Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 25 Februari 2020

dampak serangan dari gaza 24-02-20Jakarta, ICMES. Hujan roket yang dilesatkan oleh para pejuang Palestina di Gaza ke kawasan permukiman di sekitar Jalur Gaza telah menyebabkan kehancuran di permukiman Zionis dan kerusakan di jalanan wilayah Israel (Palestina Pendudukan 1948).

Gerakan Jihad Islam Palestina mengumumkan pihaknya telah menghentikan “reaksi militer”-nya terhadap Israel.

Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) mengancam Israel dengan menegaskan bahwa rezim Zionis ini akan membayar mahal jika memperluas serangannya di Jalur Gaza sebagaimana yang disumbar oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Pasukan Arab Suriah (SAA) melanjutkan operasi serangannya terhadap kawanan bersenjata teroris dan pemberontak yang disponsori asing di provinsi Idlib, Suriah barat laut, dan berhasil membebaskan beberapa desa lagi dari pendudukan kawanan ekstremis itu.

Berita selengkapnya:

Gempuran Roket Palestina Timbulkan Kehancuran di Wilayah Israel

Hujan roket yang dilesatkan oleh para pejuang Palestina di Gaza ke kawasan permukiman di sekitar Jalur Gaza, Senin (24/2/2020), telah menyebabkan kehancuran di permukiman Zionis dan kerusakan di jalanan wilayah Israel (Palestina Pendudukan 1948).

Dalam beberapa foto yang beredar terlihat kehancuran pada atap dan halaman sebuah rumah warga Zionis serta kobaran api pada bangunan lain, dan bekas jatuhnya satu roket di sebuah jalur cepat.

Serangan roket dilancarkan oleh para pejuang Palestina di Gaza sehari setelah jatuh korban luka di Jalur Gaza akibat serangan udara Israel ke beberapa posisi di Jalur Gaza pada Ahad malam.

Jubir militer Israel Avichay Adraee menyatakan bahwa jet tempur dan helikopter perang Israel telah membalas dengan menggempur “sasaran-sasaran teroris organisasi Jihad Islam di Jalur Gaza, termasuk sebuah komplek militer di Khan Yunis yang digunakan sebagai tempat pelatihan dan penyimpanan peralatan perang”. (rt)

Jihad Islam Palestina Umumkan Penghentian Serangan ke Israel

Gerakan Jihad Islam Palestina, Senin malam (24/2/2020), mengumumkan pihaknya telah menghentikan “reaksi militer”-nya terhadap Israel.

Sayap militer gerakan ini, Brigade Quds, dalam sebuah statemennya menyatakan, “Brigade Quds mengumumkan telah menghentikan reaksi militernya terhadap kejahatan pembunuhan di Khan Yunis dan Damaskus. Namun, bangsa dan umat kita siap melanjutkan jihad dan bereaksi terhadap segala bentuk serangan rezim pendudukan terhadap bangsa dan negeri kita.”

Sebelumnya di hari yang sama Brigade Quds mengaku telah “meroket daerah-daerah yang dirampas musuh pada sore hari” sebagai balasan atas serangan Israel pada hari Ahad ke kawasan sekitar Damaskus, ibu kota Suriah.

Militer Israel menyatakan bahwa hingga pukul 19.00 sebanyak 50 roket telah ditembakkan dari Gaza ke wilayah Israel (Palestina Pendudukan 1948). Militer Israel mengklaim dapat mencegat 90 persen di antara puluhan roket tersebut.

Jihad Islam Palestina menyatakan dua anggotanya gugur akibat serangan Israel di Suriah, namun membantah beberapa laporan yang menyebutkan bahwa salah satu orang yang gugur adalah Akram al-Ajouri, wakil ketua gerakan ini.

Jihad Islam Palestina mengumumkan bahwa dua orang Palestina yang gugur akibat serangan Zionis itu adalah Ziyad Ahmad Mansour, 23 tahun, dan Ahmad Sulaim, 24 tahun.

