Rangkuman Berita Utama Timteng  Selasa 26 Oktober 2021

Jakarta, ICMES. Militer Sudan merebut kekuasaan dari pemerintah transisi pada hari Senin (25/10), dan seorang pejabat kementerian kesehatan mengatakan tujuh orang tewas akibat tembakan dan 140 terluka dalam bentrokan antara tentara dan pengunjuk rasa jalanan.

Militer Israel membantah laporan media yang menyebutkan bahwa rudal-rudal buatan Iran telah ditembakkan ke arah jet-jet tempur Israel dalam peristiwa serangan terbaru negara Zionis ilegal itu terhadap Suriah.

Para pejabat AS menuding Iran berada di balik serangan rudal dan drone yang pada pekan lalu menerjang pangkalan militer Al-Tanf yang ditempati oleh pasukan AS di perbatasan Suriah-Irak.  

Angkatan Udara Israel sedang mempersiapkan serangan potensial terhadap Iran untuk menghentikan apa yang disebut Israel upaya Teheran memroduksi senjata nuklir jika negosiasi dengan Iran dengan beberapa negara terkemuka dunia di Wina gagal.

Berita Selengkapnya:

Tujuh Orang Tewas, Militer Sudan Rebut Kekuasaan dan Umumkan Status Darurat

Militer Sudan merebut kekuasaan dari pemerintah transisi pada hari Senin (25/10), dan seorang pejabat kementerian kesehatan mengatakan tujuh orang tewas akibat tembakan dan 140 terluka dalam bentrokan antara tentara dan pengunjuk rasa jalanan.

Jenderal Abdul Fattah Al-Burhan mengumumkan status darurat, pembentukan pemerintahan baru, pembubaran Dewan Kedaulatan yang semula dipimpinannya, pembubaran pemerintahan yang dipimpin Abdalla Hamdok dan pembubaran berbagai lembaga lain yang semula berfungsi mengawal proses demokratisasi menuju pemilu dan pemerintahan sipil.  

Kantor Hamdok, berbagai kelompok penuntut penyerahan kekuasaan kepada sipil, dan berbagai negara dunia mengecam kudeta militer yang dibarengi aksi penangkapan terhadap Hamdok serta sebagian besar menterinya dan para sipil anggota Dewan Kedaulatan.

Massa demonstran turun ke jalanan di Khartoum menolak dan mengutuk kudeta militer yang dilakukan Jenderal Al-Burhan. Komite Dokter Pusat Sudan yang merupakan ujung tombak dalam aksi protes anti pemerintahan Omar Al-Bashir di halaman Facebooknya menyebutkan, “Tiga orang demonstran ditembak oleh pasukan Dewan Kudeta Militer.”

Al-Burhan dalam pernyataan yang dikutip stasiun TV Sudan mengklaim bahwa tentara “mengambil langkah-langkah yang menjaga tujuan revolusi Desember 2018” yang telah menumbangkan pemerintahan Omar Al-Bashir.

Dia mengumumkan status darurat nasional, membubarkan Dewan Kedauatan, dan membubarkan dewan menteri meskipun sebelumnya dia mengumumkan penangguhan implementasi beberapa pasal Dokumen Konstitusi yang telah dicapai oleh militer bersama pihak sipil yang memimpin protes anti Al-Bashir pada tahun 2019.

Dia mengaku masih berpegang teguh pada dokumen dan “melanjutkan proses demokratisasi sampai penyerahan kepemimpinan negara kepada sipil”. Dia juga menyatakan akan dibentuk “pemerintahan kompetensi nasional independen” yang akan mengelola urusan negara sampai penyerahan kekuasaan kepada “pemerintahan terpilih”.

Kantor Hamdok dalam statemennya menyatakan, “Apa yang terjadi itu merupakan pengoyakan Dokumen Konstitusi dan kudeta penuh terhadap hasil-hasil revolusi yang telah dibayar rakyat kami dengan darah dalam mencari kebebasan, perdamaian dan keadilan”.

Statemen itu juga menegaskan, “Para komandan militer dalam pemerintahan Sudan bertanggungjawab penuh atas nyawa dan kesehatan Perdana Menteri Hamdok dan keluarganya.” Statemen itu juga menyerukan kepada rakyat Sudan untuk “berunjuk rasa dan menggunakan semua cara damai demi memulihkan revolusi mereka”.

Sekjen PBB António Guterres mengecam “kudeta militer yang sedang berlangsung” di Sudan, dan mendesak supaya Hamdok segera dibebaskan. Di Twitter dia menyerukan pengindahan sepenuhnya kepada Dokumen Konstitusi untuk mendukung transisi politik yang sudah terwujud dengan penuh kesulitan.

Kecaman serupa juga dinyatakan oleh berbagai negara dan lembaga internasional lain.  (raialyoum/reuters)

Israel Bantah Jet Tempurnya Diserang dengan Rudal Iran

Militer Israel membantah laporan media yang menyebutkan bahwa rudal-rudal buatan Iran telah ditembakkan ke arah jet-jet tempur Israel dalam peristiwa serangan terbaru negara Zionis ilegal itu terhadap Suriah.

Juru bicara militer Israel Avichai Adraee di Twitter, Senin (25/10), menyatakan, “Orang-orang Iran tidak melepaskan tembakan ke arah jet-jet Agkatan Udara dalam aktivitas militernya.”

