Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 22 Januari 2019

sistem-pertahanan-udara-suriahJakarta, ICMES: Seorang petinggi militer Suriah menyatakan bahwa serangan terbaru Israel ke Suriah merupakan serangan paling sengit, sementara pihak Rusia menyatakan empat tentara Suriah terbunuh akibat serangan itu.

Menanggapi serangan sengit Israel ke Suriah, militer Iran menantang Israel dengan menyatakan tak sabar ingin segera berperang dengan pasukan Zionis dan memusnahkan Israel.

Tentara Yaman dan Komite Rakyat yang berafiliasi dengan kelompok Ansarullah (Houthi) menembakkan dua rudal balistik tipe Badr B-1 masing-masing ke wilayah Jizan dan Assir, Arab Saudi.

Berita selengkapnya:

Israel Lancarkan Serangan Sengit Ke Suriah, 4 Tentara Suriah Gugur

Seorang petinggi militer Suriah menyatakan bahwa serangan rudal Israel pada hari Senin (21/1/2019) merupakan serangan paling sengit yang dilakukan dalam empat gelombang yang terjadi secara beruntun, sementara pihak Rusia menyatakan empat tentara Suriah terbunuh akibat serangan itu.

“Serangan Israel sekarang ini adalah yang paling sengit, namun pertahanan udara kami telah membuktikan kemampuannya menghadapi agresi ini,” ujar sumber Suriah itu kepada kantor berita Sputnik milik Rusia.

Sumber Suriah itu menjelaskan, “Tentara Suriah yang dalam beberapa hari terakhir ini memantau pergerakan anomal Israel di wilayah pendudukan Golan milik Suriah telah meningkatkan kesiapan unit-unit pertahanannya, dan melakukan semua tindakan untuk mengantisipasi serangan yang mungkin terjadi dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya, setelah tentara pendudukan mendatangkan peluncur-peluncur rual dari darat ke darat ke perbatasan Golan.”

Dia mengatakan, “Sejak dini hari komando-komando militer di Suriah selatan telah memberitahukan kepada satuan-satuannya bahwa tentara Israel akan melancarkan serangan masif ke posisi-posisi Suriah, dan menyerupai serangan pada bulan Mei 2018, sehingga dilakukan semua pengaturan pertahanan yang diperlukan untuk menggagalkan serangan.”

Sumber ini melanjutkan bahwa serangan sebelumnya ke selatan Damaskus bertujuan “kamuflase dan merasakan dentut nadi” sebagai persiapan untuk serangan kali ini yang merupakan serangan tersengit sejak Mei 2018.

Menurutnya, serangan itu berlangsung selama 55 menit, dan selama itu sistem pertahanan udara Suriah dapat merontokkan sekira 30 rudal yang sebagian di antaranya rudal darat ke darat.

“Formasi-formasi pasukan Suriah yang tersebar di sepanjang garis front yang berhadapan dengan pasukan Israel berhasil menjatuhkan gelombang-gelombang terbesar rudal darat ke darat yang diluncurkan dari Tal Abu al-Nada, Tal al-Faras, dan Tal al-Aram di wilayah pendudukan Golan, serta menjatuhkan rudal-rudal udara ke darat,” terangnya.

Dia menambahkan, “Pasukan pertahanan udara Suriah telah memperlihatkan profesionalismenya yang tinggi dengan mencegat sebagian besar serangan di angkasa daerah-daerah Sasa, Zaiyah, Kanakir, al-Kiswa, Hinah, Darbal, dan segi tiga maut dekat Daraa. Pertahanan udara Suriah di sekitar ibu kota juga dapat menjatuhkan gelombang-gelombang rudal jarak jauh Israel yang berusaha menyasar Qudsia dan menghancurkan Jamraya serta Bandara al-Mazah dan Bandara Damaskus.”

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa pertahanan udara Suriah telah merontokkan lebih dari 30 misil bersayap dan rudal dalam peristiwa itu.

Pusat Pertahanan Nasional Rusia menyatakan bahwa beberapa jet tempur Israel melancarkan tiga serangan ke Suriah dari front Barat, Barat daya, dan selatan, hingga menewaskan 4 tentara Suriah, melukai enam lainnya, dan menimbulkan kerusakan kecil pada bangunan infrastryuktur Bandara Internasional Damaskus.

Al-Alam melaporkan bahwa di Damaskus banyak orang turun ke jalan-jalan menyaksikan peristiwa ini dengan mendongak ke angkasa dan sesekali bersorak-sorai bagai suporter sepak bola ketika rudal anti rudal Suriah berhasil meledakkan rudal Israel di angkasa.   (raialyoum/alalam)

Tanggapi Serangan Zionis Ke Suriah, Tentara Iran Mengaku Tak Sabar Ingin Musnahkan Israel

Menanggapi serangan sengit Israel ke Suriah, militer Iran menantang Israel dengan menyatakan tak sabar ingin segera berperang dengan pasukan Zionis dan memusnahkan Israel.

