuat komitmennya untuk memasok senjata ke Rusia agar digunakan dalam serangan terhadap Ukraina.

Dikutip Rai All-Youm, Senin (17/10), surat kabar AS The Washington Post melaporkan bahwa para pejabat itu mengatakan Teheran diam-diam menyetujui pengiriman drone serang dan rudal permukaan-ke-permukaan pertama buatan Iran agar digunakan untuk menyerang kota-kota dan posisi-posisi pasukan Ukraina.

Menurut laporan itu, peningkatan aliran senjata dari Teheran dapat membantu mengimbangi apa yang disebut para pejabat pemerintahan Presiden AS Joe Biden sebagai kerugian besar dalam peralatan militer Rusia sejak Moskow menginvasi Ukraina Februari lalu, terutama menipisnya dengan cepat pasokan amunisi berpemandu dari tipe yang digunakan dalam serangan Rusia terhadap beberapa kota Ukraina pada pekan lalu.

Dalam beberapa hari terakhir, situs-situs berita independen telah menerbitkan gambar-gambar serpihan apa yang mereka sebut drone buatan Iran yang digunakan Rusia untuk melancarkan serangan terhadap sasaran-sasaran Ukraina, sehingga menimbulkan keraguan terhadap bantahan berulang Teheran terhadap klaim bahwa Iran menyuplai Rusia dengan senjata demikian

Pejabat Pentagon juga secara terbuka membenarkan adanya penggunaan drone Iran dalam serangan udara Rusia, dan keberhasilan Ukraina menembak jatuh beberapa drone Iran.

Menurut beberapa pejabat AS dan negara sekutunya yang disebut-sebut memonitor aktivitas senjata Iran, Teheran pada 18 September lalu mengirim pejabat ke Moskow untuk menyelesaikan persyaratan pengiriman senjata tambahan, termasuk dua jenis rudal permukaan-ke-permukaan buatan Iran. (raialyoum)

Ancam AS, Tokoh Adat Saudi: Kami Siap Berjihad

Seorang tokoh adat Arab Saudi melontarkan ancaman keras terhadap Amerika Serikat (AS) melalui rekaman video ringkas.

Dalam video yang beredar di tengah warganet Arab, seorang pria bernama Saud bin Fawaz al-Shaalan, yang dikenal dekat dengan Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohamed bin Salman, melontarkan ancaman itu dengan tiga bahasa sekaligus, yaitu Arab, Inggris dan Prancis, dan ditujukan kepada siapapun yang mengancam negaranya.

Dia menegaskan, “(Kepada) siapapun yang mengancam eksistensi Saudi, (ketahuilah bahwa) kami semua adalah proyek jihad dan pencarian mati syahid, ini adalah pesan saya kepada setiap orang yang mengira dapat mengancam kami.”

Al-Shaalan adalah salah tokoh suku al-Roulah dari daerah Anzah, dan memiliki kedudukan sosial yang cukup tinggi sehingga mendapat julukan “amir (pangeran)” meski bukan anggota klan al-Saud.

 Ancaman melalui video itu dia sampaikan di tengah ramainya pemberitaan mengenai ancaman AS terhadap Saudi menyusul keputusan Riyadh menurun volume produksi minyak melalui OPEC. AS menganggap keputusan ini sebagai bentuk keperpihakan Saudi kepada Rusia dalam isu Perang Ukraina. (raialyoum)