Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 25 Juni 2019

iran vs ASJakarta, ICMES: Pemerintah Iran memastikan bahwa serangan siber atau dunia maya AS baru-baru ini terhadap sistem kontrol rudal Iran gagal menimbulkan gangguan.

Pemerintah Oman membantah laporan bahwa mereka menyampaikan pesan kepada Iran dari Presiden AS Donald Trump yang memperingatkan ihwal serangan AS terhadap Iran.

Ribuan warga Palestina menggelar unjuk rasa di Tepi Barat dan Jalur Gaza untuk menandai penolakan mereka terhadap konferensi yang disponsori oleh AS di Bahrain.

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MbS) dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, Senin (24/6/2019), menekankan pentingnya “kebersamaan menghadapi kegiatan agresif Iran.”

Berita selengkapnya:

Iran Pastikan Serangan Siber AS Pada Sistem Rudal Iran Gagal

Pemerintah Iran memastikan bahwa serangan siber atau dunia maya AS baru-baru ini terhadap sistem kontrol rudal Iran gagal menimbulkan gangguan.

“Media bertanya apakah dugaan serangan dunia maya terhadap Iran benar-benar terjadi,” kata Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi Iran, Mohammad Javad Azari Jahromi, di halaman Twitter-nya, Senin (24/6/2019).

“Mereka berusaha keras, tetapi mereka belum melakukan serangan yang ampuh,” lanjutnya.

Pada Kamis lalu beberapa media Barat mengklaim bahwa AS telah menyerang sistem komputer yang mengendalikan peluncur rudal Iran.

Disebutkan bahwa serangan itu terjadi tak lama setelah pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menembak jatuh pesawat nirawak RQ-4A Global Hawk milik AS yang telah memasuki wilayah udara Iran di wilayah Teluk Persia untuk kegiatan spionase. IRGC merontokkan pesawat itu dengan menggunakan sistem rudal permukaan-ke-udara “Khordad 3” buatan dalam negeri.

“Kami telah menghadapi terorisme siber sejak lama … Tahun lalu kami menetralisir 33 juta serangan dengan firewall,” ungkap Jahromi.

Washington Post dan Associated Press melaporkan bahwa serangan cyber telah melumpuhkan sistem senjata yang digunakan IRGC untuk menembak jatuh pesawat nirawak AS. The New York Times menyebutkan bahwa itu dimaksudkan untuk membuat sistem offline untuk jangka waktu tertentu.

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, Sabtu (22/6/2016), memperingatkan bahwa Iran meningkatkan serangan sibernya sendiri terhadap AS. Christopher Krebs, direktur Cybersecurity dan Infrastructure Security Agency, mengatakan siber aktivitas berbahaya sedang diarahkan pada industri AS dan lembaga pemerintah oleh aktor rezim Iran dan proksi mereka. (presstv/detik)

Oman Bantah Bantu Trump Peringatkan Iran Soal Serangan Balasan AS

Pemerintah Oman membantah laporan bahwa mereka menyampaikan pesan kepada Iran dari Presiden AS Donald Trump yang memperingatkan ihwal serangan AS yang akan datang, menyusul penembakan pesawat nirawak pengintai AS oleh pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada 20 Juni lalu.

Kementerian Luar Negeri Oman, Senin (24/6/2019), di Twitter menyatakan laporan itu tidak benar, dan mendesak semua pihak agar “menahan diri.”

Reuters dalam laporannya pada Jumat lalu mengutip pernyataan dua sumber orang Iran bahwa presiden AS secara pribadi telah memperingatkan Teheran tentang serangan yang akan datang, yang kemudian diklaim Trump dibatalkan pada menit terakhir. Namun pemerintah Iran menyatakan pihaknya tidak menerima pesan seperti itu.

Penembak jatuhan pesawat nirawak itu nyaris menjadi titik kritis menuju konflik terbuka antara AS dan Iran yang sudah sekian lama bermusuhan.

Trump menghentikan sebentuk upaya pencairan dalam hubungan kedua negara tahun lalu ketika dia secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 meskipun Teheran mematuhinya. (railayoum/alalam)

Berbagai Kota Palestina Diwarnai Unjuk Rasa Anti-Konferensi Bahrain

Ribuan warga Palestina menggelar unjuk rasa di Tepi Barat dan Jalur Gaza untuk menandai penolakan mereka terhadap konferensi yang disponsori oleh AS di Bahrain dengan tujuan melicinkan “Perjanjian Abad ini”, yaitu prakarsa damai Palestina-Israel yang dicanangkan oleh Presiden AS Donald Trump.

