Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 12 November 2019

hassan nasrallah lebanonJakarta, ICMES. Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menyebutkan kekuatan kelompok pejuang Ansarullah di Yaman semakin menghebat dan telah bergabung barisan poros resistensi anti-Israel.

Presiden Suriah Bashar al-Assad meragukan klaim Presiden AS Donald Trump bahwa pemimpin kelompok teroris ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, telah tewas dalam operasi militer AS.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengaku telah menemukan partikel uranium di sebuah situs di Iran yang belum dinyatakan sebelumnya oleh pihak berwenang di negara ini.

satu warga Palestina gugur syahid dan satu lainnya luka-luka terkena tembakan pasukan Zionis Israel di Tepi Barat.

Berita selengkapnya:

Nasrallah: Yaman Menghebat dan Bergabung dengan Poros Resistensi Anti-Israel

Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah dalam pidato televisi dalam rangka memperingati Hari Syahid, (11/11/2019), di Beirut, Libanon, selain berbicara mengenai kondisi dalam negeri, juga berbicara mengenai pesatnya perkembangan kekuatan militer Ansarullah (Houthi) di Yaman.

Dia menyebutkan kekuatan kelompok pejuang itu semakin menghebat dan telah bergabung barisan poros resistensi anti-Israel sehingga mencemaskan barisan musuh.

“Kubu Yaman (Ansarullah) telah memiliki senjata-senjata yang sangat canggih berupa rudal dan drone serta memiliki keberanian menggunakannya dan dengannya mereka menantang seluruh dunia,” ungkap Nasrallah.

Dia menjelaskan, “Para pejuang Yaman telah mencetak kemenangan-kemenangan hebat, mencengangkan, dan mendekati mukjizat di mana yang terbaru di antaranya ialah operasi ‘Kemenangan dari Allah’ (melawan pasukan Saudi di Najran)… Sekarang ada kekuatan baru nan tangguh dan sangat pemberani, yang masuk ke dalam front konfrontasi melawan musuh, Israel, dan ini disadari musuh dengan baik.”

Nasrallah memuji pernyataan pemimpin  Ansarullah Abdul Malik al-Houthi, bahwa Yaman sanggup melancarkan balasan telak jika mendapat serangan dari Israel.

“Pernyataan ini penting karena berasal dari seorang pemimpin kubu yang masih berperang melawan pasukan besar sejak lima tahun silam, dan sangat penting pula bahwa Ansarulah tidak membuka kartunya mengenai seragan balasan sesengit mungkin terhadap rezim musuh (Israel),” tutur Nasrallah, yang juga memuji kedahsyatan suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad saw di berbagai wilayah Yaman yang dikuasai oleh Ansarullah.

Mengenai kondisi ekonomi di Libanon dia mengatakan bahwa negara ini terus dibayangi terorisme AS, antara lain dengan menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan Cina siap berinvestasi di Libanon senilai miliaran Dolar, tapi AS tidak memperkenankannya.

Nasrallah juga menepis anggapan Menlu AS Mike Pompeo bahwa Iran adalah negara yang menyuburkan korupsi di Libanon. Dia menyoal Pompeo, “Mana korupsi yang didatangkan Iran ke Libanon? Jika di negara ini ada para koruptor maka mereka adalah kawan-kawan kalian sendiri. Apa yang dimaksud Pempoe mengenai pengaruh Iran di Libanon ialah resistensi yang hendak dia potong tangannya.”

Nasrallah memastikan bahwa kelompok pejuang Hizbullah di Libanon kini “berada di puncak kekuatan, eksistensi, dan signifikansinya sebagai bagian dari poros resistensi di kawasan”.

Dia juga menekankan bahwa era ancaman perang terhadap Iran “sudah berakhir” dan negara Republik Islam ini sekarang sudah keluar dari era ini dengan kondisi prima.  (raialyoum)

Presiden Suriah Ragukan Kematian Abu Bakar Al-Baghdadi

Presiden Suriah Bashar al-Assad meragukan klaim Presiden AS Donald Trump bahwa pemimpin kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (IS/ISIS/ISIL/DAESH), Abu Bakr al-Baghdadi, telah tewas dalam operasi militer AS.

Seperti dikutip PressTV, Senin (11/11/2019), Assad mengatakan dalam sebuah wawancara dengan RT milik Rusia bahwa operasi untuk membunuh Baghdadi adalah “tipuan”, karena politik AS “tidak berbeda dengan Hollywood; itu bergantung pada imajinasi. Bahkan bukan fiksi ilmiah, hanya imajinasi belaka.”

