Jakarta, ICMES. Pasukan pendudukan Israel dan pemukim Zionis menyerbu Masjid Al-Aqsa, untuk hari kedua berturut-turut pada Senin pagi (18/4). Pasukan Israel dalam jumlah besar menyerbu Masjid Al-Aqsa untuk menghalau jemaah Palestina dari halaman Masjid Al-Aqsa sebelum para pemukim Zionis menyerbu.

Presiden Sayid Ebrahim Raisi memperingatkan Israel untuk tidak mencoba melakukan tindakan anti-kepentingan Iran karena itu akan mengubah rezim Zionis menjadi target serangan militer Iran.
Kementerian Luar Negeri Iran mengecam normalisasi hubungan dengan Israel dan menyatakan pihaknya sedang menempuh langkah-langkah diplomatik untuk menghentikan pelanggaran Israel terhadap Masjid Al-Aqsa di kota Quds, Palestina.
Berita Selengkapnya:
Kontak Telefon dengan Abbas, Putin Kecam Aksi Israel terhadap Orang Palestina
Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam percakapan telepon, Senin (18/4), membahas perkembangan situasi Palestina dan internasional, serta hubungan bilateral antara kedua negara.
Kantor Berita Palestina, Wafa, melaporkan bahwa dalam panggilan telepo itu Presiden Putin menegaskan dukungan Rusia kepada hak bangsa Palestina, dan bahwa Rusia akan terus memberikan dukungan politiknya untuk perjuangan Palestina di semua forum internasional dan terkait dengan apa yang terjadi di kota Quds (Yerussalem) dan Masjid Al-Aqsa.
Putin mengecamaksi Israel melarang jamaah Palestina mengakses Masjid Al-Aqsha, dan menekan keharusan Israel menghormati status historis Masjid Al-Aqsha dan Quds.
Mengenai ketahanan pangan, Putin menekankan bahwa Rusia akan menyediakan semua kebutuhan Palestina dan importir lainnya di Timur Tengah berupa gandum dan produk-produk Rusia lainnya sesuai langkah-langkah Rusia, dan akan melakukan segala upaya untuk mencapai solusi negosiasi bagi krisis Ukraina.
Di pihak lain, Presiden Mahmoud Abbas menjelaskan kepada Putin perkembangan terbaru, terutama “apa yang terjadi di kota Quds berupa serangan sehari-hari ke Masjid Al-Aqsa oleh para pemukim ekstremis (Zionis) di bawah perlindungan pasukan pendudukan Israel, yang bertindak secara brutal terhadap jamaah, dalam pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan status quo hukum dan sejarah.â€
Presiden Palestina berterima kasih kepada Rusia atas “sikapnya mendukung hak-hak bangsa Palestina di semua forum internasional.”
Presiden Abbas menekankan perlunya “menghormati hukum internasional, dan bekerja untuk mengakhiri pendudukan Israel atas tanah Negara Palestina, dengan Quds Timur sebagai ibu kotanya, di bawah naungan Kuartet Internasional dan sesuai dengan legitimasi internasional,” dan “keharusan pemberian perlindungan internasional bagi bangsaPalestinaâ€.
Putin dan Abbas sepakat untuk terus melakukan kontak dan pembicaraan antara keduanya di semua level. (raialyoum)
Warga dan Pasukan Zionis Serang Masjid Al-Aqsa lagi, Penembak Jitu Diposisikan di Atap
Pasukan pendudukan Israel dan pemukim Zionis menyerbu Masjid Al-Aqsa, untuk hari kedua berturut-turut pada Senin pagi (18/4). Pasukan Israel dalam jumlah besar menyerbu Masjid Al-Aqsa untuk menghalau jemaah Palestina dari halaman Masjid Al-Aqsa sebelum para pemukim Zionis menyerbu.
Pasukan penembak jitu Israel ditempatkan di atap Masjid Al-Aqsa dan bangunan sekitarnya, dan polisi memaksa jemaah mengosongkan halaman masjid, untuk kemudian mereka mengizinkan pemukim Zionis u menyerbunya melalui kelompok-kelompok yang masing-masing terdiri atas sekira 40 orang.
Puluhan jemaah Muslim di dalam Masjid Al-Qibla berusaha melawan aksi Zionis tersebut sembari meneriakkan takbir dan yel-yel siap berkorban demi al-Aqsha. Pasukan pendudukan menyerang wanita di Kubah Al-Sakhra di Al-Aqsa bersamaan dengan serbuan pemukim Zionis.
Pasukan Israel menutup sekitar Jalan Al-Wad di Kota Tua Quds (Yerussalem), sementara 200 pemukim bersiap untuk menyerbu Masjid Al-Aqsa.
Perdana Menteri Otoritas Palestina Muhammad Shtayyeh di Ramallah mengatakan bahwa pasukan Zionis bertindak brutal dan naik ke tahap kriminal karena menyerang orang-orang tua, anak-anak kecil dan kaum wanita
Shtayyeh menegaskan bahwa agresi berulang kali ini harus dihentikan demi menjaga kesucian Masjid Al-Aqsa, sembari menegaskan bahwa “tempat itu hanya untuk Muslimâ€.
