Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 29 Desember 2020

iran vs ASJakarta, ICMES. Lembaga pemberitaaan ANA yang berbasis di Teheran, ibu kota Iran, melaporkan bahwa akan terjadi “pergerakan militer penting” di Irak bersamaan dengan haul pertama atau peringatan satu tahun pertama peristiwa serangan Amerika Serikat (AS) yang menewaskan jenderal legendaris Iran Qassem Soleimani dan tokoh pejuang Irak Abu Mahdi Al-Muhandis.

Iran tak pernah bermaksud menyelesaikan masalahnya di kawasan lain, namun AS menjadikan negara-negara kawasan sebagai pangkalan untuk mengancam keamanan Iran.

Surat kabar Israel Jerussalem Post melaporkan bahwa Arab Saudi akan menormalisasi hubungan dengan Israel, namun tidak dalam waktu dekat ini.

Sejumlah warga sipil Suriah melempari konvoi militer pasukan koalisi pimpinan AS yang sedang melintas di Jalur Internasional di daerah pedesaan Al-Qamishli, Provinsi Al-Hasakah, Suriah.

Berita Selengkapnya:

Teheran Sebut AS Jadikan Negara lain sebagai Pangkalan untuk Mengancam Iran

Iran tak pernah bermaksud menyelesaikan masalahnya di kawasan lain, namun Amerika Serikat(AS) menjadikan negara-negara kawasan sebagai pangkalan untuk mengancam keamanan Iran.

Hal itu dikatakan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh dalam jumpa pers di Teheran, Senin (28/12)..

Mengenai pertemuan tingkat menteri negara-negara anggota perjanjian nuklir Iran yang disebut JCPOA, Khatibzadeh mengatakan bahwa dalam pertemuan informal itu Iran menuntut komitmen pihak lain, dan di bahas pula situasi terbaru.

Menanggapi pertanyaan mengenai klaim tokoh Irak Muqtada al-Sadr bahwa Iran tidak boleh menjadikan Irak sebagai ajang konfliknya dengan AS serta mengenai serangan roket di Zona Hijau Baghdad yang terjadi belakangan ini, Khatibzadeh mengatakan, “Minggu lalu saya sudah mengatakan bahwa dalam pandangan kami, serangan terhadap tempat diplomatik dan tempat tinggal sepenuhnya tak dapat diterima. Fasilitas diplomatik Iran sendri di Irak juga telah beberapa kali diserang. ”

Dia kemudian menegaskan bahwa Iran siap membela diri di depan segala bentuk ancaman.

“Kami telah memperjelas pesan kami bahwa kami tidak mencari ketegangan, namun siap membela kepentingan dan keamanan nasional Iran dengan sekuat tenaga,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Laksamana Muda Ali Shamkhani menuding militer AS sedang meningkatkan provokasi di kawasan Teluk Persia, dan menyebut hal itu terjadi karena ketakutan AS sendiri  akibat dosanya di masa lalu.

“Tindakan ini telah meningkatkan skala ketidakamanan dan menyebabkan kesalahpahaman yang berbahaya. Peningkatan provokasi militer AS di kawasan ini merupakan pertunjukan defensif yang disebabkan oleh ketakutan akibat kejahatannya di masa lalu,” tulis Shamkhani di halaman Twitter-nya, Senin.

Dia menegaskan kembali bahwa keamanan di kawasan hanya dapat dicapai dengan pengusiran pihak-pihak asing yang selama ini menjadi faktor instabilitas. (mn)

Haul Jenderal Soleimani, Akan Terjadi “Pergerakan Militer Penting” di Irak

Lembaga pemberitaaan ANA yang berbasis di Teheran, ibu kota Iran, melaporkan bahwa akan terjadi “pergerakan militer penting” di Irak bersamaan dengan haul pertama atau peringatan satu tahun pertama peristiwa serangan Amerika Serikat (AS) yang menewaskan jenderal legendaris Iran Qassem Soleimani dan tokoh pejuang Irak Abu Mahdi Al-Muhandis.

Lembaga pemberitaan yang bernaung di bawah Universitas Islam Azad yang  dikelola oleh Ali Akbar Velayati, penasehat Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei, itu mengutip keterangan narasumber yang menyebutkan bahwa “pergerakan militer penting berkemungkinan terjadi pada hari Jumat atau Sabtu mendatang”.

