Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 3 November 2020

israel eli cohenJakarta, ICMES. Menteri Intelijen Israel Eli Cohen menyatakan sejauh ini ada lima negara yang akan berkemungkinan menormalisasi hubungan dengan Israel.

Sedikitnya 22 orang tewas dan 22 lainnya luka-luka setelah kawanan bersenjata yang dilaporkan berafiliasi dengan ISIS menyerbu Universitas Kabul yang menjadi tuan rumah pameran buku yang dihadiri oleh duta besar Iran untuk Afghanistan.

Berita Selengkapnya:

Pejabat Israel Nyatakan Lima Negara, Termasuk Saudi dan Qatar, akan Normalisasi Hubungan

Menteri Intelijen Israel Eli Cohen menyatakan sejauh ini ada lima negara yang akan berkemungkinan menormalisasi hubungan dengan Israel.

“Saat ini, ada lima negara yang terkait dengan masalah ini, yaitu Arab Saudi, Oman, Qatar, Maroko, dan Niger,” ungkap Cohen kepada surat kabar Yedioth Aharonoth, Senin (2/11/2020),

Cohen menjelaskan bahwa jika “kebijakan Timur Tengah yang tegas” dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump berlanjut maka kemungkinan Israel akan menjalin kesepakatan dengan negara-negara Arab lainnya.

Dia juga mengatakan bahwa kebijakan perhatian berlebihan mantan Presiden AS Barack Obama di kawasan dan terhadap Iran belum terbukti berhasil, dan bahwa hanya politik kekuatanlah yang realistis di Timur Tengah sebagaimana, menurutnya, terlihat dalam perjanjian normalisasi hubungan Israel dengan beberapa negara Arab belakangan ini.

Seperti diketahui, Israel belakangan ini menjalin perjanjian normalisasi hubungan dengan UEA, Bahrain dan Sudan, yang lantas mendapat kecaman dari pihak Palestina. (mm/raialyoum)

Pameran Buku Iran di Universitas Kabul Diserang ISIS, 22 Orang Tewas

Sedikitnya 22 orang tewas dan 22 lainnya luka-luka setelah kawanan bersenjata yang dilaporkan berafiliasi dengan ISIS menyerbu Universitas Kabul yang menjadi tuan rumah pameran buku yang dihadiri oleh duta besar Iran untuk Afghanistan, Senin (2/11/2020).

Kawanan teroris itu melakukan aksi penyanderaan dan bertempur melawan pasukan keamanan selama lebih dari lima jam.

Tiga penyerang menembak mahasiswa yang melarikan diri dan menembak mati mahasiswa lainnya di ruang kelas mereka pada serangan kedua terhadap fasilitas pendidikan di negara itu dalam beberapa pekan terakhir.

Pihak berwenang menyatakan bahwa orang-orang bersenjata itu ditembak mati oleh pasukan keamanan Afghanistan.

“Tiga orang terlibat dalam serangan itu,” kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Tariq Aryan kepada AFP.

Dua menyebutkan bahwa mula-mula salah satu pelaku meledakkan bom, dan pasukan keamanan kemudian membunuh dua penyerang.

Taliban menyatakan tidak terlibat dalam serangan itu, sementara kelompok teroris ISIS yang dikenal sangat bengis telah menyerang beberapa institusi pendidikan dalam beberapa tahun terakhir.

Juru bicara kepolisian Kabul Firdows Faramarz mengatakan kepada AFP bahwa para korban tewas adalah mahasiswa.

Juru bicara Kementerian Pendidikan Tinggi, Hamid Abidi, mengatakan kepada AFP bahwa serangan itu dimulai bersamaan dengan kedatangan pejabat pemerintah untuk membuka pameran buku-buku Iran di komplek universitas tersebut.

Saksi mata mengatakan bahwa serangan kawanan bersenjata itu menyebabkan kekacauan dan kepanikan di mana ratusan orang berusaha melarikan diri dari penembakan.

Usai kejadian itu, pasukan keamanan Afghanistan menutup lokasi dan memblokir semua jalan menuju universitas.

“Kami sedang belajar di dalam kelas ketika kami tiba-tiba mendengar hujan peluru di dalam universitas,” kata Fraydon Ahmadi, 22 tahun.

Dia menyebut bahwa dia dan banyak siswa terperangkap selama lebih dari dua jam sebelum mereka diselamatkan.

“Kami sangat takut dan mengira kami akan mati. Para pria dan wanita muda berteriak, berdoa dan meminta bantuan,” lanjutnya.

Pemerintah Afghanistan mengumumkan Selasa sebagai hari berkabung nasional setelah serangan itu.

Pekan lalu, sedikitnya 24 orang yang sebagian besar pelajar tewas dalam serangan bunuh diri di sebuah pusat pendidikan di Kabul barat, dan ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. (raialyoum/theindependent)