Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 15 Desember 2020

trump-rouhaniJakarta, ICMES. Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan negaranya akan terus melawan semua tekanan, dan baru akan kembali kepada kewajibannya jika pihak lain kembali kepada komitmennya terhadap perjanjian nuklir.

Otoritas Operasi Perdagangan Maritim Inggris mengumumkan terjadi ledakan di sebuah kapal tanker yang membawa bendera Saudi Arab dari pelabuhan Jeddah di Laut Merah.

Tentara Arab Suriah (SAA) menemukan dan menyita sejumlah besar senjata dan amunisi buatan Israel dan negara-negara Barat, serta pesawat pengintai milik kawanan bersenjata.

Delegasi Uni Emirat Arab (UEA) mengunjungi Tembok Buraq/Tembok Ratapan, yang terletak di sisi barat Masjid Al-Aqsa di kota Quds (Baitul Maqdis/Yerussalem).

Berita Selengkapnya:

Soal Nuklir dan Rudal, Rouhani Pastikan Iran Terus Melawan Segala Tekanan

Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan negaranya akan terus melawan semua tekanan, dan baru akan kembali kepada kewajibannya jika pihak lain kembali kepada komitmennya terhadap perjanjian nuklir. Dia juga menegaskan bahwa Iran berhak membalas pembunuhan ilmuwan nuklirnya, Mohsen Fakhrizadeh.

Dalam konferensi pers di hadapan media lokal dan asing, Senin (14/12), Rouhani menyebutkan bahwa perang ekonomi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah dikalahkan dan seluruh dunia mengakui itu, dan bahwa seluruh dunia menekan AS agar kembali ke kesepakatan nuklir.

“Kami tidak memperkenankan penghapusan perjanjian nuklir ini, karena tujuan utama Trump adalah menghancurkan perjanjian ini, tapi dia juga gagal melakukannya, dan kami mengerahkan upaya kami untuk menjaga perjanjian tetap hidup agar memainkan peran yang sesuai di negara ini,” ujar Presiden Iran.

“Kami telah memperoleh hak-hak kami dalam perjanjian nuklir, tentu kami tidak bermaksud bahwa tak ada kekurangan dalam perjanjian ini, mungkin ada kesalahan dalam perjanjian ini, tapi ini merupakan perjanjian penting, bersejarah dan belum pernah terjadi sebelumnya karena satu negara bernegosiasi dengan enam negara besar di tengah sanksi dan mampu mencapai kesuksesan,” imbuhnya.

Rouhani menilai perjanjian nuklir itu bertahan melawan kecongkakan Trump namun dengan kondisi patah tangan dan kaki, dan telah tiga kali mempermalukan AS dan Trump di PBB.

Dia juga menegaskan, “Diakhirinya sanksi berarti bahwa bangsa ini telah meraih salah satu haknya yang sah, dan diakhirnya sanksi yang diterapkan oleh AS berarti diakhirinya terorisme dan kejahatan ekonomi. Sanksi ini harus dilanggar, dan AS harus kembali pada komitmen yang telah dibuat sebelumnya, dan jika semua orang kembali kepada komitmen mereka, kamipun akan kembali pada komitmen kami.”

Rouhani memperingatkan, “Jika kelompok 5 + 1 (AS, Inggris, Prancis, Rusia, China dan Jerman) memenuhi semua komitmennya maka kami akan sepenuhnya kembali berkomitmen. Tidak ada apapun yang dapat menghalangi kami mengambil tindakan timbal balik  demi implementasi komitmen sepenuhnya.”

Rouhani menjelaskan, “Kami mulai mengurangi komitmen kami pada Mei 2019 dalam lima tahap, dan mengumumkan kepada pihak lain bahwa Republik Islam Iran tidak lagi peduli terhadap pembatasan aktivitas nuklir, dan pada tahap kelima kami mengumumkan bahwa kami telah mengurangi komitmen kami dan berterus terang menyatakan bahwa tidak akan ada komitmen lebih lanjut untuk pengayaan.”

Mengenai permintaan presiden terpilih AS Joe Biden serta Jerman dan Prancis untuk pertimbangan kembali kesepakatan nuklir tersebut, Rouhani mengatakan, “Saya belum mendengar dari mereka bahwa kita harus memiliki kesepakatan lain. Itu kata-kata Trump. Kalaupun pembicaraan ini ada, kami tidak akan menerima prasyarat apa pun. Perjanjian nuklir ini tak dapat dinegosiasikan (lagi), (karena) sudah dinegosiasikan sebelumnya, dan harus dilaksanakan.”

Mengenai proyek rudal Iran dan peran regional Iran, Rouhani menegaskan bahwa hal itu tak ada hubungannya dengan perjanjian nuklir, dan saat itu sudah dikemukakan dan dinyatakan tidak dapat dinegosiasikan.

Ditanya mengenai bagaimana Iran akan membalas pembunuhan ilmuwan nuklirnya, Mohsen Fakhrizadeh, Rouhani memastikan Fakhrizadeh dibunuh oleh pihak-pihak yang menginginkan pecahnya perang di Timteng menjelang berakhirnya masa jabatan Trump.  Dia juga menegaskan bahwa Iran berhak melakukan pembalasan pada saatnya yang tepat. (raialyoum)

Tanker Minyak Berbendera Saudi Meledak di Pelabuhan Jeddah, Akibat Serangan?