“Iran bisa jadi tidak akan melakukan tindakan apapun dalam peringatan itu, tapi orang-orang Irak bersikukuh melakukan pergerakan anti-pasukan Amerika,” lanjut ANA.

Narasumber itu mengatakan, “Amerika sangat ketakutan sehingga melancarkan tekanan terhadap pemerintah Irak agar mengirim delegasi ke Iran supaya pada gilirannya Iran menekan kelompok-kelompok pejuang Irak dan mencegah rencana-rencana mereka.”

ANA kemudian menyebutkan ihwal kunjungan delegasi Irak yang dipimpin oleh Abu Jihad Al-Hashimi, mantan direktur kantor perdana menteri Irak.

“Kunjungan ini adalah dalam rangka perkembangan terakhir di Baghdad, dan tak lepas dari soal penangkapan sejumlah anggota pasukan Al-Hashd Al-Shaabi belakangan ini,” ungkap ANA.

Menurut sumber itu, pemerintahan Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi berniat menyerahkan para anggota pasukan relawan Irak itu kepada pemerintah AS.

“Orang-orang sekitar Al-Kadhimi menyadari bahwa seandainya tak ada tekanan Iran maka bisa jadi dia akan kehilangan jabatannya di Irak,” ujar sumber itu.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa delegasi Irak yang dipimpin oleh penasehat perdana menteri Irak berkunjung ke Teheran pada Ahad lalu, sekira sepekan setelah heboh terjadinya  gelombang serangan roket ke Zona Hijau Baghdad dengan sasaran Kedutaan Besar AS. (rta)

Jerussalem Post Laporkan Kapan Saudi akan Umumkan Normalisasi Hubungan dengan Israel

Surat kabar Israel Jerussalem Post (JP) melaporkan bahwa Arab Saudi akan menormalisasi hubungan dengan Israel, namun tidak dalam waktu dekat ini.

Mengutip keterangan para pejabat negara ilegal Zionis tersebut, JP menyebutkan bahwa pemulihan hubungan Saudi dengan Israel akan dilakukan dalam jangka waktu 12 bulan ke depan.

Mereka menjelaskan bahwa normalisasi tidak akan diumumkan pada bulan-bulan pertama kepresidenan Joe Biden di Amerika Serikat (AS), namun mereka optimis bahwa “langkah-langkah perdamaian” yang terjadi belakangan ini di Timur Tengah akan memperkuat proses itu.

Menteri Intilejen Israel Eli Cohen pekan lalu mengatakan bahwa perjanjian normalisasi Israel dengan Saudi dapat diwujudkan dalam tempo satu tahun ke depan, tanpa menyebutkan tanggal atau bulan.

Berbagai laporan media menyebutkan bahwa pada 23 November lalu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mengadakan pertemuan rahasia dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohamed bin Salman (MbS) di kota Neom, Saudi, ketika Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo berkunjung ke negara ini.

Surat kabar Israel tersebut juga mengungkapkan bahwa MbS sendiri juga pernah berkunjung ke Israel. (rta)

Konvoi Pasukan AS Dihujani Batu oleh Warga Suriah

Sejumlah warga sipil Suriah melempari konvoi militer pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) yang sedang melintas di Jalur Internasional di daerah pedesaan Al-Qamishli, Provinsi Al-Hasakah, Suriah.

Sebuah rekaman video yang beredar di media sosial dan diunggah pula oleh RT Arabic, Senin (28/12), memperlihatkan detik-detik aksi warga sipil Kurdi Suriah yang berjajar di tepi jalan melempari mobil demi mobil lapis baja pasukan koalisi pimpinan AS dengan batu sembari meneriakinya.

Tampak konvoi militer yang memasang bendera AS tetap melanjutkan perjalanannya meskipun mendapat aksi protes sedemikian rupa dari warga Kurdi Suriah.

Pemandangan demikian bukanlah peristiwa pertama di mana pasukan koalisi pimpinan AS di Suriah menjadi sasaran lemparan batu dari penduduk. Pasukan itu menjadi sasaran perlakuan demikian sejak mereka mundur dari perbatasan Suriah-Turki dan meninggalkan posisi-posisi yang mereka bagi dengan milisi Kurdi Pasukan Demokrat Suriah (SDF) di Suriah utara. (amn/rta)