Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 24 Mei 2022

Jakarta, ICMES. Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigjen Hossein Salami, menegaskan bahwa IRGC akan membalas darah anggotanya yang terbunuh.

Presiden Iran Ebrahim Raisi dalam kunjungannya ke Muscat, ibu kota Oman, menghasilkan penandatanganan 12 dokumen kerjasama dan nota kesepahaman untuk perluasan kerjasama bilateral di berbagai bidang.

Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan keberhasilannya menembak jatuh sebuah drone pengintai bersenjata milik koalisi pimpinan Arab Saudi di angkasa Sanaa, ibu kota Yaman, dua hari setelah menjatuhkan drone pengintai koalisi itu di provinsi Hajjah.

Sedikitnya enam orang, termasuk 3 personel keamanan dan 3 remaja, tewas dalam serangan yang dikaitkan dengan ISIS di daerah pertanian di provinsi Kirkuk, Irak utara, setelah mereka bergegas memadamkan api di ladang gandum di daerah tersebut.

Berita Selengkapnya:

IRGC Bersumpah akan Membalas Darah Anggotanya yang Terbunuh

Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigjen Hossein Salami, menegaskan bahwa IRGC akan membalas darah anggotanya yang terbunuh.

Penegasan itu dia nyatakan pada upacara lokal di kota Khorramshar, barat daya Iran, Senin (24/5), sehari setelah anggota Pasukan Quds IRGC Kol. Hassan Sayyad Khodai terbunuh dalam serangan bersenjata oleh dua pengendara motor Teheran.

Salami mengatakan bahwa tidak ada aksi jahat musuh yang akan dibiarkan tanpa balasan, dan bahwa pembalasan  atas pembunuhan Sayyad Khodai akan membuat para pelakunya menyesal.

 “Iran dengan rakyat dan angkatan bersenjatanya, terutama IRGC, akan membalas sengit darah semua syuhadanya, balasan kita terhadap musuh akan menyakitkan,” tegasnya.

Menurutnya, musuh Iran berupaya menebar kekecewaan di tengah rakyat Iran, negara yang dia katakan gigih melawan pembatasan, tekanan maksimum, dan ancaman militer serta mengubah sanksi menjadi peluang untuk swasembada.

Sebelumnya di hari yang sama otoritas Iran  menuduh Israel berada di balik pembunuhan Sayyad Khodai.

Sekretaris Dewan Keamanan, Majid Mir Ahmadi, mengatakan,”Para penjahat yang melakukan kejahatan seperti itu harus menunggu untuk menerima tamparan keras dari Iran, karena balasan akan sangat parah sehingga akan membuat mereka menyesali tindakannya.”

Mir Ahmadi menjelaskan, “Sebuah komite gabungan telah dibentuk dari badan-badan keamanan dan militer untuk menindaklanjuti penyelidikan, dan hasilnya akan diumumkan setelah mereka selesai.”

 Dia juga mengatakan, “Rezim Zionis melakukan kejahatan pembunuhan Syahid Hussein Sayyad Khudai dan pembalasan sengit menanti mereka.”

Seorang juru bicara angkatan bersenjata Iran mengatakan,”Pembunuhan Khodai di Teheran menunjukkan klaim palsu Amerika dan sekutu mereka tentang hak asasi manusia.”

Dia juga mengatakan, “Menurut pendapat kami, pusat terorisme, perencanaan dan pembuatan kebijakan untuk tindakan teroris di dunia adalah Amerika Serikat dan entitas Zionis.”

Ahad lalu IRGC mengumumkan keterbunuhan Sayyad Khodaei oleh serangan teroris di selatan Teheran.

Departemen Hubungan Masyarakat IRGC mengatakan  “Pihak-pihak yang berafiliasi dengan arogansi global berada di belakang operasi teroris kontra-revolusi.”

Pada hari itu pula IRGC mengumumkan penangkapan para anggota sebuah jaringan spionase Israel. (irna/raialyoum)

Kunjungi Oman, Presiden Iran Hasilkan Penandatanganan 12 Perjanjian

Presiden Iran Ebrahim Raisi dalam kunjungannya ke Muscat, ibu kota Oman, menghasilkan penandatanganan 12 dokumen kerjasama dan nota kesepahaman untuk perluasan kerjasama bilateral di berbagai bidang.

Dokumen tersebut ditandatangani di Muscat pada hari Senin (23/5), oleh menteri kedua negara dan pejabat tinggi di bidang seperti energi, politik, transportasi, diplomasi, ekonomi, pariwisata, olahraga dan lingkungan.

