Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 24 Desember 2019

jamal khashoggi lilinJakarta, ICMES. Pemerintah Turki dan berbagai pihak internasional menilai putusan pengadilan Arab Saudi terkait dengan kasus pembunuhan jurnalis Saudi tidak mencerminkan keadilan yang dikehendaki masyarakat dunia.

Menteri Luar Negeri Suriah Walid Muallem menyatakan bahwa Israel melancarkan serangan rudal ke Damaskus, ibu kota Suriah, dan sekitarnya.

Presiden Iran Hassan Rouhani memastikan sanksi AS terhadap negaranya bersifat sementara, dan AS cepat atau lambat akan terpaksa mencabutnya.

Iran menyatakan bahwa unjuk rasa yang masih berlanjut di Libanon setelah Hassan Diab ditugaskan membentuk pemerintahan baru terjadi karena digerakkan oleh Arab Saudi dan Israel.

Berita selengkapnya:

Turki Nilai Putusan Pengadilan Kasus Khashoggi Tidak Mencerminkan Keadilan

Pemerintah Turki dan berbagai pihak internasional menilai putusan pengadilan Arab Saudi terkait dengan kasus pembunuhan jurnalis Saudi tidak mencerminkan keadilan yang dikehendaki masyarakat dunia.

Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataannya menegaskan bahwa penjatuhan vonis hukuman mati terhadap lima terdakwa dan pembebasan dua terdakwa utama “tidaklah memenuhi keinginan negara kami dan masyarakat internasional dalam menyoroti semua aspek kejahatan ini dan pencapaian keadilan.”

Kementerian ini menambahkan, “Nasib jenazah Khashoggi dan identifikasi para penghasut pembunuhan serta para kolaborator potensial setempat merupakan pertanyaan yang masih belum terjawab, dan ini merupakan kesenjangan mendasar dalam proses peradilan.”

Sementara itu, juru bicara Partai Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berkuasa di Turki, Omar Glick, mengatakan bahwa keputusan pengadilan Saudi itu tidak memuaskan sehingga kekhawatiran Turki selama ini benar.

Glick menyerukan transparansi dalam penyelidikan pembunuhan Khashoggi, pembentukan pengadilan yang disegani, dan “perlunya memegang pengadilan berstandar lebih tinggi di Istanbul di bawah pengawasan lembaga internasional.”

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan “penyelidikan independen dan tidak memihak” atas kasus pembunuhan jurnalis oposisi Saudi yang terjadi di konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada awal Oktober tahun lalu.

Juru bicara Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Stephane Dujarric kepada wartawan di New York, AS, menyatakan “Sekjen terus menekankan perlunya penyelidikan independen dan tidak memihak atas pembunuhan ini untuk memastikan akurasi penuh pelanggaran hak asasi manusia dalam kasus ini dan demi meminta pertanggungjawaban pelaku.”

Dia menambahkan, “Sekjen menegaskan kembali komitmen PBB untuk menjamin kebebasan berekspresi dan melindungi wartawan, serta penentangan kami yang terus-menerus terhadap penerapan hukuman mati.”

Lynn Maalouf, direktur penelitian Timur Tengah di Amnesty International menilai persidangan atas Khashoggi yang dilakukan secara tertutup di Saudi tidak adil.

“Putusan itu digunakan untuk pemutihan dan tidak membawa keadilan bagi Jamal Khashoggi dan kerabatnya,” ujar Maalouf.

Dia menambahkan bahwa “putusan ini gagal untuk mengatasi keterlibatan pihak berwenang Saudi dalam kejahatan ini atau memperjelas lokasi sisa-sisa (jenazah) Khashoggi.” (mm/raialyoum/anatolia)

Menlu Suriah Nyatakan Israel Serang Damaskus

Menteri Luar Negeri Suriah Walid Muallem menyatakan bahwa Israel melancarkan serangan rudal ke Damaskus, ibu kota Suriah, dan sekitarnya.

“Musuh, Israel, meluncurkan serangan rudal kemarin ke Damaskus dan sekitarnya,” ujar Muallem usai pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di ibukota Rusia, Moskow, Senin (23/12/2019).

Di pihak lain, juru bicara militer Israel, mengatakan, “Kami tidak mengomentari laporan yang dimuat di media asing.”

Israel mengklaim bahwa serangan udara dan misilnya yang dilakukan berulang kali terhadap Suriah bertujuan mencegah eksistensi militer Iran di Suriah.

