Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 4 Agustus 2020

serangan israel ke gazaJakarta, ICMES. Israel melancarkan serangan udara ke posisi Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, di barat kota Deir al-Balah, Jalur Gaza.

Militer Israel mengumumkan jet tempurnya melancarkan serangan ke sasaran-sasaran militer di Suriah.

Angkatan Udara Suriah menghancurkan gudang besar amunisi milik kelompok teroris Tahrir Al-Sham alias Jabhat Al-Nusra di provinsi Idlib.

Rusia memastikan bahwa negeri beruang merah ini tetap akan melanjutkan kerjasamanya dengan Iran meskipun Iran dikenai sanksi oleh Amerika Serikat.

Berita selengkapnya:

Jet Tempur Israel Serang Posisi Pejuang Palestina di Jalur Gaza

Israel melancarkan serangan udara ke posisi Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, di barat kota Deir al-Balah, Jalur Gaza.

Media Israel, Senin (3/8/2020), menyatakan jet tempur Israel menggempur sebuah pangkalan militer milik sayap militer Hamas, Brigade Izz ad-Din al-Qassam, di bagian tengah Jalur Gaza itu dengan tiga roket.

Suara beberapa ledakan juga terdengar dari timur Khan Yunis di selatan Jalur Gaza.

Serangan udara itu dilancarkan tak lama setelah militer Israel mengklaim sistem pertahanan udara “Kubah Besi”-nya mencegat roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza ke wilayah Israel (Palestina pendudukan 1948).

Jalur Gaza diblokade Israel sejak Juni 2007 sampai sekarang hingga menyebabkan penurunan standar hidup.

Israel juga telah mengobarkan tiga perang besar terhadap Gaza sejak 2008 hingga menewaskan ribuan warga sipil dan menghancurkan infrastruktur di wilayah yang ditempati oleh berbagai kelompok pejuang Palestina tersebut. (rtarabic)

Israel Umumkan Serangan Baru ke Suriah

Militer Israel, Senin malam (3/8/2020), mengumumkan jet tempurnya melancarkan serangan ke sasaran-sasaran militer di Suriah, dan menyebut serangan udara itu sebagai sebagai reaksi atas sebuah operasi yang terjadi sehari sebelumnya.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan kepada Reuters bahwa target dalam serangan itu antara lain situs pemantauan Suriah, sistem pengumpulan intelijen, baterai anti-pesawat terbang, dan pangkalan komando.

Juru bicara IDF, Avichay Adraee, di Twitter menyebut serangan itu sebagai reaksi atas terjadinya upaya penanaman bom yang telah digagalkan pada Ahad lalu di bagian selatan wilayah Dataran Tinggi Golan Suriah yang diduduki Israel.

“IDF menganggap rezim Suriah bertanggung jawab atas operasi apa pun yang berasal dari wilayahnya, dan akan terus bertindak dengan tekad terhadap tindakan apa pun yang melanggar kedaulatan Negara Israel,” lanjut Adraee.

Kantor Berita Arab Suriah, SANA, mengutip keterangan sumber militer bahwa beberapa peluru telah ditembakkan dari wilayah pendudukan Golan Suriah ke arah posisi Pasukan Arab Suriah (SAA) di dekat kota Al-Qahtaniyah, Ahad.

“Pada pukul 10:40 malam, hari ini, helikopter musuh, Israel, meluncurkan roket di beberapa titik kami di perbatasan dekat Quneitra. Kerugiannya terbatas pada material,” ujar sumber itu.

Dia menambahkan bahwa pertahanan udara mereka berhasil mencegat rudal musuh. Namun, sebuah sumber militer mengatakan kepada Al-Masdar bahwa beberapa rudal Israel mengenai sasaran di Provinsi Quneitra, tepatnya di puncak bukit strategis Tal Al-Ahmar. (amn/alalam)

Jet Tempur Suriah Hancurkan Gudang Amunisi Besar Al-Nusra di Idlib

Angkatan Udara Suriah menghancurkan gudang besar amunisi milik kelompok teroris Tahrir Al-Sham alias Jabhat Al-Nusra di provinsi Idlib, barat laut Suriah, hingga menyebabkan ledakan beruntun yang terdengar bahkan di pinggiran kota Aleppo, Senin (3/8/2020).