Unjuk rasa digelar di beberapa kota di Tepi Barat, termasuk Ramallah, Tulkarm, al-Khalil, Yatta, Halhoul, Nablus, Jenin dan Bethlehem. Massa pengunjuk rasa mengibarkan bendera nasional Palestina dan membawa poster dan spanduk bertuliskan slogan-slogan kutukan terhadap konferensi Bahrain, yang dijadwalkan berlangsung pada 25-26 Juni.

Massa  juga mengecam rencana AS untuk melemahkan perjuangan Palestina meraih kemerdekaan dan mendirikan negara sendiri.

Para demonstran juga membakar poster-poster Trump dan Raja Bahrain, Hamad bin Isa Al Khalifah.

Mahmoud Barhoush, 25 tahun, mengaku tidak tahu apakah harus menertawakan atau menangis pada apa yang disebutnya partisipasi “pengkhianatan” negara-negara Arab dalam agenda AS.

“Cukup Anda berlari ke pelukan Trump dan (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu,” katanya dalam unjuk rasa di Ramallah.

Di Jalur Gaza, banyak peserta unjuk rasa membakar poster-poster besar Trump yang ditandai dengan kata-kata: “Kesepakatan Setan.”

Para demonstran meneriakkan slogan “Jatuhlah Bahrain, jatuhlah Trump, jatuhlah konferensi Manama,” teriak para demonstran.

“Konferensi Manama adalah acara komedi, pernikahan tanpa mempelai wanita (Palestina) … itu tidak akan berhasil,” kata seorang peserta unjuk rasa di kota Gaza.

Di hari yang sama, para pemimpin Palestina memperbarui seruan mereka untuk memboikot konferensi atau lokakarya ekonomi di Bahrain yang diprakarsai AS.

“Lokakarya ini hanyalah cucian politik untuk permukiman dan legitimasi pendudukan,” kata Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh kepada wartawan menjelang rapat kabinet.

Juru bicara Hamas Hazem Qassem mengatakan, “Mereka (Palestina) tidak akan menjual hak mereka meskipun untuk semua harta di bumi.” (presstv/alalam)

Bin Salman dan Pompeo Tegaskan Kekompakan Mereka Terhadap Iran

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MbS) dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, Senin (24/6/2019), menekankan pentingnya “kebersamaan menghadapi kegiatan agresif Iran serta memerangi ekstremisme dan terorisme.”

Kantor berita resmi Saudi, SPA, melaporkan bahwa  MbS  dan Pompeo memaparkan ihwal “hubungan historis antara kedua negara di berbagai bidang dan mendiskusikan perkembangan situasi dan aneka peristiwa di kawasan.”

Pangeran Mohammed dan Menteri Pompeo meninjau kembali hubungan historis antara kedua negara sahabat di berbagai bidang dan mendiskusikan perkembangan dan acara di kawasan itu, lapor SPA.

Sebelumnya, raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz mengadakan pertemuan dengan Pompeo dengan agenda membahas “upaya yang dilakukan untuk aneka peristiwa di kawasan.”

Pompeo tiba di Saudi pada Ahad lalu untuk mengadakan pembicaraan mengenai eskalasi ketegangan AS dengan Iran yang terjadi belakangan ini.

AS, Inggris, Uni Emirat Arab dan Arab Saudi telah menyerukan “solusi diplomatik” untuk mengurangi eskalasi dengan Iran, menurut statemen yang dirilis oleh Departemen Luar Negeri AS, Senin.

“Kami menyerukan kepada Iran untuk menghentikan langkah lebih lanjut yang mengancam stabilitas regional, dan menyerukan solusi diplomatik untuk mengurangi ketegangan,” bunyi statemen negara-negara anggota komisi segi empat untuk krisis Yaman itu.

Mereka juga menyatakan “keprihatinan yang mendalam atas ketegangan yang meningkat di kawasan dan ancaman yang ditimbulkan oleh aktivitas destabilisasi Iran terhadap perdamaian dan keamanan di Yaman dan kawasan secara keseluruhan.” (raialyoum)