Rangkuman Berita Utama Timteng  Selasa 19 Oktober 2021

Jakarta, ICMES. Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menyatakan bahwa Hizbullah memiliki 100,000 pasukan, yang justru juga membela umat Kristen, alih-alih bermusuhan dengan mereka, sementara Partai Pasukan Lebanon yang didukung AS dan Israel bermaksud menyulut perang saudara di Lebanon untuk menciptakan perubahan demografi.

Umat Islam di Yaman menggelar perayaan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad saw di kota Sanaa dan berbagai kota dan daerah lain negara ini dengan skala yang disebut-sebut terbesar di dunia.

Presiden Iran Sayid Ebrahim Taisi menyatakan pihaknya mendukung perundingan nuklir Iran dengan enam negara terkemuka dunia jika perundingan itu mengarah pada pencapaian hasil yang jelas.

Berita Selengkapnya:

Sayid Nasrallah: Hizbullah Punya 100,000 Pasukan yang Juga Membela Umat Kristen

Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menyatakan bahwa Hizbullah memiliki 100,000 pasukan, yang justru juga membela umat Kristen, alih-alih bermusuhan dengan mereka, sementara Partai Pasukan Lebanon yang didukung AS dan Israel bermaksud menyulut perang saudara di Lebanon untuk menciptakan perubahan demografi.

Dalam pernyataan pertama menyusul ketegangan pasca tragedi Kamis Berdarah yang terjadi di kawasan Tayouneh, Beirut, pekan lalu, Sayid Nasrallah, Senin (18/10), menyatakan belasungkawa yang mendalam atas tragedi tersebut serta tragedi bom bunuh diri teroris ISIS di Kandahar, Afghanistan.

Mengenai tragedi penembakan di Tayouneh yang menggugurkan tujuh orang simpatisan Hizbullah, dia menjelaskan, “Ada partai yang ingin menjadikan saudara-saudara kami di Ain El Remmaneh dan Qarn Al-Shabak berkeyakinan bahwa pihak korban adalah musuh mereka. Sejumlah pejabat (Partai) Pasukan Lebanon telah mengangkat nama kubu resistensi sebagai pihak yang membawa senjata  terhadap para pengunjuk rasa…. Upaya membangkitkan ketakutan ini bertujuan menampilkan partai ini sendiri sebagai pembela utama warga Kristen, dan tujuan ini berkenaan dengan para pemimpinnya dan dengan apa yang mereka tawarkan sebagai peran di Lebanon kepada negara-negara asing yang berkepentingan di negara kita.”

Dia menambahkan, “Partai ini adalah Partai Pasukan Lebanon, pemimpinnya adalah orang yang tak kami sebutkan namanya sejak semula, dan kami tak menghendaki ketegangan dengan siapapun. Kami tak bereaksi atas partai ini meski mereka melontarkan segala cemoohan dan hujatan terhadap kami. Apa yang terjadi itu merupakan satu persendian dalam babak baru bagi kami mengenai interaksi dengan urusan dalam negeri. Partai masih terus berusaha menciptakan musuh baginya demi melicinkan agendanya, dan memilih Hizbullah sebagai sasaran serangan asing.”

Ditujukan kepada warga Kristen Lebanon, Sayid Nasrallah mengatakan, “Program utama Partai Pasukan Lebanon ialah perang saudara yang menjurus pada perubahan demografi, dan partai ini pada tahun 2017 telah menawarkan jasa kepada menteri Saudi saat itu, (Thamer) Al-Sabhan, untuk masuk dalam perang saudara…. Ketua partai ini meminta maaf kepada sekutunya, Saad Al-Hariri, ketika Al-Hariri ditahan di Saudi. Dia menghasud para sekutu lamanya beberapa bulan lalu agar berkonfrontasi dengan Hizbullah. Partai Pasukan Lebanon masih tak meninggalkan bahasa perang di masa silam, bahasa perpecahan, yang telah mereka tampilkan dalam adegan kejahatan baru-baru ini.”

