Rangkuman Berita Utama Timteng  Selasa 1 September 2020

salman dan mohamedJakarta, ICMES. Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dari Arab Saudi memerintahkan pemecatan Komandan Pasukan Gabungan Koalisi Arab pimpinan Saudi Letjen Fahd bin Turki al-Saud.

Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, menegaskan bahwa sambutan pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) atas kunjungan delegasi AS dan Israel merupakan pengkhianatan terhadap perjuangan Palestina dan persekongkolan dengan musuh.

Sedikit dua orang terbunuh dan tujuh tentara terluka akibat serangan Israel ke posisi tentara Suriah di selatan Damaskus pada Senin malam.

Brigade Quds yang dipimpin oleh orang Palestina mengirim sejumlah personil bantuan ke Suriah timur untuk memperkuat pasukan mereka dan Tentara Arab Suriah (SAA) dalam perang melawan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Berita selengkapnya:

Raja Saudi Pecat Komandan Koalisi Arab dan Beberapa Perwira Lain

Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dari Arab Saudi memerintahkan pemecatan Komandan Pasukan Gabungan Koalisi Arab pimpinan Saudi Letjen Fahd bin Turki al-Saud sembari merujuk ke masa pensiunnya serta melimpahkannya kepada proses penyelidikan atas tuduhan korupsi.

Raja Salman juga memecat wakil gubernur wilayah Al-Jouf dan melimpahkannya ke penyelidikan bersama dengan sejumlah perwira dan pegawai Kementerian Pertahanan.

Kantor berita Saudi, SPA, melaporkan bahwa keputusan itu diambil “berdasarkan apa yang telah dilimpahkan dari Putra Mahkota, Kepala Dewan Menteri, dan Menteri Pertahanan kepada Dewan Pengawas dan Pemberantas Korupsi terkait dengan terpantaunya transaksi keuangan mencurigakan di Kementerian Pertahanan serta permintaan penyelidikan atasnya, dan apa yang diangkat oleh dewan mengenai adanya korupsi di kementerian tersebut dan keterkaitannya dengan Letjen Fahd bin Turki bin Abdul Aziz al-Saud dan Pengeran Abdul Aziz bin Fahd bin Turki bin Abdul Aziz al-Saud serta sejumlah perwira, pegawai sipil,dan lain-lain”.

Raja Saudi juga mengeluarkan perintah kerajaan untuk menugaskan Letjen Mutlaq bin Salem Al-Azaima, Wakil Kepala Staf Gabungan, untuk melaksanakan tugas komandan pasukan gabungan.

Raja juga memecat Pangeran Abdulaziz bin Fahd bin Turki bin Abdulaziz Al-Saud dari jabatannya sebagai wakil gubernur wilayah Al-Jouf dan melimpahkannya ke penyelidikan.

Sebelumnya, Kerajaan Saudi juga telah memecat beberapa pejabat yang bertanggung jawab mengembangkan megaproyek pariwisata negara itu, termasuk Proyek Laut Merah dan Al-Ula, dengan tuduhan korupsi.  Mereka adalah Yusuf bin Rakan bin Hindi al-Otaibi, Muhammad bin Abdul Karim bin Muhammad al-Hassan, Faisal bin Abdul Rahman bin Muhammad al-Ajlan, dan Muhammad bin Ali bin Muhammad al-Khalifa juga sudah diserahkan ke tim penyidik.

Raja Saudi menugaskan Dewan Pengawas dan Pemberantasan Korupsi untuk menyelesaikan prosedur pemeriksaan terhadap setiap anggota militer dan sipil yang terkait dengan kasus-kasus tersebut. (spa)

Hamas Kembali Menyebut UEA Menikam Punggung Bangsa Palestina

Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, menegaskan bahwa sambutan pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) atas kunjungan delegasi AS dan Israel merupakan pengkhianatan terhadap perjuangan Palestina dan persekongkolan dengan musuh.

“Penguasa Abu Dhabi bersikeras melanjutkan kesalahan normalisasinya dengan meneken perjanjian hina dengan entitas Zionis (Israel),” bunyi pernyataan Hamas yang dirilis Senin (31/8/2020) sebagai tanggapan atas kunjungan resmi delegasi Israel ke UEA melalui angkasa Arab Saudi.

Menurut Hamas, perkembangan ini terjadi bersamaan dengan “meningkatnya kejahatan Zionis terhadap kota Quds dan Masjid Al-Aqsa yang diberkahi, menguatnya pemukiman (Zionis) dan pencurian tanah sebagai implementasi rencana aneksasi dan pengusiran, dan pengetatan blokade zalim serta eskalasi militer yang berkelanjutan terhadap Jalur Gaza yang teguh”.

“Kunjungan ini merupakan tikaman ke punggung bangsa Palestina, penguatan atas pendudukan, pengkhianatan terhadap perjuangan, dan persekongkolan dengan musuh,” lanjut Hamas.

