Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 11 Februari 2020

pawai HUT-41 revolusi islam iranJakarta, ICMES. Jutaan rakyat Iran di seantero negara republik Islam ini turun ke jalan-jalan dan menggelar pawai akbar untuk menandai HUT ke-41 tahun kejayaan revolusi Islam.

Jumlah tentara AS yang terluka akibat serangan rudal balistik pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dilaporkan bertambah lagi menjadi lebih dari 100 orang.

Para aktivis di Suriah memublikasi beberapa foto yang memperlihatkan kehancuran beberapa tank dan kendaraan militer Turki akibat serangan artileri yang dilakukan Pasukan Arab Suriah (SAA) sebagai balasan atas serangan militer Turki terhadap beberapa posisi SAA di provinsi Idlib.

Berita selengkapnya:

Jutaan Rakyat Iran Gelar Pawai Akbar HUT ke-41 Kemenangan Revolusi Islam

Jutaan rakyat Iran di seantero negara republik Islam ini turun ke jalan-jalan dan menggelar pawai akbar, Selasa (11/2/2020), untuk menandai HUT ke-41 tahun kejayaan revolusi Islam atas rezim dinasti Pahlavi yang didukung AS pada tahun 1979.

Di Teheran, meski cuaca sangan dingin, lautan rakyat mengalir dari 12 rute utama menuju monumen Azadi Square yang menjadi ikon saksi sejarah kedahsyatan revolusi Iran yang dipimpin oleh alm. Imam Khomaini terhadap rezim Syah Pahlevi.

Presiden Hassan Rouhani dijadwalkan menyampaikan pidato di depan lautan rakyat di bundaran yang menjadi pusat perayaan hari revolusi Islam tersebut.

Rakyat Iran di berbagai kota dan daerah lain negara ini juga antusias menggelar pawai serupa demi memperbarui sumpah setia mereka kepada cita-cita Imam Khomeini, yang juga merupakan sosok pendiri negara Republik Islam Iran.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, pada peringatan kali ini rakyat Iran juga memekikkan slogan-slogan perlawanan terhadap musuh nomor wahidnya, AS, membakar bendera AS, dan mengutuk agenda-agenda kotor AS yang tak henti-hentinya memusuhi dan menekan bangsa Iran selama empat dekade terakhir.

Hanya saja, pawai akbar perayaan kali ini menjadi kian bergelora karena diselenggarakan bersamaan dengan peringatan 40 hari gugurnya jenderal legendaris Iran Qassem Soleimani, mantan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Jenderal Soleimani gugur bersama beberapa rekan seperjuangannya akibat serangan drone AS di Baghdad, ibu kota Irak, pada awal Januari lalu.

Jenderal Soleimani terpandang sebagai pahlawan besar dalam penumpasan terorisme di Timteng bukan hanya di mata bangsa Iran, melainkan juga di mata berbagai bangsa negara lain di kawasan ini dan bahkan di mata dunia. Karena itu, tindakan AS membunuh Jenderal Soleimani membuat sentimen anti-AS melonjak di Irak dan berbagai negara lain.

Di sela pawai akbar di Teheran, Kementerian Pertahanan dan Logistik Angkatan Bersenjata Iran menggelar pameran yang menampilkan sejumlah prestasi pertahanan negara ini, termasuk bom pintar, peluru kendali dan pengangkut personel lapis baja.

Lebih jauh, pawai akbar rakyat Iran juga diriuhkan oleh gelora penolakan dan kemarahan mereka terhadap prakarsa AS yang dinamai ôKesepakatan Abad Iniö terkait dengan isu Palestina-Israel.

Prakarsa itu sendiri juga ditolak mentah-mentah oleh seluruh komponen bangsa Palestina dan dinilai terlampau berpihak kepada Rezim Zionis Israel dalam mengkonsolidasikan pendudukannya atas áPalestina dan melakukan pelanggaran ásecara terbuka terhadap hukum internasional.

Sebelumnya, Menteri Intelijen Iran Mahmoud Alavi menyatakan bahwa rakyat Iran dalam perayaan ke-41 kemenangan revolusi Islam akan mengekspresikan sikap pantang mereka terhadap “Kesepakatan Abad Ini yang sudah gagal”

Dan benar, pada pawai hari ini rakyat Iran juga memekikkan slogan-slogan anti konspirasi AS-Israel, membakar bendera kedua negara ini, serta memancung boneka-boneka Presiden AS Donald Trump. (presstv/alalam)

Pentagon: Jumlah Tentara AS yang Terluka Akibat Serangan Iran Jadi 100-an Orang

Jumlah tentara AS yang terluka akibat serangan rudal balistik pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dilaporkan bertambah lagi menjadi lebih dari 100 orang.

