Jakarta, ICMES. Brigade al-Qassam mengatakan para pejuangnya berhasil membunuh tiga tentara Israel dalam operasi di Jalur Gaza utara.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigjen Yahya Saree mengumumkan pasukan drone negara ini telah melancarkan operasi serangan terhadap target militer Israel di kota Ashkelon dan Tel Aviv
Juru bicara Kemlu Iran Ismail Baghaei menyatakan pihaknya pernah melakukan kontak dengan beberapa gerakan oposisi, namun saat ini tidak ada kontak langsung dengan penguasa baru di Suriah.
Berita selengkapnya:
Brigade Al-Qassam Bunuh Tiga Tentara Israel dengan Senjata Tajam
Brigade al-Qassam mengatakan para pejuangnya berhasil membunuh tiga tentara Israel dalam operasi di Jalur Gaza utara.
Sayap militer Hamas tersebut dalam pernyataan singkat yang dipublikasikan di saluran Telegramnya menjelaskan bahwa para pejuangnya telah “menikam dan membunuh” tiga tentara Zionis itu ketika pasukan Israel sedang menjaga sebuah gedung di kota Beit Lahia pada hari Senin (23/12).
Brigade Al-Qassam menjelaskan bahwa saat itu para pejuang menyerbu gedung tersebut serta menghabisi tiga tentara itu dari jarak dekat, merampas senjata mereka, dan membebaskan sejumlah orang yang ditahan di dalam gedung, tanpa menyebutkan jumlah pasti.
Tidak ada komentar langsung dari militer Israel.
Dalam pernyataan selanjutnya, juru bicara Brigade Qassam, Abu Ubaidah mengatakan, “Musuh menyembunyikan kerugian sebenarnya dan kondisi nahas para prajuritnya di Jalur Gaza utara demi menjaga citra tentaranya.”
Dia menambahkan, “Pemusnahan dan pembersihan etnis di Jalur Gaza utara menyasar warga sipil yang tidak bersalah, demi menutupi skandal dan kegagalan tentara Zionis.”
Brigade Qassam juga mengaku telah menembak jatuh quadcopter dan menyerang tank Merkava serta mobil pengangkut personel lapis baja Israel dengan roket Yassin-105 di area kamp baru di kamp pengungsi Nuseirat.
Mereka juga mengatakan telah menembak jatuh quadcopter di area yang sama, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Kantor media pemerintah di Gaza menyatakan bahwa militer Israel menyerang “kamp baru” di Nuseirat di Gaza tengah dengan lebih dari 17 kendaraan militer, puluhan tentara, dan jet tempur, hingga menggugurkan dan melukai lebih dari 50 warga sipil, termasuk anak-anak dan wanita, serta menghancurkan lebih dari 20 unit rumah.
Israel mengobarkan perang di Gaza sejak 7 Oktober 2023 setelah Hamas melancarkan serangan fajar Badai Al-Aqsa terhadap Israel sebagai bentuk perlawanan atas kejahatan Israel selama puluhan tahun terhadap warga Palestina.
Perang Israel di Gaza sejauh ini telah menggugurkan lebih dari 45.300 warga Palestina, yang sebagian besarnya wanita dan anak-anak, dan melukai sedikitnya 107.700 lainnya. Selain itu, ribuan orang lainnya juga hilang dan diduga gugur di bawah reruntuhan.
Militer Israel secara sistematis memblokir masuknya makanan, obat-obatan, pasokan medis, bahan bakar, dan tenda darurat ke wilayah Palestina yang terblokade sejak Oktober 2023 tersebut.
Infrastruktur penting seperti jaringan air, fasilitas sanitasi, dan pabrik roti di sana juga telah dihancurkan oleh Israel. (presstv)
Pasukan Yaman Lancarkan Serangan Drone terhadap Israel
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigjen Yahya Saree mengumumkan pasukan drone negara ini telah melancarkan operasi serangan terhadap target militer Israel di kota Ashkelon dan Tel Aviv di Palestina pendudukan, dengan menggunakan drone kamikaze jarak jauh tipe Yafa pada hari Senin (23/12).
Saree menjelaskan bahwa operasi militer itu merupakan bagian dari fase kelima pertempuran melawan Israel, dan berhasil mencapai tujuan yang diinginkan.
Dia memastikan Angkatan Bersenjata Yaman akan melanjutkan operasi mereka, dan akan menyerang semua fasilitas Israel di wilayah pendudukan.
“Serangan demikian tidak akan berhenti kecuali agresi yang sedang berlangsung di Gaza berhenti dan blokade atasnya dicabut,” tegasnya.
