Rangkuman Berita Utama Timteng Sabtu 8 Februari 2020

SAA di IdlibJakarta, ICMES. Pasukan Arab Suriah (SAA) terus bergerak maju di provinsi Idlib dan berhasil merebut Universitas Ebla di jalur Damaskus-Aleppo.

Satu pemuda Palestina gugur setelah ditembak oleh tentara Zionis Israel di Tulkarm, Tepi Barat.

Pemerintah Yunani mengumumkan akan mengirim rudal pertahanan Patriot ke Arab Saudi untuk membantu negara kerajaan ini melindungi instalasi minyaknya.

Berita selengkapnya:

SAA Terus Bergerak Maju di Provinsi Idlib, Turki Kerahkan Ratusan Kendaraan Lapis Baja

Seorang komandan lapangan yang bertempur bersama Pasukan Arab Suriah (SAA) menyatakan bahwa mereka bergerak maju ke arah kota Aleppo dan telah merebut Universitas Ebla di jalur Damaskus-Aleppo.

Kepada kantor berita Jerman, DPA, Jumat malam waktu setempat, komandan itu mengatakan, “SAA pada Jumat sore telah menguasai Universitas Ebla di jalur Damaskus-Aleppo, 35 kilometer dari kota Aleppo dan 13 kilometer dari kota Saraqib di bagian timir provinsi Idlib.”

Sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan itu menambahkan bahwa SAA telah mengepung distrik al-Ais dan perbukitannya yang strategis di bagian barat daya Aleppo dari tiga arah (utara, selatan dan timur).”

Al-Alam melaporkan bahwa SAA dan kelompok-kelompok bersenjata sekutunya telah membebaskan kawasan strategis Humaira di bagian selatan provinsi Idlib di zona operasi Aleppo-Idlib.

Dalam perkembangan ini kelompok teroris takfiri yang menamakan dirinya Jund al-Aqsa berusaha merebut kembali kawasan itu dengan mengirim sejumlah kombatannya sehingga terjadi kontak senjata mereka dengan SAA.

Kontak senjata itu berlangsung selama beberapa jam, dan berakhir dengan tewasnya sejumlah teroris yang beberapa di antaranya berstatus komandan, serta hancurnya peralatan tempur mereka. Mayat para teroris itu bergelimpangan di jalan-jalan karena tak sempat dibawa oleh rekan-rekan mereka yang kabur.

Di sisi lain, pasukan Turki memperkuat pos-pos pantaunya di provinsi Idlib di bagian barat laut Suriah dengan mengerahkan kendaraan-kendaraan pengangkut personil lapis baja yang diangkut dengan truk-truk trailer.

Kantor berita Turki Anatolia melaporkan bahwa sebanyak hampir 150 unit kendaraan lapis baja yang didatangkan dari beberapa provinsi Turki itu tiba dan telah diturunkan di distrik Reyhanli, Provinsi  Hatay, di bagian selatan Turki, lalu digerakkan menuju titik-titik pantau di Idlib dengan sistem pengamanan ketat.

Masuknya konvoi Turki pada hari Jumat itu tercatat setidaknya yang kedua dalam sepekan menyusul meningkatnya pertempuran di barat laut provinsi Idlib dan terjadinya kontak senjata mematikan yang jarang terjadi antara pasukan pemerintah Turki dan Suriah.

Perkembangan itu juga terjadi sehari sebelum para pejabat Rusia tiba di Turki untuk melakukan pembicaraan mengenai situasi di Idlib.

Turki memiliki 12 titik pantau yang didirikan sesuai kesepakatan terkait dengan pengadaan zona de-eskalasi di provinsi Idlib.  (raialyoum/alalam/aljazeera)

Satu Warga Palestina Gugur Diserang Pasukan Zionis di Tepi Barat

Departemen Kesehatan Palestina menyatakan satu pemuda Palestina gugur setelah ditembak oleh tentara Zionis Israel di Tulkarm, Tepi Barat.

Disebutkan bahwa korban bernama Badr Nidal Ahmad Nafileh, 19 tahun, itu meninggal karena luka kritis akibat luka tembak peluru tajam yang mengena arteri utama di bagian lehernya saat terjadi bentrokan warga Palestina dengan pasukan Israel Jumat (7/2/2020).

