Rangkuman Berita Utama Timteng  Sabtu 5 September 2020

trump dan raja salmanJakarta, ICMES. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa beberapa negara Arab telah melakukan kontak dengan pemerintahannya dan sedang menunggu giliran mereka untuk menyelesaikan perjanjian normalisasi dengan Israel sebagaimana telah dilakukan oleh Uni Emirat Arab (UEA).

Ketua Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), Ismail Haniyeh, menegaskan bahwa Rezim Zionis Israel tidak memiliki masa depan.

Pertempuran antara pasukan pemerintahan presiden pelarian Abd Rabbuh Mansour Hadi dan pasukan Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council /STC) kian menjadi di Yaman.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengecam keras tabloid Prancis Charlie Hebdo yang kembali menghina Nabi Muhammad (SAW).

Berita selengkapnya:

Trump: Negara-Negara Arab Bertanya Kapan Diumumkan Normalisasi Mereka dengan Israel

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa beberapa negara Arab telah melakukan kontak dengan pemerintahannya dan sedang menunggu giliran mereka untuk menyelesaikan perjanjian normalisasi dengan Israel sebagaimana telah dilakukan oleh Uni Emirat Arab (UEA).

“Ada negara-negara lain di Timur Tengah yang memiliki kontak intensif dengan kami dan bertanya, kapan giliran kami akan datang, kapan kami akan menandatangani (perjanjian dengan Israel)?” ungkap Trump alam konferensi pers di Gedung Putih, Jumat (4/9/2020).

“Saya pikir perdamaian besar akan terjadi di Timur Tengah, dan tidak ada orang yang bisa mengucapkan kata-kata demikian untuk waktu yang lama,” lanjutnya.

Dalam konferensi pers yang sama dia juga mengatakan bahwa Kosovo, yang dihuni oleh mayoritas Muslim, telah bersetuju untuk pemulihan hubungan dengan Israel.

Selanjutnya, di halaman Twitternya Presiden AS menuliskan,”Hari besar baru untuk perdamaian di Timur Tengah. Kosovo, yang mayoritas penduduknya Muslim, dan Israel telah setuju untuk menormalisasi hubungan dan membangun hubungan diplomatik. Kerja bagus! Lebih banyak negara Muslim dan Arab akan segera menyusul!”

Pada 13 Agustus, UEA, Israel, dan AS dalam sebuah pernyataan bersama mengumumkan bahwa kesepakatan UEA-Israel telah dicapai untuk normalisasi hubungan antara keduanya.

Penandatangan perjanjian normalisasi itu yang diharapkan akan dilakukan pada 13 September di Washington, dan sejak itu UEA akan resmi menjadi negara Arab ketiga yang mencapai perdamaian dengan Israel dan menjalin hubungan formal dengannya, setelah Mesir pada tahun 1979 dan Yordania pada 1994.

Trump juga telah mengaku melihat adanya kemungkinan Saudi membuat perjanjian serupa dengan Israel, sementara sumber resmi mengatakan bahwa Bahrain adalah negara berikutnya setelah UEA yang akan mengumumkan normalisasi hubungan dengan Israel.

Rakyat dan berbagai faksi pejuang Palestina serta Iran mengutuk normalisasi hubungan UEA dengan Israel. (rta)

Pemimpin Hamas: Israel Tak Punya Masa Depan

Ketua Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), Ismail Haniyeh, menegaskan bahwa Rezim Zionis Israel tidak memiliki masa depan.

Berbicara di Beirut, ibu kota Lebanon, Jumat (5/9/2020), Haniyeh memastikan resistensi Palestina akan berlanjut sampai semua tanah pendudukan Palestina berhasil dibebaskan dan para pengungsi dapat pulang ke kampung halaman mereka.

Dia menegaskan bangsa Palestina tidak akan menyerahkan sedikitpun tanahnya kepada kaum Zionis, dan  Hamas juga tidak akan pernah mengakui eksistensi Israel.

“Israel adalah musuh kami, dan satu-satunya pilihan kami adalah perlawanan secara total,” kata Haniyeh.

Haniyeh juga mengatakan bahwa pertemuan antarfaksi Palestina membuka jalan bagi penguatan persatuan Palestina dan “mendefinisikan prioritas strategis kami, yang pertama adalah kami tidak akan menyerahkan hak pulang” pengungsi Palestina.

Haniyeh juga berjanji untuk membalas semua kejahatan Israel dengan menyebut rezim Zionis tidak akan bisa lolos dari kejahatannya, dan Hamas telah memperluas jangkauan misilnya.

“Rudal kami dapat mencapai Tel Aviv dan sekitarnya,” ujar Haniyeh.

