Rangkuman Berita Utama Timteng  Selasa 25 Agustus 2020

gaza 20 09 2020Jakarta, ICMES. Pesawat tempur Israel masih melancarkan serangan udara terhadap posisi Hamas di Jalur Gaza sebagai lanjutan dari serangannya ke Gaza yang dilancarkan hampir setiap hari sejak 6 Agustus.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menilai Uni Emirat Arab (UEA) bermaksud membeli rasa aman dengan cara memulihkan hubungan dengan Rezim Zionis Israel.

Komandan Angkatan Laut (AL) Iran, Laksamana Hossein Khanzadi, menyatakan negaranya akan segera memperoleh “rudal pemecah hambatan suara”.

Perusahaan Perminyakan Yaman menyatakan bahwa pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi telah mencegah puluhan kapal tanker bahan bakar minyak membongkar muatannya di Yaman meskipun memiliki izin.

Seorang anggota senior parlemen Irak mengatakan bahwa AS dan beberapa negara Arab Teluk Persia terlibat dalam kekacauan dan kerusuhan di Basrah.

Berita selengkapnya:

Israel Masih Terus Melancarkan Serangan ke Jalur Gaza

Pesawat tempur Israel masih melancarkan serangan udara terhadap posisi Hamas di Jalur Gaza, Senin (24/8/2020), sebagai lanjutan dari serangannya ke Gaza yang dilancarkan hampir setiap hari sejak 6 Agustus.

Serangan itu terjadi bersamaan dengan pengetatan blokade yang mencegah masuknya bahan bakar untuk satu-satunya pembangkit listrik di Gaza sehingga bagian dari wilayah Palestina itu menjadi gelap.

Serangan terbaru Israel dilaporkan militer Israel menyasar terowongan Hamas dan beberapa titik militer  sebagai balasan atas peluncuran balon berbahan peledak dari Gaza. Israel menganggap Hamas yang berkuasa di Jalur Gaza bertanggungjawab atas peluncuran balon maut itu.

Sejauh ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat serangan udara terbaru Israel tersebut.

Menurut kantor berita Palestina, WAFA, pesawat tempur Israel menyerang kawasan di timur kota al-Qarara di selatan kota Khan Younis dengan setidaknya tiga rudal yang meninggalkan lobang dalam di tanah.

Selain itu, artileri Israel menghantam sebuah lokasi di timur Rafah di Jalur Gaza selatan hingga menyebabkan kehancuran dan kebakaran.

Jalur Gaza dihuni oleh dua juta orang Palestina, yang menurut Bank Dunia, lebih dari setengahnya hidup dalam kemiskinan. Wilayah itu dikenai blokade Israel sejak 2007. (aljazeera)

Menlu Iran: UEA Tak Bisa Membeli Keamanan Melalui Pemulihan Hubungan dengan Israel

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menilai Uni Emirat Arab (UEA) bermaksud membeli rasa aman dengan cara memulihkan hubungan dengan Rezim Zionis Israel.

“Uni Emirat Arab telah beralih ke Israel untuk membeli keamanan, sementara Israel tidak dapat menjaga keamanannya sendiri,” katanya dalam pidato di Fakultas Studi Dunia Universitas Teheran, Senin (24/8/2020).

Dia memperingatkan bahwa negara-negara kawasan harus menyadari bahwa keamanan ada di tangan mereka sendiri dan harus digalang oleh mereka sendiri, bukan dengan mengupah pihak asing.

“Anda tidak bisa aman jika tetangga Anda tidak aman … Kita harus memahami bahwa kita dapat berkompetisi satu sama lain, tapi tak dapat mendominasi atau menghapus satu sama lain,” tegasnya.

Dia menekankan bahwa kerukunan hidup antarnegara tetangga merupakan satu-satunya pilihan.

“Tidak ada yang bisa dicoret dari kawasan ini, sedangkan kekuatan asing bisa diusir,” imbuhnya.

Menurut Zarif, negara-negara di kawasan Timteng menghamburkan banyak dana untuk pembelian senjata, dan di antara mereka negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC) mengalokasikan sekitar US$ 116 miliar untuk membeli senjata mematikan pada tahun 2017.

Lebih lanjut, sembari menyebut Arab Saudi sebagai penghambur dana terbesar di dunia demi senjata setelah Amerika Serikat (AS) dan China, Menteri luar negeri Iran mengatakan, “Kita di Timur Tengah membutuhkan wilayah yang kuat daripada individu yang kuat.”

Sebelumnya di hari yang sama, Zarif di Twitter menyebut mitranya dari AS, Mike Pompeo, berusaha “membanjiri kawasan kami” dengan segala jenis senjata AS, bahkan ketika undang-undang AS sendiri melarangnya. (presstv)

Iran akan Segera Memiliki Rudal “Pemecah Hambatan Suara”

Komandan Angkatan Laut (AL) Iran, Laksamana Hossein Khanzadi, menyatakan negaranya akan segera memperoleh “rudal pemecah hambatan suara”.

