Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 18 Februari 2020

Assad melambaikan tanganJakarta, ICMES. Presiden Suriah Bashar Assad mengucapkan selamat kepada penduduk Aleppo atas kemenangan Pasukan Arab Suriah (SAA) merebut kembali kawasan sekitar kota Aleppo.

Panglima pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayjen Hossein Salami memastikan bahwa balasan Iran terhadap serangan AS yang menggugurkan mantan komandan Pasukan Quds IRGC Jenderal Soleimani belum selesai.

Sedikitnya tujuh orang tewas dan 25 lainnya menderita luka akibat ledakan bom bunuh diri di lokasi dekat sebuah pawai keagamaan di kota Quetta, Pakistan.

Berita selengkapnya:

Presiden Assad Ucapkan Selamat Kepada Penduduk Aleppo atas Kemenangan Tentara Suriah

Presiden Suriah Bashar Assad mengucapkan selamat kepada penduduk Aleppo atas kemenangan Pasukan Arab Suriah (SAA) merebut kembali kawasan sekitar kota Aleppo di bagian utara negara ini, dan terus bertempur hingga dapat membebaskan semua wilayah yang masih belum mereka kuasai.

Dalam beberapa hari terakhir, SAA berhasil membebaskan puluhan distrik dan desa di sekitar kota Aleppo dari pendudukan kelompok-kelompok pemberontak dan teroris, terutama Hay’at Tahrir al-Sham alias Jabhat al-Nusra, yang semula bermarkas di sana dan sesekali melancarkan serangan roket ke daerah-daerah permukiman kota terbesar di Suriah tersebut.

Dalam pidato yang ditayangkan di televisi resmi Suriah, Senin (17/2/2020), Presiden Assad mengatakan, “Perang pembebasan provinsi Aleppp dan Idlib berlanjut, tanpa peduli kepada gelembung-gelembung suara kosong yang dari utara (Turki), sebagaimana berlanjutnya perang pembebasan seluruh tanah Suriah, pembasmian teroris, dan penegakan stabilitas.”

Dia menambahkan, “Namun, kita menyadari sepenuhnya bahwa pembebasan ini tidak berarti berakhirnya perang, tidak berarti jatuhnya rencana-rencana ataupun musnahnya terorisme, dan tidak berarti menyerahnya musuh, melainkan berarti penyungkuran hidung mereka ke tanah sebagai pendahuluan atas kekalahan mereka secara total, cepat ataupun lambat, dan ini juga berarti bahwa alih-alih tunduk kita justru bersiap menyongsong pertempuran yang akan datang.”

Setelah menguasai jalur internasional Aleppo – Damaskus, SAA secara bertahap bergerak maju di daerah sekitar kota Aleppo, dan pada Ahad lalu berhasil mengendalikan seluruh jalur yang mengitari kota ini dengan memulihkan kendalinya atas sekitar 30 desa dan kota.

Pada hari itu televisi pemerintah Suriah menayangkan sukacita warga Aleppo atas kemajuan pasukan dan mengamankan kota ini dari serangan roket kawanan teroris, yang selama ini telah menjatuhkan ratusan korban jiwa meskipun SAA menguasai lingkungan timur kota ini sejak akhir tahun 2016.

Kemajuan SAA di Aleppo tercapai dalam serangan besar-besaran yang mereka lakukan sejak Desember 2019 di kawasan Idlib dan sekitarnya. Serangan itu difokuskan pada pedesaan selatan Idlib, kemudian pedesaan barat Aleppo dan barat daya yang bersebelahan.

Operasi militer  SAA selama dua minggu terakhir membangkitkan ketegangan antara Damaskus dan Ankara sehingga bahkan sempat terjadi konfrontasi sengit antara pasukan Suriah dan pasukan Turki hingga jatuh beberapa korban dari kedua belah pihak. (raialyoum)

Komandan IRGC: Balasan Terhadap AS Belum Selesai, Cita-Cita Tertinggi Soleimani Harus Tercapai

Panglima pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayjen Hossein Salami memastikan bahwa balasan Iran terhadap serangan AS yang menggugurkan mantan komandan Pasukan Quds IRGC Jenderal Soleimani belum selesai.

Dalam wawancara dengan channel al-Mayadeen yang berbasis di Libanon, Senin (17/2/2020), Salami menjelaskan bahwa jenderal legendaris Iran itu mendapat simpati bukan hanya dari bangsa Iran, melainkan juga dari bangsa-bangsa tertindas dari pelbagai penjuru dunia, dan dia datang ke Irak secara terbuka dan resmi atas undangan para pejabat Negeri 1001 Malam ini, sementara pasukan AS adalah serdadu dari negara jauh yang telah menerornya sehingga hak Iran untuk membalas dan membela diri menjadi sangat jelas.