Dikutip kantor berita resmi Palestina, Wafa, Shtayyeh dalam pidatonya pada awal rapat pemerintah di Ramallah, Senin, mengapresiasi kutukan berbagai negara terhadap serangan brutal Israel belakangan ini terhadap Masjid Al-Aqsa dan jamaah yang ada di dalamnya.
Dia menyebut Israel tak peduli terhadap kecaman lisan dan tertulis yang bersifat pasif sehingga diperlukan tindakan baru terhadap rezim pendudukan Israel agar menghentikan serangan dan pelanggaran ini.
Shtayeh memastikan bahwa Presiden Palestina Mahmoud Abbas terus bergerak setiap hari dengan menghubungi para pemimpin dunia melalui telepon dan pesan demi menghentikan eskalasi Israel.
Shtayyeh juga memuji keteguhan orang-orang Palestina, terutama di Quds, dan perlawanan mereka terhadap sepak terjang Israel untuk menciptakan realitas baru di Masjid Al-Aqsha, termasuk upaya mereka untuk memaksakan pembagian waktu dan ruang di komplek Masjid Al-Aqsa. (raialyoum)
Presiden Raisi: Israel Bisa Jadi Sasaran Gempuran Militer Iran
Presiden Sayid Ebrahim Raisi memperingatkan Israel untuk tidak mencoba melakukan tindakan anti-kepentingan Iran karena itu akan mengubah rezim Zionis menjadi target serangan militer Iran.
“Pesan kepada rezim Zionis adalah bahwa jika kalian berusaha untuk menormalkan hubungan dengan negara-negara di kawasan, kalian harus tahu bahwa langkah kalian sekecil apa pun tak akan tersembunyi dari penglihatan angkatan bersenjata, intelijen, dan pasukan keamanan kami,†kata Raisi dalam kata sambutannya pada parade militer yang digelar di depan area makam pendiri Republik Islam, Imam Khomeinei ,di Teheran Selatan untuk menandai Hari Tentara Nasional, Senin (18/4).
“Ketahuilah bahwa jika gerakan kalian sekecil apa pun terjadi terhadap bangsa kami, angkatan bersenjata kami akan menyasar pusat rezim Zionis, dan kekuatan angkatan bersenjata kami tidak akan membiarkan kalian tenang,” tambahnya.
Sementara itu, Panglima Angkatan Darat Iran Brigjen Kioumars Heidari menyatakan bahwa pasukan Angkatan Darat Iran sekarang mengandalkan senjata dan peralatan militer buatan dalam negeri untuk memasok kebutuhan mereka untuk membela negara.
“Angkatan Darat sekarang mandiri, percaya diri, dan hamba yang saleh dari Republik Islam Iran,†kata Heidari dalam pidota pada upacara memberi penghormatan kepada Imam Khomeini di makamnya.
Dia juga menegaskan,“Angkatan Bersenjata Iran sedemikian kuat sehingga mereka telah beberapa kali menjatuhkan wibawa AS yang kosong dan palsu di kawasan.†(fna)
Iran: Normalisasi Hubungan dengan Arab Membuat Kejahatan Israel Makin Merajalela
Kementerian Luar Negeri Iran mengecam normalisasi hubungan dengan Israel dan menyatakan pihaknya sedang menempuh langkah-langkah diplomatik untuk menghentikan pelanggaran Israel terhadap Masjid Al-Aqsa di kota Quds, Palestina.
Dalam konferensi pers mingguannya, Senin (18/4), juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan, “Kita menyaksikan lagi pelanggaran terhadap kesucian Al-Aqsa. Bangsa Palestina mempersembahkan syuhada, sementara kita menyaksikan kebungkaman organisasi-organisasi internasional dan negara-negara Islam.”
Khatibzadeh menyindir sejumlah negara Arab yang menormalisasi hubungan dengan Israel.
“Normalisasi hubungan beberapa negara Arab dan Islam dengan Rezim Zionis (Israel) membuat kejahatan entitas ini terus menjadi-jadi,†ujarnya.
Dia menambahkan, “Kami menempuh langkah-langkah diplomatik untuk menghentikan pelanggaran ini, dan kami akan melanjutkan tindakan kami, karena entitas Zionis akan menghentikan tindakannya hanya ketika menghadapi tanggapan yang tegas.”
Saeed Khatibzadeh juga mengatakan, “Tanpa mempedulikan kesalahan perhitungan beberapa negara dan praktik mereka terhadap urusan Palestina, Iran selalu berusaha kondisisten pada urusan ini dan mencegah upaya entitas Zionis menebar perpecahan di antara negara-negara Islam. Kami menyayangkan normalisasi hubungan beberapa negara dengan Israel serta sandiwara-sandiwara yang mereka lakukan dalam rangka ini.†(raialyoum)







