Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 21 April 2020

Israeli-made Spike missiles

Rudal Spike buatan Israel diperlihatkan dalam parade HUT ke- 65 Angkatan Bersenjata Korea Selatan di sebuah pangkalan udara di Seongnam, selatan Seoul, 1 Oktober 2013- (AFP

Jakarta, ICMES. Sebuah media Rusia memberitakan sebuah video uji coba rudal anti-tank baru Iran dengan menyebutkan bahwa negara republik Islam ini bermungkinan telah menduplikasi rudal Israel yang tertembak jatuh di Suriah.

Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) merilis video aksi angkatan laut (AL)-nya memperingatkan armada kapal perang AS yang mencoba mendekati perairan teritorial Iran di Teluk Persia.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif berkunjung ke Suriah dan menemui Presiden Suriah Bashar al-Assad di Damaskus.

Pertahanan udara Suriah telah mencegat sejumlah rudal Israel di angkasa kota kuno Palmyra di provinsi Homs di bagian tengah Suriah.

Berita selengkapnya:

Iran Diduga Menduplikasi Misil Canggih Israel yang Tertembak Jatuh di Suriah

Sebuah media Rusia memberitakan sebuah video uji coba rudal anti-tank baru Iran dengan menyebutkan bahwa negara republik Islam ini bermungkinan telah menduplikasi rudal Israel yang tertembak jatuh di Suriah.

Avia.Pro, sebuah outlet berita penerbangan Rusia, melaporkan bahwa rudal baru itu terlihat menyerupai salah satu proyektil Israel yang tertembak jatuh oleh sistem peperangan elektronik Rusia dalam sebuah peristiwa serangan Israel terhadap Suriah.

Laporan itu menambahkan bahwa rudal yang jatuh itu kemudian berhasil dilenyapkan dari Suriah oleh “dinas intelijen Iran”, kemudian dipelajari dan diduplikasi sepenuhnya.

Outlet berita itu membagikan sebuah video yang memperlihatkan  akurasi rudal Iran yang diduga hasil diplikasi “Spike” Israel tersebut dalam membidik sasarannya.

Avia.Pro mengutip keterangan para ahli bahwa Iran dapat menggunakan rudal Israel itu terhadap Tel Aviv sendiri dalam waktu dekat.

Pemerintah Iran telah berulang kali menyatakan program rudalnya belum dibuat untuk tujuan non-konvensional dan hanya dimaksudkan sebagai bagian dari kemampuan pencegahan.

Seorang komandan IRGC pernah menyatakan negaranya menduduki peringkat pertama di bidang teknologi rudal di antara negara-negara Timur Tengah.

“Hari ini, kami menempati peringkat pertama dalam teknologi rudal tingkat regional dan ditempatkan di antara beberapa kekuatan global dalam hal ini,” ujar komandan Divisi Dirgantara IRGC Brigjen Amir Ali Hajizadeh pada Agustus 2019.

Senada dengan ini, Panglima IRGC Mayjen Hossein Salami pada Juni di tahun yang sama menyebut negaranya berhasil mengubah keseimbangan kekuatan yang menguntungkannya dengan mengembangkan teknologi yang diperlukan untuk pembuatan rudal balistik. (presstv)

IRGC Rilis Video Aksinya Memperingatkan Kapal Perang AS di Teluk Persia

Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) merilis video aksi angkatan laut (AL)-nya memperingatkan armada kapal perang AS yang mencoba mendekati perairan teritorial Iran di Teluk Persia.

Dilaporkan bahwa dalam video yang dirilis  pada Ahad (19/4/2020) itu seorang personil Angkatan Laut IRGC memperingatkan kapal-kapal perang AS agar berhenti memeriksa dan menahan kapal-kapal penangkap ikan Iran atau kapal komersial di Teluk Persia dan Laut Oman.

Dia juga memperingatkan mereka bahwa mereka akan menghadapi konsekuensi sesuai dengan hukum Republik Islam Iran jika mereka mengabaikan pemberitahuan ini.

“Atas nama Tuhan. Ini adalah untuk memberi tahu semua kapal milik AS dan pasukan koalisi yang hadir di Teluk Persia dan Laut Oman. Saya adalah kapal Angkatan Laut IRGC. Dengan ini, diumumkan bahwa penahanan, inspeksi atau pertanyaan terhadap nelayan Iran dan kapal komersial di perairan teritorial dan zona ekonomi milik Republik Islam Iran bertentangan dengan kepentingan dan -hak Republik Islam Iran serta merupakan pelanggaran yang jelas terhadap peraturan internasional , dan terlarang, ” bunyi peringatan personil AL IRGC, seperti dilansir Press TV, Senin (21/4/2020).

