Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 19 Februari 2019

senjata israel di suriah2Jakarta, ICMES: Pusat Media Perang Suriah merilis beberapa foto sejumlah besar senjata buatan Israel yang telah ditemukan dan disita dari sejumlah gudang senjata.

Sedikitnya 15 orang yang sebagian besar di antaranya warga sipil tewas dan beberapa lainnya terluka terkena ledakan bom kembar di kota Idlib, Suriah barat laut, yang dikuasai militan.

Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menyatakan bahwa jutaan orang Iran telah merayakan peringatan 40 tahun kemenangan revolusi Islam di negara ini sehingga menjadi satu lagi fakta yang membuktikan bahwa kubu musuh Iran tidak dapat mengusik bangsa negara ini.

dua polisi tewas dan tiga lainnya luka-luka terkena ledakan bahan peledak yang dibawa oleh seorang militan yang mereka buru di jantung kota Kairo, Mesir.

Berita selengkapnya:

Tentara Suriah Temukan Banyak Senjata Buatan Israel

Pusat Media Perang Suriah merilis beberapa foto sejumlah besar senjata buatan Israel yang telah ditemukan dan disita dari sejumlah gudang senjata serta roket termal dan lebih dari 200,000 pucuk senjata api dari berbagai jenis di kawasan selatan negara Suriah.

Tanpa menyebutkan keterangan lebih lanjut tentang temuan itu, saluran al-Alam, Senin (18/2/2019), melaporkan bahwa Pasukan Arab Suriah (SAA) telah menghancurkan sebuah arsenal dan beberapa sarang kawanan teroris di sekitar kota Khan Sheykhoun dan Maarah al-Nouman di bagian selatan provinsi Idlib.

Satuan-satuan SAA telah melancarkan serangan mortir ke beberapa wilayah pergerakan dan penyusupan kelompok-kelompok teroris di desa Deir Sanbal dan Badama di bagian barat Idlib hingga menyebabkan kawanan bersenjata itu menderita kerugian personil dan materi.

Kawanan bersenjata telah menyerang warga sipil di kota Al-Suqaylabiyah di bagian barat provinsi Hama dengan senjata-senjata roket. (alalam)

Dua Serangan Bom Guncang Idlib, Belasan Warga Sipil Suriah Tewas

Sedikitnya 15 orang yang sebagian besar di antaranya warga sipil tewas dan beberapa lainnya terluka terkena ledakan bom kembar di kota Idlib, Suriah barat laut, yang dikuasai militan, demikian diungkap petugas medis dan saksi mata.

Mereka menambahkan bahwa ledakan pertama terjadi di sebuah jalan utama di ibukota provinsi Idlib, Senin (18/2/2019), setelah alat peledak yang dipasang di bagian bawah mobil yang diparkir meledak.

Banyak korban adalah pekerja pertahanan sipil yang mencapai daerah itu beberapa saat sebelum ledakan kedua terjadi di dekatnya, yang oleh beberapa saksi mata dikaitkan dengan bom yang dipasang pada sebuah sepeda motor.

Lembaga  Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) yang dekat dengan oposisi Suriah, menyebutkan bahwa ledakan kembar itu menewaskan 24 orang, termasuk empat anak kecil, dan melukai sedikitnya 51 orang.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggungjawab atas serangan di provinsi yang dikuasai oleh kawanan bersenjata, terutama Jabhat al-Nusra, tersebut. (presstv)

Ayatullah Khamenei: Musuh Tak Dapat Mengusik Bangsa Iran

Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menyatakan bahwa jutaan orang Iran telah merayakan peringatan 40 tahun kemenangan revolusi Islam di negara ini sehingga menjadi satu lagi fakta yang membuktikan bahwa kubu musuh Iran tidak dapat mengusik bangsa negara ini.

“Tentu saja, musuh akan menyangkal bahwa jutaan orang telah muncul (dalam perayaan itu), tetapi mereka tahu dan mereka benar-benar mengerti bahwa selama suatu bangsa mempertahankan negerinya sedemikian rupa, musuh tidak akan dapat mengusik mereka,” ungkap Ayatollah Khamenei dalam pidatonya di hadapan ribuan orang di Teheran, ibu kota Iran, Senin (18/2019).

Jutaan orang Iran telah turun ke jalan minggu lalu untuk merayakan peringatan 40 tahun kemenangan revolusi Islam. Besarnya partisipasi rakyat pada perayaan ini seakan reaksi mereka atas klaim para pejabat Amerika Serikat (AS) sebelumnya bahwa Iran tidak akan selamat untuk dapat melihat lagi perayaan itu.

Setiap tahun bangsa Iran pada pada tanggal 11 Februari berbondong-bondong menunjukkan dukungan mereka kepada revolusi yang mengakhiri 2500 tahun sejarah pemerintahan monarki di Iran dan menggantikan rezim Pahevi yang notabene sekutu dan boneka AS dengan sistem Republik Islam. (presstv)

Ledakan Bom Di Kairo Tewaskan Dua Polisi

Kementerian Dalam Negeri Mesir menyatakan dua polisi tewas dan tiga lainnya luka-luka terkena ledakan bahan peledak yang dibawa oleh seorang militan yang mereka buru di jantung Kairo, ibukota Mesir, Senin (18/2/2019).

Menurut kementerian itu, pasukan keamanan mengejar pria itu sebagai bagian dari pemburuan pelaku serangan terhadap patroli polisi di Kairo barat yang terjadi pada Jumat lalu.

Menurut pernyataan itu, setelah menangkap tersangka di distrik Islam kuno Kairo dekat dengan masjid Al Azhar, “salah satu alat peledak yang dimilikinya meledak, menyebabkan kematian teroris itu dan gugurnya seorang polisi dari keamanan nasional serta seorang petugas dari (departemen) penyelidikan Kairo.

Sumber-sumber keamanan menyebutkan setidaknya tiga warga sipil juga terluka akibat ledakan itu.

Upaya serangan pada Jumat lalu membuat dua polisi dan tiga warga sipil cedera ringan ketika sebuah bom rakitan meledak selama upaya untuk menjinakkannya.

Pasukan keamanan Mesir telah melancarkan serangan terhadap gerilyawan selama setahun terakhir yang difokuskan di semenanjung Sinai Mesir.

Serangan di ibukota relatif jarang terjadi, namun sebuah bom di pinggir jalan di Giza pernah meledak dan menewaskan tiga wisawatan Vietnam dan seorang pemandu Mesir pada Desember 2018.

Iran mengecam keras serangan teroris terhadap pos pemeriksaan militer di kawasan Sinai Utara, dan mendesak kerja sama kolektif di antara semua negara untuk memerangi terorisme.

“Terorisme adalah ancaman umum bagi negara-negara kawasan dan perjuangan melawan fenomena tak menyenangkan ini membutuhkan tekad yang tulus dan kerja sama bersama oleh semua negara,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qassemi, Senin.

Dia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal. (reuters/presstv)