Jakarta, ICMES. Menteri Keamanan Iran Hujjatul Islam Esmaeil Khatib mengumumkan penangkapan “orang kedua†pelaku serangan teror di Makam Suci Sayyid Ahmad bin Musa al-Kadhim ra (Shah Ceragh) di kota Shiraz.

Pemerintah Iran melalui juru bicara Kementerian Luar Negerinya memberi peringatan keras ihwal usulan yang sedang dipelajari oleh Jerman dan Uni Eropa di Brussel untuk memasukkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran ke dalam daftar organisasi teroris.
Sebuah organisasi HAM internasional menyatakan pengadilan Arab Saudi telah memvonis dan menghukum mati belasan aktivis anti-rezim Saudi setelah mereka dipaksa dengan penyiksaan agar membuat pengakuan.
Aparat keamanan Suriah berhasil menghabisi beberapa anggota kelompok teroris ISIS dan menyita sejumlah besar senjata dalam operasi khusus di jalan al-Sad di selatan kota Daraa, Suriah selatan.
Berita Selengkapnya:
Iran Ringkus 7 Terduga Aksi Teror Mematikan di Makam Suci Shiraz
Menteri Keamanan Iran Hujjatul Islam Esmaeil Khatib mengumumkan penangkapan “orang kedua†pelaku serangan teror di Makam Suci Sayyid Ahmad bin Musa al-Kadhim ra (Shah Ceragh) di kota Shiraz.
Dikutip Al-Alam, pada Forum Pertahanan Sipil Nasional, Senin (31/10), Khatib menyatakan pasukan keamanan telah meringkus orang kedua dari aksi teror yang telah menjatuhkan banyak korban tewas dan luka, termasuk wanita dan anak-anak, tersebut.
Menurutnya, penangkapan itu dilakukan menyusul adanya langkah-langkah yang diambil oleh Kementerian Keamanan serta laporan warga mengenai insiden tersebut.
Dia menyebut keamanan berada di atas segalanya serta merupakan dasar bagi semua urusan negara.
“Segala sesuatu yang mengancam keamanan adalah salah satu prioritas yang harus dipertimbangkan. Ancaman dapat berupa kognitif, biologis, sosial atau infrastruktur . Karena itu, di mana pun masalah keamanan diangkat, semua upaya harus dilakukan untuk meningkatkan dan memeliharanya,†ujarnya.
Dia menyebut pertahanan sipil sebagai salah satu faktor perlindungan terpenting di depan ancaman yang meluas dan terus menerus dari musuh.
“Jika pertahanan sipil itu cerdas dan efektif maka akan memainkan peran besar dan penting dalam membangun keamanan di negara ini. Untuk itu, pertahanan merupakan salah satu pilar terpenting negara,†imbuhnya.
Dia juga mengingatkan, “Kita menghadapi ancaman baru dan berubah-ubah, karena itu pertahanan sipil harus dapat menghadangnya dengan cerdas.â€
Laporan lain dari IRNA mengutip pernyataan Kementerian Intelijen Iran, Senin, bahwa tujuh orang telah ditangkap karena diduga terlibat dalam serangan teror tersebut.
Kementerian Intelijen dalam pengumuman tentang itu menyebutkan bahwa salah satu dari mereka yang ditangkap adalah orang kedua yang terlibat langsung dalam serangan itu, sedangkan enam lainnya mendukung operasi tersebut.
Seperti diketahui, sebanyak 15 orang terbunuh dan puluhan lainnya terluka akibat serangan teror yang dilancarkan dengan memberondongkan peluru senapan secara membabi buta di dalam bangunan Makam Shah Ceragh pada 26 Oktober lalu.
Pelaku berhasil ditangkap di tempat kejadian dalam kondisi terluka parah, dan belakangan ini dikabarkan tewas saat berada dalam perawatan di rumah sakit.
Kelompok teroris ISIS mengaku bertanggungjawab atas serangan itu serta menyebar foto pelakunya melalui kanal Telegram, sementara pihak berwenang memastikan pelakunya adalah warga negara asing beraliran Salafi/Wahhabi. (alalam/irna)
Iran Ingatkan Eropa Soal Rencana Blacklist IRGC sebagai Organisasi Teroris
Pemerintah Iran melalui juru bicara Kementerian Luar Negerinya, Senin (31/10), memberi peringatan keras ihwal usulan yang sedang dipelajari oleh Jerman dan Uni Eropa di Brussel untuk memasukkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran ke dalam daftar organisasi teroris.
Uni Eropa sebelumnya telah memberlakukan sanksi terhadap entitas dan pejabat Iran terkait dengan perlakuan terhadap para pelaku aksi protes dan kerusuhan pasca kematian wanita muda Iran bersuku Kurdi Mahsa Amini.
