Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 10 September 2019

sayid nasrallahJakarta, ICMES. Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menyatakan pihaknya terlibat “perang besar” di bawah komando Iran melawan AS dan Israel.

Israel mengklaim bahwa Iran memiliki sebuah situs pengembangan senjata nuklir yang tidak diungkap sebelumnya dan kemudian ia hancurkan sendiri.

Israel menyerang sebuah kamp militer yang sedang dibangun oleh tentara Suriah dan sekutunya.

Rusia menilai situasi kawasan Teluk Persia akan normal apabila kapal tanker Iran di berbagai penjuru dunia tidak diganggu.

Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menyatakan bahwa Kerajaan Arab Saudi telah menahan salah satu tokoh Hamas bersama seorang putranya sejak lebih dari lima bulan lalu.

Berita selengkapnya:

Nasrallah: Hizbullah Terlibat Perang Besar Melawan AS dan Israel di Bawah Komando Iran

Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menyatakan pihaknya terlibat “perang besar” di bawah komando Iran melawan AS dan Israel.

“Kami terlibat perang besar di mana kamp kami hendak dikepung oleh AS dan Israel. Kamp kami sekarang ialah Imam Khamenei (Pemimpin Besar Iran) dan pusatnya adalah Republik Islam Iran… Malam ini dan besok kita katakan kepada Trump (Presiden AS) dan Netanyahu (Perdana Menteri Israel) bahwa kami ada kaum yang tekadnya tidak akan tergoyahkan oleh blokeda, sanksi, kemiskinan, dan kelaparan,” ungkap Nasrallah dalam pidato pada peringatan malam Asyura, Senin (9/9/2019).

Dia menyerukan kepada masyarakat agar pada Selasa pagi waktu setempat berpartisipasi dalam longmarch tahunan yang akan diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Asyura di mana dia juga akan berpidato mengenai perkembangan situasi politik. (raialyoum)

Israel Tuding Iran Hancurkan Situs Nuklir

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa Iran memiliki sebuah situs pengembangan senjata nuklir yang tidak diungkap sebelumnya dan kemudian ia hancurkan sendiri.

“Situs itu ada di dekat kota Abadeh, Iran, dan Iran menghancurkannya pada Juli lalu setelah mengetahui Israel mengungkapnya… Orang-orang Iran membersihkan gudang nuklir di Teheran sebelum kedatangan pemeriksa dari PBB,” ujar Netanyahu dalam jumpa pers, Senin (9/9/2019), sembari memperlihat beberapa gambar yang diklaimnya sebagai situs-situs nuklir yang ditemukan oleh Israel dan kemudian disembunyikan oleh Iran setelah terungkap.

Dia menambahkan bahwa Iran menyebut pabrik Turkizabad sebagai pabrik sejadah tapi tim pemeriksa itu menemukan adanya bekas-bekas uranium di sana.

Menurutnya, Iran juga memiliki situs pengembangan nuklir di daerah Abad di selatan kota Isfahan, tapi juga ia hancurkan sendiri setelah mengetahui situs itu terungkap.

Netanyahu menuding Iran melanggar Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT), dan Israel akan terus “mengungkap kebohongan-kebohongan Iran” dan berusaha mencegahnya dari memiliki senjata nuklir.

Di hari yang sama, Iran menepis klaim Netanyahu itu dan menyebutnya sedang mencari-cari dalih agar Iran diperangi.

“Orang yang nyata-nyata memiliki senjata nuklir malah menuduh kami (memiliki senjata nuklir),” tulis Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif di halaman Twitter-nya.

Zarif menambahkan, “Dia dan Tim B semata-mata menghendaki perang, terlepas dari darah orang-orang yang tak berdosa dan 7 triliun Dolar lain.”

Sabtu lalu juru bicara Badan Tenaga Nuklir Iran Behruz Kamalvandi mengatakan negaranya mulai menerapkan tahap ketiga pengurangan komitmennya kepada perjanjian nuklir Teheran dengan sejumlah negara terkemuka dunia yang diteken pada tahun 2015.

Dia menyatatakan bahwa tindakan ini dilakukan sebagai reaksi atas pelanggaran AS terhadap perjanjian tersebut. (raialyoum)

Israel Menyerang Kamp Militer Suriah dari Zona Udara Yordania

Sumber keamanan Suriah menyatakan bahwa pada dini hari Senin (9/9/2019) waktu setempat Rezim Zionis Israel telah menyerang sebuah kamp militer yang sedang dibangun oleh tentara Suriah dan sekutunya.