Kementerian Pertahanan AS, Pentagon, Senin(10/2/2020), melaporkan bahwa lebih dari 100 tentara AS telah terdiagnosa mengalami cedera otak traumatis ringan akibat serangan rudal Iran terhadap pangkalan militer AS di Irak pada bulan lalu.

Jumlah tentara AS yang terluka oleh ledakan rudal balistik Iran di pangkalan udara Ain al-Assad, Irak, meningkat secara dramatis sejak 8 Januari. áPangkalan udara Ain al-Assad terletak di sekitar 100 mil sebelah barat Baghdad dan ditempati oleh sekitar 1500 tentara AS dan koalisi ketika saat serangan itu terjadi.

Presiden AS Donald Trump semula mengutip laporan awal bahwa sama sekali tidak ada tentara AS yang tewas ataupun terluka dalam serangan balasan Iran atas serangan drone AS yang menewaskan komandan Pasukan QUDS IRGC Mayjen Qassem Soleimani tersebut.

Seminggu kemudian, Pentagon mengakui 11 tentaranya sedang dirawat karena mengalami cedera otak traumatis.

Pada 31 Januari, jumlah itu meningkat menjadi 64 orang. Dan pada hari Senin kemarin diumumkan bahwa sebanyak 109 tentara telah didiagnosis menderita cedera otak traumatis ringan.

Menurut Pentagon, jumlah itu masih bisa berubah jika ada tambahan lagi pada jumlah pasukan yang mengalami gejala.

Reuters adalah kantor berita yang pertama kali melaporkan bahwa lebih dari 100 tentara telah didiagnosis menderita cedera otak.

Trump mendapat kecaman organisasi veteran AS karena dalam sebuah pernyataannya telah meremehkan cedera otak traumatis. (ut)

Konvoi Militer Turki Hancur Digempur Tentara Suriah

Para aktivis di Suriah memublikasi beberapa foto yang memperlihatkan kehancuran beberapa tank dan kendaraan militer Turki akibat serangan artileri yang dilakukan Pasukan Arab Suriah (SAA) sebagai balasan atas serangan militer Turki terhadap beberapa posisi SAA di provinsi Idlib, Senin (10/2/2020).

Dalam foto-foto itu terlihat beberapa truk tailer, tank dan amunisi Turki hangus secara total, dan terdapat laporan jatuhnya beberapa korban di pihak militer Turki dan kawanan bersenjata yang didukung Turki.

Kementerian Pertahanan Turki menyatakan enam tentara negara ini tewas dan tujuh lainnya terluka akibat serangan udara SAA ke beberapa posisi militer Turki di dekat bandara Taftanaz di bagian barat laut provinsi Idlib

Kementerian ini juga mengklaim bahwa sebanyak 101 tentara Suriah telah ôdinetralkanö (ditewaskan) oleh tentara Turki di Idlib, namun SAA membantahnya.

ôApa yang dinyatakan Kementerian Pertahanan Turki mengenai tewasnya tentara Suriah hari ini di Idlib sama sekali tidak benar, dan semata-mata demi menutupi tewasnya tentara Turki sendiri serta kehancuran tank dan mobil lapis bajanya di Bandara Taftanaz setelah tentara Suriah mendapat serangan dari tentara Turki dan kelompok-kelompok oposisi,ö ungkap narasumber yang enggan disebutkan identitasnya kepada DPA, Senin.

Gempuran SAA tersebut merupakan peringatan Damaskus terhadap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang dinilai terlampau jauh menyokong kelompok-kelompok teroris, terlebih setelah tersiar penggalan-penggalan video yang memperlihatkan momen-momen di mana kawanan teroris menerima suplai senjata dan kendaraan militer Turki.

Sejak awal bulan ini Turki telah beberapa kali mengirim konvoi militer dalam jumlah besar yang terdiri atas tank dan kendaran-kendaraan lapis baja lain dengan dalih mempertahankan pos-pos pantau militer Turki di provinsi Idlib dan pinggiran provinsi Aleppo.

Erdogan telah berulang kali mengancam akan menyerang SAA jika pasukan pemerintah Suriah ini tidak keluar dari posisi-posisi yang mereka rebut belakangan ini.

Kementerian Pertahanan Turki sebelumnya juga menyatakan sembilan tentara negara ini tewas dan beberapa lainnya cedera terkena serangan artileri SAA.

Dilaporkan pula bahwa konvoi militer Turki diserang di kawasan dekat kota Atarib di bagian barat provinsi Aleppo. (alalam/raialyoum)

 

 

á