Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 23 Juli 2019

hamas salih al arouri dan sayid khameneiJakarta, ICMES: Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menyatakan pihaknya akan berdiri di barisan terdepan dalam membela Iran dari serangan Amerika Serikat (AS) maupun Rezim Zionis Israel.

Komandan markas besar militer Iran Khatam al-Anbiya, Mayjen Gholam Ali Rashid, menyatakan bahwa kedahsyatan kekuatan defensif dan ofensif negara republik Islam ini tak akan terduga oleh musuh-musuhnya.

Menteri Luar Negeri Iran menyatakan bahwa tindakan pasukan dan otoritas Iran menyita kapal tanker berbendera Inggris di Selat Hormuz belakangan ini bukan merupakan aksi “pembalasan.”

Sudah lima hari berlalu Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa kapal perusak USS Boxer milik AS telah menjatuhkan drone pengintai milik Iran, tapi masih tak kunjung menyodorkan dokumentasi dan barang bukti.

Berita selengkapnya:

Jumpai Pemimpin Iran, Hamas Mengaku akan Berdiri Terdepan Membela Iran

Wakil Ketua Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), Saleh al-Arouri, menyatakan bahwa salah satu faksi pejuang terkemuka Palestina Palestina ini akan berdiri di barisan terdepan dalam membela Iran dari serangan Amerika Serikat (AS) maupun Rezim Zionis Israel.

Hal itu dikemukakan Al-Arouri dalam kunjungannya ke Iran saat menjumpai Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Senin (22/7/2019), sembari menyampaikan kepadanya salam dan ucapan selamat dari Ketua Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh dan rakyat Palestina.

Kepada Sayid Khamenei dia berkata, “Sebagaimana Yang Mulia singgung, kami berkeyakinan bahwa sesuai dengan janji ilahi, Quds (Yerussalem) dan Palestina akan bebas dari cengkraman Zionis, dan semua mujahidin dan umat Islam akan mendirikan shalat di Masjid al-Aqsa.”

Dia juga menyebutkan ketegasan pendiri Republik Islam Iran Alm. Imam Khomaini dalam membela Palestina sesudah maupun sebelum kemenangan revolusi Islam Iran pada tahun 1979.

Saat menyinggung permusuhan AS dan Israel terhadap Iran, termasuk dalam penerapan embargo dan intimidasi, Al-Arouri mengatakan, “Kami selaku gerakan perlawanan dan gerakan Hamas mengungkapkan solidaritas kami dengan Republik Islam Iran, menegaskan bahwa segala bentuk agresi terhadap Iran pada hakikatnya adalah agresi terhadap Palestina dan kubu resistensi, dan memandang diri kami berada di barisan terdepan dalam membela Iran.”

Mengenai kemampuan pertahanan para pejuang Palestina dia menjelaskan, “Kemajuan yang telah dicapai Hamas dan faksi-faksi resistensi Palestina di bidang ini tak dapat dibandingkan dengan kondisi sebelumnya. Sekarang semua wilayah pendudukan dan markas-markas utama dan sensitif kaum Zionis berada dalam jangkauan rudal Palestina.”

Mengenai “Perjanjian Abad Ini”, dia menyebut prakarsa AS untuk menyelesaikan krisis Timur Tengah itu merupakan konspirasi paling berbahaya untuk menamatkan riwayat dan identitas Palestina.

Pada kesempatan ini dia juga telah menjelaskan perkembangan situasi terbaru di Jalur Gaza dan Tepi Barat. (alalam)

“Kedahsyatan Militer Iran akan Mengejutkan Musuhnya”

Komandan markas besar militer Iran Khatam al-Anbiya, Mayjen Gholam Ali Rashid, menyatakan bahwa kedahsyatan kekuatan defensif dan ofensif negara republik Islam ini tak akan terduga oleh musuh-musuhnya.

Seperti dilansir kantor berita Fars milik Iran, Senin (22/7/2019), Rashid menegaskan bahwa kekuatan militer Iran akan mengejutkan musuh-musuhnya dan kerugian musuh akan jauh lebih besar daripada keuntungannya dalam mengagresi Iran.

Fars melaporkan bahwa Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran Laksamana Ali Samkhani hari itu meninjau Markas Khatam al-Anbiya dan mengadakan pertemuan dengan Mayjen Gholam Ali Rashid untuk membahas perkembangan situasi terbaru di kawasan beserta dampak dan segala kemungkinan buruknya dan kesiapan pasukan Iran.

Pada kesempatan itu Rashid menyinggung ancaman potensial di masa mendatang serta tingkat kesiapan pasukan Iran dalam menghadapinya, serta menyebutkan bahwa “perlagaan sengit dan pintar” pasukan Iran akan dapat “membendung bahaya serangan musuh di wilayah Iran.”

“Kerugian akibat agresi demikian akan jauh lebih besar daripada keuntungannya, dan dimensi-dimensi daya defensif dan ofensif Iran akan mengejutkan dan tak terduga oleh para agresor,” sumbarnya. (raialyoum)

Iran Nyatakan Penyitaan Kapal Tanker Inggris Bukan Pembalasan

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyatakan bahwa tindakan pasukan dan otoritas Iran menyita kapal tanker berbendera Inggris di Selat Hormuz belakangan ini bukan merupakan aksi “pembalasan” atas tindakan serupa yang dilakukan oleh pasukan Inggris jauh hari sebelumnya terhadap kapal tanker Iran di Gibraltar.

