Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 16 Juni 2020

korban tewas anak yamanJakarta, ICMES. Kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) di Yaman mengecam keras penghapusan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi dari daftar hitam pihak-pihak yang bertanggungjawab atas pembunuhan anak-anak kecil di Yaman.

Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa  para ilmuwan dan pakar muda Iran telah bekerja keras sehingga dalam waktu singkat dapat mencapai teknologi rudal mutakhir sesuai target.

Kementerian Pertahanan Turki mengumumkan bahwa pasukan negara ini dalam operasi bersandi “Cakar Elang” telah menghancurkan 81 target milik Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di Irak utara, sementara Irak mengecam operasi militer tersebut.

Sebuah kapal kargo Rusia telah difoto saat transit Selat Bosphorus, Istanbul, Turki, menuju perairan Mediterania, di saat Rusia terus mengirim peralatan militer untuk Pasukan Arab Suriah (SAA).

Berita selengkapnya:

PBB Hapus Koalisi Arab dari Daftar Hitam, Begini Kecaman Ansarullah Yaman

Kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) di Yaman mengecam keras penghapusan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi dari daftar hitam pihak-pihak yang bertanggungjawab atas pembunuhan anak-anak kecil di Yaman.

Ketua Dewan Tinggi Revolusi Yaman, Mohammad Ali Al-Houthi, yang berafiliasi dengan Ansarullah, di Twitter, Senin malam (15/6/2020), menyebut penghapusan itu sebagai anarkisme yang merasuk dalam tubuh PBB.

“Penghapusan Arab Saudi dari laporan tahunan PBB tentang anak-anak dalam konflik ini terjadi bersamaan dengan pembantaian baru yang dilakukan oleh Arab Saudi dan Amerika di Provinsi Saada yang menggugurkan 13 orang, termasuk anak kecil dan perempuan,” tulis Al-Houthi.

Dia  menambahkan bahwa tindakan ini “menegaskan anarkisme dan pengabaian PBB terhadap standar kemanusiaan”.

Sebelumnya di hari yang sama, Sekjen PBB  Antonio Guterres menghapus koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi dari daftar hitam AS.

Koalisi itu dikutuk dan masuk dalam daftar tersebut selama beberapa tahun karena telah membunuh dan melukai banyak anak kecil di Yaman.

Guterres dalam laporan tahunannya kepada Dewan Keamanan PBB berdalih bahwa penghapusan itu diputuskan karena telah terjadi penurunan kasus tewas dan lukanya anak kecil akibat serangan udara koalisi Arab di Yaman, dan karena adanya implementasi langkah-langkah perlindungan anak-anak.

Koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi masuk daftar hitam pada tahun 2017, setelah PBB menyaksikan kasus-kasus kekejaman terhadap anak-anak di Yaman dalam serangan militer Arab Saudi dan sekutunya. PBB bahkan mencatat koalisi itu telah menewaskan 683 anak kecil serta menyerang 38 sekolah dan rumah sakit pada tahun 2016.

Daftar hitam itu adalah bagian dari laporan tahunan PBB tentang anak-anak dalam perang dan konflik bersenjata. (rtarabic/reuters)

Pasukan Elit Iran Kembangkan Rudal Canggih Baru

Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa  para ilmuwan dan pakar muda Iran telah bekerja keras sehingga dalam waktu singkat dapat mencapai teknologi rudal mutakhir sesuai target.

Komandan Pasukan Dirgantara IRGC Jenderal Amir Ali Haji Zadeh menyebutkan capaian berupa rudal baru berpemandu, yang dinilainya signifikan meningkatkan kemampuan IRGC di lapangan.

“Kombinasi departemen-departemen spesialisasi di sektor industri pertahanan telah memberikan kontribusi pada pencapaian besar. Anda dapat menghilangkan hambatan dan mematahkan batasan yang dikenakan terhadap kemajuan dan pengembangan dengan terlibat dalam berbagai sektor khusus terkait,” ujarnya.

Pekan lalu IRGC mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara “Tabas” dan “Mersad” berhasil merontokkan target udara.

Kantor berita Tasnim milik Iran melaporkan, “Pada hari kedua dari 97 latihan perang gabungan pertahanan negara antara unit-unit IRGC dan angkatan bersenjata Republik Islam Iran, rudal darat-ke-udara Shalamjah telah menghantam target musuh virtual dan membuatnya hancur lebur. Sistem rudal jarak menengah TPS milik IRGC juga telah diuji kesiapannya dalam manuver-manuver ini dengan meluncurkan rudal ke arah target, dan menghancurkan target musuh virtual. ”

Iran telah memproduksi rudal-rudal baru di dalam negeri, meskipun mendapat peringatan dari Amerika Serikat dan sekutunya terkait dengan arsenal balistik negeri mullah tersebut. (amn)

Video: Serangan Udara Turki di Irak

Kementerian Pertahanan Turki, Senin (15/6/2020), mengumumkan bahwa pasukan negara ini dalam operasi bersandi “Cakar Elang” telah menghancurkan 81 target milik Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di Irak utara, sementara Irak mengecam operasi militer tersebut.

