Rangkuman Berita Utama Timteng Sabtu 8 Januari 2022

Jakarta, ICMES. Faksi-faksi Poros Resistensi mengadakanperingatan tahun kedua gugurnya mantan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Qasem Soleimani di kawasan Sayyidah Zainab, Suriah

Wasekjen Hizbullah Syeikh Naim Qasim mengecam keras pernyataan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz, yang menyebut Hizbullah sebagai organisasi teroris.

Surat kabar Lebanon Al-Akhbar  menyatakan bahwa Rezim Zionis Israel kembali menebar kebohongan publik dengan mengaku telah menembak jatuh drone kelompok pejuang Hizbullah Lebanon.

Menyusul eskalasi serangan roket dan drone ke pangkalan-pangkalan militer AS di Irak dan Suriah, saluran Telegram Sabereen News,  memosting sebuah rekaman video detik-detik penembakan roket dan drone ke pangkalan militer Victory yang ditempati pasukan AS di Baghdad, ibu kota Irak.

 Berita Selengkapnya:

Faksi-Faksi Poros Resistensi di Suriah Gelar Peringatan Gugurnya Jenderal Soleimani

Faksi-faksi Poros Resistensi mengadakanperingatan tahun kedua gugurnya mantan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Qasem Soleimani di kawasan Sayyidah Zainab, Suriah, Jumat (7/1).

Para acara itu para pemimpin dari berbagai faksi Palestina menyatakan bahwa berkat perjuangan jenderal tersohor Iran itu serangkaian kemenangan tercapai sebagaimana kemenangan-kemenangan selanjutnya juga akan menyusul di tanah pendudukan Palestina.

Sekjen Front Pejuangan Rakyat Palestina (Palestinian Popular Struggle Front/PPSF) Khalid Abdul Majid mengatakan, “Kami di faksi-faksi resistensi (Palestina) sebagai bagian dari Poros Resistensi menegaskan bahwa kubu resistensi Palestina di Jalur Gaza dapat melancarkan serangan yang menyakitkan terhadap entitas Zionis melalui pasukan deterensi rudal di mana Haji Qasem Soleimani berjasa besar dalam pengembangan dan penyampaiannya ke Jalur Gaza, di samping apa yang kita saksikan di Tepi Barat berupa gelombang rakyat yang memberi kabar gembira akan intifada dan aksi-aksi kepahlawanan.”

Para pembicara dalam acara itu menyinggung eratnya hubungan Syahid Soleimani dengan bangsa-bangsa kawasan, serta jasanya yang sangat besar dalam kebangkitan gelombang kontra-terorisme dan kekandasan agenda imperialis AS dan Zionis serta para sekutu Barat keduanya.

Perwakilan Pemimpin Besar Iran, Syeikh Hamid Al-Harandi, mengatakan, “Para ahli strategi menyaksikan betapa Syahid Qasem Soleimani bukanlah semata sosok tentara gagah berani, melainkan juga orang yang membuat perencanaan-perencanaan penting dan rasional. Berkat perencanaan-perencanaan ini dia dapat mendobrak blokade di banyak front.”

Pejabat pasukan relawan Irak Al-Hashd Al-Shaabi di Suriah, Sayid Mohammad al-Musawi, menegatakan, “Kami tak melihat satupun kawan yang merasa sedemikian karib dengan pemerintah dan rakyat Irak kecuali Haji Qasem Soleimani, semoga Allah merahmatinya. Sekarang, kami para pejuang resistensi Islam di Irak, para pejuang Gerakan Al-Nujaba, para pejuang Al-Hashd Al-Shaabi, telah bersumpah bahwa kami akan membalas kematian Syahid Haji Qasem Soleimani dan Syahid Haji Abu Mahdi Al-Muhandis.”

Seperti diketahui Jenderal Soleimani dan mantan wakil komandan Al-Hashd Al-Shaabi Abu Mahdi Al-Muhandis gugur diserang pasukan AS di dekat Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari 2020. (alalam)

Syeikh Naim Qasim: Balasan Hizbullah Sengit jika Saudi Menghujatnya

Wasekjen Hizbullah Syeikh Naim Qasim mengecam keras pernyataan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz, yang menyebut Hizbullah sebagai organisasi teroris.

Dalam sebuah acara peringatan tahun kedua gugurnya jenderal legendaris Iran Qasem Soleimani di kota Nabatieh, Lebanon selatan, Jumat (7/1), Syeikh Naim Qasem menyebut pernyataan Raja Salman itu sebagai upaya mengadu domba orang-orang Lebanon, dan karena “reaksi terhadapnya akan sangit”.