Sebelumnya, media Israel menyebutkan jet-jet tempur Israel telah diserang dengan rudal-rudal buatan Iran ketika melancarkan serangan terbaru ke Suriah.

Situs berita N12 Israel menyebutkan bahwa Iran “telah mengirim rudal-rudal anti pesawat untuk membantu badan pertahanan Suriah menghadapi serangan-serangan Israel di kawasan”.

Situs itu menyebutkan bahwa dalam salah serangan terbaru Israel terhadap Angkatan Udara Suriah, kelompok-kelompok bersenjata Suriah yang bersekutu dengan Iran telah menembakkan rudal-rudalnya terhadap jet-jet tempur Israel namun tidak mengenanya. (raialyoum)

AS Sebut Iran Ada di Balik Serangan ke Pangkalan Al-Tanf

Para pejabat AS menuding Iran berada di balik serangan rudal dan drone yang pada pekan lalu menerjang pangkalan militer Al-Tanf yang ditempati oleh pasukan AS di perbatasan Suriah-Irak.  

Dikutip AP, Senin (25/10), pejabat AS mengatakan, “Drone penyerang itu tidak diterbangkan dari wilayah Iran, tapi negara ini memotivasi pelaksanaan serangan drone ke pangkalan Al-Tanf”.

Pangkalan militer Al-Tanf yang terletak di bagian tenggara Suriah merupakan kawasan gurun Provinsi Homs yang juga menjadi sarang kelompok-kelompok pemberontak bersenjata dan teroris.

Dari perbatasan barat Irak pangkalan ini berjarak 22 kilometer, sama persis dengan jaraknya dari perbayasan Yordania, dan berjarak 247 kilometer dari pintu masuk perbatasan Al-Walid di segi tiga perbatasan Suriah, Yordania dan Irak pada jalur strategis yang menghubungkan Baghdad dengan Damaskus.

Pangkalan itu mendapat serangan rudal dan drone yang menyebabkan terjadi ledakan-ledakan hebat, kebakaran dan kehancuran beberapa bangunan. Beberapa video dan foto beredar terkait dengan serangan itu dan dampak kehancurannya.

Serangan itu terjadi tak lama setelah Pusat Komando Operasi Sekutu Suriah bersumpah akan melancarkan serangan “balasan sengit” atas agresi Israel belakangan ini terhadap Suriah.

Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam sebuah pernyataannya mengkonfirmasi serangan itu dan menyebutnya serangan “disengaja dan sistematis”, sembari mengklaim bahwa tak ada korban yang jatuh akibat serangan itu.

Dalam pernyataan itu CENTCOM juga menegaskan pihaknya berhak membalas serangan itu pada saat dan waktunya yang tepat. (tasnim)

Israel Persiapkan Kemungkinan Serangan terhadap Situs Nuklir Iran

Angkatan Udara Israel sedang mempersiapkan serangan potensial terhadap Iran untuk menghentikan apa yang disebut Israel upaya Teheran memroduksi senjata nuklir jika negosiasi dengan Iran dengan beberapa negara terkemuka dunia di Wina gagal.

“IDF (Pasukan Pertahanan Israel) terus melatih dan meningkatkan kemampuannya menghadapi berbagai ancaman Iran. Ini jelas merupakan salah satu masalah inti terpenting yang kami hadapi dalam rencana 2022,” kata juru bicara militer Israel Letkol Amnon Shefler di Pangkalan Udara Ovda di Israel selatan, tempat latihan militer berlangsung.

Tentara Israel telah meluncurkan departemen baru yang bertugas menangani “semata-mata dan langsung dengan ancaman Iran,” kata Shefler.

Sumber-sumber militer mengkonfirmasi bahwa kepala staf umum IDF Aviv Kohavi telah memerintahkan Angkatan Udara Israel untuk meningkatkan pelatihan untuk kemungkinan serangan terhadap Iran dan bahwa kementerian pertahanan telah meminta peningkatan anggaran untuk militer pada tahun 2022.

Mendukung kenaikan anggaran, yang perlu disetujui di parlemen sebelum 14 November, menteri keuangan Avigdor Lieberman pekan lalu mengatakan, “konfrontasi dengan Iran hanya masalah waktu dan tidak banyak waktu.”

Dia juga mengatakan, “Ini bukan hanya ancaman nuklir, itu juga regional. Iran terus mengukuhkan diri di seluruh Timur Tengah, tidak hanya dengan mengirimkan pasukan mereka, melainkan juga mengirimkan informasi, pengetahuan kepada proksinya. Entah itu Yaman, entah  itu Jihad Islam; tapi kebanyakan Hizbullah di Lebanon. Mereka mengirim lebih banyak uang dan lebih banyak pengetahuan untuk membangun kekuatan yang ditujukan terhadap Israel.”

Israel saat ini menjadi tuan rumah latihan internasional Bendera Biru di Pangkalan Udara Ovda, dengan angkatan udara dari Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Yunani, dan India. Uni Emirat Arab juga disebut-sebut mengikuti latihan itu.

“Ini adalah latihan terbesar dan tercanggih yang pernah diselenggarakan di Israel,” kata kepala pelatihan Angkatan Udara, Brig. Jenderal Amir Lazar. (efe/raialyoum)