Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 15 Maret 2022

Jakarta, ICMES. Media Iran melaporkan rincian teknis serangan rudal Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) terhadap markas intelijen Israel MOSSAD di kota Erbil, Kurdistan Irak, yang terjadi pada dini hari Ahad lalu.

Media Israel melaporkan bahwa situs-situs internet pemerintah Israel lumpuh dan tak dapat beroperasi akibat serangan siber.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba menyatakan bahwa Iran tidak mendukung perang Rusia di Ukraina, setelah dia melakukan panggilan telepon dengan sejawatnya dari Iran, Hossein Amir Abdollahian, menjelang kunjungan Abdollahian ke Moskow.

Panglima Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Abdul Rahim Mousavi menegaskan bahwa “keunggulan Iran di bidang drone” akan memainkan peran utama dalam menentukan situasi perang di masa mendatang.

Berita Selengkapnya:

Media Iran Ungkap Rincian Serangan Rudal IRGC ke Markas Intelijen Israel di Erbil

Media Iran melaporkan rincian teknis serangan rudal Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) terhadap markas intelijen Israel MOSSAD di kota Erbil, Kurdistan Irak, yang terjadi pada dini hari Ahad lalu.

Kantor berita resmi Iran, IRNA, Senin (14/3), menyebutkan bahwa dalam serangan itu IRGC menggunakan rudal Fateh-110 yang berjarak jangkau 300 kilometer.

Pejabat bidang pertahanan kepada IRNA mengatakan, “Fateh-110 adalah rudal balistik yang bekerja dengan bahan bakar padat dan berbobot 3.320 kilogram, termasuk 448 bobot hulu ledaknya.”

Dilaporkan pula bahwa rudal itu ditembakkan dari salah satu situs rudal IRGC di bagian barat Iran, dan rudal Fateh dalam dua tipenya, yaitu Fateh-110 yang berjarak jangkau 300 kilometer dan Fateh-313 yang berjarak jangkau 500 kilometer, tergolong rudal Iran yang berpresisi paling tinggi.

Sebelumnya, Humas IRGC dalam sebuah pernyataan mengkonfirmasi bahwa pasukan elit Iran ini telah menyerang sebuah markas stategis Israel dengan rudal kuat dan pemindai titik sebagai reaksi atas aksi-aksi agresif Israel terhadap Iran belakangan ini.

IRGC juga memperingatkan bahwa jika Israel mengulangi tindakan kotor itu maka rezim Zionis ini akan mendapat “balasan sengit, tegas dan menghancurkan”.

Pemerintah Iran mengeluarkan peringatan bahwa negara ini tak akan menolerir ancaman apapun yang berasal dari wilayah Irak, menyusul serangan IRGC ke “sebuah markas strategis” Israel di wilayah Kurdistan Irak.

Seakan menanggapi kecaman dari berbagai pihak di Irak atas serangan itu, Jubir Kemlu Iran Saeed Khatibzadeh dalam jumpa pers, Senin (14/3), mengatakan, “Tak bisa diterima jika salah satu negara tetangga kami yang terhubung dengan kami dengan ikatan yang kuat menjadi sebuah pusat ancaman terhadap Republik Islam.”

Dia menambahkan bahwa “Iran tak akan menolerir ”keberadaan “pusat konspirasi anti negara kami dan pengiriman teroris” di negara tetangga melalui perbatasan. (raialyoum)

Serangan Siber Terbesar Anti-Israel, Peretas Iran Lumpuhkan Situs-Situs Internet Rezim Zionis

Media Israel melaporkan bahwa situs-situs internet pemerintah Israel lumpuh dan tak dapat beroperasi akibat serangan siber.

Media Israel pada , Senin malam (14/3), melaporkan, “Para pengguna layanan memberitahukan bahwa mereka tak dapat mengakeses situs-situs itu, dan para menteripun juga tak dapat membuka situs-situs elektronik pemerintah.”

Media Israel menambahkan bahwa sejauh ini belum diketahui pasti penyebab lumpuhnya situs-situs pemerintah Israel. Namun demikian, situs Hamal dan Haaretz yang berbasis di Israel menduga bahwa serangan siber Iranlah penyebabnya. Hamal melaporkan bahwa beberapa pengguna akun Twitter Iran menyatakan bahwa situs-situs Israel sekarang mendapat serangan dari para peretas Iran.

Media Israel menlaporkan, “Perdana Menteri (Naftali) Bennett meninggalkan sesi pemerintah untuk jangka waktu lebih dari dua jam… dan di kantornya mereka tidak memberikan tanggapan.”

Media Israel juga menyebutkan, “Serangan siber melumpuhkan website pemerintah… dan diperkirakan bahwa peretas Iran berada di baliknya.”

Media Israel juga mengutip lembaga keamanan dan militer yang mengatakan bahwa “serangan siber dilakukan terhadap situs-situs pemerintah. Keadaan darurat telah diumumkan di Badan Keamanan Siber Nasional.”