Dia menilai pernyataan Salman itu sebagai “tuduhan kotor terhadap sebuah elemen besar masyarakat Lebanon dan kubu resistensi yang aktif dan berpengaruh di kawasan serta efektif mencegah rencana-rencana mencurigakan, dan hasudan terhadap orang-orang Lebanon agar ada masalah di antara mereka.”

Syeikh Qasim menambahkan, “Semua itu tercela dan tak dapat diterima. Para pejabat Lebanon yang mendengar perkataan itu seharusnya memberikan tanggapan terhadapnya sebagai pembelaan atas warga negara dan elemen terhormat, aktif dan berpengaruh ini.”

Dia kemudian menegaskan, “Reaksi kami terhadap Saudi akan sengit, dan kami tak akan pernah menerima mereka menistakan kami tanpa kami bereaksi terhadapnya dengan fakta-fakta dan logika.”

Wasekjen Hizbullah balik menuding Kerajaan Saudi sebagai teroris dengan mengatakan, “Teroris adalah orang yang membasmi pendapat yang berbeda di negaranya, menyerang jirannya dan menormalisasi hubungan dengan Israel melalui beragam metode.”

Sebelumnya, Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah juga memperlihatkan amarahnya terhadap Raja Salman sehinggga dalam pidato terbarunya pada haul jenderal legendaris Iran Qasem Soleimani beberapa hari lalu melontarkan kecaman-kecaman keras dan pedas terhadap Salman. (raialyoum)

Media Lebanon Bongkar Hoax Israel Tembak Drone Hizbullah

Surat kabar Lebanon Al-Akhbar, Jumat (7/1), menyatakan bahwa Rezim Zionis Israel kembali menebar kebohongan publik dengan mengaku telah menembak jatuh drone kelompok pejuang Hizbullah Lebanon.

Sebelumnya di hari yang sama jubir militer Israel Avichai Adraeei di Twitter memosting gambar-gambar yang disertai keterangan bahwa tentara Israel baru saja menembak jatuh sebuah drone pengintai milik Hizbullah di perbatasan. Dia juga menyebutkan bahwa dari drone itu Israel mendapatkan gambar-gambar sebuah regu pasukan Hizbullah sedang berlatih mengendalikan drone.

Menanggapi klaim itu, Al-Akhbar menyebutkan, “Sepertinya, pembuat video hoax yang disebar oleh koalisi pimpinan Saudi mengenai keterlibatan Hizbullah di Yaman adalah orang yang juga telah membuat video hoax Israel tersebut, video yang karena tak disertai gambar dan bukti yang logis telah menimbulkan kontroversi dan menjadi bahan ejekan di media sosial.”

Al-Akhbar menambahkan, “Gambar-gambar  itu sendiri justru menepis klaim jubir tentara rezim pendudukan (Israel). Pada salah satu gambar itu terlihat sejumlah pemuda yang diklaim sebagai para anggota Hizbullah, padahal mereka berpakaian sipil dan berdiri di tempat umum yang di sekitarnya terparkir banyak mobil, dan juga tak ada bendera ataupun pertanda apapun yang menunjukkan bahwa para pemuda itu ada kaitannya dengan Hizbullah.”

Al-Akbar juga menyebutkan bahwa drone yang diklaim milik Hizbullah itu sama persis dengan drone Dji Mavic 2 Pro yang banyak dijual online dan biasa digunakan untuk membuat film dan mendokumentasikan acara-acara resepsi pernikahan.  (alalam)

Penembakan Roket dan Drone ke Pangkalan Militer AS di Irak  

Menyusul eskalasi serangan roket dan drone ke pangkalan-pangkalan militer AS di Irak dan Suriah, saluran Telegram Sabereen News, Jumat (7/1), memosting sebuah rekaman video detik-detik penembakan roket dan drone ke pangkalan militer Victory yang ditempati pasukan AS di Baghdad, ibu kota Irak.

Eskalasi serangan terhadap militer AS di Irak dan Suriah terjadi belakangan ini bersamaan dengan hari-hari peringatan tahun ke-2 gugurnya jenderal legendaris Iran Qasem Soleimani dan tokoh pejuang Irak Abu Mahdi Al-Muhandis.

Dalam video yang diposting oleh Sabereen News tersebutjuga terdengar pengucapan nama Soleimani dan Al-Muhandis yang sama-sama gugur akibat serangan pasukan AS di dekat Bandara Baghdad pada tanggal 3 Januari 2020 itu.

Menurut Sabereen News, rekaman video seperti ini baru pertama kalinya dipublikasi, dan merekam detik-detik peluncuran drone-drone bersayap bernama Murad-5 dan detik-detik peluncuran roket yang dilakukan oleh sebuah kelompok yang menamakan dirinya Brigade Ababil. (fna)