Rangkuman Berita Utama Timteng  Selasa 9 November 2021

Jakarta, ICMES.  Pemerintah Iran menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) harus memberikan jaminan bahwa Washington tidak akan keluar lagi dari perjanjian nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

Rudal jelajah buatan Angkatan Bersenjata Iran menghancurkan beberapa target permukaan dan kapal pada hari kedua latihan perang bersandi “Zolfaqar 1400”.

Pasukan pertahanan udara Suriah telah menembak target-target penyerang di angkasa Homs.

Puluhan perwira yang berafiliasi dengan pemerintahan presiden pelarihan Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi yang didukung Arab Saudi telah melarikan keluarga mereka dari Ma’rib.

Berita Selengkapnya:

Iran Minta Jaminan AS Tak akan Keluar lagi dari Perjanjian Nuklir

Pemerintah Iran menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) harus memberikan jaminan bahwa Washington tidak akan keluar lagi dari perjanjian nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) yang diteken Iran dengan sejumlah negara besar dunia, termasuk AS, pada tahun 2015.

Rencananya, pada 29 November mendatang akan diselenggarakan dialog tidak langsung antara Iran dan AS dalam perundingan di Wina, Swiss, yang terhenti sejak Juni lalu setelah Ebrahim Raisi terpilih sebagai presiden Iran. Perundingan itu akan dimulai lagi pada tanggal tersebut untuk mengupayakan pemulihan JCPOA yang dikhianati oleh AS.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh, Senin (8/11), menegaskan pendirian resmi negaranya bahwa pencabutan sanksi AS terhadap Iran merupakan syarat pemulihan JCPOA. Dia menambahkan bahwa Washington “harus mengakui kesalahannya keluar dari perjanjian ini”.

Khatibzadeh juga mengatakan bahwa perunding senior Iran Ali Bagheri Kani akan mengadakan safari ke tiga negara Eropa peneken JCPOA selaku wakil menteri luar negeri Iran urusan politik.

JCPOA diteken pada tahun 2015 oleh Iran dan lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB (AS, Inggris, Prancis, Rusia dan China) plus Jerman tapi tiga tahun kemudian AS di masa kepresidenan Donald Trump keluar dari perjanjian itu, dan selanjutnya Trump juga menerapkan sanksi-sanksi berat terhadap Iran. Iran lantas membalas dengan memangkas banyak komitmennya kepada JCPOA sejak tahun 2019.

Sejak April 2021 Wina diwarnai perundingan Iran dengan negara-negara tersebut, kecuali AS, untuk menghidupkan kembali JCPOA setelah pengganti Trump, Joe Biden, berulang kali menyatakan hasratnya untuk mengembalikan AS kepada JCPOA.

Iran sendiri menolak berunding langsung dengan AS sebelum Negeri Paman Sam ini mencabut sanksinya terhadap Iran, sementara AS menekankan prinsip selangkah dibalas selangkah.  (mm/raialyoum)

Rudal Jelajah Buatan Iran Hantam Target di Permukaan Laut dari Jarak Ratusan Kilometer

Rudal jelajah buatan Angkatan Bersenjata Iran menghancurkan beberapa target permukaan dan kapal pada hari kedua latihan perang bersandi “Zolfaqar 1400”, Senin (08/11).

“Dalam tahap latihan ini, rudal jelajah Iran, Qader, ditembakkan dari platform taktis rudal pantai-ke-laut Angkatan Laut di pantai Makran dan menimpa kapal yang berjarak 200 km,” ungkap juru bicara manuver tersebut, Laksamana Muda Mahmoud Mousavi.

Dia menambahkan bahwa penghancuran target permukaan dengan rudal jelajah Nasr yang ditembakkan dari peluncur rudal Angkatan Laut juga dilakukan militer Iran pada hari kedua.

Selain itu, rudal jelajah jarak jauh Qadir buatan Iran menghancurkan target permukaan yang berjarak 300 km dari kapal perang peluncur rudal.

“Kemampuan unik, termasuk hulu ledak efektif dengan daya ledak tinggi serta kemampuan untuk menahan peperangan elektronik musuh, adalah bagian dari fitur rudal jelajah Angkatan Laut, yang terbukti efektif dalam latihan ini,” tutur Mousavi.

Drone kamikaze Arash buatan Iran sukses menghancurkan semua target yang ditentukan dalam misi jarak jauh pada hari kedua fase utama latihan militer gabungan yang digelar secara besar-besaran tersebut.

Unit-unit Angkatan Darat juga berhasil mendeteksi posisi musuh buatan dalam upaya menguji roket dan rudal buatan Iran serta menggunakan granat berpeluncur roket, helikopter tempur dan drone.

Mousavi juga menyebutkan bahwa sistem rudal Mersad buatan  dalam negeri berkoordinasi dengan jaringan pertahanan udara terintegrasi, menembakkan sebuah rudal dan merontokkan target udara musuh.

Dia menambahkan bahwa unit artileri, lapis baja, helikopter dan pasukan nirawak juga menembakkan roket dan rudal terhadap sasaran yang disimulasikan sebagai pasukan musuh.

Menurutnya, pada tahap latihan ini, Angkatan Darat menggunakan drone pengintai buatan dalam negeri, memantau semua aktivitas musuh tiruan dan kemudian menerbangkan drone tempur Iran ke kapal mereka, sementara unit tempur dan mekanis dari Angkatan Darat juga melakukan operasi pertahanan terhadap serangan di wilayah pesisir.

