Jakarta, ICMES. Sedikitnya 168 orang tewas dalam bentrokan antara orang Arab dan non-Arab di wilayah Darfur yang dilanda perang di Sudan, ungkap sebuah kelompok penyalur bantuan negara ini.

Militer Israel menyatakan bahwa sebuah roket telah ditembakkan dari wilayah Libanon dan jatuh di sebuah area terbuka di wilayah Israel (Palestina pendudukan 1948) pada hari Senin (25/4), dan Israel menanggapinya dengan menembakkan artileri ke area roket itu diluncurkan.
Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengaku “memiliki kekuatan misil terbesar dan drone paling kuat di kawasan Asia Barat (Timur Tengah),†menekankan bahwa “kekuatan misil Iran tidak dapat dihentikan, karena bersifat lokal dan bertumpu pada kekuatan nasionalâ€.
Berita Selengkapnya:
Inna Lillahi, Konflik Arab dan Non-Arab di Darfur Tewaskan Sedikitnya 168 Orang
Sedikitnya 168 orang tewas dalam bentrokan antara orang Arab dan non-Arab di wilayah Darfur yang dilanda perang di Sudan, ungkap sebuah kelompok penyalur bantuan negara ini.
Juru bicara Koordinasi Umum untuk Pengungsi di Darfur, Adam Regal, Ahad (24/4), menyatakan bahwa pertempuran di daerah Kreinik, provinsi Darfur Barat, juga telah melukai 98 lainnya.
Dia mengatakan bentrokan pertama meletus pada Kamis lalu, dimana dua orang terbunuh di tangan penyerang tak dikenal di Kreinik, sekitar 30 km timur Genena, ibu kota provinsi Darfur Barat.
Bentrokan kemudian mencapai Genena, di mana kelompok-kelompok bersenjata menyerang orang-orang yang terluka saat mereka dirawat di rumah sakit utama kota itu, menurut Salah Saleh, seorang dokter dan mantan direktur medis di rumah sakit tersebut.
Gambar-gambar yang diposting online pada Ahad lalu memperlihatkan rumah-rumah yang terbakar dan gumpalan asap hitam tebal di angkasa, serta petak-petak tanah hangus tempat gubuk-gubuk berdiri sebelum dibakar.
Namun demikian, kantor berita AFP tidak dapat secara independen memverifikasi keaslian gambar tersebut.
Komite Palang Merah Internasional meminta pihak berwenang untuk memastikan kedatangan yang aman para korban luka ke rumah sakit.
Kelompok Janjaweed Disalahkan
Kelompok bantuan tersebut menuduh kelompok milisi Janjaweed yang didukung pemerintah sebagai dalang serangan terbaru.
Kelompok bersenjata yang sebagian anggotanya beretnis Arab itu sempat menjadi buah bibir di awal tahun 2000-an karena berperan dalam penumpasan pemberontakan etnis minoritas di Darfur.
Banyak anggotanya sejak itu diintegrasikan ke dalam Pasukan Pendukung Cepat paramiliter yang ditakuti, yang dipimpin oleh Jenderal Mohamed Hamdan Dagalo, wakil pemimpin de facto Sudan, menurut kelompok-kelompok HAM.
Regal mengatakan kelompok bersenjata itu dalam beberapa pekan terakhir ini “melakukan pembunuhan, pembakaran, penjarahan, dan penyiksaan tanpa ampun”.
Pada tahun 2003 konflik meletus antara pemberontak etnis minoritas yang mengeluhkan diskriminasi di satu pihak dan pemerintahan Presiden Omar al-Bashir yang didominasi Arab di pihak lain.
Pemerintah Al-Bashir menanggapi pemberontakan itu dengan mengerahkan kelompok Janjaweed, yang sebagian besar direkrut dari suku-suku penggembala Arab, yang disalahkan atas kekejaman termasuk pembunuhan, pemerkosaan, penjarahan dan pembakaran.
Konflik tersebut menewaskan sekira 300.000 orang dan membuat 2,5 juta orang mengungsi, menurut data PBB.
Pertempuran skala besar telah mereda di sebagian besar Darfur, tapi wilayah itu tetap dibanjiri senjata, dan pertempuran sering meletus terkait dengan akses ke padang rumput atau air.
Wilayah Darfur di Sudan dilanda bentrokan mematikan antara suku-suku yang bersaing dalam beberapa bulan terakhir ketika negara ini semakin terdera krisis pasca kudeta pada tahun lalu di mana para jenderal tinggi menggulingkan pemerintah yang dipimpin sipil. (aljazeera)
Israel Mengaku Membalas Serangan Roket dari Wilayah Lebanon
Militer Israel menyatakan bahwa sebuah roket telah ditembakkan dari wilayah Libanon dan jatuh di sebuah area terbuka di wilayah Israel (Palestina pendudukan 1948) pada hari Senin (25/4), dan Israel menanggapinya dengan menembakkan artileri ke area roket itu diluncurkan.