Menurutnya, aksi teror itu sangat keterlaluan, dan Iranpun telah memberikan reaksi secara militer dan strategi tersendiri dan tegas agar segera dimengerti, dan telah disaksikan oleh seluruh khalayak dunia.

“Kami harus menghentikan AS pada titik itu, dan menjelaskan kepada mereka bahwa mereka harus mengubah perhitungan dalam berhadapan dengan Iran,” ujarnya, sembari mengingatkan bahwa Iran bukanlah seperti negara lain yang tak bereaksi ketika diagresi oleh AS.

“Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang 52 situs di Iran jika Iran membalas, tapi kamipun tetap membalas, dan dengan demikian kami telah mencokok wibawa Washington yang artifisial itu,” imbuhnya.

Salami lantas memastikan bahwa serangan balasan IRGC yang menerjang pangkalan-pangkalan udara yang ditempati pasukan AS di Irak, termasuk Ain Assad, bukanlah balasan penghabisan, melainkan justru awal pembalasan.

Dia menyatakan bahwa di AS tak ada sasaran sosok sekaliber Soleimani, yang “seandainyapun Trump dan para pejabatnya kita timbang maka tetap Soleimanilah yang lebih berbobot”.

Panglima IRGC menegaskan bahwa Iran fokus pada perjuangan memusnahkan entitas Zionis dan eksistensi AS di kawasan Timteng, dan Iran siap menghadapi segala skenario perang dengan AS ketika menggempur pangkalan militer di Irak.

Mengenai Hizbullah Libanon dia memastikan kelompok pejuang pimpinan Sayid Hassan Nasrallah ini sekarang “puluhan kali lebih tangguh” daripada kekuatannya dalam perang tahun 2006 di mana mereka dapat mengalahkan Israel.

“Israel harus ingat bahwa mereka berhadapan dengan Hizbullah yang sudah jauh lebih bersenjata, digdaya, dan terlatih… Israel terlampau kecil dan lemah dibanding AS, dan semua titik yang mereka duduki terjangkau oleh gempuran kami… Israel hendaknya tidak menggantungkan kepada AS, karena pihak-pihak lain juga telah berbuat demikian tapi hasilnya nihil,” sumbarnya.

Salami kemudian menegaskan bahwa dukungan Iran akan terus menguat kepada bangsa-bangsa tertindas di Palestina, Libanon, Suriah, Yaman, Bahrain, dan Afghanistan.

Dia juga menjelaskan berbagai kemajuan pesat dan prestasi Iran di bidang militer, termasuk peningkatan presisi rudal-rudal negara republik Islam ini,  kemampua pesawat nirawaknya melakukan penjelajahan sejauh ribuan kilometer dan melancarkan operasi serangan secara akurat dan melampaui sistem pertahanan udara lawan, serta akurasi yang sistem pertahanan rudalnya sendiri yang tak kalah hebatnya dengan pertahanan udara negara-negara maju.

Jenderal Salami memastikan negaranya sekarang juga sanggup menjalani perang besar di laut, termasuk dengan mengerahkan ribuan perahu supercepat.

Dia kemudian menutup pernyataannya dengan menegaskan, “Kami akan melanjutkan jalan Syahid Soleimani hingga cita-cita beliau tercapai.”

Sebelum itu, dia juga menekankan bahwa cita-cita tertinggi Soleimani adalah pembebasan Al-Quds, sesuai nama yang disandang divisi pasukan IRGC yang dipimpinannya. (raialyoum)

Bom Bunuh Diri Terjang Pawai Keagamaan di Pakistan, 7 Orang Tewas

Sedikitnya tujuh orang tewas dan 25 lainnya menderita luka akibat ledakan bom bunuh diri di lokasi dekat sebuah pawai keagamaan di kota Quetta, Pakistan, Senin (17/2/2020).

Menteri dalam negeri provinsi Balochistan barat daya, Ziaullah Langove, mengatakan bom itu meledak di dekat lokasi acara yang diselenggarakan oleh kelompok Ahle Sunnat Wal Jammat (ASWJ), sebuah partai politik yang diduga terkait dengan kelompok bersenjata sektarian.

“Seorang penyerang datang dengan sepeda motor, dan dia dihentikan oleh polisi (di dekat pawai), lalu ada ledakan, ” kata Langove, seperti dikutip Aljazeera.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab.

Para korban dilarikan ke rumah sakit utama Quetta yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi serangan.

“Kami telah menerima tujuh mayat,” ujar juru bicara rumah sakit, Waseem Baig.

Dia menambahkan bahwa sedikitnya delapan di antara puluhan korban luka berada dalam kondisi kritis. (aljazeera)