Panglima Angkatan Udara Iran Brigjen Aziz Nasirzadeh menegaskan bahwa pasukannya “siap menyongsong hari kehancuran Israel.”

“Kami siap untuk perang yang menentukan dengan Israel yang akan membuatnya musnah, kami tak sabar lagi untuk berperang di darat,” tantangnya, Senin (21/1/2019).

Dia menambahkan, “Para pemuda di angkatan udara sepenuhnya siap dan tidak sabar untuk menghadapi rezim Zionis dan melenyapkannya dari bumi.”

Beberapa jam sebelumnya, militer Israel mengklaim telah membom posisi-posisi Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di selatan dan sekitar Damaskus, ibu kota Suriah.

Seperti telah diberitakan, Israel pada dini hari Senin telah melancarkan serangan tersengitnya ke Suriah, yang dilakukan dalam empat gelombang yang terjadi secara beruntun. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan empat tentara Suriah terbunuh akibat serangan ini.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di hari yang sama memperingatkan bahwa mereka yang mengancam Israel akan menghadapi konsekuensi penuh ketika ketegangan antara kedua negara meningkat setelah kehadiran Iran di Suriah.

Dia mengklaim bahwa serangan tentara Israel ke Suriah telah menarget posisi Iran dan pasukan Suriah yang membantu mereka.

“Mereka yang mengancam akan menghancurkan kami akan menanggung akibat sepenuhnya… Adalah kebijakan permanen negara … untuk menolak upaya Iran mendapatkan pijakan di Suriah, dan untuk melukai orang-orang yang berusaha untuk menyakiti kami.”

Senada dengan ini, juru bicara militer Israel Avichay Adrai menyatakan, “IDF (Pasukan Pertahanan Israel) akan terus bekerja dengan tegas dan tegas terhadap posisi Iran di Suriah, dan kami menganggap rezim Suriah bertanggung jawab atas apa yang terjadi di dalam wilayahnya.”

Dia melanjutkan, “Kami memperingatkan rezim (Suriah) untuk tidak bertindak atau membiarkan tindakan terhadap kami. IDF tetap dalam kondisi siaga tinggi untuk menghadapi berbagai skenario dan akan terus bertindak sesuai kebutuhan untuk keamanan warga Israel.”

Menteri Pembanguan Israel Yoav Galant juga berkomentar dengan menegaskan,”Israel akan mengusir Iran dari Suriah.. Israel tidak akan mengizinkan pembentukan tentara Iran di Suriah. Kami akan mengusir Iran dari Suriah, dan kami tidak bisa membiarkan Hizbullah untuk membuka front lain di Dataran Tinggi Golan.”

Juru bicara militer Israel Letjen Jonathan Conricus menuding pasukan Iran telah menyerang resor ski Hermon di Dataran Tinggi Golan pada Minggu sore lalu dengan menggunakan rudal darat ke darat jarak menengah yang ditembakkan dari pinggiran Damaskus, namun Iran belum menanggapi klaim tersebut. (raialyoum/theindependent)

Pasukan Yaman Tembakkan Dua Rudal Balistik Ke Saudi

Tentara Yaman dan Komite Rakyat yang berafiliasi dengan kelompok Ansarullah (Houthi) menembakkan dua rudal balistik tipe Badr B-1 masing-masing ke wilayah Jizan dan Assir, Arab Saudi, Senin  (21/1/2019).

Sebuah sumber militer Yaman mengkonfirmasi bahwa pasukan rudal telah menembakkan rudal balistik Badr B1 dengan sasaran “pasukan bayaran” di Jizan di bagian selatan Saudi.

Sumber itu memastikan bahwa rudal itu menghantam sasaran dengan akurasi tinggi sehingga menyebabkan jatuhnya korban tewas dan luka di pihak Saudi.

Dia juga menyebutkan bahwa rudal tipe yang sama juga telah dilesatkan ke kamp pelatihan dan mobilisasi di kawasan Asir dan menyebabkan jatuh beberapa korban tewas dan luka di pihak Saudi.

Sehari sebelumnya, gelombang serangan udara pasukan koalisi pimpinan Saudi melanda Sanaa, ibu kota Yaman.

Anggota Biro Politik Ansarullah Yaman, Ali al-Qahum, pada hari itu menyatakan akan membalas serangan udara itu.

Melalui halaman  Twitter-nya al-Qahum menyebutkan bahwa eskalasi ini dilakukan oleh Saudi dan sekutunya dengan arahan dan pengawasan Amerika Serikat (AS), dan menekankan bahwa darah orang Yaman sangat mahal sehingga bangsa negara ini tidak akan berdiam diri. (alalam)