Pada hari itu sebanyak 33 warga Palestina juga mengalami cedera dan sesak nafas dalam beberapa peristiwa bentrokan sporadis warga Palestina dengan tentara Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Tentara Israel menggunakan peluru karet dan peluru tajam serta gas air mata dalam berusaha membubarkan warga Palestina yang menggelar aksi-aksi protes terhadap prakarsa Kesepakatan Abad Ini.

Pada Kamis lalu tiga pejuang Palestina juga gugur syahid di tangan pasukan Zionis di Tepi Barat, dan sebanyak 14 orang lain cedera, 12 di antaranya adalah pasukan Zionis yang terluka dalam peristiwa penabrakan mobil oleh warga Palestina di kota Quds (Yerussalem) terhadap pasukan Zionis.

Sejak prakarsa itu diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada 28 Januari lalu, Tepi Barat kerap diwarnai bentrokan antara warga Palestina dan pasukan Zionis Israel. (raialyoum)

Keteteran, Saudi Pinjam Rudal Patriot dari Yunani untuk Menangkis Rudal Yaman

Pemerintah Yunani mengumumkan akan mengirim rudal pertahanan Patriot ke Arab Saudi untuk membantu negara kerajaan ini melindungi instalasi minyaknya.

Pengumuman yang dinyatakan pada Selasa lalu itu dinilai oleh Rai al-Youm, Jumat (7/2/2020), sebagai suatu perkembangan yang sangat signifikan karena menunjukkan betapa Saudi telah kehilangan banyak rudalnya dalam menghadapi rudal-rudal pasukan Ansarullah Yaman (Houthi).

Dalam pengumuman itu juru bicara pemerintah Yunani, Stelios Petsas, menyatakan pihaknya akan mengerahkan rudal dengan biaya Arab Saudi untuk melindungi sektor energi, instalasi dan infrastruktur Saudi.

Petsas menjelaskan bahwa 130 personel Yunani akan menyertai pengerahan sistem pertahanan, yang disebutnya  ”bukan merupakan ancaman bagi negara-negara lain di kawasan itu”.

Petsas mengatakan bahwa pembicaraan untuk pengerahan sistem pertahanan udara ini dimulai pada Oktober tahun lalu sebagai bagian dari inisiatif bersama dengan AS, Prancis, dan Inggris.

Partai-partai oposisi Yunani mengutuk keputusan itu dan menyebutnya “petualangan” berbahaya.

Anggota Parlemen Eropa Dimitris Papadimoulis pada Januari lalu di Twitter menyebutkan bahwa keputusan itu “akan menjadi kehadiran militer Yunani di luar Mediterania untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade.”

Arab Saudi adalah negara pertama yang menggunakan baterai sistem pertahanan udara Patriot NATO karena Patriot yang dimiliki Yunani selain digunakan untuk pertahanan Yunani sendiri juga untuk melayani kepentingan NATO.

Menariknya lagi ialah bahwa Arab Saudi yang memiliki arsenal besar Patriot yang dibelinya dari AS ternyata malah akan meminjam sistem itu dari Yunani dengan seizin Washington untuk mendapatkan jumlah yang lebih banyak.

Hal ini, menurut Rai al-Youm, menunjukkan bahwa AS  tidak dapat menyediakan baterai Patriot dalam jumlah yang memadai untuk tentara Saudi dalam menghadapi serangan Ansarullah dan ancaman Iran.

Pada satu setengah tahun lalu, Pentagon menarik baterai Patriot dari Kuwait, Yordania, dan Bahrain dan menempatkannya di kawasan lain untuk melawan ancaman Rusia dan Cina. Beberapa baterai di antaranya diduga ditempatkan di Arab Saudi setelah instalasi minyak Saudi menjadi target serangan rudal Yaman.

Pelibatan Patriot Yunani juga memperlihatkan kemungkinan bahwa Arab Saudi sudah mengerahkan sebagian besar baterai Patriotnya dalam menghadapi rudal Houthi, tapi ternyata tidak cukup memadai, dan ini menunjukkan bahwa Saudi mengalokasikan 2-5 rudal Patriot untuk melawan satu rudal balistik Ansarullah Yaman.

Mesir adalah satu di antara sejumlah kecil negara yang memperoleh rudal Patriot. Riyadh bisa jadi sempat melobi Kairo untuk pelibatan Patriot Mesir , tetapi Kairo menolaknya dengan maksud tetap menahan diri dari keterlibatan dalam perang Yaman, meskipun selama ini memperoleh dukungan keuangan yang signifikan dari UEA dan Arab Saudi. (mm/raialyoum/mem)