Hamas menegaskan, “Kebersikerasan para penguasa UEA tidak akan mengubah arah sejarah, tidak akan pernah menghasilkan eksistensi dan diterimanya pendudukan dalam kesadaran bangsa-bangsa, dan tidak akan pernah menyimpangkan mata kompas – peniadaan pendudukan dan realisasi kemerdekaan Palestina akan tetap menjadi opsi strategi yang disepakati-, dan tidak akan pernah berhasil menipu kesadaran bangsa-bangsa Arab secara umum dan terutama bangsa UEA sendiri terhadap pendirian musuh besar, Zionis.”

Di bagian akhir statemennya, Hamas mendesak penguasa Abu Dhabi agar membatalkan kesepakatannya dengan Israel, dan menyerukan kepada bangsa-bangsa Arab dengan semua elemen politik dan kebudayaannya agar “mengambil sikap implementatif untuk menghadang konspirasi ini, dan menempuh segala tindakan yang diperlukan untuk memulihkan peran kebangsaan dalam membela Palestina dan ke-Arabannya”. (alalam)

Israel Serang Damaskus, Dua Orang Terbunuh

Sedikit dua orang terbunuh dan tujuh tentara terluka akibat serangan Israel ke posisi tentara Suriah di selatan Damaskus pada Senin malam (31/8/2020), sebagaimana dilaporkan kantor berita Suriah, SANA, yang mengutip keterangan sumber militer.

“Musuh, Zionis, melancarkan serangan udara dari arah wilayah pendudukan Golan Suriah ke beberapa posisi militer kami di selatan Damaskus, dan sistem pertahanan udara kami menghadapinya serta menjatuhkan sebagian besar rudal sebelum mencapai target,” ungkap sumber itu.

Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) melaporkan bahwa serangan Israel menjangkau barat daya Damaskus dan provinsi Daraa utara di Suriah selatan.

Direktur SOHR mengatakan kepada AFP bahwa serangan itu ditujukan ke posisi-posisi Hizbullah dan kelompok-kelompok Suriah yang bersekutu dengannya.

Pada minggu pertama Agustus, Damaskus mengumumkan bahwa pertahanan udaranya telah menghadapi serangan udara Israel, sementara Israel sendiri mengaku menerbangkan jet tempurnya di Suriah selatan, dan menyebutnya “balasan atas operasi penanaman alat peledak yang digagalkan” di selatan Dataran Tinggi Golan.

Israel jarang mengaku melancarkan serangan di Suriah, namun acapkali menegaskan akan terus melawan apa yang disebutnya sebagai upaya Iran menggalang eksistensi militernya di Suriah dan untuk mengirim senjata canggih ke Hizbullah yang berbasis di Libanon.

Dalam beberapa pekan terakhir Lebanon diwarnai ketegangan antara Hizbullah dan Israel menyusul terbunuhnya satu anggota senior Hizbullah akibat serangan Israel ke Damaskus.

Pada Ahad lalu Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah bersumpah akan membalas darah anggota Hizbullah yang terbunuh.

“Orang Israel harus mengerti: Ketika Anda membunuh salah satu mujahid kami maka kamipun akan membunuh satu tentara Anda,” ancamnya.

Rabu pekan lalu tentara Israel mengaku telah membom pos pantau Hizbullah di dekat perbatasan Lebanon-Israel (Palastina pendudukan 1948) sebagai balasan atas tembakan Hizbullah pada malam hari. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengancam akan memberikan balasan “kuat” jika terjadi serangan baru dari Lebanon. (raialyoum)

Brigade Quds Palestina Ikut Perangi ISIS di Suriah

Brigade Quds yang dipimpin oleh orang Palestina mengirim sejumlah personil bantuan ke Suriah timur untuk memperkuat pasukan mereka dan Tentara Arab Suriah (SAA) dalam perang melawan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Menurut sebuah sumber di kota Aleppo, Brigade Quds telah mengirim sejumlah besar pejuangnya dari kota itu ke perbatasan Deir Ezzor dan Homs, di mana mereka akan berpartisipasi dalam operasi lain melawan sel-sel tidur ISIS di wilayah gurun yang luas.

Brigade Quds termasuk kelompok pejuang yang berada di garis depan dalam perang melawan ISIS di Suriah.  Mereka berpartisipasi dalam beberapa operasi pemberantasan ISIS, termasuk di Aleppo timur, Palmyra, dan Deir Ezzor.

Brigade Quds berbasis terutama di Suriah utara, dan ikut terlibat dalam konflik Suriah sejak terjadi pertempuran di Aleppo di mana kelompok-kelompok militan mulai menyerang kamp-kamp Palestina.

Sebagian anggota brigade itu telah kembali ke rumah mereka di kamp Handarat dan Nayrab, tapi sebagian lain terus membantu SAA dalam operasi militer melawan ISIS dan kelompok militan lainnya di seluruh wilayah Suriah. (amn)