Sekjen Hizbullah mengungkap bahwa Partai Pasukan Lebanon adalah “pihak yang telah mengamankan kedok untuk Al-Nusra dan para takfiri di Lebanon dan Suriah”, sementara mengenai peran Hizbullah dia mengatakan, “Anda dapat bertanya di berbagai kawasan Kristen di Suriah bagaimana Hizbullah berbuat demi melindungi orang-orang Kristen… Hizbullah saat itu adalah pihak yang membela orang-orang Kristen sebelum tentara Lebanon diperkenankan turun tangan.”

Dia juga mengatakan bahwa sejak Israel keluar dari Lebanon selatan, pihaknya melarang siapapun yang bersenjata dari Gerakan Amal dan Hizbullah masuk ke kawasan-kawasan Kristen.

“Ancaman terbesar bagi eksistensi Kristen di Lebanon dan keamanan masyarakat Kristen adalah Partai Pasukan Lebanon… Agenda partai ini untuk pengadaan wilayah-wilayah bagian masih ada… Partai ini adalah ancaman karena bersekutu dengan ISIS dan Al-Nusra yang mereka sebut oposisi…. Orang yang mengusir warga Kristen di Irak adalah kelompok-kelompok teroris Wahhabi yang dikelola Saudi.”

Sayid Nasrallah mengimbau Partai Pasukan Lebanon “berhenti berpikir untuk pertempuran dan perang saudara”, dan berharap semua pihak lain supaya juga bernasihat demikian kepada partai ini.

Dia kemudian menyebutkan bahwa kekuatan militer Hizbullah sekarang jauh semakin tangguh di kawasan di banding masa lalu.

“Ketahuilah, struktur militer Hizbullah saja mencakup 100,000 pasukan… Mereka kami persenjatai bukan untuk perang saudara, melainkan untuk membela negara kita di depan musuh… Jangan salah perhitungan, duduklah dengan berpikir rasional, beradablah, dan petiklah pelajaran dari peperang kalian dan peperangan kami,” tandasnya.

Dia meminta kepada pemerintah dan semua orang Lebanon agar bertindak atas kejahatan Partai Pasukan Lebanon demi mencegah perang saudara.

“Kami menyebutkan untuk pertama kalinya jumlah pasukan Hizbullah adalah demi mencegah perang saudara, bukan sebagai ancaman perang,” lanjutnya.

Sayid Nasrallah mengungkap bahwa Partai Pasukan Lebanon pimpinan Samir Geagea memiliki agenda makar yang didukung AS dan Israel berupa menyulut konflik antara Hizbullah dan tentara Lebanon yang merupakan “saudara dan para tercinta kami serta merupakan bagian dari perimbangan emas yang kami pegang teguh”.

Mengenai peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad saw, Sekjen Hizbullah mengatakan, “Kami akan merayakan Maulid Nabi Besar pada hari Jumat mendatang, meski kami sedang terluka dan terdera, dan kami juga turut berbangga atas rapat akbar hari ini di Yaman dalam perayaan Maulid Nabi Yang Mulia,” ungkapnya.  (raialyoum)

Perayaan Maulid Terbesar di Dunia, Lautan Manusia Banjiri Lokasi-Lokasi Rapat Akbar di Yaman

Umat Islam di Yaman menggelar perayaan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad saw di kota Sanaa dan berbagai kota dan daerah lain negara ini dengan skala yang disebut-sebut terbesar di dunia, Senin (18/10).

Pada kesempatan ini, Pemimpin gerakan Ansarullah (Houthi) Abdul Malik Badruddin Al-Houthi menyatakan bahwa gerakannya itu merupakan bagian dari perimbangan yang telah dideklarasikan oleh Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah.

Abdullah Shaaban, anggota Komisi Pencabutan Blokade Bandara Sanaa, menyebut konsentrasi lautan umat sedemikian besar pada perayaan itu di Yaman belum ada taranya di dunia Arab dan Islam.

“Jutaan rakyat Yaman di provinsi-provinsi yang telah dibebaskan dari musuh hari ini berpartisipasi dalam perayaan Maulid Nabi Yang Mulia,” ujarnya.