Karena itu, kepada wartawan saat berkunjung ke Nikaragua dalam safarinya ke Amerika Latin usai menghadiri pertemuan PBB di New York, AS,  Zarif, mengingatkan kepada pihak lawan Iran agar berhati-hati demi menghindari segala bentuk upaya memulai konflik dengan Iran.

“Memulai konflik itu mudah, mengakhiri itu tidak mungkin,” katanya setelah bertemu dengan sejawatnya dari Nikaragua, Denis Moncada, Senin (22/7/2019).

“Penting bagi semua orang untuk menyadari, penting bagi Boris Johnson (kandidat unggulan perdana menteri baru Inggris) untuk memahami bahwa Iran tidak mencari konfrontasi. Iran ingin memiliki hubungan normal berdasarkan prinsip saling menghormati ” katanya.

Sebelumnya, Inggris mengeluarkan serangkaian pesan ancaman terhadap Iran sebagai tanggapan atas penyitaan kapal Stena Impero yang berbendera Inggris pada Jumat lalu.

Stena Impero disita dan diperiksa setelah kapal tanker minyak itu bertabrakan dengan kapal nelayan Iran di Teluk Persia dan menolak menanggapi panggilan daruratnya.

Zarif mengatakan Iran bertindak terhadap Stena Impero hanya karena faktor pelanggaran peraturan maritim.

“Kapal Inggris ini telah menolak sinyalnya selama lebih dari yang diizinkan [dan] melintasi jalur yang salah, membahayakan keselamatan dan keamanan pengiriman dan navigasi di Selat Hormuz, yang menjadi tanggung jawab kami,” paparnya.

Zarif lantas balik menyebut penyitaan kapal supertanker Iran oleh pasukan Inggris di Gibraltar sejak 4 Juli lalu sebagai “pembajakan” dan “pelanggaran hukum internasional” oleh otoritas Inggris dan Gibraltar.

Angkatan laut Inggris menangkap kapal Iran itu dengan tuduhan membawa minyak Iran ke Suriah, yang berarti melanggar sanksi unilateral UE terhadap Suriah, namun Teheran membantah anggapan bahwa kapal itu berlayar menuju Suriah. (resstv)

Sudah 5 Hari Berlalu, AS Belum Juga Menunjukkan Rekaman Penembak Jatuhan Drone Iran

Sudah lima hari berlalu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa kapal perusak USS Boxer milik AS telah menjatuhkan drone pengintai milik Iran, tapi masih tak kunjung menyodorkan dokumentasi dan barang bukti.

Menurut catatan media online Rai al-Youm, Senin (22/7/2019), hal tersebut menandakan bahwa klaim itu tidak akurat, dan yang mengemuka justru bagaimana drone Iran berhasil mengambil gambar kapal perang raksasa itu tanpa terpantau oleh sistem pertahanan udara AS.

Menurut media berbahasa Arab yang berbasis di London ini, media AS semisal New York Times dan Washington Post serta majalah semisal News Week telah menuding Trump berbohong dan melontarkan “pernyataan-pernyataan gila”, namun tak seorangpun menduga sebelumnya bahwa dia telah membuat pernyataan hoax separah itu karena bersangkutan langsung dengan wibawa militer AS.

Uniknya, lanjut Rai al-Youm, Pentagon memilih bungkam, tak menunjukkan data-data dan rekaman video mengenai adanya operasi pencegatan dan penjatuhan drone Iran seperti diklaim Trump itu, padahal seandainya peristiwa itu terjadi maka Pentagon setidaknya dapat menunjukkan serpihan drone itu.

Isu yang mengemuka sekarang justru tanggapan Iran berupa perilisan video hasil rekaman drone itu, yang memperlihatkan USS Boxer di perairan Teluk Persia.

Ray al-Youm menyebutkan bahwa para pakar militer AS kini dihadapkan pada misteri bagaimana Iran berhasil membuat nirawak yang dapat berkelit dari sistem radar AS dan tampak leluasa mengambil gambar kapal-kapal perang AS, termasuk destroyer USS Boxer.

Celakanya lagi, ini bukan pertama kalinya, melainkan sudah pernah terjadi sejak beberapa tahun silam di mana Pentagon hanya merilis statemen, sedangkan Iran merilis rekaman video.

“Tak syak lagi, kebingungan dalam arti yang sesungguhnya kini membayangi para petinggi Pentagon, yang tentu menyadari bahwa jika suatu drone pengintai berhasil berkelit dari radar AS maka ia juga mampu membawa rudal dan menyerang kapal-kapal militer AS,” tulis Rai al-Youm.

Pada paragraf terakhir artikelnya tentang ini, Rai al-Youm menyebutkan, “Dalam jangka waktu satu bulan, Pentagon dikejutkan oleh kemampuan militer Iran. Sistem pertahanan Iran berhasil menembak jatuh drone supercanggih Global Hawk, melacak pesawat P-8 Poseidon yang sangat tersembunyi, dan sekarang melayang di atas kapal perusak USS Boxer tanpa terpantau oleh sistem pertahanan kapal itu. Dan ini berarti bahwa pertahanan udara Iran dapat menyerang kapal-kapal perang jika dirasa perlu.” (raialyoum)