Dia juga mengatakan, “Angkatan Udara juga menggunakan jet tempur dan drone untuk mendukung unit-unit yang beroperasi di darat, dan berhasil menghantam target musuh dengan bom dan amunisi seberat 250 pon buatan dalam negeri.” (mm/fna)

Pertahanan Udara Suriah Tangkis Serangan Israel

Media Suriah melaporkan bahwa telah terdengar suara-suara ledakan di angkasa kota Homs dan Tartus.

Kantor berita resmi Suriah, SANA, menyebutkan bahwa pasukan pertahanan udara negara ini telah menembak target-target penyerang di angkasa Homs.

Sumber militer Suriah mengatakan kepada SANA bahwa pada Senin malam sekira pukul 19.16 waktu setempat Rezim Zionis Israel melancarkan serangan udara dari arah utara Beirut dengan sasaran beberapa titik kawasan di bagian tengah dan pesisir Suriah.

“Pertahanan udara kami telah menghadapi rudal-rudal musuh dan menembak jatuh sebagian besar di antaranya. Serangan ini menyebabkan dua tentara terluka, dan terjadi beberapa kerugian materi,” ungkap sumber itu.

Sumber yang dekat tentara Suriah mengatakan, “Pertahanan udara telah merontokkan empat rudal di angkasa pinggiran barat dan selatan kota Homs sebelum rudal-rudal itu mencapai targetnya. Pertahanan udara melepaskan puluhan tembakan hingga dapat merontokkan semua itu.”

Beberapa sumber mengatakan kepada DPA, “Tak satupun rudal jatuh ke kota Homs, karena pencegatan terhadapnya dilakukan melalui kawasan Tal Kalah dan di garis kawasan Hermel Lebanon. Karena itu pertahanan udara dapat menjatuhkannya.”

Kawasan sekitar Homs timur mendapat serangan rudal dari Israel sejak sekira dua pekan lalu dengan sasaran Pangkalan Udara T-4 dan wilayah selatan Tadmur (Palmyra).

Disebutkan bahwa Israel telah berulang kali melancarkan serangan ke Suriah dengan sasaran posisi-posisi militer Suriah dan Iran. (raialyoum)

Ansarullah Terus Bergerak Maju, Keluarga Puluhan Perwira Pro-Hadi Dilarikan dari Ma’rib

Puluhan perwira yang berafiliasi dengan pemerintahan presiden pelarihan Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi yang didukung Arab Saudi telah melarikan keluarga mereka dari Ma’rib.

Beberapa sumber informasi tentang itu mengatakan kepada situs berita Al-Bawabah Al-Ikhbariyah Al-Yamaniah, Senin (8/11), bahwa keluarga para perwira itu semula ditempatkan di Komplek Pemerintahan (Al-Majma’ Al-Hukumi), tapi kemudian dilarikan dari Ma’rib menuju pos Sharwarah di perbatasan Yaman-Arab Saudi.

Menurut sumber-sumber itu, proses pemindahan itu dilakukan dengan istruksi dari Saudi, karena Riyadh bermaksud memberikan tekanan dengan cara menarik orang-orang yang kabur dari Ma’rib agar mempertahankan perbatasan itu sekaligus supaya pasukan yang bertempur di Ma’rib tetap bertahan di kota ini.

Meski demikian, lanjut sumber-sumber itu, di kamp-kamp pengungsi Ma’rib terdapat ratusan anggota keluarga para komandan pasukan pro-Hadi, dan mereka digunakan oleh Saudi sebagai perisai manusia.  

Sementara itu, kubu Sanaa, ibu kota Yaman, yang terdiri atas tentara Yaman dan pasukan Lijan Shaabiya (Ansarullah/Houthi) melancarkan operasi militer secara masif di timur provinsi Jawf hingga kawasan sahara di utara provinsi ini.  

Dalam operasi ini mereka berhasil mendobrak garis pertahanan terakhir pasukan pro-Hadi di kawasan tersebut sehingga mendekati jalur internasional yang menghubungkan antara provinsi Ma’rib dan provinsi Hadramaut.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa pasukan kubu Sanaa dalam operasi itu berhasil mendapat kemajuan militer signifikan yang akan memungkinkan mereka memutus satu-satunya jalur logistik pasukan koalisi yang dipimpin Saudi di utara kota Ma’rib.  

Laporan lain yang didapat dari keterangan sumber-sumber lokal menyebutkan bahwa pasukan kubu Sanaa telah bergerak maju dari empat arah utama untuk memperketat kepungan militer terhadap pasukan koalisi di kota Ma’rib.

Sumber-sumber itu menjelaskan bahwa dengan dukungan kelompok-kelompok adat setempat kubu Sanaa bergerak maju dari beberapa kawasan di sejumlah arah, termasuk Al-Falaj,  Sarwah, Al-Nadud, Al-Alamain, Al-Ahshab, Raghwan, Madghal dan kamp militer Al-Khanjar setelah mereka menguasainya dalam beberapa jam terakhir, dan mereka bergerak maju menuju kamp militer Al-Ruwaik dekat jalur Shafir – Al-Abar. (fna/alalam)