Sebelumnya, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) melaporkan bahwa setidaknya tiga orang tewas, yang kemungkinan berasal dari Iran, akibat serangan terbaru Israel pada Minggu malam lalu.

Disebutkan bahwa rudal Israel menerjang lokasi yang terletak di antara makam Sayyida Zainab dan Aqraba di selatan Damaskus.

Kepala observatorium, Rami Abdulrahman, mencatat bahwa serangan itu juga melukai sejumlah orang, dan ditujukan ke situs dan gudang senjata Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di daerah pinggiran selatan Damaskus serta menimpa lokasi di dekat makam Sayyidah Zainab.

Kantor berita Suriah, SANA, melaporkan bahwa pertahanan udara tentara Suriah telah mencegat “rudal musuh yang datang dari wilayah pendudukan” , namun tidak menyebutkan kerugian akibat serangan ini. (raialyoum)

Rouhani Pastikan Sanksi AS terhadap Iran akan Terhenti

Presiden Iran Hassan Rouhani memastikan sanksi AS terhadap negaranya bersifat sementara, dan AS cepat atau lambat akan terpaksa mencabutnya.

“Sanksi AS bersifat sementara, dan Washington akan terpaksa mencabutnya cepat atau lambat, sebelum ataupun setelah pemilihan presiden,” ujar Rouhani saat menerima kunjungan Menteri Luar Negeri India Subramaniam Jaishankar di Teheran, ibu kota Iran, Senin (23/12/2019).

Presiden Iran menyebutkan bahwa negara republik Islam ini “berusaha untuk mewujudkan keamanan dan mengurangi ketegangan di Laut Oman dan Selat Hormuz.”

Rouhani juga menekankan perlunya melakukan upaya untuk melindungi dan mempertahankan kerjasama antara Teheran dan New Delhi di tengah gencarnya sanksi AS terhadap Iran.

Di pihak lain, Jaishankar menegaskan bahwa New Delhi berupaya untuk terus mengembangkan kerjasama dengan Teheran di berbagai bidang.

AS kembali menjatuhkan sanksi terhadap Iran pada Agustus 2018, menyusul keputusan Presiden Donald Trump menarik keluar negaranya dari perjanjian nuklir dengan Iran yang dicapai pada tahun 2015.

AS dan sejumlah negara Arab Teluk Persia, terutama Arab Saudi, menuduh Iran berusaha mengacaukan stabilitas regional dengan mencampuri urusan dalam negeri negara-negara Arab.

Teheran membantah klaim itu sembari menegaskan pihaknya justru konsisten kepada prinsip kerukunan hidup bertetangga. (raialyoum)

Iran Tuding Israel dan Saudi Gerakkan Demo di Libanon

Penasehat pemimpin besar Iran Ali Akbar Veleyati menyatakan bahwa unjuk rasa yang masih berlanjut di Libanon setelah Hassan Diab ditugaskan membentuk pemerintahan baru terjadi karena digerakkan oleh Arab Saudi dan Israel.

Tudingan terhadap Saudi dan Israel ini dinyatakan Velayati dalam wawancara dengan RT milik Rusia, Senin (23/12/2019), sembari mengungkapkan sambutan baik Iran atas penugasan Diab tersebut.

“Kami menghormati segala keputusan yang diambil oleh rakyat Libanon,” tuturnya.

Dia mengaku yakin bahwa unjuk rasa di Libanon akan mereda setelah terbentuknya pemerintahan baru Libanon dan terpenuhinya tuntutan rakyat negara ini.

Presiden Libanon Michel Aoun beberapa hari sebelumnya telah menugaskan Hassan Diab yang juga mantan menteri pendidikan periode 2011 – 2014 agar membentuk pemerintahan baru.

Penugasan ini dilakukan setelah parlemen memilih Diab sebagai perdana menteri dengan 69 suara setuju melawan 13 suara yang diberikan kepada Nawaf Salam, dan satu suara kepada  Halime Kaakour, serta 42 suara abstein.

Pada Kamis lalu Presiden Aoun mengadakan perundingan dengan sejumlah anggota parlemen untuk pemilihan perdana menteri baru, jabatan yang dalam sistem pemerintahan negara ini dikhususkan untuk kalangan Muslim Sunni.

Perdana menteri Libanon sebelumnya, Saad Hariri, mengundurkan diri menyusul gelombang aksi unjuk rasa yang melanda Libanon. Dia sempat diusulkan untuk kembali ke jabatan ini namun dia enggan karena beberapa faksi tidak konsisten dalam menjagokan dirinya. (raialyoum)