Rangkuman Berita Utama Timteng Rabu 9 Februari 2022

Jakarta, ICMES. Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah dalam wawancara dengan saluran TV Al-Alam milik Iran telah membicarakan berbagai isu penting terkait Poros Resistensi.

Faksi-faksi pejuang Palestina, termasuk Hamas, menyerukan pembalasan setimpal atas gugurnya tiga pemuda Palestina akibat serangan pasukan Rezim Zionis Israel di kota Nablus, Tepi Barat.

Televisi pemerintah Suriah melaporkan telah terjadi serangan Israel di sekitar Damaskus pada dini hari Rabu, sementara militer Israel mengklaim bahwa rudal anti-pesawat Suriah telah ditembakkan ke Israel, memicu sirene dan meledak di udara.

Komandan Pasukan Quds IRGC Brigadir Jenderal Esmaeil Qaani telah menemui ulama muda berpengaruh Irak pemimpin Blok Sadr, Sayid Muqtada.

Berita Selengkapnya:

Sayid Nasrallah: Akan ada Kejutan dalam Perang dengan Israel di Masa Mendatang

Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah dalam wawancara dengan saluran TV Al-Alam milik Iran, Selasa (8/2), telah membicarakan berbagai isu penting terkait Poros Resistensi, kekuatan besar yang tergalang di Timteng untuk menghadapi Israel dan negara-negara Barat pendukungnya.

Sayid Nasrallah dalam wawancara panjang lebar itu memastikan bahwa Hizbullah “serius menghadapi dengan ancaman Israel” dan bahwa tingkat penyebaran rudal Hizbullah serta jumlah rudal yang dimilikinya “tak memungkinkan musuh untuk melakukan apapun terhadap Lebanon.”

“Apakah Israel mengetahui jumlah rudal presisi dan tempat-tempatnya, misalnya?… Kami tak tinggal diam ketika dulu gurun dibom, lantas bagaimana seandainya Israel membom target yang kongkret?” ujarnya.

Dia lantas memastikan bahwa “ada hal-hal yang tersembunyi untuk kejutan bagi musuh dalam perang mendatang.”

Dia juga menyinggung HUT ke-43 kemenangan revolusi Islam Iran dengan menyebut revolusi ini sebagai salah satu “hari Allah” dan menjelaskan bahwa Iran sekarang menjadi sebuah model negara yang berdaulat dalam arti yang sesungguhnya, memiliki kekebasan penuh di mana rakyat dapat menyelenggarakan pemilu secara hakiki, sementara banyak negara lain di Timteng dan kawasan sekitarnya berbicara tentang kemerdekaan dan kedaulatan padahal sejatinya mereka adalah “para pengikut kedutaan besar”.

Menurutnya, Iran berusaha menerapkan Islam dan menampilkan sebuah contoh negara Islam yang hakiki, berpengaruh dalam skala regional maupun global, dan membina para pemimpin yang bijaksana dan pemberani di semua levelnya.

Sayid Nasrallah juga menyebutkan bahwa Iran sekarang telah menjelma menjadi sebuah kekuatan regional yang sangat besar sehingga serangan terhadap negara republik Islam ini akan menimbulkan ledakan yang luar biasa dan total di kawasan Timteng.

Namun demikian, lanjutnya, prioritas musuh besar Iran, Amerika Serikat (AS), sekarang bukanlah berperang dengan Iran, melainkan menyorot ke tempat lain untuk menghadapi Rusia dan China.

Sekjen Hizbullah mengatakan bahwa AS sedemikian getol memusuhi Iran karena pemerintahan Islam di Iran adalah “pemerintahan berdaulat, berkebebasan, bukan budak bagi AS dan pantang membiarkan kekayaannya dijarah”.

Mengenai ancaman perang Israel terhadap Iran, Sayid Nasrallah menyebutnya “omong besar” belaka, dan sebagian besar kalangan militer Israel menentang serangan militer terhadap dan menganggapnya sia-sia.  

Sayid Nasrallah memastikan bahwa Iran “tak bercanda” dan karena itu “jika diserang oleh Israel maka Iran akan langsung membalas, dan balasan ini akan keras, sengit dan dahsyat sehingga serangan Israel akan menjadi tindakan bodoh yang dampaknya akan sangat besar”.

Menyinggung Perang Yaman yang belakangan ini melebar hingga terjadi beberapa kali serangan Ansarullah (Houthi) ke Uni Emirat Arab (UEA), Sayid Nasrallah mengatakan bahwa baru di babak pertama serangan Yaman, UEA sudah mengemis perlindungan kepada kekuatan-kekuatan Barat dan Israel.

Dia mengatakan, “Negara Emirat sejak awal didirikan sampai sekarang telah membeli rudal, jet tempur dan teknologi militer senilai puluhan miliar USD, tapi pada baru di awal konfrontasi sudah berteriak-teriak kencang (meminta perlindungan – red.)”. (raialyoum)

Tiga Pemuda Palestina Gugur, Para Pejuang Palestina Serukan Pembalasan

Faksi-faksi pejuang Palestina, termasuk Hamas, menyerukan pembalasan setimpal atas gugurnya tiga pemuda Palestina akibat serangan pasukan Rezim Zionis Israel di kota Nablus, Tepi Barat.

