Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 19 November 2019

kerusuhan di iran nov 2019Jakarta, ICMES. Juru bicara pemerintah Iran Ali Rabieimenyatakan bahwa sekitar 80% kerusuhan yang mewarnai aksi unjuk rasa terkait kenaikan harga bahan bakar minyak di negara ini telah berhasil dikendalikan.

Ketua Parlemen Libanon Nabih Berri menyebut negaranya “seperti kapal yang sedang tenggelam secara perlahan”, dan jika tindakan-tindakan yang semestinya tidak diambil maka akan “tenggelam secara total.”

Tentara Israel dilaporkan melakukan latihan militer secara tiba-tiba untuk dua hari  berturut-turut sejak Senin kemarin (18/11/2019) dengan tujuan menguji kemampuan operasional Komando Utara.

Kontak senjata kembali pecah antara milisi yang didukung Uni Emirat Arab (UEA) dan pasukan loyalis presiden pelarian Yaman Abed Rabbuh Mansour Hadi yang didukung Arab Saudi di kota Aden, Yaman selatan.

Kementerian Luar Negeri AS secara resmi mengumumkan bahwa pembelian jet tempur Rusia oleh Mesir akan menyebabkan Kairo terkena resiko sanksi Washington.

Berita selengkapnya:

Mengenai Unjuk Rasa Rusuh, Pemerintah Iran Pastikan Situasi Pulih Dalam Dua Hari

Juru bicara pemerintah Iran Ali Rabiei, Senin (18/11/2019), menyatakan bahwa sekitar 80% kerusuhan yang mewarnai aksi unjuk rasa terkait kenaikan harga bahan bakar minyak di negara ini telah berhasil dikendalikan, situasi akan pulih dalam dua hari, dan masalah pemutusan Internet di beberapa provinsi juga akan segera selesai.

Ali Rabiei menyebutkan, “Sejumlah personel keamanan tewas oleh senjata api dan dengan cara teroris dalam kerusuhan yang terjadi di beberapa kota…  Dalam aksi protes selama beberapa hari-hari terakhir terjadi penggunaan senjata dan pembakaran pompa bensin, ini tidak dapat diterima .. Kami secara resmi mengakui hak protes warga, tapi ini berbeda dengan kerusuhan dan pelaku huru-hara.”

Dia menyebutkan bahwa kebijakan menaikkan harga bensin adalah bagian dari reformasi ekonomi yang dibutuhkan negara, baik ada sanksi AS ataupun tidak.

Sementara itu, komandan pasukan relawan Basij pada Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mayjen Ghulam Reza Soleimani, Senin, mengatakan, “Suasana relatif baik kemarin di negara ini. Pasukan (relawan) Basij melindungi kantor-kantor administrasi negara selama dua hari terakhir .. Dan sebagian pemimpin penggerak kerusuhan telah teridentifikasi.”

Dia menambahkan bahwa pasukan keamanan memperlakukan “para pengunjuk rasa sejati” dengan tenang, namun tegas terhadap perusuh karena pasukan keamanan tidak membiarkan terjadinya kerugian pada negara.

Soleimani memastikan AS berusaha menunggangi peristiwa ini untuk merongrong pemerintah Iran, namun gagal.

“AS kandas dalam rencana-rencananya untuk membangkitkan kekacauan di Iran, sama sekali tidak akan berhasil menggoyang keamanan Iran, dan kembali menelan kekalahan,” ujarnya.

Kantor berita Mehr menyebutkan sebanyak 10 anggota pasukan relawan Basij meninggal dunia dalam bentrokan dengan para perusuh di kota Malard di barat Teheran, ibu kota Iran.

Sejumlah besar kota Iran belakangan ini dilanda gelombang aksi protes menyusul keputusan pemerintah menaikkan harga bensin. (rt)

Nabih Berri Sebut Libanon Menyerupai Kapal Yang Siap Tenggelam

Ketua Parlemen Libanon Nabih Berri menyebut negaranya “seperti kapal yang sedang tenggelam secara perlahan”, dan jika tindakan-tindakan yang semestinya tidak diambil maka akan “tenggelam secara total.”

Dalam pertemuan dengan orang-orang berkunjung kepadanya, Senin (18/11/2019), Berri mengatakan, “Situasi saat ini di jalur pemerintah adalah kebekuan total, yang menunggu perkembangan setiap saat, tapi sejauh ini semua urusan masih berada pada posisinya.”

