Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 16 Maret  2021

kota rudal iran 15-3-21Jakarta, ICMES. Angkatan laut Korps Pengawal Revolusi Islam Iran mengungkap satu lagi pangkalan rudal atau yang lazim disebut “kota rudal” bawah tanah.

Komandan Pusat Komando AS (CENTCOM), Jenderal Kenneth McKenzie menyatakan negaranya tidak menghendaki perang melawan Iran meskipun siap menghadapi segala kemungkinan.

Military Watch Magazine (MWM) melaporkan rincian mengenai serangan besar yang dilancarkan Tentara Arab Suriah (SAA) terhadap stasiun penyulingan minyak ilegal di provinsi Idlib dan timur laut Aleppo. MWM menyebut serangan itu sebagai “pukulan telak bagi Turki”.

Pangkalan dan konvoi militer AS di Irak mendapat serangan roket.

Berita Selengkapnya:

[Video]: AL Korps Garda Revolusi Islam Iran Ungkap Kota Rudal Baru Bawah Tanah

Angkatan laut (AL) Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran mengungkap satu lagi pangkalan rudal atau yang lazim disebut “kota rudal” bawah tanah.

Kota rudal itu diresmikan dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh komandan IRCG Mayjen Hossein Salami, komandan AL IRGC Laksamana Muda Tangsiri, dan sejumlah petinggi militer lain, Senin (15/3).

Pangkalan itu ditempati oleh berbagai sistem dan rudal jelajah dan balistik dengan beragam jarak jangkau.

Dilaporkan bahwa Alutsista itu membuat AL IRGC mampu meluncurkan rudal presisi dari bawah tanah, meluncurkan ranjau laut dengan jarak yang berbeda, menembak pada 360 derajat, menghadapi peperangan elektronik, dan meningkatkan daya jangkauan dan penghancuran dalam operasi.

Semua sistem tersebut diproduksi oleh para ahli Iran di Kementerian Pertahanan, perusahaan berbasis pengetahuan, dan pusat penelitian IRGC.

Salah satu sistem rudal yang baru diluncurkan berkemampuan mengubah target setelah penembakan rudal.

“Hari ini, sebagian dari kekuatan rudal kami yang menawarkan keunggulan di medan perang dan telah dikembangkan oleh para ahli dan kemampuan dalam negeri memasuki bagian operasional Angkatan Laut IRGC,” kata Brigadir Jenderal Tangsiri dalam upacara tersebut.

Dia menambahkan bahwa proses menjadikan Angkatan Laut IRGC “lebih kuat” akan terus berlanjut. Dia memperingatkan bahwa musuh-musuh Iran akan menerima “pukulan mematikan” jika mereka mencoba melancarkan agresi terhadap negara republik Islam ini.

Laporan yang ada tak menyebutkan kota rudal baru tersebut terletak di daerah mana. (mna)

Jenderal AS: Kami Siap, Tapi Tak Menghendaki Perang Melawan Iran

Komandan Pusat Komando AS (CENTCOM), Jenderal Kenneth McKenzie menyatakan negaranya tidak menghendaki perang melawan Iran meskipun siap menghadapi segala kemungkinan.

“AS menerapkan kebijakan tekanan maksimum terhadap Iran dalam dua tahun terakhir, dan pemerintahan Presiden Joe Biden sekarang berniat mengevaluasi pendekatan ini,” ungkap McKenzie dalam wawancara dengan saluran TV LBCI Libanon, Senin (15/3).

Dia menambahkan, “AS tidak menginginkan perang melawan Iran, dan pemerintahan Biden berniat mengevaluasi jalan ke depan bersamanya.”

Mengenai ancaman Iran untuk membalas darah mantan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Jenderal Qasem Soleimani, McKanzie mengatakan, “Angkatan Bersenjata AS siap menghadapi segala kemungkinan, dan kami siap membalas jika dirasa perlu.”

Dia menyinggung perkembangan situasi di Saudi dan Irak dengan mengatakan, “Serangan terhadap Saudi oleh Houthi (Ansarullah) adalah tindakan agresif, dan serangan terhadap pasukan kami di Irak yang kemungkinan kuat dilakukan oleh proksi Iran juga tindakan agresif. Pada gilirannya semua ini tidak akan membantu siapapun yang berusaha melihat dengan lebih tenang.”

Penerus Jenderal Soleimani, Mayjen Esmail Qaani, Jumat pekan lalu kembali menegaskan sumpahnya untuk tetap akan membalas darah Jenderal Soleimani pada saatnya yang tepat.

Suara penghancuran tulang belulang orang-orang Amerika akan terdengar pada saatnya yang tepat,” tegasnya.

McKenzie dalam sebuah wawancara beberapa waktu lalu mengaku belum pernah melihat serangan terhadap AS seperti yang terjadi pada gempuran beberapa rudal balistik IRGC ke Ain Al-Assad, yang dilancarkan sebagai pembalasan atas terbunuhnya Soleimani.

Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyebut serangan rudal Iran itu baru sekedar tamparan, sedangkan pembalasan yang sesungguhnya masih akan terjadi secara tersendiri.