Al-Assad berspekulasi bahwa Al-Baghdadi bisa jadi diculik, disembunyikan, atau wajah dan penampilannya diubah melalui operasi plastik.

Pada akhir bulan lalu Trump mengumumkan bahwa Al-Baghdadi telah meledakkan dirinya, sekarat “seperti anjing,” dan “seperti pengecut” setelah pasukan AS menjebaknya di dalam terowongan buntu.

Rusia adalah negara pertama yang mempertanyakan “detail kontradiktif” ihwal operasi miiter S.

“Peningkatan jumlah peserta langsung dan negara-negara yang diduga mengambil bagian dalam operasi ini, masing-masing dengan perincian yang sepenuhnya kontradiktif, menimbulkan pertanyaan yang sah dan keraguan tentang realitasnya,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov belum lama ini.

Turki juga mengklaim Baghdadi terbunuh akibat kerja sama militer dan intelijen antara Ankara dan Washington.

Namun, Al-Assad juga mengecam Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan menyebutnya musuh Suriah karena dia merupakan pendukung utama pemberontak Suriah dan belakangan ini juga melancarkan invasi di Suriah timur laut terhadap gerilyawan Kurdi.

“Kita harus ingat bahwa Erdogan sejak awal perang bertujuan menciptakan masalah antara bangsa Suriah dan bangsa Turki, untuk menjadikan keduanya bermusuhan,” tuding Al-Assad.

Dia lantas menekankan bahwa pihaknya tidak ingin mengubah bangsa Turki menjadi musuh, dan di sini Rusia dan Iran berperan.

Al-Assad juga tidak mengesampingkan kemungkinan diadakannya pertemuan dirinya dengan Erdogan jika kepentingan nasional menuntut demikian. (presstv)

IAEA Laporkan Temuan Partikel Uranium di Lokasi Yang Tidak Diumumkan di Iran

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengaku telah menemukan partikel uranium di sebuah situs di Iran yang belum dinyatakan sebelumnya oleh pihak berwenang di negara ini.

Sebuah laporan rahasia tidak menyebutkan secara persis di mana situs itu berada, namun para inspektur diduga telah mengambil sampel dari sebuah lokasi di distrik Turquzabad di Teheran, ibu kota Iran, yaitu area yang pernah diklaim oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai tempat “gudang atom rahasia”.

Iran belum menanggapi laporan tersebut, tapi sebelumnya mengatakan lokasi itu hanyalah tempat pabrik pembersih karpet dan tidak melayani tujuan-tujuan tersembunyi.

Laporan IAEA itu juga mengkonfirmasi bahwa Iran melanjutkan pengayaan uranium di fasilitas bawah tanah Fordow miliknya, dan mengabaikan komitmen lainnya kepada perjanjian dengan sejumlah negara besar dunia pada tahun 2015.

Uranium yang diperkaya selain dapat digunakan untuk membuat bahan bakar reaktor juga dapat dipakai untuk membuat senjata nuklir.

Prancis, Inggris, dan Jerman yang turut terlibat dalam perjanjian itu mengaku “sangat prihatin” terhadap keputusan Iran dan menyebutnya semakin menyulitkan upaya mereka meredakan ketegangan di kawasan.

Sementara itu, Kepala Badan Tenaga Atom Iran (AEOI) Ali Akbar Salehi mengatakan negaranya telah meningkatkan produksi harian uranium yang diperkaya rendah (LEU) setelah melanjutkan pengayaan di fasilitas Fordow.

Kepada Associated Press, Senin, dia menyebutkan bahwa Iran sekarang memproduksi sedikitnya 5,5 kilogram uranium yang diperkaya rendah per hari, sementara produksi sebelumnya sekitar 450 gram per hari.

Dia menambahkan bahwa total kapasitas pengayaan harian akan secara bertahap meningkat dan bisa mencapai enam kilogram di kedua situs nuklir Natanz dan Fordow. (bbc/railayoum/presstv)

Satu Warga Palestina Gugur Diserang Pasukan Israel di Tepi Barat

Pihak Palestina melaporkan bahwa satu warga Palestina gugur syahid dan satu lainnya luka-luka terkena tembakan pasukan Zionis Israel di Tepi Barat, Senin (11/11/2019).

Kementerian Kesehatan Palestina dalam siaran persnya menyatakan bahwa seorang pemuda Palestina gugur akibat luka tembak parah di bagian dadanya saat terjadi bentrokan dengan tentara Israel di kamp pengungsi Al-Aroub di Hebron.

Sumber ini menyebutkan bahwa korban berada dalam kondisi yang sangat kritis ketika dilarikan ke Rumah Sakit Nasional di Hebron hingga kemudian meninggal dunia. (raialyoum)