Dia menyebutkan bahwa partisipasi akbar rakyat Yaman dalam perayaan itu membawa pesan bagi umat Islam untuk bersatu melawan kekuatan-kekuatan adidaya imperialis dunia dan Zionis serta menentang rezim-rezim yang “menjual negara mereka dengan harga murah”.

Di Sanaa, ibu kota Yaman, sejak pagi hari lautan massa berbondong-bondong bergerak dari berbagai wilayah Provinsi Sanaa menuju Lapangan Al-Sab’in untuk mengikuti rapat akbar Maulid Nabi saw, dan banyak di antara mereka datang sembari memajang spanduk dan plakad bertulis slogan-slogan keagamaan dan perjuangan.

Pemimpin gerakan Ansarullah (Houthi) Abdul Malik Badruddin Al-Houthi dalam pidato yang ditayangkan secara langsung pada perayaan itu menyatakan bahwa gerakannya itu merupakan bagian dari perimbangan yang telah dideklarasikan oleh Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah bahwa “ancaman bahaya terhadap Quds (Baitul Maqdis/Yerussalem) berarti perang regional”.

Dia menyebutkan bahwa bangsa Yaman memperingati Maulid Nabi saw sekaligus dengan membawa sengat perlawanan terhadap “semua upaya keji untuk memisahkan bangsa kami dari Rasul Yang Mulia”.

Al-Houthi menegaskan “keteguhan pada sikap prinsipal atas isu keumatan, terutama keberpihakan kepada bangsa Palestina”.

Mengenai isu dalam negeri, dia menekankan kewajiban “melanjutkan jihad sampai tercabutnya blokade, terhentinya agresi dan pendudukan, dan terselesaikannya berkas-berkas perang”.

“Saya menyerukan kepada bangsa kami yang mulia untuk terus berjuang menghadang agresi AS-Saudi nan bengis… Berusaha mewujudkan kebebasan dan kemerdekaan adalah jihad suci di jalan Allah, dan tak akan pernah tunduk pada tawar menawar,” tegasnya.

Derasnya arus lautan manusia yang datang untuk menghadiri rapat akbar itu membuat panitia terpaksa membuka area sebelum waktu yang ditentukan di berbagai provinsi setelah semua persiapan telah dilakukan secara matang. (alalam/almasirah)

Sayid Raisi: Perundingan Nuklir Harus Berkaitan dengan Hasilnya

Presiden Iran Sayid Ebrahim Taisi menyatakan pihaknya mendukung perundingan nuklir Iran dengan enam negara terkemuka dunia (AS, Inggris, Prancis, Rusia, China dan Jerman) jika perundingan itu mengarah pada pencapaian hasil yang jelas.

Pernyataan itu dia sampaikan  ketika proses perundingan untuk pemulihan perjanjian Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) yang diteken Iran bersama enam negara itu  pada tahun 2015 mengalami beberapa kendala.

“Kami serius mengenai perundingan yang berkaitan dengan hasil… Sanksi zalim AS terhadap Iran harus dicabut… …Perundingan harus mengarah pada hasil dan pencabutan sanksi yang menjadi pertanda keseriusan pihak lawan dalam perundingan,” tegas Raisi.

Menyinggung Afghanistan, dia mengatakan, “Sikap kami teguh atas aneka peristiwa Afghanistan, yaitu pembentukan pemerintahan yang inklusif di negara ini. Kami mengupayakan stabilitas dan keamanan di Afghanistan, berbeda dengan upaya AS melalui produknya, ISIS, yang menebar fitnah di sejumlah negara, terutama Afghanistan.”

Presiden Iran mendesak pihak yang berkuasa di Afghanistan “berdiri menghadapi ISIS, dan mengetahui bahwa gerakan ini akan mengancam masa depan kawasan”. Dia meminta Taliban “menghadapi ISIS di Afghanistan sebagaimana kami melakukannya di Irak dan Suriah”. (raialyoum)