Komandan Pasukan Quds IRGC Mayjen Qassem Soleimani terbunuh bersama wakil ketua pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis, serta beberapa orang lain yang menyertai keduanya, akibat serangan udara AS pada tanggal 3 Januari 2020. (raialyoum)

Military Watch Magazine: Suriah Lancarkan Serangan Telak terhadap Turki dengan Rudal Korut

Military Watch Magazine (MWM) melaporkan rincian mengenai serangan besar yang dilancarkan Tentara Arab Suriah (SAA) terhadap stasiun penyulingan minyak ilegal di provinsi Idlib dan timur laut Aleppo. MWM menyebut serangan itu sebagai “pukulan telak bagi Turki”.

Dikutip Al-Alam, Senin (15/3), MWM menyebutkan bahwa berdasarkan laporan militer AS, Idlib sekarang dikategorikan sebagai “perlindungan terbesar di dunia bagi Al-Qaeda sejak 2001 di mana sebanyak lebih dari 50,000 jihadis menduduki kawasan itu”.

Tanpa menyebutkan sumber, MWM melaporkan bahwa SAA telah menggunakan rudal balistik presisi asal Korut dalam serangannya terhadap stasiun penyulingan di Idlib, yaitu rudal KN-02 Toksa jarak pendek berbahan bakar padat, dan serangan itu menjadi “pukulan telak bagi Turki” karena Idlib merupakan kawasan yang dikuasai pemberontak dan militan yang didukung Turki.

Menurut MWM, rudal Korut itu dimiliki SAA sejak pertengahan dekade pertama abad 21 dan merupakan duplikat rudal balistik Tochka peninggalan eks-Uni Soviet yang juga digunakan oleh Suriah dalam jumlah kecil.

Majalah itu juga menyebutkan bahwa instalasi-instalasi minyak di Idlib merupakan sumber utama pendapatan kelompok-kelompok bersenjata yang mengusai provinsi tersebut, dan keberadaan instalasi itu di luar kendali pemerintah Suriah menyebabkan kendala signifikan dalam upaya pemulihan ekonomi negara ini pasca-perang, karena Damaskus juga terisolasi dari beberapa pendapatan utama, terlebih setelah AS menguasai sumber-sumber minyak di Suriah timur.

“Serangan ke instalasi minyak di Idlib dapat dianggap sebagai peringatan akan kemungkinan serangan terhadap instalasi-instalasi minyak utama yang digunakan oleh musuh-musuh Damaskus secara ilegal di masa mendatang,” ungkap MWM.

Dua kawasan Al-Bab dan Jarablus di bagian timur laut Aleppo yang dikuasai pasukan Turki Ahad lalu dilanda beberapa serangan rudal secara beruntun yang menerjang pos-pos pengumpulan minyak curian Suriah di daerah-daerah yang ditempati milisi Turkmen.

Sumber-sumber lokal kepada Sputnik mengatakan, “Sejumlah besar rudal yang tidak diketahui asalnya pada Minggu malam telah menyasar pasar bahan bakar utama di dekat desa Al-Hamran, selatan Jarablus, mengakibatkan ledakan besar yang mengguncang seluruh wilayah tersebut sebagai akibat dari ledakan sejumlah besar tanki yang menampung minyak curian Suriah, selain sejumlah kilang minyak ilegal Harraqat milik kawanan bersenjata pro-Turki.”

Serangan rudal itu menyebabkan kebakaran besar dan luas di pasar tersebut dan sekitarnya, menjatuhkan banyak korban tewas dan luka, dan menyebabkan kerusakan dan kerugian materi dalam jumlah besar. (alalam)

Pangkalan dan Konvoi Militer AS di Irak Diserang Roket

Pangkalan dan konvoi militer Amerika Serikat (AS) di Irak mendapat serangan roket, Senin (15/3).

Seorang narasumber di pasukan keamanan Irak kepada Sputnik mengatakan bahwa Pangkalan Balad milik Angkatan Udara Irak terkena serangan dua roket.

“Dua roket menghantam pangkalan udara Balad di utara Baghdad,” kata sumber itu.

Pangkalan Udara Balad yang menampung tentara dan kontraktor AS terletak di sekitar 80  kilometer  utara Baghdad, ibu kota Irak.

Menurut media UEA, sebanyak tujuh roket ditembakkan ke pangkalan udara tersebut.

Sejauh ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, dan tidak ada pula kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Laporan lain dari Saberin News Channel menyebutkan bahwa konvoi logistik militer AS juga terkena serangan bom yang dipasang di tepi jalan di provinsi Babil.

Kelompok Irak bernama Ashab al-Kahf mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, dan tidak ada korban atau kerusakan yang dilaporkan dalam insiden tersebut.

Kamis pekan lalu empat bom pinggir jalan meledak secara terpisah di dekat konvoi truk yang membawa peralatan logistik milik pasukan koalisi pimpinan AS, masing-masing di provinsi Anbar di Irak barat , provinsi Babil di Irak tengah, provinsi Basra dan provinsi Muthanna di Irak selatan yang berbatasan dengan Arab Saudi dan Kuwait. (amn/mna)