Menanggapi pertanyaan tentang tindakan tambahan yang mungkin diambil Berlin dan Brussel terhadap Teheran, Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock Ahad lalu mengatakan kepada saluran ARD; “Kami akan menyiapkan paket sanksi tambahan, dan kami juga mempelajari bagaimana kami dapat menyenaraikan Korps Garda Revolusi Iran dalam daftar organisasi teroris.”
Menanggapi hal ini, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani menegaskan, “IRGC adalah kekuatan militer resmi Republik Islam, dan langkah (yang diusulkan Eropa) ini sepenuhnya ilegal.”
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan sanksi terhadap 10 individu dan 4 entitas AS atas tindakan mereka melanggar HAM, mendukung terorisme dan menghasut kekerasan terhadap bangsa Iran dalam kerusuhan belakangan ini.
Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan sanksi itu dijatuhkan sejalan dengan undang-undang bertema “Melawan Pelanggaran HAM AS dan Tindakan Petualangan dan Teroris†yang disahkan oleh Parlemen Iran pada tahun 2017. (raialyoum/presstv)
Saudi Jatuhkan Hukuman Mati terhadap 15 Tahanan Politik
Sebuah organisasi HAM internasional menyatakan pengadilan Arab Saudi telah memvonis dan menghukum mati belasan aktivis anti-rezim Saudi setelah mereka dipaksa dengan penyiksaan agar membuat pengakuan.
Dikutip Press TV, Senin (31/10), Organisasi Hak Asasi Manusia Saudi Eropa (ESOHR) dalam sebuah laporan menyebutkan otoritas Saudi telah menjatuhkan hukuman mati terhadap 15 tahanan lain, sehingga jumlah orang yang berisiko dieksekusi segera bertambah menjadi 53 orang, termasuk setidaknya delapan anak di bawah umur.
Awal bulan ini, Komite untuk Pertahanan Hak Asasi Manusia di Semenanjung Arab (CDHRAP) memperingatkan ihwal pelanggaran HAM secara besar-besar di Arab Saudi karena para pejabat menggunakan bentuk-bentuk penyiksaan fisik dan mental yang brutal terhadap para oposan dan aktivis politik yang dipenjara. Menurut CDHRAP, eksekusi massal lainnya bisa terjadi di Saudi dalam waktu dekat.
Lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berbasis di Beirut, ibu kota Lebanon, itu menyatakan bahwa apa yang disebut Pengadilan Pidana Khusus di ibu kota Riyadh telah menjatuhkan hukuman mati kepada beberapa warga negara Saudi, hanya lantaran mereka mengekspresikan pendapat mereka di platform media sosial, dan berpartisipasi dalam unjuk rasa damai pro-demokrasi atau mencela diskriminasi sosial.
Sejak Putra Mahkota Mohammed bin Salman menjadi pemimpin de facto Arab Saudi pada tahun 2017, negara kerajaan ini telah menangkap ratusan aktivis, blogger, intelektual, dan lain-lain lantaran aktivitas politik mereka. Hal ini menunjukkan nyaris tidak ada toleransi terhadap perbedaan pendapat, sehingga Saudi mendapat kecaman internasional.
Selama beberapa tahun terakhir, Riyadh juga telah merevisi undang-undang anti-terorismenya demi menarget para aktivis. (presstv)
Sejumlah Anggota ISIS Tewas Diterjang Operasi Keamanan Suriah
Aparat keamanan Suriah, Senin (31/10), berhasil menghabisi beberapa anggota kelompok teroris ISIS dan menyita sejumlah besar senjata dalam operasi khusus di jalan al-Sad di selatan kota Daraa, Suriah selatan.
“Aparat keamanan, bekerjasama dengan kelompok-kelompok lokal dan sipil, melakukan operasi keamanan khusus terhadap beberapa sel teroris Daesh (ISIS) di selatan Daraa yang menyebabkan terbunuhnya beberapa orang dari mereka dan penyitaan sejumlah besar senjata yang disembunyikan di salah satu gudang mereka,†ujar seorang sumber keamanan kepada kantor berita SANA.
Sumber itu menyebutkan bahwa operasi itu bertujuan memulihkan keamanan dan stabilitas di beberapa daerah di selatan Daraa.
Dia menambahkan, “Seorang komandan ISIS bernama Muayyad Harfush alias Abu Taaja terluka parah akibat kontak senjata yang terjadi selama operasi keamanan, sementara semua anggota kelompoknya tewas, termasuk Muhammad Harfush, saudara Taja, dan Hayyan al-Kurd.â€
Dia menekankan bahwa operasi itu terjadi bersamaan dengan operasi penggerebekan, penggeledahan dan penyisiran di daerah-daerah yang diduga menjadi tempat persembunyian anasir teroris ISIS.
Operasi itu dilakukan secara teratur dan dengan kerjasama kelompok-kelompok lokal dengan tujuan memberantas ISIS dan memulihkan stabilitas kawasan Tareq Al-Sadd dan daerah-daerah permukiman Daraa Al-Balad serta kamp-kamp di selatan Provinsi Daraa. (sana)