Militer Israel mengaku telah menyerang beberapa sasaran milik Jihad Islam Palestina di selatan Damaskus serta puluhan sasaran lain milik faksi pejuang Palestina ini di Jalur Gaza sebagai reaksi atas tembakan roket dari Gaza ke Israel pada hari Ahad.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengancam akan memperluas serangan Israel dengan menyasar posisi-posisi Hamas di Jalur Gaza.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza menyatakan tidak atau belum ada korban yang dikirim ke rumah sakit akibat serangan Israel tersebut.  (rt)

 

Hamas: Israel akan Membayar Mahal Jika Memperluas Serangan ke Gaza

Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) mengancam Israel dengan menegaskan bahwa rezim Zionis ini akan membayar mahal jika memperluas serangannya di Jalur Gaza sebagaimana yang disumbar oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Jubir Hamas, Fawzi Barhoum, Senin (24/2/2020), menegaskan, “Reaksi yang dilakukan oleh para pejuang atas kejahatan rezim pendudukan Zionis adalah dalam rangka strategi pemahaman yang terpadu di semua faksinya; bahwa darah Palestina merupakan garis merah yang tak boleh dilanggar; bahwa musuh, Zionis, harus membayar mahal kejahatan dan pelanggarannya; dan bahwa perlawanan kami adalah perjuangan yang sah selagi pendudukan dan agresi masih berlanjut.”

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengancam akan memperluas serangan Israel dengan menyasar posisi-posisi Hamas di Jalur Gaza, menyusul adanya gelombang serangan roket dari Gaza ke wilayah Israel.

Barhoum menambahkan, “Jika musuh sampai merealisasikan ancamannya untuk memperluas agresinya maka kubu resistensi akan membuat musuh menanggung resikonya.”

Jubir Hamas mengatakan, “Kami tidak haus perang, melainkan melawan dan membela bangsa kami demi kebebasan dan martabat mereka serta untuk mengakhiri pendudukan.” (rt)

Terus Bertempur di Idlib, Tentara Suriah Bebaskan Beberapa Desa Lagi

Pasukan Arab Suriah (SAA) melanjutkan operasi serangannya terhadap kawanan bersenjata teroris dan pemberontak yang disponsori asing di provinsi Idlib, Suriah barat laut, dan berhasil membebaskan beberapa desa lagi dari pendudukan kawanan ekstremis itu, Senin (24/2/2020).

Kantor berita resmi Suriah SANA melaporkan bahwa SAA dan sekutunya telah menguasai sepenuhnya wilayah Tal Nar serta desa-desa Sheikh Mustafa, al-Naqeer dan Arinbeh, dan kota Kafrsajna di daerah selatan provinsi Idlib, Senin, setelah terlibat pertempuran sengit dengan kelompok Jabhat Fateh al-Sham atau Hay’at Tahrir Sham alias kelompok teroris Jabhat al-Nusra, serta kelompok-kelompok teroris lain.

Konfrontasi itu menimbulkan kerugian besar peralatan dan personil militer teroris, serta menghancurkan tempat-tempat persembunyian yang mereka gunakan untuk menyerang pos-pos militer di daerah tersebut.

SAA menemukan jaringan terowongan bawah tanah di Kafrsajna, yang menghubungkan kota itu dengan kota Amiriya di dekatnya,  yang hendak mereka menggunakan untuk pergerakan personil dan pengiriman amunisi.

Perkembangan itu terjadi hanya sehari setelah SAA menggempur posisi teroris Jabhat Fateh al-Sham di sejumlah daerah di selatan kota Ma’arat al-Nu’man, yang berjarak 33 kilometer dari kota Idlib.

SANA juga melaporkan bahwa tentara Suriah memantau pergerakan para ekstremis di pinggiran kota Kafr Nabl serta di desa-desa Maarzita dan Ftireh pada Ahad lalu.

Serangan itu mengakibatkan terputusnya rute pasokan kawanan bersenjata, dan menghancurkan posisi mereka yang dibentengi.

SAA pada hari Ahad juga membebaskan desa-desa Sheikh Dames dan Hantutin di distrik Ma’arat al-Nu’man, sementara kawanan teroris menderita kerugian personel dan amunisi dalam jumlah signifikan. (presstv)