Dalam acara perkenalannya dengan sejumlah komandan baru armada AL di Iran selatan, Senin (24/8/2020), Khanzadi menyatakan hal itu sembari menyebut unit pasukan rudal sebagai jaminan paling penting bagi keamanan dan kekuatan negara.

“Mengingat tingginya keprihatinan rakyat negara ini, kami telah mampu memproduksi rudal Qader dengan jangkauan 300 km dan rudal jelajah Iran, yang diberi nama ‘Abu Mahdi’ dengan jangan  jangkauan 1000 km dan akan ditempatkan sesuai keinginan AL, yang merupakan peristiwa besar,” lanjutnya.

Senada dengan ini, Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami mengatakan bahwa Iran membutuhkan rudal untuk menahan AS dan Israel, dan Teheran tidak akan menggunakan kemampuannya untuk tujuan lain.

“Saya ulangi lagi, rudal hanya diperlukan untuk menghalangi AS dan rezim Israel, kami tidak akan menggunakan kemampuan rudal kami untuk tujuan lain,” tegasnya.

Dia menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir AS telah berulang kali menunjukkan skenario militer yang mungkin terjadi terhadap Iran dan Israel dalam “pelanggaran terhadap semua norma dan perjanjian internasional.” (amn)

Koalisi Arab Cegah Puluhan Kapal Tanker Bongkar Muatan di Yaman

Perusahaan Perminyakan Yaman (YPC) menyatakan bahwa pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi telah mencegah puluhan kapal tanker bahan bakar minyak membongkar muatannya di Yaman meskipun memiliki izin.

Dalam sebuah pernyataan, Senin (24/8/2020), YPC mencatat sebanyak 20 kapal sekarang ditahan di lepas pantai Yaman untuk periode waktu yang berbeda, dan 16 kapal tanker di antaranya memuat 400.979 ton bensin dan solar.

YPC mengecam pencegahan itu dan menyebutnya sebagai pelanggaran HAM serta semua prinsip kemanusiaan internasional.

YPC memperingatkan bahwa pencegahan itu mengabaikan secara terbuka ketentuan perjanjian Stockholm, yang menekankan keharusan memfasilitasi kedatangan bahan-bahan dasar dan bantuan kemanusiaan ke pelabuhan Hudaydah, Yaman barat, dengan cara yang memenuhi kebutuhan bangsa Yaman.

Pada bulan Desember 2018 delegasi gerakan Ansarullah (Houthi) dan delegasi kubu loyalis mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi mengadakan putaran negosiasi damai di Rimbo, utara ibu kota Swedia, Stockholm, hingga menghasilkan pengumuman dokumen kesepakatan terobosan.

Dokumen itu mencakup tiga ketentuan: gencatan senjata di sepanjang front Hudaydah dan penempatan kembali angkatan bersenjata di luar kota dan pelabuhannya; kesepakatan pertukaran tawanan; dan pernyataan pemahaman tentang kota Taiz di Yaman selatan.

YPC mengatakan, aliansi militer pimpinan Saudi terus melakukan blokade ketat terhadap bangsa Yaman melalui berbagai tindakan pembajakan maritim guna mencegah kapal-kapal yang memuat minyak, gas alam, makanan, obat-obatan, dan bahan pokok lainnya bersandar di pelabuhan Hudaydah. (presstv)

Anggota Parlemen Iran Tuding AS dan Sejumlah Negara Arab Terlibat Kerusuhan Basrah

Seorang anggota senior parlemen Irak, Mohammad al-Baldawi, mengatakan bahwa AS dan beberapa negara Arab Teluk Persia terlibat dalam kekacauan dan kerusuhan di Basrah, Irak Selatan.

“Mereka yang membujuk orang untuk melakukan kekerasan adalah tentara bayaran AS dan negara-negara Arab Teluk Persia, dan mereka bertujuan melakukan tindakan sabotase dan menimbulkan kekacauan,” kata al-Baldawi, seperti dikutip oleh situs berita berbahasa Arab al-Mawazin , Ahad (23/8/2020).

Dia menambahkan bahwa AS dan sekutu Arabnya telah memulai plot untuk membakar Irak Selatan setelah menerapkan plot serupa di bagian utara dan barat negara itu dengan menggunakan sisa-sisa kawanan teroris ISIS.

“Kekuatan regional berada di balik kekerasan dan kekacauan yang terjadi di provinsi Basra dan Dhi Qar,” kata al-Baldawi.

Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi segera mendatangi Basrah untuk menemui pejabat keamanan pada Sabtu malam, hanya beberapa jam setelah pulang dari kunjungan resminya ke AS, dan setelah sekian hari terjadi aksi protes jalanan di kota itu.

Dia didampingi oleh delegasi keamanan tingkat tinggi, termasuk menteri pertahanan serta kepala badan keamanan nasional dan Layanan Penanggulangan Terorisme.

Demonstran terlibat bentrok dengan pasukan keamanan, dan melemparkan bom molotov. Juru bicara Komisi Tinggi Independen Hak Asasi Manusia, Ali Al Bayati, mencatat sedikitnya delapan personel keamanan terluka dalam bentrokan itu. (fna)