Otoritas Operasi Perdagangan Maritim Inggris mengumumkan terjadi ledakan di sebuah kapal tanker yang membawa bendera Saudi Arab dari pelabuhan Jeddah di Laut Merah.

Otoritas tersebut menyatakan bahwa penyelidikan sedang dilakukan, dan bahwa pihaknya mengimbau kepada kapal-kapal yang berlayar di kawasan tersebut agar berhati-hati.

AP melaporkan bahwa ledakan di kapal tanker itu berasal dari unsur eksternal, dan tidak menjatuhkan korban di antara awaknya yang berjumlah 22 orang, sementara otoritas Saudi belum berkomentar mengenai insiden yang terjadi pada dini hari Senin (14/12) tersebut.

Perusahaan pelayaran Hafnia mengumumkan bahwa salah satu tanker minyaknya terkena insiden yang berasal dari “sumber eksternal” yang belum diketahui, hingga menyebabkan kebakaran, dan itu terjadi ketika berlangsung bongkar muat kapal di pelabuhan Jeddah di Arab Saudi.

Perusahaan itu menambahkan, “(Kapal tanker) BW Rain terkena sumber eksternal saat bongkar muat di Jeddah, Arab Saudi, pada dini hari Senin sekitar pukul 00:40 waktu setempat, yang menyebabkan ledakan dan kebakaran berikutnya di atas kapal.”

Akibat Serangan

Kementerian Luar Negeri Mesir merisilis statemen yang menyatakan bahwa insiden itu terjadi akibat serangan yang dilancarkan melalui perahu.

“Mesir menegaskan kembali kecaman total dan penolakan terhadap tindakan teror dan sabotase yang menyasar perairan teritorial dan instalasi penting di Kerajaan Arab Saudi, karena merupakan ancaman terhadap keamanan dan stabilitas dan keamanan Kerajaan (Saudi) serta kebebasan pelayaran dan perdagangan internasional,” bunyi statemen itu.

Kementerian itu menambahkan, “Mesir juga menegaskan kembali pendiriannya yang teguh dalam mendukung Kerajaan dalam langkah-langkah yang diambil untuk mempertahankan tanah dan kedaulatannya, menjaga keamanan dan stabilitasnya, dan dalam upayanya untuk menghadapi segala bentuk terorisme dan pendukungnya.” (almayedeen/rta)

Penyitaan Temuan Senjata Buatan Israel dalam Jumlah Besar di Suriah

Tentara Arab Suriah (SAA) menemukan dan menyita sejumlah besar senjata dan amunisi buatan Israel dan negara-negara Barat, serta pesawat pengintai milik kawanan bersenjata.

Mengutip keterangan sumber dari pihak berwenang, kantor berita resmi Suriah, SANA, Senin (14/12), yang melaporkan bahwa penemuan senjata ini terjadi dalam tindak lanjut keamanan ketat yang dilakukan dengan kerjasama unit SAA di wilayah selatan.

“Sejumlah senjata dan amunisi ukuran sedang, berat dan ringan ditemukan dari sisa-sisa organisasi teroris, beberapa di antaranya buatan Israel, selain pesawat pengintai,” ungkap sumber itu.

Dia menyebutkan bahwa penyitaan mencakup lusinan senapan otomatis, senapan sniper, senapan mesin 23 mm dan 12,7 mm, granat, misil panggul, RPG, peluru dari berbagai kaliber, berbagai amunisi, termasuk buatan Israel, serta amunisi ringan dan senapan mesin, yang jumlahnya lebih dari 300 kotak dan lebih dari 230 ribu butir.

Dia menilai skala dan kualitas senjata ini menunjukkan adanya dukungan besar yang diterima kelompok-kelompok teroris dari badan-badan intelijen Barat dan regional untuk mempertahankan eksistensi kawanan yang diperangi dan dikalahkan oleh SAA. (amn)

Delegasi UEA Kunjungi Tembok Ratapan di Barat Masjid Al-Aqsa

Delegasi Uni Emirat Arab (UEA) mengunjungi Tembok Buraq/Tembok Ratapan, yang terletak di sisi barat Masjid Al-Aqsa di kota Quds (Baitul Maqdis/Yerussalem).

Beberapa penggalan video yang memperlihatkan kunjungan itu beredar, yang sebagian di antaranya diunggah di Youtube oleh RT Arabic, Senin (14/12), dan disebutkan bahwa delegasi itu ikut serta dalam upacara penyalaan lilin di dinding yang diyakini keramat oleh kaum Yahudi tersebut.

Juru bicara Perdana Menteri Israel, Ofer Gendelman, sebelumnya mengumumkan bahwa panduan wisata bagi para pengunjung tembok itu telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab.

“Sebagai bagian dari persiapan yang dibuat oleh lembaga pariwisata untuk menerima Emirat, Bahrain, dan wisatawan Arab lainnya di Israel, panduan wisata yang dibagikan kepada pengunjung  Tembok Ratapan di Yerusalem telah diterjemahkan ke Bahasa Arab,” ungkapnya.

Pada bulan September lalu UEA menandatangani perjanjian yang disponsori oleh Amerika Serikat untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. (rta)