Melalui  akun Twitter resminya, Pertahanan Turki membagikan sebuah video rekaman detik-detik penembakan misil angkatan udara Turki terhadap pangkalan-pangkalan di Irak utara.

“Gambar-gambar pertama Operasi Cakar Elang, di mana lubang-lubang teroris dihancurkan,” cuit Kementerian Pertahanan Turki sebagai keterangan untuk video tersebut.

Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengucapkan selamat kepada pilot angkatan udara atas keberhasilan operasi militer tersebut, sembari mengatakan, “Sarang-sarang para teroris tempat mereka melakukan provokasi terhadap negara kita, rakyat kita, pos-pos militer kita dan pangkalan-pangkalan militer kita telah dihancurkan, dan dari mana mereka berusaha melancarkan serangan-serangan teroris.”

Di pihak lain, Komando Operasi Bersama Irak (JOC) di hari yang sama mengutuk serangan udara Turki tersebut.

Seperti dilaporkan Xinhua, JOC dalam statemennya menyebutkan sebanyak 18 jet tempur Turki pada Ahad malam lalu melancarkan serangkaian serangan udara ke kamp-kamp pengungsi di Sinjar, sekitar 100 km sebelah barat, Mosul, ibukota provinsi Nineveh, dan kawasan Makhmour, sekitar 60 km Tenggara Mosul.

JOC menambahkan bahwa jet-jet tempur tempur Turki juga melintas di angkasa al-Kuwayr, Erbil dan al-Shirqat, di kedalaman 193 km wilayah Irak.

JOC menyebut serangan udara Turki itu “tindakan provokatif dan tidak konsisten pada prinsip kerukunan hidup bertetangga sesuai konvensi internasional, dan merupakan pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan Irak”.

Irak mendesak Turki menghentikan pelanggaran wilayah Irak, dan memastikan Baghdad “siap sepenuhnya untuk kerjasama antara kedua negara untuk mengendalikan situasi keamanan di perbatasan bersama”.

Pasukan Turki acapkali melancarkan operasi darat, serangan udara dan pengeboman artileri terhadap posisi militan PKK di Irak Utara, terutama Pegunungan Qandil, pangkalan utama PKK yang dicap Turki sebagai organisasi teroris. (amn/fna)

Rusia Dilaporkan Menyuplai Senjata Tentara Suriah untuk Serangan Baru di Idlib

Sebuah kapal kargo Rusia telah difoto saat transit Selat Bosphorus, Istanbul, Turki, menuju perairan Mediterania, di saat Rusia terus mengirim peralatan militer untuk Pasukan Arab Suriah (SAA).

Menurut pengamat kelautan Turki, Yoruk Isik, kapal roro berbendera Rusia TGK-SPB yang bermarkas di Rusia, Sparta, yang dimiliki oleh Oboronlogistika milik Kementerian Pertahanan, transit di Selat Bosphorus dalam perjalanan menuju pelabuhan Tartous di Suriah.

Isik mengatakan kargo kapal itu memuat pasokan militer dan teknis untuk SAA yang sedang mempersiapkan serangan baru di Provinsi Idlib.

Sejak pasukan Turki melancarkan serangan sengit ke posisi-posisi tentara Suriah pada awal Maret, militer Rusia meningkatkan pengiriman pasokan senjata ke Suriah untuk mengisi kembali peralatan yang musnah.

Pasokan terbaru Rusia antara lain berupa tank dan mobil lapis baja pengangkut personel (APC), yang perlu diganti karena arsenal SAA di Suriah barat laut hancur atau rusak parah akibat serangan Turki.

Laporan lain menyebutkan bahwa rudal jelajah Kalibr Rusia telah berulang kali digunakan di Suriah untuk menggempur kelompok-kelompok teroris, termasuk ISIS  dan Hay’at Tahrir Al-Sham (HTS).

Menurut majalah “Natsionalniya Oporna” (Pertahanan Nasional), target rudal jelajah 3M-14 Rusia yang diluncurkan dari Laut Kaspia pada 7 Oktober 2015 adalah pabrik granat dan alat peledak, pusat komando, amunisi, depot bahan bakar, serta pangkalan pelatihan teroris di provinsi Raqqa, Idlib dan Aleppo. (amn)