Hamas dalam sebuah pernyataan singkatnya, Selasa (8/2), menegaskan, “Kejahatan musuh di Nablus menuntut semua faksi Palestina untuk menyerang tempat-tempat keberadaan pasukan dan pemukim Zionis.”

Jasim Al-Barghuti, salah seorang petinggi Hamas di Tepi Barat, juga mengatakan, “Kejahatan di Nablus hari ini membuktikan bahwa resistensi adalah satu-satunya opsi yang dapat melindungi bangsa Palestina, sedangkan koordinasi keamanan (otoritas Palestina dengan Israel) tak membuahkan apapun selain kejahatan yang lebih banyak dari Rezim Zionis.”

Kementerian Kesehatan Palestina mengkonfirmasi gugurnya tiga pemuda Palestina dalam operasi masif pasukan Zionis yang berujung penembakan terhadap sebuah mobil yang ditumpangi tiga pemuda Palestina tersebut.  

Beberapa video beredar terkait serangan tersebut, dan dalam sebuah video berdurasi 17 detik terlihat kaca depan dan jendela sebuah mobil sedan yang dikerumuni warga sekitar hancur dan dipenuhi lobang bekas tembusan peluru.

Sumber-sumber lokal mengatakan bahwa tiga syuhada itu adalah anggota Brigade Syuhada Al-Aqsa, sayap militer gerakan Fatah Palestina, sementara sumber-sumber medis Palestina mengumumkan bahwa mereka adalah Ibrahim Al-Nablusi, Adham Mabruk dan Mohammad Al-Dakhil.  

Saluran Kan milik Israel melaporkan bahwa pasukan khusus Israel di Nablus telah menembak tiga orang Palestina yang terlibat dalam aksi penembakan dalam dua pekan terakhir.

Otoritas Palestina mengutuk serangan pasukan Zionis tersebut dan menyerukan penyeledikan oleh tim pencari fakta internasional.

Brigade Syuhada Al-Aqsa, bersumpah akan membalas serangan Israel tersebut, dan menegaskan bahwa darah para syuhada itu tak tumpah begitu saja tanpa pembalasan. (fna)

Pertahanan Udara Suriah Tangkis Serangan Israel

Televisi pemerintah Suriah melaporkan telah terjadi serangan Israel di sekitar Damaskus pada dini hari Rabu (9/2), sementara militer Israel mengklaim bahwa rudal anti-pesawat Suriah telah ditembakkan ke Israel, memicu sirene dan meledak di udara.

Sirine berbunyi di Israel utara dan wilayah pendudukan Tepi Barat bersamaan dengan laporan dari TV pemerintah Suriah bahwa pertahanan udara Suriah telah merontokkan sejumlah rudal Israel di angkasa Damaskus.

Seorang juru bicara militer Israel menolak mengomentari laporan bahwa Israel telah melakukan serangan rudal.

“Peluncuran rudal anti-pesawat dari wilayah Suriah menuju Israel telah diidentifikasi. Rudal itu meledak di udara dan tidak perlu mencegatnya,” klaim militer Israel di Twitter.

Sebuah sumber militer Suriah menyebutkan bahwa sekitar 00 :56, Israel melepaskan rudal dari arah tenggara Beirut, dan pada 01:10 melesatkan rudal permukaan ke permukaan dari arah wilayah pendudukan Golan Suriah dengan target beberapa titik di sekitar kota Damaskus.

Sumber itu mengatakan,  â€œPpertahanan udara kami telah menghadapi rudal agresi dan menembak jatuh beberapa di antaranya, dan pekerjaan sedang dilakukan untuk memeriksa dampak agresi ini.”

Israel telah sering melancarkan serangan terhadap apa yang disebutnya sebagai target Iran di Suriah. (alalam/an)

Panglima IRGC Temui Moqtada Sadr di Najaf

Komandan Pasukan Quds IRGC Brigadir Jenderal Esmaeil Qaani telah menemui ulama muda berpengaruh Irak pemimpin Blok Sadr, Sayid Muqtada, Selasa (8/2).

Media lokal Irak mengatakan bahwa penerus jenderal legendaris Iran Qasem Soleimani itu telah mengadakan pertemuan dengan Muqtada al-Sadr di kota Najaf, Irak.

Tak ada laporan mengenai apa yang dibicarakan dalam pertemuan itu, sementara Moqtada Sadr adalah tokoh yang selama ini kritis terhadap pengaruh semua kekuatan asing di Irak, termasuk Iran.

Pertemuan itu terjadi juga ketika berbagai kelompok politik di Irak masih terus mengadakan lobi untuk membentuk pemerintahan Irak mendatang, yang jatuh ke tangan Blok Sadr melalui pemilu yang hasilnya digugat oleh blok lain yang dekat dengan Iran.

Media lokal Irak mengatakan bahwa kantor Sadr telah mengkonfirmasi pertemuan itu pada hari Selasa.

Esmael Qaani juga telah mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin Dewan Koordinasi Syiah yang terdiri dari berbagai kelompok pemenang pemilu baru-baru ini di Irak. (/alalam)