Seorang pejabat keamanan Israel menyatakan serangan siber kali ini tergolong serangan siber terbesar anti-Israel selama ini, dan dia menduga ada negara atau organisasi besar di belakangnya.

Dia menjelaskan bahwa situs yang diserang adalah Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kehakiman, Kementerian Kesejahteraan dan Kantor Perdana Menteri.

Menteri Komunikasi Israel, Yoaz Hendel, juga mengkonfirmasi bahwa kerusakan yang mempengaruhi situs-situs resmi adalah hasil dari serangan siber, namun tidak ada kekhawatiran akan kebocoran informasi. (raialyoum/alalam)

Sebut Iran “Anti-Perang”, Menlu Ukraina Titip Pesan untuk Rusia

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba menyatakan bahwa Iran tidak mendukung perang Rusia di Ukraina, setelah dia melakukan panggilan telepon dengan sejawatnya dari Iran, Hossein Amir Abdollahian, menjelang kunjungan Abdollahian ke Moskow yang dijadwalkan pada hari ini, Selasa (15/3).

“Iran menentang perang di Ukraina dan mendukung solusi damai,” cuit Kuleba di Twitter, Senin (14/3), seperti dikutip Rai Al-Youm.

“Saya meminta untuk menyampaikan pesan saya di Moskow: Rusia harus berhenti membom warga sipil, mematuhi gencatan senjata, dan mundur dari Ukraina,” imbuhnya.

IRNA melaporkan bahwa dalam pembicaraan telefon pada Senin malam itu kedua pihak telah membicarakan krisis Ukraina, dan Abdollahian menekankan bahwa Iran mendukung setiap upaya diplomatik  untuk penyelesaian damai krisis Ukraina.

Keduanya antara lain bertukar pandangan mengenai mekanisme penjagaan keamanan kantor-kantor diplomatik, pengiriman bantuan kemanusiaan dan masalah-masalah lain yang menjadi kepentingan bersama.

Menteri luar negeri Iran menguraikan pendirian dan prinsip negaranya dalam menentang perang.

“Pembicaraan politik, seperti pertemuan baru-baru ini antara menteri luar negeri Ukraina, Rusia dan Turki di Anatolia adalah penting, dan semua ini perlu diperkuat dan dilanjutkan,” ujarnya.

Menyinggung akar krisis Ukraina, dia menegaskan, “Tanpa pandang bulu, kami menentang perang di Ukraina, Yaman, Afghanistan, dan di manapun di dunia.”

Abdollahian juga menyinggung bantuan kemanusiaan Iran untuk para pengungsi Ukraina di wilayah perbatasan Polandia-Ukraina, serta upaya koordinasi dengan Polandia untuk mengirim tim dokter medis untuk membantu mereka.

Di pihak lain, Kuleba mengapresiasi pendekatan damai dan kebijakan anti-perang Teheran serta bantuan kemanusiaan Iran untuk para pengungsi Ukraina. Dia juga menekankan bahwa pemerintah Ukraina melakukan yang terbaik untuk menjaga keamanan kantor diplomatik. (raialyoum/irna)

Singgung Fatwa “Jihad Ekspalanasi”, Komandan Militer Iran Sebut Peran Besar Pasukan Drone

Panglima Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Abdul Rahim Mousavi menegaskan bahwa “keunggulan Iran di bidang drone” akan memainkan peran utama dalam menentukan situasi perang di masa mendatang.

Dalam kata sambutan pada pertemuan Dewan Tertinggi Angkatan Udara Iran, Mousavi menyinggung seruan “jihad eksplanasi” Pemimpin Besar Iran Sayid Ali Khamenei.

“Pernyataan Pemimpin Besar dalam masalah ini adalah berkenaan dengan jihad yang mendesak, sangat akurat dan cerdas, karena kubu musuh negara ini menyiarkan kebohongan dan membalikkan fakta sebagai upaya untuk merampas semangat keagamaan dan patriotik serta nilai-nilai luhur kemanusiaan dari rakyat Iran,” ujarnya.

Mousavi melanjutkan: “Selama 43 tahun terakhir ini Angkatan Udara penuh dengan epos, kebanggaan dan keagungan, dan berjaya  di tengah blokade total selama delapan tahun Pertahanan Suci (Perang Iran-Irak 1980-1988), dan sejak itu sampai sekarang telah menjalankan misi apa pun dengan sukses dan jaya.”

Mousavi juga menjelaskan, “Kemandirian negara ini dimulai dari Angkatan Udara melalui pembuatan suku cadang, yang merupakan salah satu pekerjaan utamanya. Dan sekarang, di samping pesawat berawak, juga menjadi kekuatan yang unggul di bidang pesawat nirawak.”

Panglima militer Iran kemudian menegaskan, “Dilihat dari program 20-tahun yang diikutinya, pesawat nirawak akan memainkan peran utama dalam menentukan nasib di medan perang. Prestasi ini dicapai dengan kebanggaan dan kemerdekaan pemuda negeri tercinta ini di bawah petunjuk Pemimpin Besar Revolusi Islam.” (mm/alalam)