Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 27  Februari 2024

Jakarta, ICMES. Hizbullah Lebanon menembak jatuh drone Hermes 450 milik Israel dengan rudal permukaan-ke-udara di wilayah Iqlim al-Tuffah di Lebanon selatan,  serta menghujankan puluhan roket.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa kelompok pejuang Ansarullah Yaman menembakkan sebuah rudal yang kemungkinan ditujukan terhadap kapal tanker minyak berbendera AS  Torm Thor  di Teluk Aden.

Liga Arab menyebut pendudukan Israel di Palestina sebagai penghinaan terhadap keadilan internasional, dan menilai kegagalan mengakhiri pendudukan Israel di wilayah Palestina telah menyebabkan tren kebiadaban yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina.

Berita selengkapnya:

Hizbullah Tembak Jatuh Drone Hermes 450 Israel dan Hujankan Puluhan Roket

Hizbullah Lebanon menembak jatuh drone Hermes 450 milik Israel dengan rudal permukaan-ke-udara di wilayah Iqlim al-Tuffah di Lebanon selatan, Senin (26/2), serta menghujankan puluhan roket.

Penembak jatuhan drone canggih itu merupakan pesan kepada rezim pendudukan Israel bahwa Hizbullah mampu menembak jatuh banyak pesawat demikian. Hermes 450 merupakan drone besar bersenjata dan dapat menyerang target-target penting di wilayah Lebanon.

Hizbullah menembakkan dua rudal ke pesawat Israel tersebut. Rudal pertama merupakan peringatan, dan tercegat sistem Kubah Besi, dan rudal kedua, yang berhak menembaknya jatuh, adalah bagian dari manuver yang dilakukan oleh Hizbullah dalam menghadapi drone itu.

Menurut koresponden Al-Alam, penembak jatuhan drone itu juga merupakan tanggapan atas pernyataan yang dibuat oleh Menteri Pertahanan Israel, yang mengancam akan mengintensifkan tembakan terhadap front Lebanon selatan setelah mencapai kemungkinan gencatan senjata di Gaza.

Laporan lain menyebutkan bahwa  Hizbullah telah menembakkan puluhan roket ke pangkalan militer Israel menyusul serangan udara Israel di Lebanon timur.

“Sebagai tanggapan terhadap agresi Zionis di dekat kota Baalbek, pasukan perlawanan menyerang pangkalan di wilayah pendudukan Dataran Tinggi Golan dengan 60 roket Katyusha,” ungkap Hizbullah.

Militer Israel mengonfirmasi puluhan roket diluncurkan dari Lebanon pada Senin sore.

Rekaman video memperlihatkan detik-detik drone Israel menargetkan kendaraan di kota al-Majadil, Lebanon selatan. Semua penumpang termasuk komandan senior Hizbullah Hassan Hossein Salami gugur dalam serangan itu.

Rekaman dari media Lebanon menunjukkan kepulan asap membubung dari sekitar dataran Aadous di Buday, sebelah barat kota Baalbek.

Hizbullah kemudian mengumumkan dua pejuangnya gugur akibat serangan Israel.

Militer Israel mengatakan serangan di dekat Baalbek menyasar sistem pertahanan udara Hizbullah sebagai tanggapan atas penembak jatuhan drone Israel oleh Hizbullah di Lebanon selatan beberapa saat sebelumnya.

Dalam prosesi pemakaman salah satu pejuang resistensi, anggota parlemen Hizbullah Hassan Fadlallah mengatakan, “Perambahan Zionis ini tidak akan mendorong kami untuk mundur, melainkan akan meningkatkan tekad kami.”  

Wakil Presiden Dewan Eksekutif Hizbullah Sheikh Ali Damoush mengatakan bahwa Israel bodoh jika melancarkan serangan besar-besaran terhadap Lebanon karena pejuang dari kelompok perlawanan di negara ini sudah sepenuhnya siap untuk berperang.

Dia menekankan bahwa Hizbullah bertekad untuk terus berperang di Lebanon selatan dan merespon  secara proporsional serangan Israel terhadap warga sipil.

Wasekjen Hizbullah, Syeikh Naim Qassem,  mengatakan, “Senjata yang digunakan kubu resistensi sejauh ini adalah jumlah minimum.”

Dia menambahkan bahwa Israel “sedang menghancurkan Lebanon selatan, namun kubu perlawanan juga menghancurkan mereka, dan kerugian mereka juga akan sangat besar.”

Dia juga menegaskan, “Jika Israel menyerang warga sipil, tanggapan kami akan melanggar beberapa kendali yang telah kami tetapkan untuk diri kami sendiri. Kami telah menetapkannya dan Israel tidak menetapkannya karena kami menginginkan pertempuran terbatas yang akan mencapai tujuannya, tapi jika Israel melangkah terlalu jauh, kami akan merespons lebih banyak.” (alalam/presstv/raialyoum)

Terus Menekan, Yaman Serang Kapal Tanker Minyak AS di Teluk Aden

Komando Pusat AS (CENTCOM), Senin (26/2), menyatakan bahwa kelompok pejuang Ansarullah Yaman menembakkan sebuah rudal yang kemungkinan ditujukan terhadap kapal tanker minyak berbendera AS  Torm Thor  di Teluk Aden pada 24 Februari, namun tidak mengenainya.

