Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 7 Mei 2019

USS Abraham LincolnJakarta, ICMES: Amerika Serikat (AS) akan mengirim kapal induk dan pasukan pembom ke Timur Tengah sebagai suatu pesan yang “jelas dan tidak ambigu” untuk Iran.

Jumlah syuhada Palestina yang gugur dalam eskalasi Palestina-Israel yang terjadi sejak Jumat lalu bertambah menjadi 27 orang yang  sembilan di antaranya adalah aktivis Hamas dan Jihad Islam.

Sayap militer faksi Jihad Islam Palestina, Brigade al-Quds, telah meluncurkan rudal domestik terbarunya dengan menembakkannya ke sasaran di wilayah pendudukan Israel.

Komite Dokter Sudan menyatakan bahwa jumlah total korban tewas sejak dimulainya gelombang protes nasional di negara ini pada Desember 2018 hingga 6 Mei 2019 tercatat 90 orang.

Berita selengkapnya:

Gertak Iran, AS Kirim Kapal Induk Ke Teluk Persia

Amerika Serikat (AS) akan mengirim kapal induk dan pasukan pembom ke Timur Tengah sebagai suatu pesan yang “jelas dan tidak ambigu” untuk Iran, demikian dikatakan penasihat keamanan nasional Gedung Putih John Bolton.

“Menanggapi sejumlah tanda dan peringatan yang mengkhawatirkan, AS akan mengerahkan USS Abraham Lincoln dan pasukan pembom di wilayah Komando Pusat AS (di Timteng),” kata Bolton dalam sebuah pernyataan, Minggu (5/5/2019).

Dia menambahkan, “AS tidak mencari perang dengan rezim Iran, tetapi kami sepenuhnya siap untuk menanggapi serangan apa pun, apakah itu diluncurkan oleh proksi atau oleh Korps Garda Revolusi (IRGC) ataupun pasukan reguler Iran.”

Pernyataan itu tidak menjelaskan mengapa sekarang AS mengambil keputusan pengerahan kapal induk dan pasukan pembom, namun Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo kemudian mengkonfirmasi bahwa keputusan itu tidak terkait dengan eskalasi yang terjadi belakangan ini antara Israel dan Jalur Gaza.

“Apa yang sebenarnya terjadi ialah bahwa kami telah menyaksikan gerakan-gerakan eskalasi oleh Iran dan akan meminta mereka bertanggung jawab atas setiap serangan yang ditujukan terhadap kepentingan AS,” kata Pompeo sebelum bertolak menuju ke Finlandia

“Jika tindakan ini terjadi, meskipun melalui proksi, melalui pihak ketiga atau kelompok bersenjata seperti Hizbullah, kami akan meminta pertanggungjawaban para pemimpin Iran secara langsung,” lanjutnya, tanpa merinci ihwal “eskalasi” yang dia maksud.

Pengerahan pasukan AS itu dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran mengenai program nuklir Iran di mana AS menerapkan sanksi pada ekspor uranium Iran yang telah diperkaya.

AS pada tahun lalu mengumumkan pengunduran diri secara sepihak dari perjanjian nuklir yang diteken Iran bersama sejumlah negara terkemuka dunia pada tahun 2015. AS kemudian bersumbar akan melancarkan “tekanan maksimum” untuk membatasi peran regional Iran.

Pada April lalu  AS juga memasukkan IRGC dalam daftar “organisasi teroris asing”, dan Iranpun membalasnya dengan mencatat Pasukan Komando Pusat AS (CENTCOM) sebagai gerombolan teroris. (railayoum)

Jumlah Syuhada Palestina Jadi 27 Orang, 4 Orang Israel Terbunuh

Tim pertahanan sipil dan tim medis Palestina di Jalur Gaza dilaporkan telah mengevakuasi seorang pria Palestina dan istrinya dari puing-puing rumah mereka yang dihancurkan oleh pasukan Israel dalam serangan udara ke Jalur Gaza pada hari Minggu (5/5/2019).

Juru bicara Departemen Kesehatan Palestina di Gaza Ashraf al-Qudra menyebutkan bahwa jenazah pasangan suami istri Talal Atiya Abu al-Jadyan, 48 tahun, dan istrinya Raghda Mohammed Abu al-Jadyan, 40 tahun, ditemukan di lingkungan Sheikh Zayed di Jalur Gaza utara.

“Jenazah itu ditemukan di bawah puing-puing,” katanya kepada AFP, Senin (6/5/2019).

Departemen ini mencatat sekira 180 warga terluka dengan kondisi beberapa di antaranya “parah dan kritis” akibat serangan Israel.

Dengan adanya temuan jenazah sepasang suami istri itu maka jumlah syuhada Palestina yang gugur dalam eskalasi Palestina-Israel yang terjadi sejak Jumat lalu bertambah menjadi 27 orang yang  sembilan di antaranya adalah aktivis Hamas dan Jihad Islam.