Upacara penandatanganan berlangsung di hadapan Presiden Iran Raisi dan Sultan Haitham bin Tariq Al Bu Said dari Oman.

Presiden Iran, yang tiba di Muscat dalam kunjungan penting pada hari sebelumnya, dan disambut secara resmi oleh Sultan Al Bu Said di Istana Al Alam.

Delegasi petinggi yang mewakili kedua negara itu rencananya akan bertemu sebelum pertemuan kepala negara kedua negara.

Kepada wartawan sebelum keberangkatannya ke Muscat, Presiden Iran mengatakan, “Poin penting yang luar biasa di kawasan ialah bahwa dialog dan kerjasama antarnegara kawasan akan menciptakan keamanan. Kehadiran pasukan asing di kawasan sama sekali tidak menciptakan keamanan, dan bahkan bisa mengancam keamanan regional.” (presstv)

Pasukan Yaman Tembak Jatuh Drone Bersenjata Pasukan Koalisi di Sanaa

Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan keberhasilannya menembak jatuh sebuah drone pengintai bersenjata milik koalisi pimpinan Arab Saudi di angkasa Sanaa, ibu kota Yaman, dua hari setelah menjatuhkan drone pengintai koalisi itu di provinsi Hajjah.

Unit Pertahanan Udara Yaman, Senin (23/5), menyatakan bahwa drone koalisi tipe CH4 buatan China tertembak jatuh oleh rudal darat-ke-udara ketika sedang melancarkan agresi di angkasa Sanaa.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman kubu Sanaa, Brigjen Yahya Saree, di Twitter mencuit; “Pertahanan udara kami berhasil menjatuhkan drone pengintai bersenjata buatan China tipe CH4 milik Angkatan Udara Saudi.”

Kepala perunding Sanaa, Mohammad Abdul Salam, menyatakan bahwa penerbangan drone pengintai di angkasa Sanaa merupakan “tindakan agresif” dan menunjukkan bahwa “negara-negara agresor (Saudi dan Uni Emirat Arab) tidak menghargai gencatan senjata yang berlaku.”

Karena itu, di Twitter dia juga mencuit bahwa negara-negara itu harus bertanggungjawab atas “akibat aksi-aksi provokatif dan agresif seperti ini”.

Reporter Al-Mayadeen melaporkan bahwa telah terjadi ledakan besar yang menggetarkan seluruh wilayah kota Sanaa.

Kementerian Kesehatan Yaman mengumumkan bahwa tiga orang terbunuh dan satu lainnya cedera akibat jatuhnya drone CH4 di tengah kota Sanaa.

Dua hari sebelumnya, Angkatan Bersenjata Yaman kubu Sanaa mengumumkan keberhasilannya merontokkan drone pengintai bersenjata tipe Karayel buatan Turki di provinsi Hajjah. Disebutkan bahwa drone ini tertembak jatuh ketika sedang “melanggar gencatan senjata”. (almayadeen)

Serangan ISIS Tewaskan 6 Orang di Irak

Sedikitnya enam orang, termasuk 3 personel keamanan dan 3 remaja, tewas dalam serangan yang dikaitkan dengan ISIS di daerah pertanian di provinsi Kirkuk, Irak utara, Senin (23/5), setelah mereka bergegas memadamkan api di ladang gandum di daerah tersebut.

Setelah serangan pertama di daerah selatan Kirkuk, sebuah mobil polisi yang menuju ke tempat itu mendapat serangan tembakan dan peledakan bom, namun tidak ada korban, menurut Hussein Adel, direktur distrik Taza Khurmatu, di mana serangan itu terjadi.

Hussein Adel menjelaskan bahwa “para jihadis” awalnya “membakar daerah pertanian” yang terdiri dari ladang gandum di desa Baldagh dan Dokshman, dan “sementara beberapa pasukan keamanan dan warga sipil hadir untuk memadamkan api. Mereka diserang oleh elemen ISIS, yang menyebabkan kematian tiga polisi dan tiga remaja.” Seorang warga sipil lainnya hilang.

Sebuah sumber keamanan menyatakan bahwa anggota ISIS “menyerang petani saat mereka sedang memanen tanaman gandum di selatan Kirkuk… dan mereka membakar mesin pertanian dan area pertanian.”

Pihak berwenang Irak mengumumkan kekalahan ISIS pada akhir tahun 2017, namun sisi-sisa anggota ISIS masih mampu melancarkan serangan dan mempertahankan sel-selnya di daerah-daerah terpencil.

Selama beberapa tahun terakhir, kawanan teroris itu telah membakar lusinan ladang. (rt)