Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 7 April 2020

corona di turkiJakarta, ICMES. Sejak pandemi COVID-19 merebak banyak orang di Turki mempercayai apa yang disebut teori konspirasi di balik wabah ini.

Lebih dari 30 negara serta sejumlah organisasi internasional telah memberikan bantuan kepada negara republik Islam ini dalam perjuangannya melawan pandemi COVID-19.

Arab Saudi memperpanjang durasi jam malam harian di empat provinsi dan lima kota, Riyadh, menjadi 24 jam demi memerangi pandemi COVID-19.

Kawanan bersenjata pro-Turki yang ditempatkan di timur laut Suriah melancarkan aksi protes mengecam perlakuan Turki terhadap mereka dan menuntut pembayaran gaji Turki yang belakangan ini macet.

Berita selengkapnya:

Wabah Covid-19, Banyak Orang di Turki Meyakini Teori Konspirasi

Sejak pandemi COVID-19 merebak banyak orang di Turki mempercayai apa yang disebut teori konspirasi di balik wabah ini. Mereka melampaui segmen terbatas, dan meluas ke tengah masyarakat, termasuk sekuler kanan dan kiri.

Ahli strategi Abdullah Ciftci mengatakan bahwa epidemi ini dirancang oleh “pikiran superior” untuk mengendalikan orang dan uang, serta untuk memperlancar transisi ke era digital.

Dia  yang berafiliasi dengan partai oposisi tengah-kiri, CHP, di CNN Turk dan Halk TV menyatakan bahwa penyebaran virus itu disengaja dengan tujuan antara lain menanamkan chip biometrik pada orang, karena “yang cara termudah untuk mencapai ini adalah dengan menyebarkan virus ”.

Teori konspirasi paling serius di Turki saat ini menyebutkan virus itu dibuat di laboratorium oleh pemerintah AS, untuk digunakan terhadap China yang sedang bangkit. Teori ini menghubungkan peristiwa saat ini dengan perang dagang yang sedang berlangsung antara Washington dan Beijing..

Pada 12 Maret lalu juru bicara kementerian luar negeri China, Zhao Lijian, mengangkat teori konspirasi dengan menyatakan bahwa tentara AS telah membawa epidemi ke Wuhan.

Teori konspirasi ini menyebutkan bahwa para atlet AS yang berpartisipasi dalam Kejuaraan Dunia Militer ke-7 yang diadakan di Wuhan pada Oktober 2019 telah membawa virus tersebut. Lijian juga mempromosikan artikel tentang topik ini yang diterbitkan oleh sebuah website teori konspirasi.

Sozcu, surat kabar terlaris anti-pemerintah sekuler Turki telah menerbitkan banyak cerita tentang pandemi ini.

Kolumnis Soner Yalcin, seorang penulis terkenal dengan lebih dari 1,6 juta pengikut Twitter, telah berulang kali membahas topik ini. Dalam sebuah artikel baru-baru ini, dia menjadikan cuitan-cuitan Lijian sebagai referensi.

Yalcin menilai bahwa pernyataan Lijian mengkonfirmasi kesimpulan Yalcin sebelumnya, serta menyinggung kemungkinan kaitannya dengan teknologi 5G dan konflik perdagangan antara China dan AS. Dia menyebut mereka yang menuduhnya sebagai ahli teori konspirasi sebagai “virus-virus teori konspirasi”.

Sementara itu, jumlah kasus kematian Turki akibat infeksi virus corona (COVID-19) pada hari Senin (6/4/2020) dilaporkan bertambah 75 sehingga total menjadi 649, sedangkan kasus-kasus baru dikonfirmasi bertambah sebanyak 3.148 sehingga total menjadi 30.217,

Hal tersebut dinyatakan Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca di Twitter sembari menyebutkan bahwa sebanyak 21.400 tes untuk penyakit COVID-19 telah dilakukan di Turki dalam 24 jam terakhir. (mee/aljazeera)

30-an Negara Bantu Iran Perangi COVID-19

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan lebih dari 30 negara serta sejumlah organisasi internasional telah memberikan bantuan kepada negara republik Islam ini dalam perjuangannya melawan pandemi COVID-19.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, dalam konferensi pers yang diadakan melalui tautan video di Teheran, Senin (6/4/2020), saat menyebutkan hal tersebut menyatakan terima kasih kepada puluhan negara itu.