Di lain pihak, Rezim Zionis Israel menyatakan empat orang Israel tewas akibat gempuran roket para pejuang Palestina yang diluncurkan dari Jalur Gaza.

Dalam perkembangan terbaru, tiga orang petinggi Palestina yang mengetahui adanya perundingan menyatakan bahwa para pemimpin Palestina di Jalur Gaza sepakat menerapkan gencatan senjata dengan Israel sejak Senin pagi setelah kedua pihak terlibat konfrontasi paling serius sejak perang yang pernah berkobar pada tahun 2014.

Tentara Israel menyebutkan bahwa sekitar 690 roket telah ditembakkan dari Jalur Gaza ke wilayah Israel sejak Sabtu lalu, dan sistem pertahanan udara Israel telah mencegat lebih dari 240 di antaranya.

Tentara Israel juga menyatakan bahwa jet tempur dan tanknya telah menggempur sekitar 350 posisi militer Hamas dan Jihad Islam, termasuk terowongan faksi Jihad Islam yang membentang dari Jalur Gaza selatan ke wilayah Israel. (raialyoum)

Jihad Islam Palestina Luncurkan Rudal Baru Dan Janjikan Kejutan Lebih Besar

Sayap militer faksi Jihad Islam Palestina, Brigade al-Quds, telah meluncurkan rudal domestik terbarunya dengan menembakkannya ke sasaran di wilayah pendudukan Israel.

Kelompok perlawanan ini, Ahad (5/5/2019), merilis sebuah video yang memamerkan rudal baru yang dinamai “Badr 3”, dan peluncurannya ke posisi di kota Ashkelon, 50 kilometer selatan Tel Aviv.

Rudal itu membawa hulu ledak seberat 250 kilogram sehingga menjadi lompatan besar dari pendahulunya yang berhulu ledak jauh lebih kecil dan hanya seberat 40 kilogram.

Video itu memperlihatkan setidaknya empat rudal Badr 3 bergemuruh di kegelapan malam Sabtu dan Ahad (4-5/5/2019) dan melesat menuju Ashkelon yang terletak di 13 kilometer utara pagar pemisah Jalur Gaza-Israel.

Di bagian akhir video itu Brigade al-Quds memperingatkan Israel bahwa “apa yang akan terjadi selanjutnya akan lebih besar.”

Sementara itu, sayap militer Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam, merilis video baru yang mendokumentasi serangannya ke sebuah kendaraan lapis baja Israel dengan rudal anti-tank Kornet buatan Rusia.

Serangan itu terjadi pada Minggu lalu di lokasi yang dirahasiakan di utara Jalur Gaza.

Media Israel menyatakan bahwa sebuah pesawat nirawak Hamas telah menembakkan rudal ke konvoi militer Israel, namun tidak dijelaskan kerugian dan korban yang mungkin jatuh akibat serangan ini.

Brigade Ezzedine al-Qassam bersumbar bahwa dengan pesatnya pengembangan rudal mereka maka “tak setitik pun di semua wilayah Palestina pendudukan (Israel) aman dari rudal kubu resistensi.”

Serangan para pejuang Palestina itu dilancarkan sebagai balasan  atas serangkaian serangan udara Israel ke berbagai sasaran di Jalur Gaza sejak Sabtu lalu yang sejauh ini telah menggugurkan sedikitnya 27 orang Palestina, termasuk dua wanita hamil dan dua bayi, dan melukai lebih dari 100 lainnya. (presstv)

Total Korban Tewas Gelombang Demo Sudan Sejak 20 Desember Lalu Tercatat 90 Orang

Komite Dokter Sudan menyatakan bahwa jumlah total korban tewas sejak dimulainya gelombang protes nasional di negara ini pada Desember 2018 hingga 6 Mei 2019 tercatat 90 orang.

Dalam keterangannya pada Senin (6/5//2019) komite itu menjelaskan bahwa laporan itu terdokumentasi dan tercantum dalam daftar nama para korban yang tewas dalam aksi protes.

Disebutkan bahwa korban tewas terakhir adalah Saad Mohammed Ahmed yang ditembak mati di bagian perutnya ketika mencoba untuk membubarkan aksi konsentrasi di kota barat Nyala pada Sabtu lalu.

Komite Dokter Sudan juga menyatakan bahwa masih ada gangguan dan tekanan dari “pasukan keamanan dan ekor eks-rezim” untuk mencegah terjangkaunya laporan kematian itu.

Dalam laporan tersebut, Komite Dokter Sudan mencantumkan nama 90 korban, tanggal, tempat dan penyebab kematian, serta mengimbau masyarakat agar melapor kepada komte ini jika memiliki informasi mengenai adanya korban lain. (rt)