“Jelas bahwa mereka yang mengabaikan pemberitahuan maritim ini akan ditindak sesuai dengan hukum Republik Islam Iran. Ganti, ”tambahnya.

Sehari sebelumnya, Angkatan Laut IRGC merilis sebuah video yang memperlihatkan konfrontasi yang terjadi belum lama ini antara pasukannya dan AL AS di Teluk Persia, sembari menyangkal klaim AS bahwa pasukan Iran berperilaku berbahaya ketika berhadapan dengan kapal-kapal AL AS.

IRGC menegaskan bahwa sumber utama kerusakan dan ketidakamanan di kawasan itu adalah kehadiran ilegal pasukan teroris AS di Asia Barat (Timteng), dan karena itu IRGC juga kembali menyerukan penarikan penuh semua pasukan AS dari kawasan ini. (presstv)

Temui Presiden Assad, Menlu Iran Tegaskan  Kontinyuitas Dukungan Iran kepada Poros Resistensi

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif berkunjung ke Suriah dan menemui Presiden Suriah Bashar al-Assad di Damaskus, Senin (20/4/2020).

Dalam pertemuan ini dia menegaskan bahwa dukungan Teheran kepada Poros Resistensi dan perang melawan terorisme tidak akan melemah meskipun AS telah meneror dan membunuh Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Jenderal Qassem Soleimani pada Januari lalu.

“Kesyahidan Jenderal Soleimani tidak akan mengubah jalan Republik Islam Iran dalam mendukung perlawanan dan memerangi terorisme di kawasan itu,” ungkap Zarif dalam pertemuan itu.

Sembari mengapresiasi simpati Presiden Suriah atas jatuhnya banyak korban di Iran akibat wabah virus Covid-19, Zarif juga menyebutkan bahwa niat busuk AS semakin terungkap setelah negara arogan ini menolak pencabutan sanksinya terhadap negara-negara yang sedang bersusah payah memerangi wabah tersebut, terutama Iran.

Di pihak lain, Presiden Assad, memuji dukungan Iran kepada Suriah dalam perang melawan terorisme, dan menyatakan bahwa Jenderal Soleimani memiliki tersendiri dan istimewa dalam perang ini.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak juga membahas perkembangan terbaru di Suriah, termasuk ihwal komite konstitusi, situasi Idlib, dan proses politik di Suriah. (fna)

Pertahanan Udara Suriah Cegat Serangan Rudal Israel

Pertahanan udara Suriah telah mencegat sejumlah rudal Israel di angkasa kota kuno Palmyra di provinsi Homs di bagian tengah Suriah.

Kantor berita resmi Suriah, SANA, Senin malam (20/19/2020), melaporkan bahwa Unit pertahanan udara militer Suriah menanggapi agresi Israel di angkasa Palmyra hingga “sejumlah rudal musuh telah tertembak jatuh”.

Media Israel mengklaim bahwa situs yang diserang adalah T4 di Homs, sebuah pangkalan yang sebelumnya pernah beberapa kali diserang Israel.

Saluran TV Al Mayadeen yang berbasis di Beirut, Libanon, juga melaporkan bahwa “serangan Israel ditujukan ke sasaran militer di bandara utara Palmyra.”

Dilaporkan bahwa serangan Israel itu terjadi sekira pukul 23.00 di wilayah Homs, sekitar 150 km barat Palmyra.

Pada akhir Maret lalu tentara Suriah juga telah mencegat sejumlah rudal yang ditembakkan oleh jet  tempur Israel ke provinsi yang sama. Dalam insiden 31 Maret, rudal Israel menerobos zona udara Lebanon sebelum kemudian dicegat oleh pertahanan udara tentara Suriah.

Rezim Zionis Israel biasa tutup mulut terkait serangannya ke Suriah, yang umumnya dilancarkan sebagai reaksi spontan terhadap peningkatan keberhasilan pemerintah Suriah dalam menghadapi terorisme.

Rezim ilegal penjajah Palestina itu merupakan pendukung utama kelompok-kelompok teroris di Suriah sejak negara yang dipimpin Presiden Bashar Assad ini dilanda pemberontakanpada Maret 2011.

Tentara Suriah telah merebut kembali banyak daerah yang pernah dikendalikan oleh kelompok-kelompok teroris. Tentara Suriah dan pasukan sekutunya dewasa ini sibuk memerangi benteng terakhir militan di provinsi Idlib dan daerah-daerah di dekatnya di provinsi Aleppo. (presstv)