Dia juga berterima kasih kepada orang-orang Iran di luar negeri karena mengumpulkan sejumlah besar bantuan dan mengirimnya ke Iran melalui kedutaan besar negara ini.

Mousavi menyebutkan bahwa COVID-19 yang melanda lebih dari 200 negara di seluruh dunia sejauh ini telah menumbuhkan solidaritas masyarakat internasional serta orang-orang Iran sendiri.

Mousavi juga mengungkapkan simpati dan rasa prihatinnya kepada negara-negara lain yang juga terdera oleh penyakit mematikan ini.

Namun dia juga menyayangkan adanya sebagian negara yang telah “mencoba menangkap ikan di air keruh,” dengan cara mempolitisasi pandemi ini untuk menyudutkan Iran.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran Kianoush Jahanpour di hari yang sama melaporkan 2.274 infeksi baru dan 136 kematian baru akibat wabah ini selama 24 jam terakhir.

Dia juga menyebutkan bahwa 60.500 orang Iran telah dinyatakan positif COVID-19 dengan 3.739 kematian, dan 24.236 pasien sembuh.

Presiden Iran Hassan Rouhani meminta negara-negara sahabat negara ini menekan AS agar mencabut sanksi “kejam dan sepihak”-nya terhadap Teheran di saat Iran sedang gencar memerangi COVID-19.

Dalam percakapan telepon dengan mitranya dari Prancis, Emmanuel Macron, Senin, Rouhani menekankan bahwa kesulitan Iran lebih besar daripada negara-negara lain dalam memerangi wabah ini akibat sanksi AS.

“Dengan menjatuhkan sanksi ilegal terhadap Iran pemerintah AS tidak hanya melanggar peraturan internasional melainkan juga melanggar peraturan kesehatan yang diratifikasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2005 melalui langkah-langkahnya dalam situasi saat ini,” ujar Rouhani. (presstv)

Perangi COVID-19, Saudi dan Kuwait Perpanjang Durasi Jam Malam

Arab Saudi memperpanjang durasi jam malam harian di empat provinsi dan lima kota, Riyadh, menjadi 24 jam demi memerangi pandemi COVID-19 setelah kasus kematian akibat wabah ini dilaporkan mencapai 38.

Kementerian Dalam Negeri Saudi di Twitter, Senin, menyatakan negara ini memberlakukan lockdown sepanjang waktu di kota-kota Riyadh, Tabuk, Dammam, Dhahran dan Hofuf.

Kementerian ini menambahkan bahwa langkah yang sama juga diberlakukan di provinsi Jeddah, Taif, Qatif dan Khobar.

Sedangkan Kuwait, menurut pernyataan kabinet negara ini, Senin, membelakukan lockdown total pada dua area dan memperpanjang dua jam untuk durasi jam malam parsial, yaitu mulai jam 17:00 (14:00 GMT) sampai 06:00, sejak Senin sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Kuwait juga memperpanjang penangguhan kerja yang sebelumnya diberlakukan untuk semua kementerian dan lembaga pemerintah selama dua minggu hingga 26 April sebagai upaya pencegahan wabah COVID-19. (aljazeera)

Gaji dari Turki Macet, Kawanan Bersenjata di Suriah Berunjuk Rasa

Kawanan bersenjata pro-Turki yang ditempatkan di timur laut Suriah melancarkan aksi protes mengecam perlakuan Turki terhadap mereka dan menuntut pembayaran gaji Turki yang belakangan ini macet.

Lembaga Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) Ahad lalu melaporkan bahwa lusinan militan melancarkan aksi protes dan melepaskan tembakan ke udara dekat al-Alam Square di kota Abyad di timur laut Suriah.

Mereka juga meminta dipindah-tugaskan ke daerah lain yang dikendalikan oleh pasukan Turki di Suriah.

Militan itu dikerahkan di timur laut Suriah pada Oktober tahun lalu dalam peristiwa serangan Turki terhadap milisi Kurdi Pasukan Demokrat Suriah (SDF) yang daerah perbatasan Suriah-Turki. Serangan itu terhenti tak lama setelah ada kesepakatan antara Ankara dan Moskow.

Turki memainkan peran utama dalam mendukung kawanan bersenjata di Suriah sejak negara ini dilanda gejolak pemberontakan besar dan terorisme yang didukung berbagai kekuatan asing pada tahun 2011. (presstv)