Mengenai sikapnya sendiri dia mengaku sangat mengharapkan “kembalinya (Saad) Hariri ke jabatan perdana menteri, dan pembentukan pemerintahan baru untuk mengatasi situasi saat ini, yang mencapai tingkat yang sangat berbahaya dan harus diperbaiki segera setelah negara ini menjadi ibarat kapal yang tenggelam sedikit demi sedikit, yang jika kita tidak mengambil tindakan yang diperlukan maka akan tenggelam secara total.”

Gelombang unjuk rasa protes yang melanda Libanon belakangan ini menyebabkan pengunduran diri Saad Hariri pada 29 Oktober lalu, sehingga pemerintahan berada dalam status sementara, namun pengunjuk rasa terus bergerak dengan menghalangi jalan dan melumpuhkan negara agar semua tuntutan reformasi mereka dipenuhi. (rt)

Israel Mendadak Gelar Latihan Militer Dekat Perbatasan Suriah-Libanon

Tentara Israel dilaporkan melakukan latihan militer secara tiba-tiba untuk dua hari  berturut-turut sejak Senin kemarin (18/11/2019) dengan tujuan menguji kemampuan operasional Komando Militer Utara.

Latihan tempur secara mengejutkan di utara Israel (Palestina pendudukan 1948), terutama di daerah Galilea, itu diperkirakan berakhir hari ini, Selasa (19/11/2019).

Disebutkan bahwa di daerah itu terjadi pergerakan intensif kendaraan militer, pasukan keamanan dan pesawat terbang, sebagaimana juga terdengar pekikan sirine dan ledakan, selain aktivasi sistem telepon untuk pemanggilan pasukan cadangan.

Latihan militer Israel ini merupakan yang kedua terkait dengan ‘ujian kesiapan’ yang diumumkan oleh Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Letjen Aviv Kochavi untuk tahun 2019. (rt)

Kontak Senjata Terjadi Lagi antara Proksi Saudi dan Proksi Uni Emirat Arab di Yaman

Kontak senjata kembali pecah antara milisi yang didukung Uni Emirat Arab (UEA) dan pasukan loyalis presiden pelarian Yaman Abed Rabbuh Mansour Hadi yang didukung Arab Saudi di kota Aden, Yaman selatan.

Dewan Transisi Selatan yang didukung UEA dalam pernyataannya di Twitter, Senin (18/11/2019), mengumumkan bahwa pihaknya mungkin harus menghentikan “provokasi” pasukan Hadi, yang “menghalangi pelaksanaan Perjanjian Riyadh”.

Beberapa sumber  pada Ahad malam mengatakan bahwa milisi yang didukung UEA melakukan serbuan ke kawasan Dar Saad, provinsi Aden, lalu dihadang oleh pasukan Hadi sehingga mereka terpaksa mundur tapi kemudian datang lagi dengan kondisi yang diperkuat dengan berbagai jenis senjata.

Kontak senjata meletus di kawasan al-Mahareik dan al-Sila di distrik Sheikh Othman hingga jatuh sejumlah korban luka di kedua belah pihak.

Dewan Transisi Selatan mendesak pimpinan koalisi Arab Saudi-UEA agar menekan  pihak Hadi  untuk menghentikan “provokasi dan pelanggaran”.

Pada tanggal 5 November lalu kubu Mansour Hadi dan kubu Dewan Transisi Selatan yang didukung UEA meneken “Perjanjian Riyadh”.

Klausul pertama perjanjian yang dicapai di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, ini memperkenankan kembalinya pemerintahan Hadi ke Aden, namun implementasinya tertunda lebih dari satu kali. (alalam)

AS Ancam Jatuhkan Sanksi Terhadap Mesir Terkait Pembelian Jet Tempur Rusia

Kementerian Luar Negeri AS secara resmi mengumumkan bahwa pembelian jet tempur Rusia oleh Mesir akan menyebabkan Kairo terkena resiko sanksi Washington.

“Mesir sadar akan resiko ini,” ujar Asisten Menteri Luar Negeri AS Urusan Politik dan Militer Rene Clarke Cooper di Dubai Airshow, seperti dilansir Reuters dan dikutip RT, Senin (18/11/2019).

Wall Street Journal (WSJ) sebelumnya melaporkan bahwa Menteri Pertahanan AS Mark Esper dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo telah memperingatkan Mesir agar tidak membeli jet tempur Su-35 Rusia.

Menurut WSJ, kedua menteri AS itu menegaskan bahwa “kesepakatan senjata baru dan besar” Mesir dengan Rusia setidaknya akan mempengaruhi perjanjian kerja sama pertahanan di masa depan antara AS dan Mesir serta bantuan AS kepada Mesir di bidang keamanan. (rt)