Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 7 Januari 2020

Esmail Qani shalat jenazah soleimaniJakarta, ICMES. Brigjen Esmail Qaani, penerus Jenderal Qassem Soleimani sebagai komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menegaskan negaranya akan membalas darah Soleimani dan berjuang mengusir AS dari kawasan Teluk Persia.

Beberapa foto poster ukuran raksasa Qassem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis yang dipajang di gedung-gedung bertingkat beredar di media sosial.

Menanggapi ancaman Presiden AS Donald Trump yang dinyatakan melalui akun Twiter-nya, Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan kepada kepada AS untuk tidak sekali-kali menggertak negara dan bangsa Iran.

Brigade Hizbullah Irak mengancam akan mencegah dan menyerang eksor minyak negara-negara Arab Teluk Persia yang mengarah ke AS jika AS menerapkan saksi terhadap Irak.

Berita selengkapnya:

Jenderal Qaani: Kami akan Balas Darah Soleiman dan Lanjutkan Jalannya

Brigjen Esmail Qaani, penerus Jenderal Qassem Soleimani sebagai komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menegaskan negaranya akan membalas darah Soleimani dan berjuang mengusir AS dari kawasan Teluk Persia.

“Allah menjanjikan pembalasan atas darah Syahid Soleimani, tentu akan ada beberapa tindakan, dan pembalasan atas darah suci ini akan berlanjut,” tegas Qaani, seperti dikutip IRNA, Senin (6/1/2020).

Sejak terbunuhnya Soleimani oleh serangan udara AS di Baghdad pada Jumat pekan lalu, Qaani baru pertama kali tampil di hadapan publik ketika mengikuti shalat jenazah Soleimani yang diimami oleh Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Sayid Ali Khamenei di Universitas Teheran, Senin.

Dia menambahkan, “Kami berjanji untuk melanjutkan jalan Soleimani dengan tekad yang sama dan dengan tawakkal kepada Allah SWT. Sebagai balasan atas kesyahidannya, kami akan menempuh beberapa tindakan untuk mengusir AS dari kawasan sesuai petunjuk Pemimpin Revolusi Islam (Ayatullah Khamenei).”

Media Iran menyebutkan bahwa Qaani yang sebelumnya adalah wakil Soleimani tak jauh berbeda dengan Soleimani dalam mengendalikan operasi-operasi pasukan di luar Iran, dan telah memangku berbagai jabatan militer terkemuka di Iran serta berperan banyak pula di luar jabatan itu. (raialyoum)

Poster Raksasa Soleimani dan Al-Muhandis Terpampang di Dekat Kedubes AS di Baghdad

Beberapa foto poster ukuran raksasa Qassem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis yang dipajang di gedung-gedung bertingkat beredar di media sosial, Senin (6/1/2020).

Pada keterangan yang menyertai foto-foto itu menyebutkan bahwa sejumlah orang telah memasang poster-poster besar itu di bagian luar gedung-gedung tinggi yang ada di sekitar Kedutaan Besar AS untuk Irak di Zona Hijau (al-Khadra), Baghdad.

Seperti diketahui, Qassem Soleimani adalah jenderal tersohor dan legendaris Iran yang terbunuh bersama Abu Mahdi al-Muhandis, pemimpin pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi, oleh serangan udara AS di dekat Bandara Internasional Baghdad Jumat lalu.

Selain andil besar dalam penumpasan kawanan teroris ISIS dan lain-lain di Suriah, Soleimani juga berkiprah besar dalam penumpasan ISIS di Irak. Tak hanya itu, dia juga berperan besar dalam penguatan para pejuang resistensi anti AS dan Israel di Libanon dan Palestina, terutama Jalur Gaza.

Karena itu, sumpah pembalasan atas darah Soleimani dinyatakan oleh Iran, melainkan juga para simpatisan dan sekutunyanya di luar Iran. (alalam)

Rouhani: AS Jangan Sekali-Kali Menggertak Iran

Menanggapi ancaman Presiden AS Donald Trump yang dinyatakan melalui akun Twiter-nya, Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan kepada kepada AS untuk tidak sekali-kali menggertak negara dan bangsa Iran.

“Mereka yang menyebut-nyebut angka 52 hendaknya juga mengingat angka 290,” ujar Rouhani, Senin (6/1/2020).

52 adalah angka yang disebutkan oleh Trump untuk titik-titik target yang akan diserang oleh AS dalam ancamannya jika Iran membalas darah komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), sedangkan angka 290 mengacu pada jumlah korban tewas dalam peristiwa serangan AS terhadap pesawat sipil Iran di angkasa Teluk Persia pada tahun 1988.

“Jangan sekali-kali menggertak Iran!” lanjut Rouhani.

Donald Trump melontarkan ancamannya pada Ahad lalu dengan menyebutkan 52 titik sasaran serangan di Iran, saat menanggapi sumpah para petinggi dan rakyat Iran atas kematian Jenderal Soleimani. (alalam)

Hizbullah Irak Ancam Serang Ekspor Minyak Negara-Negara Arab Teluk

Brigade Hizbullah Irak mengancam akan mencegah dan menyerang eksor minyak negara-negara Arab Teluk Persia yang mengarah ke AS jika AS menerapkan saksi terhadap Irak.

Juru bicara Brigade Hizbullah Irak Abu Ali al-Askari di halaman Twitter-nya, Senin (6/1/2020), menegaskan, “Jika (Presiden AS Donald) Trump menerapkan sanksi ekonomi terhadap Irak maka kami akan bekerjasama dengan rekan-rekan untuk mencegah aliran minyak Teluk ke AS.”

Sebelumnya di hari yang sama, Trump mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap Irak jika Bagdad menuntut kepergian pasukan AS secara tidak ramah.

Trump juga menegaskan negaranya tidak akan meninggalkan Irak jika Baghdad tidak membayar biaya pangkalan udara “sangat mahal”, di mana Washington, menurutnya, menghabiskan dana miliaran dolar.

Mengomentari ancaman Trump itu Abu Ali al-Askari menyatakan, “Adapun pangkalan udara, itu akan diubah menjadi puing jika (Trump) bersikeras tinggal di Irak.”

Brigade Hizbullah mendapat serangan udara AS di provinsi Anbar, Irak barat, yang mengakibatkan 28 anggotanya terbunuh pada pekan lalu.

Serangan itu terjadi setelah AS menuduh Brigade Hizbullah  yang bersekutu dengan Iran sebagai pelaku serangan roket berulang kali ke pangkalan militer yang menampung tentara AS. Salah satu serangan roket itu menewaskan seorang kontraktor sipil AS di Provinsi Kirkuk, Irak utara.

Serangan AS tersebut membangkitkan unjuk rasa besar yang berujung penyerbuan dan aksi pembakaran di kedutaan AS di Baghdad selama dua hari, dan kemudian terjadi serangan AS yang menewaskan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Jenderal Qassem Soleimani. (raialyoum)