Eskalasi langka di perbatasan Israel-Lebanon ini terjadi di tengah gelombang bentrokan dalam dua minggu terakhir antara warga Palestina dan pasukan Zionis Israel di komplek Masjid Al-Aqsa di Quds (Yerusalem), yang memicu kemarahan Arab dan kekhawatiran internasional.
Di masa lalu faksi-faksi kecil Palestina pernah menembaki Israel secara sporadis.
Militer Israel di Twitter menyatakan tak ada peringatan yang diaktifkan atau keadaan siaga yang diumumkan di Israel utara terkait dengan penembakan roket tersebut. Sistem pertahanan anti-rudal Israel juga tidak serta merta mencegat proyektil roket jika dipastikan akan jatuh ke daerah tak berpenghuni.
Militer Israel juga menyebutkan bahwa artileri telah “menargetkan sumber roket,†tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Sementara itu, Kepala Misi Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), Mayjen Aroldo Lazaro, meminta Israel dan Lebanon untuk tenang dan menahan diri.
Di akun Twitter resminya, Senin, UNIFIL menyatakan, “Sebuah rudal diluncurkan dari Lebanon menuju Israel pagi ini, dan tentara Israel meresponnya dengan menembakkan puluhan peluru… Kepala misi UNIFIL, Aroldo Lazaro, menyerukan ketenangan dan upaya menahan diri mengingat situasi yang bergejolak ini.â€
Perbatasan utara Israel relatif tenang usai perang tahun 2006 antara Israel dan Hizbullah, kelompok pejuang yang berpengaruh besar di Lebanon selatan dan memiliki arsenal rudal canggih. (raialyoum)
IRGC Nyatakan Iran Kembangkan Kekuatan Militer Bukan Hanya di Wilayahnya
Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengaku “memiliki kekuatan misil terbesar dan drone paling kuat di kawasan Asia Barat (Timur Tengah),†menekankan bahwa “kekuatan misil Iran tidak dapat dihentikan, karena bersifat lokal dan bertumpu pada kekuatan nasionalâ€.
Dalam sebuah wawancara dengan IRNA, Ahad (15/4), Wakil Panglima IRGC untuk Urusan Operasi, Brigjen Abbas Nilforoushan, mengatakan, “Membesarnya kekuatan IRGC tidak terbatas di dalam negeri, karena IRGC andil dalam peningkatan kekuatan yang mendukung Islam dan Iran, tanpa memandang perbatasan geografis.”
Dia menyebutkan bahwa “Iran dan Poros Resistensi memiliki akses dalam perimbangan politik, militer dan geopolitik di tingkat regional dan global,” dan bahwa “musuh tak dapat memahami berbagai dimensi dan tak dapat membuat kepastian dalam menghadapi IRGC.â€
Nilforoushan memuji peran besar IRGC dalam gerakan nyata kontra-terorisme dan ekstremisme, dan menekankan bahwa “setiap kali merasa bahwa ada bahaya serius yang menyasar kemanusiaan, IRGC akan berdiri dengan segenap kekuatannya untuk menghadapi penyimpangan ini dan memberikan pukulan telak padanya.”
Sementara itu, Komandan Angkatan Laut (AL) IRGC Brigjen Alireza Tangsiri mengatakan bahwa pasukannya dilengkapi dengan persenjataan pintar dan perangkat perang elektronik.
Menurutnya, dalam dua tahun terakhir, AL IRGC telah mengirimkan berbagai persenjataan dan peralatan dalam delapan fase, termasuk kapal penjelajah ringan dan laut, drone serta perangkat keras peperangan elektronik, torpedo dan rudal, dan semua ini telah meningkatkan daya deterensi Iran.
Tangsiri juga mengatakan bahwa Iran sekarang juga memiliki kehadiran yang efektif di bawah air dan dilengkapi dengan senjata dan sistem pintar yang dapat digunakan di bidang ini.
Dia memastikan bahwa semua persenjataan dan peralatan Angkatan Laut IRGC dibuat di dalam negeri dan bahwa para ilmuwan Iran telah menggunakan kecerdasan buatan pada senjata dan perangkat keras.
IRGC belum lama ini mengumumkan keberhasilannya menggunakan drone serang untuk menghancurkan target angkatan laut dan darat yang tetap dan bergerak.
Kantor berita Tasnim yang berbasis di Iran melaporkan,“Hari kedua manuver bersama IRGC bersandi Nabi Besar ke-17 dimulai dengan dihadiri komandan Markas Khatam al-Anbiya, Mayjen Gholam Ali Rashid, Panglima IRGC, Mayjen Hossein Salami, dan sekelompok komandan dan ahli Staf Umum Angkatan Bersenjata.”
Tasnim menambahkan bahwa “dalam manuver ini, drone serang berhasil menghantam dan menghancurkan target darat dan laut yang tetap dan bergerak, yang telah disketsa sesuai dengan skenario kompleks†dan dukungan udara dari helikopter serang juga telah diluncurkan dan tepat mengena target. (raialyoum/fna)