“Kamp itu kosong saat diserang, dan tidak ada korban seperti yang dinyatakan oleh media musuh (Israel),” ungkap sumber itu, seperti dilansir saluran TV Mayadeen yang berbasis di Libanon.

Dia menjelaskan, “Musuh menggunakan zona udara Yordania dengan bantuan AS dari pangkalan militernya di kawasan Tanf di bagian tenggara Suriah. AS dan Israel bertanggungjawab penuh atas agresi yang melanggar garis merah ini.”

Sumber itu menegaskan, “Kami akan memberi para agresor pelajaran yang tidak akan mereka lupakan jika mereka mengulangi segala bentuk agresi.”

Beberapa informasi menyebutkan bahwa daerah yang diserang itu adalah kawasan Bukamal yang terletak di perbatasan Suriah-Irak.

Sebuah elemen kelompok pejuang Hizbullah juga mengabarkan insiden tersebut dengan menyatakan bahwa Israel telah menyerang kamp militer Suriah yang masih berada dalam proses pembangunan di Suriah timur tapi tidak jatuh korban.

Menurut kelompok yang bermarkas di Libanon itu, kamp tersebut dibangun untuk menjaga jarak pasukan militer dari permukiman warga sipil. (raialyoum)

Rusia Nyatakan Situasi Teluk Persia akan Normal Jika Kapal Iran Tidak Diusik

Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoygu menilai situasi kawasan Teluk Persia akan normal apabila kapal tanker Iran di berbagai penjuru dunia tidak diganggu dan tidak terjadi pula pula aksi campur tangan asing terhadap urusan di kawasan yang kaya minyak ini.

“Situasi di Teluk bisa jadi akan normal jika kapal-kapal tanker Iran tidak dicegat, dan menteri pertahanan AS mengatakan ‘kami menginginkan solusi diplomatik bagi pertikaian dengan Iran dan berjalannya segala sesuatu secara normal’,” ujar Shoygu dalam jumpa pers, Senin (9/9/2019), usai pertemuan 2+2 yang dihadiri menteri pertahanan Rusia dan Perancis.

“Sudah dilakukan pertukaran pendapat mengenai isu Iran dan situasi kawasan Teluk, yang akan normal, menurut perkiraan kami,” lanjutnya.

Dia mengingatkan, “Seandainya tidak ada campurtangan dan pencegatan tanker Iran berbagai penjuru dunia dalam bentuk yang melanggar undang-undang internasional maka tidak akan ada keperluan untuk melakukan tindakan tambahan apapun untuk memperkuat stabilitas di kawasan ini.”

Seperti diketahui, kawasan Teluk Persia belakangan ini semakin tegang akibat eskalasi pertikaian antara AS dan Iran serta perkembangan situasi terkait dengan kapal tanker minyak. (raialyoum)

Hamas Nyatakan Salah Satu Tokohnya Ditahan oleh Saudi

Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menyatakan bahwa Kerajaan Arab Saudi telah menahan salah satu tokoh Hamas bersama seorang putranya sejak lebih dari lima bulan lalu.

Dalam sebuah statemennya yang dirilis Senin (9/9/2019) Hamas menjelaskan bahwa otoritas keamanan Saudi sejak 4 April 2019 telah menahan Mohammad Solih al-Khudri yang tinggal di Jeddah selama tiga dekade terakhir.

Hamas menyebut penahanan itu “tindakan aneh dan mengherankan”, dan menyebutkan bahwa al-Khudri “merupakan pejabat kantor hubungan Hamas dengan Kerajaan Arab Saudi selama dua dekade, dan telah menduduki posisi-posisi tinggi dalam gerakan ini.”

Hamas menjelaskan bahwa Saudi menahan al-Khudri meskipun usianya sudah 81 tahun dan menderita “sakit yang tak tersembuhkan”.

Selain itu, lanjut Hamas, otoritas Saudi secara “tanpa alasan sama sekali” juga menahan putra sulung al-Khudri yang bernama panggilan Hani.

Menurut Hamas, penangkapan dan penahanan itu dilakukan Saudi “ketika juga terjadi serangan terhadap sejumlah orang Palestina yang bermukim di Saudi.”

Hamas mengaku “memilih bungkam dalam masalah ini selama lima bulan setengah demi menjaga peluang komunikasi diplomatik dan upaya mediasi, tapi semua itu tidak membuahkan hasil sampai sekarang.”

Karena itu, Hamas lantas terpaksa mengungkapkan masalah ini kepada publik sembari berharap kesediaan otoritas Saudi melepaskan dua orang tersebut. (raialyoum)