Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 16 Juli 2019

Federica MogheriniJakarta, ICMES: Negara-negara Eropa penandatangan perjanjian nuklir Iran tidak menilai pelanggaran-pelanggaran Teheran terhadap perjanjian itu sebagai tindakan krusial yang memicu perselisihan serius.

Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan pihaknya prihatin atas pembatasan perjalanan terhadap Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif selama kunjungannya ke New York, AS.

Israel mengajukan permintaan kepada Rusia agar menjauhkan kelompok pejuang Hizbullah dari kawasan Dataran Tinggi Golan milik Suriah yang diduduki Israel.

Sedikitnya 11 warga sipil tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat ledakan bom pinggir jalan di provinsi Kandahar, Afghanistan.

Berita selengkapnya:

UE: Pengurangan Komitmen Iran Kepada JCPOA Tidak Signifikan

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini menyatakan bahwa negara-negara Eropa penandatangan perjanjian nuklir Iran tidak menilai pelanggaran-pelanggaran Teheran terhadap perjanjian itu sebagai tindakan krusial yang memicu perselisihan serius, dan karena itu  mereka memilih optimalisasi diplomasi untuk meredakan krisis.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis usai pertemuan para menteri luar negeri UE di Brussles, Senin (15/7/2019), Federica Mogherini, mendesak Iran mengakui upaya-upaya Perancis, Inggris dan Jerman menyelamatkan perjanjian tahun 2015  - yang juga ditandatangani oleh China dan Rusia – itu setelah AS secara sepihak meninggalkannya pada Mei 2018.

Sejak itu, Washington dan Teheran terlibat eskalasi ketegangan di kawasan Teluk Persia.

“Kesepakatan itu tidak sehat, tetapi masih hidup… Kami mengajak Iran untuk membalikkan langkah-langkahnya dan kembali sepenuhnya mematuhi perjanjian,” kata Mogherini.

Dia menambahkan, “Kenyataannya adalah bahwa kesepakatan itu telah menghindarkan Iran dari pengembangan senjata nuklir, dan itu telah efektif. Saya pikir semua orang saat ini mengakui tidak ada alternatif untuk kesepakatan ini … Sebagai sebuah komunitas internasional pada umumnya, itu adalah kunci untuk mempertahankan situasi setenang mungkin di kawasan itu.”

Penyataan ini dirilis Mogherini kurang dari seminggu setelah Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengkonfirmasi bahwa Iran telah melampaui batas pengayaan uranium 3,67% yang ditetapkan oleh kesepakatan nuklir, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

Dia juga mengatakan transaksi pertama sebagai bagian dari mekanisme untuk memfasilitasi perdagangan dengan Iran sedang diproses, dan sebanyak delapan negara anggota telah bergabung dengan saluran perdagangan itu, yang secara resmi disebut Instrumen dalam Mendukung Pertukaran Perdagangan (INSTEX), atau telah menyatakan minat mereka untuk melakukannya.

Mogherini menekankan bahwa saluran perdagangan Eropa dengan Iran itu terbuka untuk pihak ketiga.

Presiden Iran Hassan Rouhani pada 8 Mei lalu mengumumkan penangguhan beberapa komitmen negaranya kepada JCPOA, tepat setahun setelah AS secara sepihak keluar darinya. (presstv/aljazeera)

PBB Sesalkan Pembatasan AS Terhadap Menlu Iran di New York

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kepada AS, Senin (15/7/2019), menyatakan pihaknya prihatin atas pembatasan perjalanan terhadap Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif selama kunjungannya ke New York, AS, minggu ini.

Zarif tiba di New York, Minggu, setelah Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menandatangani izin kunjungan itu di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Tetapi, kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS,  Zarif hanya diperkenankan melakukan perjalanan antara PBB, misi Iran untuk PBB, kediaman duta besar Iran untuk PBB, dan Bandara John F Kennedy di New York.

Pejabat itu menuduh menteri luar negeri Iran menggunakan kebebasan AS “untuk menyebarkan propaganda fitnah”, dan menyebut Zarif “corong otokrasi yang menekan kebebasan berbicara”.

Juru bicara PBB Farhan Haq, Senin, mengatakan kepada wartawan bahwa sekretariat PBB “berhubungan erat dengan misi tetap AS dan Iran ke PBB, dan telah menyampaikan keprihatinannya kepada negara tuan rumah”.

“Sekretariat sadar akan langkah-langkah perjalanan terbatas yang diberlakukan oleh negara tuan rumah terhadap personil misi permanen Iran ke PBB. Sekretariat berhubungan erat dengan misi permanen AS dan Iran ke PBB mengenai masalah ini dan telah menyampaikan keprihatinannya kepada negara tuan rumah,” ungkapnya.