Koresponden Sputnik di daerah tersebut menyatakan serangan udara Suriah itu menyasar salah satu gudang terbesar amunisi dan senjata Al-Nusra di sekitar kota Binnish di pinggiran timur laut Idlib, hingga gudang itu rata dengan tanah.

Mengutip keterangan sebuah sumber lapangan, koresponden itu melaporkan, “Operasi penargetan terjadi setelah pesawat pengintai mendeteksi salah satu lokasi musuhnya, yang ternyata digunakan oleh kelompok-kelompok bersenjata sebagai gudang untuk menyimpan senjata dan amunisi. Terlihat pula keberadaan peralatan di sebelah gudang itu, yang melakukan kegiatan bongkar muat.”

Sumber itu juga menyebutkan bahwa pemantauan itu membutuhkan intervensi cepat oleh pesawat-pesawat tempur melalui serangkaian serangan yang menyasar dan menghancurkan situs itu.

Menurut informasi awal, serangan itu menjatuhkan 20 korban luka dan tewas di antara kawanan bersenjata yang ada di dekat target. (alalam)

Rusia Pastikan Tak Gubris Sanksi AS terhadap Iran

Rusia memastikan bahwa negeri beruang merah ini tetap akan melanjutkan kerjasamanya dengan Iran meskipun Iran dikenai sanksi oleh Amerika Serikat (AS).

Wakil Ketua Pertama Komite Dewan Federasi Urusan Internasional Rusia Vladimir Jabbarov menegaskan Moskow dan Teheran akan melanjutkan perdagangan tanpa menggubris sanksi dan desakan Washington.

“Rusia tidak akan membiarkan orang lain memutuskan kebijakan luar negerinya, dan Kremlin tidak melihat Washington (sebagai pemutus perkara). Di suatu hari AS menjatuhkan sanksi terhadap Rusia, dan di lain hari menjatuhkan sanksi terhadap Iran,” imbuhnya, seperti dikutip Tasnim, Senin (3/8/2020).

Dia juga mengatakan, “Kita harus mempertimbangkan kepentingan kita sendiri.”

Dia kemudian mengimbau negara-negara lain untuk tidak mengikuti jejak Washington.

Pada Mei 2018 AS kembali memberlakukan sanksinya terhadap Iran setelah secara sepihak dan ilegal meninggalkan perjanjian nuklir tahun 2015 antara Iran dan negara-negara besar dunia.

Pada bulan Mei 2019 ، setahun setelah AS keluar dari perjanjian itu, Teheran secara bertahap mulai mengurangi komitmennya terhadap perjanjian yang dinamai Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) itu sebagai reaksi atas pengkhianatan AS sebelum kemudian kegagalan Eropa menutupi absen AS.

Laporan lain dari Al-Alam menyebutkan bahwa wakil tetap Rusia untuk organisasi internasional yang berbasis di Wina, Mikhail Ulyanov, mengatakan bahwa peluang nuklir yang diberikan kepada Iran oleh Perjanjian Non-Proliferasi (NPT) benar-benar sah.

“Peluang atom diberikan ke Iran oleh #NPT. Peluang dan kemampuan ini benar-benar sah selama digunakan untuk tujuan damai. Tugas IAEA adalah mensertifikasi non-pengalihan bahan nuklir. Mereka yang tidak setuju dengan pekerjaan itu melawan NPT, ” tulis Ulyanov di halaman Twitternya, Senin.

Ulyanov menambahkan bahwa peralatan nuklir diberikan kepada Iran dengan cara yang sepenuhnya legal dan dalam kerangka NPT, tanpa digunakan untuk tujuan militer.

Ulyanov mencuit demikian sebagai tanggapan atas cuitan Mark Dubowitz, Direktur Utama Foundation for Defense of Democracies, sebuah organisasi yang berafiliasi dengan Israel dan berbasis di Washington.

Dubowitz mengklaim bahwa para ahli menyatakan prihatin atas standar JCPOA Iran, yang memberinya kemampuan nuklir. (tasnim/alalam)