Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 27 Agustus 2019

drone yaman samad-3Jakarta, ICMES: Pasukan Yaman untuk pertama kalinya menggunakan satu skuadron pesawat nirawak (drone) Samad-3 yang diproduksi di dalam negeri untuk menyerang “target militer penting” di Riyadh, ibu kota Arab Saudi.

Pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi menggelar prosesi pemakaman jenazah anggotanya yang gugur terkena serangan drone Israel di kawasan dekat perbatasan Irak-Suriah, dan bersumpah bahwa mereka “tidak akan diam atas serangan ini.”

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mohammad Bagheri menyatakan pihaknya telah mengirim kapal perang “Sahand” untuk mengamankan pelayaran di Teluk Aden, sebagai misi pertama luar negeri kapal ini.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan bahwa perjuangan tentara Suriah untuk membebaskan wilayahnya dengan dukungan Rusia tidak menyalahi kesepakatannya dengan Turki.

Berita selengkapnya:

Ansarullah Yaman Lancarkan Serangan Drone Samad-3 ke Riyadh

Tentara Yaman dan kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) untuk pertama kalinya menggunakan satu skuadron pesawat nirawak (drone) Samad-3 yang diproduksi di dalam negeri untuk menyerang “target militer penting” di Riyadh, ibu kota Arab Saudi.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree, Senin (26/8/2019) mengatakan bahwa serangan pasukan drone itu tepat mengena sasaran, dan menyebut serangan itu sebagai reaksi atas berlanjutnya agresi dan blokade pasukan koalisi yang dipimpin Saudi terhadap Yaman.

Perkembangan itu terjadi hanya sehari setelah pasukan militer Yaman dan Ansarullah melepaskan rudal balistik jarak pendek Badr-1 ke lokasi-lokasi strategis di komplek bandara regional Jizan, yang juga dikenal nama Bandara King Abdullah bin Abdulaziz.

Jaringan televisi berbahasa Arab al-Masirah milik Ansarullah melaporkan bahwa rudal itu menarget hanggar pesawat tempur Saudi dan helikopter tempur Apache serta beberapa situs militer di bandara tersebut. (presstv)

Gelar Prosesi Pemakaman, Relawan Irak Bersumpah Tak Akan Diam Terhadap Serangan Israel

Pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi, Senin (26/8/2019), menggelar prosesi pemakaman jenazah anggotanya yang gugur terkena serangan drone Israel di kawasan dekat perbatasan Irak-Suriah, dan bersumpah bahwa mereka “tidak akan diam atas serangan ini.”

Sumpah itu dinyatakan oleh ketua dewan al-Hashd al-Shaabi Abu Mahdi al-Muhandis dalam jumpa pers saat berbicara mengenai serangan drone yang terjadi di distrik Qaim pada dini hari Ahad lalu itu.

Al-Hashd al-Shaabi menuding Israel berada di balik serangan yang menggugurkan tiga orang tersebut, karena serangan itu terjadi meskipun zona udara di kawasan itu berada di bawah pantauan pasukan udara AS.

Al-Muhandis menegaskan, “Kami katakan kepada orang-orang Amerika bahwa kami adalah perkumpulan relawan yang dengan semua struktur organisasinya berada di bawah pemerintah Irak dan komandan umum angkatan bersenjata, tapi kami tidak akan diam atas serangan terhadap kami.”

Dia menambahkan, “Serangan rudal itu jelas, dan sekarang kami menganalisa dari mana rudal itu dilepaskan, karena kami memiliki serpihan rudal itu, dan kami tidak akan diam atas serangan itu.”

Dia mendesak pemerintah, parlemen, dan berbagai elemen politik yang terlibat dalam pemerintahan Irak agar mengambil sikap tegas terkait peristiwa berdarah ini.

Jumat lalu Dewan Keamanan Nasional Irak membuat keputusan untuk menugaskan Kementerian Pertahanan agar membuat perencanaan yang memadai guna mengembangkan sistem pertahanan, menyusul terjadinya beberapa kasus ledakan misterius yang diduga dilakukan oleh Israel.

Serangan di Qaim terjadi beberapa minggu setelah posisi relawan Irak itu di Baghdad dan provinsi Salahuddin juga mendapat serangan serupa yang, menurut beberapa sumber, dilakukan oleh pasukan AS dengan menggunakan drone Israel. (raialyoum)

Iran Kirim Kapal Perang ke Teluk Aden Untuk Amankan Pelayaran

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mohammad Bagheri menyatakan pihaknya telah mengirim kapal perang “Sahand” untuk mengamankan pelayaran di Teluk Aden, sebagai misi pertama luar negeri kapal ini.

Bagheri mengatakan bahwa Sahand telah tiba di Teluk Aden sebagai misi pertama luar negerinya dengan tujuan melindungi dan mengawal kapal-kapal dagang dan awaknya di Laut Oman dan Teluk Aden.

Dia menambahkan bahwa kapal itu didukung helikopter jenis “Kharg” dari armada maritim Iran nomor 63.

Pengiriman kapal perang itu ke kawasan tersebut bukanlah kali pertama, dan biasanya Iran mengirim kapal perang bahkan hingga ke Laut Merah untuk melindungi kapal-kapal dagang dan tanker-tanker minyak dari serangan bajak laut. (raialyoum)

Rusia: Dukungan Kepada Operasi Militer Suriah di Idlib Tidak Menyalahi Perjanjian dengan Turki

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan bahwa perjuangan tentara Suriah untuk membebaskan wilayahnya dengan dukungan Rusia tidak menyalahi kesepakatan, termasuk Perjanjian Astana dan Perjanjian Sochi, karena kelompok-kelompok teroris tidak tercakup dalam perjanjian.

“Kesepakatan-kesepakatan ini tidak diterapkan pada pelompok-kelompok yang dikategorikan sebagai teroris oleh Dewan Keamanan PBB,” ujar Lavrov dalam konferensi pers di Moskow, Senin (26/8/2019).

Dia menambahkan bahwa Rusia dan Turki telah membahas keharusan pembentukan jalur yang bersih dari senjata di kawasan Idlib demi menjamin keamanan warga sipil, dan supaya kelompok-kelompok bersenjata tidak menyerang posisi-posisi militer Suriah serta tentara Rusia di pangkalan Hmeimim.

Lavrov mengingatkan bahwa serangan-serangan yang dilancarkan oleh kelompok-kelompok teroris melintas di atas pos-pos pemantau pasukan Turki.

Dia juga mengimbau media dan masyarakat internasional agar lebih mempercayai realitas dilapangan daripada klaim-klaim kelompok White Helmets (Helm Putih) yang reputasinya sudah dikenal buruk di Suriah.

Pasukan pemerintah Suriah sejak beberapa hari lalu berhasil membebaskan kota strategis Khan Sheikhoun serta melancarkan operasi militer yang memungkinkannya untuk menguasai sisi utara provinsi Hama. (raialyoum)