Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 17 September 2019

kebakaran pabrik minyak saudi2Jakarta, ICMES. Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan bahwa produksi minyak di kawasan Teluk Persia akan terjamin aman jika Yaman kembali aman.

Menteri Energi AS Rick Perry menuduh Iran berusaha menyerang seluruh sistem energi dunia dengan cara membom fasilitas minyak Arab Saudi.

Rusia mengingatkan kepada masyarakat internasional untuk tidak “terburu mengambil kesimpulan” terkait dengan serangan terhadap pabrik raksasa minyak Arab Saudi.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahi menyatakan negaranya siap menghadapi segala bentuk “provokasi yang mungkin akan dilakukan Iran” setelah terjadi serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi.  Berita selengkapnya:

Rouhani: Produksi Minyak di Kawasan Teluk Persia Dijamin Aman Jika Yaman Aman

Presiden Iran Hassan Rouhani mengomentari kasus serangan Ansarullah (Houthi) terhadap kilang minyak Arab Saudi dengan mengatakan bahwa produksi minyak di kawasan Teluk Persia akan terjamin aman jika Yaman tidak lagi mendapat serangan udara setiap hari, yang membuat bangsa negara ini terpaksa membela diri dengan berbagai cara.

“Tentang ini, pembicaraan harus diawali dengan bagaimana hal itu akan berpengaruh pada pasar minyak. Saya ingin mengarahkan perhatian kepada masalah keamanan,” ujar Rouhani dalam jumpa pers bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Ankara, ibu kota Turki, Senin (16/9/2019).

“Yaman mendapat serangan udara setiap hari hingga orang-orang tak berdosa di negara ini terbunuh. Karena itu bangsa Yaman terpaksa membalas,” imbuhnya.

Rouhani juga mengatakan bahwa persenjataan terus mengalir ke Saudi untuk dipakai menyerang bangsa Yaman.

“Apa yang dilakukan oleh bangsa Yaman adalah membela diri,” tegasnya.

Presiden Iran kemudian menyebutkan bahwa krisis Yaman hanya bisa diselesaikan melalui jalur politik dan kanal diplomatik, sebagaimana gejolak Suriah mereda dengan Perjanjian Astana.

Dia mengatakan, “Negara-negara regional dapat memulihkan perdamaian dan stabilitas di Yaman. Ketika keamanan Yaman pulih maka produksi minyak di kawasan akan aman.” (mm/rtarabic)

Menteri Energi AS Tuduh Iran Berada di Balik Serangan Terhadap Kilang Minyak Saudi

Menteri Energi AS Rick Perry menuduh Iran berusaha menyerang seluruh sistem energi dunia dengan cara membom fasilitas minyak Arab Saudi.

“Ini merupakan serangan yang disengaja terhadap eknomi dunia dan pasar energi global,” tudingnya dalam pertemuan tahunan perwakilan energi nuklir internasional di Wina, Austria, Senin (16/9/2019).

Dia menyatakan bahwa meskipun “Iran melakukan upaya-upaya keji” AS percaya bahwa pasar minyak masih dapat menolerir kondisi ini, dan AS pun siap memberikan bantuan dengan cadangan minyaknya untuk menutupi kekurangan suplai Saudi.

Senada dengan ini, Presiden AS Donald Trump menyatakan negaranya berkomitmen menyokong para sekutunya, menyusul serangan yang menerjang kilang-kilang minyak Saudi. Trump menyatakan demikian sembari menegaskan bahwa AS sudah tidak lagi memerlukan  pasokan minyak dan gas dari Timteng.

“Kami tidak membutuhkan minyak dan gas Timteng, dan sebenarnya jumlah kapal-kapal tanker kami di sana sedikitnya sekali, tapi kami akan membantu para sekutu kami,” ungkapnya melalui Twitter.

Sebelumnya, di Twitter dia juga membuat pernyataan keras terkait dengan serangan tersebut.