Perkembangan ini terjadi dua hari setelah pasukan Yaman melancarkan serangan rudal hipersonik yang menghantam kawasan Yafa (Jaffa) di selatan Tel Aviv dan menjatuhkan puluhan korban luka serta menyebabkan jutaan orang panik dan berlarian ke tempat perlindungan.
Militer Israel mengakui pihaknya gagal mencegat rudal ini, dan penyebab kegagalan ini masih diselidiki. Beberapa rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan momen benturan dan intersepsi yang gagal. Terlihat pula kaca-kaca jenderal yang hancur serta serpihan puing di beberapa apartemen, yang tampaknya disebabkan oleh gelombang kejut.
Yaman telah menyatakan dukungan terbukanya kepada perjuangan Palestina melawan pendudukan Israel sejak rezim Zionis ini melancarkan perang di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023, setelah para pejuang Palestina melancarkan Operasi Badai Al-Aqsa terhadap Israel.
Angkatan Bersenjata Yaman menyerang kapal-kapal yang terkait dengan Israel, AS, dan Inggris demi menekan agar perang genosida rezim Tel Aviv di Gaza diakhiri. Mereka menegaskan tidak akan menghentikan serangan demikian sampai serangan darat dan udara Israel di Gaza berakhir.
Sejauh ini, kejahatan Israel di Jalur Gaza telah menggugurkan lebih dari 45.300 warga Palestina, yang sebagian besarnya wanita dan anak-anak, serta melukai sedikitnya 107.700 lainnya. (alalam)
Kemlu Iran Mengaku Tidak Berkomunikasi Langsung dengan Penguasa Baru Suriah
Juru bicara Kemlu Iran Ismail Baghaei menyatakan pihaknya pernah melakukan kontak dengan beberapa gerakan oposisi, namun saat ini tidak ada kontak langsung dengan penguasa baru di Suriah.
“Untuk waktu yang lama, kami telah melakukan kontak dengan gerakan oposisi di Suriah dan mengatakan bahwa kami masuk ke Suriah demi mencegah kemajuan ISIS dan penyebaran terorisme ke negara-negara di kawasan, dan memberikan bantuan untuk memajukan proses politik di Suriah. Sejak awal, kami telah melakukan kontak dengan beberapa kelompok oposisi ini, namun saat ini tidak ada kontak langsung dengan penguasa di Suriah,” ujarnya dalam konferensi pers mingguannya pada hari Senin (23/12).
Mengenai pertemuan menteri luar negeri Iran dengan sejawatnya dari Turki di Kairo, Baghaei menambahkan,“Suriah adalah salah satu topik yang dibahas dalam pembicaraan kami. Prinsip kami jelas, yaitu menjaga kedaulatan dan persatuan Suriah, dan demi rakyat Suriah. Mereka sendiri yang mengambil keputusan mengenai masa depan Suriah. Ada konsensus mengenai topik ini. Penting bagi para pemangku kepentingan di Suriah untuk mematuhi prinsip ini dan penting juga agar Suriah tidak menjadi sarang bagi pertumbuhan terorisme.”
Mengenai hubungan Iran dengan Suriah, dia mengatakan, “Kedua bangsa terikat hubungan historis. Kami memiliki hubungan jangka panjang dalam hal peradaban dan politik dengan Suriah. Kami selalu memperhatikan kepentingan Suriah dan membantu mereka memerangi terorisme. Di masa depan, kami akan membuat keputusan berdasarkan perilaku kekuatan yang berkuasa di Suriah.”
Menanggapi pertanyaan Tasnim terkait pernyataan Menlu Turki Hakan Fidan tentang kemungkinan Rezim Zionis Israel menyerang Iran, Baghaei mengatakan, “Masing-masing pihak yang terlibat di Suriah memiliki narasinya sendiri. Namun yang jelas ialah bahwa semua negara harus menolak pembenaran atas kejahatan, perang psikologis, dan penciptaan instabilitas oleh entitas Zionis. Kami telah berulang kali mengatakan bahwa Iran akan bertindak dengan kekuatan penuh dalam membela diri, dan kami menanggapi keburukan dari pihak manapun.”
Mengenai keberadaan berbagai kelompok oposisi di Suriah dan kemungkinan kembalinya kekacauan di negara ini, Baghaei mengatakan: “Masalah ini telah menjadi salah satu kekhawatiran terbesar kami sejak awal peristiwa di Suriah 13 tahun lalu, agar Suriah tidak terjerumus ke dalam kekacauan dan kelompok-kelompok ekstremis tidak mengeksploitasi situasi ini. Kami berharap apa yang disebut proses transisi di Suriah dapat memastikan bahwa negara ini tidak mengalami ketidakamanan lebih lanjut dan kekacauan tidak meluas ke negara-negara tetangga. Kami telah mengangkat kekhawatiran ini dalam pembicaraan-pembicaraan kami.” (alalam)