Risiko pelayaran meningkat ketika Ansarullah meningkatkan serangan mereka terhadap kapal-kapal yang melintasi Laut Merah dan Selat Bab al-Mandeb, menggunakan drone dan rudal untuk mendukung warga Palestina di Gaza.

Pasukan AS dan Inggris membalas dengan beberapa serangan terhadap fasilitas Ansarullah, namun sejauh ini belum berhasil menghentikan serangan mereka.

Pekan lalu, Ansarullah mengirimkan pemberitahuan resmi kepada pejabat pelayaran dan perusahaan asuransi mengenai apa yang mereka sebut sebagai larangan terhadap kapal yang terkait dengan Israel, AS dan Inggris untuk berlayar di perairan dekat wilayah tersebut.

Komando Pusat AS mengatakan dalam sebuah postingan di platform media sosial X bahwa dalam serangan terbaru, rudal tersebut jatuh ke air tanpa menyebabkan kerusakan atau cedera apa pun.

Ansarullah Ahad lalu mengumumkan bahwa kapal tanker itu menjadi sasaran serangan.

Administrasi Maritim AS mengatakan bahwa kapal tanker Torm Thor digunakan sebagai bagian dari Program Keamanan Tanker pemerintah AS, yang bertujuan untuk meningkatkan opsi pengiriman minyak bagi angkatan bersenjata pada saat krisis.

Dua sumber keamanan maritim menyebutkan, kapal tersebut didampingi oleh perlindungan militer AS. (raialyoum)

Kepada ICJ, Liga Arab: Pendudukan Israel di Palestina  Hinaan terhadap Keadilan Internasional

Liga Arab menyebut pendudukan Israel di Palestina sebagai penghinaan terhadap keadilan internasional, dan menilai kegagalan mengakhiri pendudukan Israel di wilayah Palestina telah menyebabkan tren kebiadaban yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina.

“Pendudukan yang berkepanjangan ini merupakan penghinaan terhadap keadilan internasional,” ungkap Abdel Hakim El-Rifai, perwakilan organisasi yang dianggotai oleh 22 negara Arab tersebut , kepada hakim di Mahkamah Internasional (ICJ) di Den Haag, Belanda, Senin (26/2).

“Kegagalan mengakhiri konflik ini telah menyebabkan kengerian yang terjadi saat ini terhadap rakyat Palestina, yang bisa disebut sebagai genosida.”

ICJ memasuki hari terakhir sidang selama seminggu atas permintaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Para pembicara pada hari itu memperingatkan pendudukan yang berkepanjangan akan menimbulkan “bahaya ekstrim” terhadap stabilitas di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya.

Selama seminggu terakhir itu, para hakim Pengadilan Dunia telah mendengarkan pernyataan lebih dari 50 negara dan organisasi internasional. ICJ diperkirakan membutuhkan waktu sekitar enam bulan untuk mengeluarkan perintahnya.

Pada hari terakhir sidang, Wakil Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Yildiz mengatakan kepada hakim di ICJ bahwa “pendudukan” Israel atas wilayah Palestina adalah akar penyebab konflik di wilayah tersebut.

“Situasi yang terjadi setelah tanggal 7 Oktober membuktikan sekali lagi bahwa, tanpa mengatasi akar penyebab konflik Israel-Palestina, tidak akan ada perdamaian di kawasan ini,” katanya pada hari keenam dengar pendapat.

“Hambatan nyata bagi perdamaian sudah jelas. Mendalamnya pendudukan Israel di wilayah Palestina, termasuk Al-Quds (Yerusalem) Timur, dan kegagalan menerapkan visi dua negara,” sambungnya.

Utusan Uni Afrika juga mendesak Pengadilan Dunia untuk memanfaatkan kesempatan ini guna mengakhiri impunitas yang dimiliki Israel dalam perlakuannya terhadap warga Palestina.

Sidang di pengadilan ini terpisah dari kasus yang diajukan Afrika Selatan terhadap Israel atas tuduhan genosida selama kampanyenya di Gaza. Dalam kasus ini, ICJ memutuskan bahwa Israel harus melakukan segala dayanya untuk mencegah tindakan genosida di Gaza dan mengizinkan bantuan kemanusiaan.

Rezim Zionis terus melakukan kampanye biadab, meskipun ada upaya internasional  untuk menghentikan agresi.

Sejak 7 Oktober 2023 Israel telah membunuh hampir 30.000 orang, yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak , di Gaza. (presstv)