“Suplai minyak Arab Saudi diserang. Ada alasan untuk percaya bahwa kita tahu pelakunya, (AS dalam posisi) locked and loaded tergantung dengan verifikasi (pelakunya). Tapi kita tetap harus menunggu penjelasan dari Kerajaan (Saudi) tentang siapa yang mereka percaya menjadi penyebab atas serangan ini, dan dengan syarat apa kita dapat bergerak!” tulisnya.

Kelompok pejuang Ansarullah mengaku bertanggungjawab atas serangan tersebut, namun para petinggi AS bersikukuh menuduh Iran berada di balik serangan itu.  (railayoum)

Rusia dan UE Minta Semua Pihak Tahan Diri Pasca Serangan ke Kilang Minyak Saudi

Pemerintah Rusia mengingatkan kepada masyarakat internasional untuk tidak “terburu mengambil kesimpulan” terkait dengan serangan terhadap pabrik raksasa minyak Arab Saudi, yang disusul dengan tuduhan AS terhadap Iran meskipun kelompok Ansarullah (Houthi) di Yaman mengaku bertanggungjawab atas serangan itu.

“Kami menyerukan kepada semua negara untuk menahan diri dan tidak terburu mengambil kesimpulan yang dapat memperburuk keadaan. Sebaliknya, semua hendaknya menjaga kebijakan yang membantu peredaan situasi,” ujar Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, Senin (16/9/2019).

Dia menambahkan, “Peristiwa ini memprihatinkan dan berdampak yang sangat memprihatinkan bagi pasar (minyak) dunia… Semoga Saudi dapat memperbaiki kerusakan secepanya.”

Harga minyak mengalami kenaikan, Senin, bersamaan dengan meningkatnya ketegangan militer antara AS dan Iran, menyusul insiden serangan pesawat nirawak yang menyebabkan terjadi kebakaran hebat pada dua pabrik minyak Saudi.

Kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) mengaku bertanggungjawab atas serangan itu, namun Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo segera membuat pernyataan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa serangan itu diluncurkan dari Yaman.

Sementara itu, Juru bicara Uni Eropa (UE) Federica Mogherini menyerukan kepada segenap pihak terkait agar “sedapat mungkin menahan diri” setelah AS menuding Iran bertanggungjawab atas serangan tersebut.

“Yang penting ialah pembuktian secara jelas atas fakta yang ada dan memastikan tanggungjawab atas serangan yang memprihatinkan ini. Di saat yang sama, UE kembali menyerukan agar sedapat mungkin menahan diri dan meredakan ketegangan,” imbaunya.  (raialyoum)

Netanyahu Nyatakan Israel Siap Terlibat Jika AS Berkonfrontasi dengan Iran

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahi menyatakan negaranya siap menghadapi segala bentuk “provokasi yang mungkin akan dilakukan Iran” setelah terjadi serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi.

Hal itu dia katakan kepada Radio Militer Israel saat ditanya mengenai kesiapan Rezim Zionis Israel menghadapi apa yang disebut penanya sebagai provokasi Iran, Senin (16/9/2019).

Dia menambahkan, “Saya mementingkan keamanan Israel 360 derajat, dan dapat saya katakan bahwa kita sangat siap.”

Netanyahu kemudian memastikan kesiapan Israel untuk kemungkinan terlibat dalam konfrontasi antara AS dengan Iran menyusul serangan yang menerjang dua pabrik minyak Saudi.

Seperti diketahui, Sabtu dini hari lalu dua pabrik raksasa minyak milik perusahaan minyak nasional Saudi, Aramco, di Abqaiq dan Khuraish terkena serangan hingga terjadi kebakaran hebat pada keduanya hingga melumpuhkan separuh produksi minyak Saudi.

Gerakan Ansarullah di Yaman mengaku telah melancarkan serangan itu dengan mengerahkan 10 pesawat nirawak. Namun demikian, para pejabat AS susul menyusul menuding Iran berada di balik serangan itu, dan Iranpun membantah keras tudingan mereka. (mm/rtarabic)