Pertemuan antarfaksi Palestina berlangsung Kamis lalu dan diikuti oleh Ziyad al-Nakhalah, pemimpin faksi Jihad Islam, dan faksi-faksi lain, termasuk Hamas bermarkas di Jalur Gaza yang diblokade Israel.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga berpidato dalam pertemuan itu melalui tautan video dari kota Ramallah di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Pertemuan itu terjadi setelah Israel dan Uni Emirat Arab bulan lalu mencapai kesepakatan untuk pemulihan hubungan antara keduanya. Kesepakatan ini dikecam keras dan disebut oleh para pemimpin Palestina sebagai pengkhianatan terhadap perjuangan bangsa Palestina. (presstv)

Pertempuran Sesama Musuh Ansarullah Kian Menjadi di Yaman

Raporter media Rusia RT Arabic di Yaman, Jumat (4/9/2020), melaporkan bahwa pertempuran antara pasukan pemerintahan presiden pelarian Abd Rabbuh Mansour Hadi dan pasukan Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council /STC) kian menjadi di poros pantai dan distrik al-Taryah, provinsi Abyan, di bagian tenggara Yaman.

Pemerintahan Hadi dan STC sebenarnya bersekutu dalam memerangi Gerakan Ansarullah yang berkuasa di Sanaa, ibu kota Yaman. Namun, karena berebut pengaruh dan kekuasaan, pemerintahan Hadi yang didukung Arab Saudi dan STC yang didukung Uni Emirat Arab kerap terlibat konflik dan konfrontasi satu sama lain.

Reporter RT Arabic melaporkan bahwa intensitas gempuran artikel antara pasukan loyalis Hadi dan pasukan STC belakangan ini meningkat.

“Terjadi bentrokan menyusul kegigihan milisi Ikhwanul Muslimin dalam melakukan pelanggaran dengan mengebom posisi-posisi pasukan kami di sektor pesisir,” ungkap juru bicara pasukan STC poros Abyan, Muhammad Al-Naqib, seperti dikutip RT Arabic.

“Pasukan kami mereaksi sengit sumber tembakan milisi musuh dan memberi mereka versi baru pelajaran menyakitkan tadi malam,” lanjutnya.

Pada Kamis malam lalu terjadi konfrontasi sengit antara pasukan loyalis Hadi dan milisi STC.

Di sisi lain, berlangsung pula pertempuran sengit antara Ansarullah dan kelompok-kelompok lawannya di bagian barat laut Provinsi Al-Dali’, Yaman tengah.

Eskalasi loyalis Hadi dan milisi STC terjadi manakala kedua pihak saling gempur dengan senjata artileri pada Kamis malam dan beberapa minggu setelah Arab Saudi mengumumkan pengaktifan kembali Perjanjian Riyadh yang diteken pada bulan November 2019 yang antara lain bertujuan menerapkan gencatan senjata permanen. (rta)

Iran Kutuk Penghinaan Kembali Tabloid Charlie Hebdo terhadap Nabi Muhammad saw

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengecam keras tabloid Prancis Charlie Hebdo yang kembali menghina Nabi Muhammad (SAW).

Seperti dilaporkan Fars, Jumat (4/9/2020), Khatibzadeh memperingatkan bahwa tindakan majalah itu sama sekali tak dapat diterima dan sangat melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia.

Dia menyebut penghinaan itu merupakan provokasi berkedok kebebasan berbicara, yang bahkan melukai perasaan semua kaum monoteis di dunia serta tidak menghormati ajaran Islam yang dianut oleh lebih dari satu miliar manusia.

Charlie Hebdo pernah menerbitkan konten anti-Islam dengan memuat karikatur Nabi Muhammad (SAW) pada tahun 2012 dan 2015 hingga memicu kemarahan jutaan umat Islam di seluruh dunia. Belakangan ini majalah itu mencetak ulang karikatur penghinaan itu untuk menandai persidangan bagi tersangka penyerangan kantor majalah itu pada 2015 .

Pada awal Januari 2015, kelompok teroris ISIS menyerang kantor Charlie Hebdo di Paris setelah mingguan itu merilis kartun pemimpin ISIS Abu Bakr Al-Baqdadi. Setidaknya 12 orang tewas ketika pria bersenjata bertopeng menyerbu kantor itu dan melepaskan tembakan.

Pemerintah Indonesia juga mengecam keras Charlie Hebdo.  Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyebut tindakan itu sebagai “tidak bertanggungjawab, provokatif, dan melukai ratusan juta umat Muslim di dunia”.

Kecaman itu ditujukan terhadap insiden pembakaran dan perusakan Al Quran di Swedia dan Denmark.

“Semua tindakan tersebut juga dinilai bertentangan dengan prinsip dan nilai demokrasi, serta berpotensi menyebabkan perpecahan antar umat beragama, di saat dunia memerlukan persatuan untuk menanggulangi pandemi COVID-19,” tambah Retno dalam konferensi pers virtual, Jumat. (fna/liputan6)