Teheran mengatakan bahwa pembatasan terhadap Zarif itu tidak akan mempengaruhi “jadwal kerjanya”.

“Memberlakukan pembatasan kehadirannya di beberapa jalan di New York tentu tidak akan mempengaruhi jadwal kerjanya,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Moussavi.

Setelah ke New York, Zarif dijadwalkan bertolak menuju ke Venezuela, Nikaragua, dan Bolivia.

Berdasarkan perjanjian 1947 AS berkewajiban mengizinkan akses ke PBB. Namun, utusan khusus AS untuk Iran, Brian Hook, kepada saluran Fox News mengklaim bahwa larangan itu diberlakukan “dengan cara yang sepenuhnya konsisten” dengan perjanjian tersebut.

Akhir bulan lalu, Washington mengancam akan mencantumkan Zarif ke dalam daftar hitam, tindakan yang praktis akan menghalangi upaya AS menggunakan jalur diplomatik untuk menyelesaikan perselisihannya dengan Teheran. Namun, sebuah sumber mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa Washington memutuskan untuk menunda tindakan itu.

Ketegangan AS-Iran memburuk sejak Presiden AS Donald Trump tahun lalu keluar dari perjanjian nuklir multinasional 2015 untuk membatasi program nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi. (alalam/aljazeera)

Israel Minta Rusia Jauhkan Hizbullah dari Golan

Media Israel melaporkan bahwa negara ilegal Zionis ini telah mengajukan permintaan kepada Rusia agar menjauhkan kelompok pejuang Hizbullah dari kawasan Dataran Tinggi Golan milik Suriah yang diduduki pasukan Zionis.

Badan Penyiaran Israel, Makan, Senin (15/7/2019), tanpa memberikan penjelasan rinci, menyebutkan bahwa Tel Aviv meminta Moskow menerapkan langkah-langkah yang pernah ditempuhnya dahulu untuk mencegah penempatan pasukan Iran di sekitar kawasan tersebut.

Menurut lembaga pemberitaan resmi Israel ini, informasi intelijen pada empat bulan lalu mengungkapkan adanya penempatan pasukan Hizbullah di bagian wilayah Golan Suriah dengan tujuan “membangun infrastruktur teroris.”

Makan melanjutkan bahwa sepak terjang Israel selama ini hanya menjadi kendala bagi Hizbullah tanpa meniadakan keberadaan kelompok pejuang asal Libanon ini  di sana, dan karena itu Tel Aviv lantas mengajukan permintaan tersebut kepada Moskow beberapa hari setelah Israel dan Hizbullah terlibat aksi saling gertak lagi.

Belum lama ini pemimpin Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah mengungkapkan optimismenya dengan mengatakan bahwa suatu saat nanti dia akan dapat menunaikan shalat di Al-Quds (Baitul Maqdis/Yerussalem), yang berarti bahwa negeri Palestina akan dapat segera dibebaskan dari penjajahan kaum Zionis.

Di lain pihak, pejabat Israel menegaskan bahwa dengan jet tempur siluman F-35 Israel dapat menerobos masuk ke wilayah negara-negara musuhnya seperti Libanon, Suriah, dan Iran tanpa sepengetahuan mereka.  (raialyoum)

Ledakan Bom Tewaskan 11 Orang di Afghanistan

Sedikitnya 11 warga sipil tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat ledakan bom pinggir jalan di provinsi Kandahar, Afghanistan, Senin (15/7/2019).

Kepala kepolisian provinsi Kandahar, Tadin Khan, menyebut ledakan itu sebagai serangan teror yang terjadi sekitar pukul 02:00 malam waktu setempat ketika sebuah truk penuh penumpang menggilas bom pinggir jalan yang ditanam oleh kelompok militan Taliban.

“Dalam ledakan itu, 11 orang gugur dan 34 lainnya terluka. Perempuan dan anak-anak termasuk di antara korban, ”ujar Khan.

Juru bicara militer Afghanistan Ahmad Sadiq Esa mengkonfirmasi jumlah korban tersebut, sementara Gubernur Kandahar Hayatullah Hayat meningkatkan jumlah korban tewas menjadi 13. Menurut Hayat,  insiden itu terjadi di daerah Darzab di distrik Khakrez di provinsi tersebut, dan pelakunya adalah Taliban.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Kelompok Taliban yang dituduh sebagai pelakunya belum berkomentar atas insiden yang terjadi di tempat kelahirannya itu.

Insiden itu terjadi dua hari setelah Taliban mengklaim serangan bom lainnya di sebuah hotel di Qala-e-Naw, ibu kota provinsi Badghis, yang menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai hampir selusin lainnya, yang sebagian besar adalah pasukan keamanan. (aljazeera)