Rangkuman Berita Utama Timteng Sabtu 4 Mei 2019

menteri urusan islam saudi abdul latif al-sheikhJakarta, ICMES: Arab Saudi menyatakan bahwa Ikhwanul Muslimin (IM) merupakan salah satu kelompok “terkeji dan paling berbahaya” di tengah umat Islam.

Kementerian Luar Negeri Israel melalui halaman Twitter-nya mengumumkan bahwa sebuah delegasi Yahudi akan berkunjung ke Arab saudi.

Satu foto mantan wakil kepala intelijen Arab Saudi, Mayjen Ahmad Asiri, yang merupakan terdakwa utama pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi  tersebar dan viral di media sosial netizen Arab.

Empat Palestina gugur terkena serangan pasukan Israel di Jalur Gaza ketika warga Palestina di kawasan ini menggelar aksi mingguan “Great March of Return”.

AS mengumumkan perpanjangan serangkaian pengecualian utama dalam penerapan sanksinya terhadap Iran.

Berita selengkapnya:

Arab Saudi Sebut Ikhwanul Muslimin Kelompok Terkeji Di Tengah Umat Islam

Menteri Urusan Islam Arab Saudi Syeikh Abdul Latif bin Abdul Aziz Al-Sheikh menyatakan bahwa Ikhwanul Muslimin (IM) merupakan salah satu kelompok “terkeji dan paling berbahaya” di tengah umat Islam.

Al-Sheikh mengatakan bahwa IM mulai “menggerogoti” tubuh uma Islam dengan skala keburukan yang bahkan juga menjangkan umat-umat non-Muslim.  Karena itu dia menyerukan apa yang disebutnya “pembongkaran metode mereka, penelanjangan rencana mereka, dan penyingkapan aib mereka demi menyelamatkan putra dan putri kita serta semua anggota masyarakat dari kejahatan kelompok sesat ini.”

Ditanya mengenai pengaruh IM di mimbar-mimbar dakwah Saudi, al-Syeikh mengatakan bahwa “ada tindakan-tindakan keliru yang bersifat personal, bukan di semua mimbar,” dan menekankan fenomena ini sudah teratasi.

Pada Kamis lalu (2/5/2019) Menteri Urusan Islam Saudi menutup “Forum Kantor-Kantor Koperasi” di kawasan timur negara ini dengan tema “Kewajiban Kantor-Kantor Koperasi Mewujudkan Visi Kerajaan 2030 dan Melindungi Masyarakat Dari Faham Kelompok-Kelompok Terlarang Teroris” yang merupakan forum dakwah terbesar yang dihadiri oleh lebih dari 500 ulama, pemikir, dan da’i. (raialyoum)  

Pertama Kali, Israel Umumkan Delegasi Yahudi Akan Berkunjung Ke Saudi

Kementerian Luar Negeri Israel melalui halaman Twitter-nya, “Israel bi al-Arabiyyah”, Jumat (3/5/2019), mengumumkan bahwa sebuah delegasi Yahudi akan berkunjung ke Arab saudi.

Dalam pengumuman melalui akun berbahasa Arab dan disertai penggalan video itu disebutkan bahwa untuk pertama kalinya delegasi Yahudi akan berkunjung ke Arab Saudi atas undangan lembaga Ikatan Dunia Islam (Robithoh al-Alam al-Islami).

Dalam video itu terlihat Sekjen Ikatan Dunia Islam Syeikh Mohammad bin Abdul Karim al-Isa asal Saudi yang mengatakan bahwa kunjungan itu akan dilakukan pada Januari 2020. Dia juga terlihat berada di sebuah forum di mana dia tampil satu meja dengan pejabat organisasi Advokasi Yahudi Dunia (Global Jewish Advocacy/AJC).

Ikatan Dunia Islam merupakan sebuah organisasi internasional yang bermarkas di Mekkah al-Mukarromah, Arab Saudi, dan bergerak di bidang dakwah.

Organisasi ini merupakan anggota pemerhati Dewan Ekonomi dan Sosial Antar Lembaga Swadaya Internasional, anggota pemerhati Organisasi Kerjasama Islam (OKI), dan anggota Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO). (raialyoum)

Terdakwa Pembantai Khashoggi Diketahui Berada Di Luar Penjara

Satu foto mantan wakil kepala intelijen Arab Saudi, Mayjen Ahmad Asiri, tersebar dan viral di media sosial netizen Arab.

Foto itu menjadi viral karena Ahmad Asiri terlihat sedang berpose di rumahnya bersama kemenakannya, Omar Asiri, padahal dia adalah terdakwa utama kasus heboh pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di gedung konsulat negara ini di kota Istanbul, Turki.

Ahmad Asiri terlihat mengenakan pakaian tradisional Saudi di sisi Omar Asiri yang mengenakan seragam perwira angkatan udara pada momen kelulusan Omar dari akademi militer.

Disebutkan bahwa Omar lulus sebagai seorang letnan dari King Faisal Air Academy di mana acara kelulusannya dihadiri oleh Putra Mahkota Saudi Mohamed bin Salman pada Rabu lalu (1/5/2019).

Penampakan Asiri di dalam rumahnya tak pelak mengundang kontroversi luas, terutama karena otoritas Saudi pernah mengklaim telah menangkap semua orang yang terlibat dalam kasus pembunuhan Khashoggi.

Banyak netizen menyatakan bahwa otoritas Saudi terbukti berdusta ketika mengaku mengadili orang-orang yang terlibat dalam pembunuhan Khashoggi. Kasus ini sendiri telah membangkitkan kemarahan internasional.

Pada November tahun lalu, jaksa penuntut umum Saudi tanpa menyebutkan nama telah mendakwa 11 orang terkait dengan kasus pembunuhan disertai mutilasi dan pelenyapan jenazah korban tersebut, dan menuntut hukuman mati terhadap lima orang di antara mereka dan pemenjaraan lainnya.

Namun, para pejabat Barat beberapa hari lalu mengungkap bahwa penasihat pengadilan kerajaan, Saud al-Qahtani, tidak diadili.

Orang-orang Saudi menyatakan al-Qahtani masih berpengaruh dan tidak menjadi pusat perhatian publik, sementara para terdakwa lain memilih menjauh dari sorotan publik sampai reaksi kemarahan khalayak dunia atas kasus pembunuhan itu reda. (alalam)

Serangan Israel Di Gaza Gugurkan 4 Orang Palestina

Dua orang Palestina gugur terkena serangan udara Israel di Jalur Gaza tak lama setelah dua orang Palestina lainnya gugur akibat serangan tentara Israel terhadap massa Palestina yang menggelar aksi mingguan “Great March of Return” hingga menyebabkan dua warga gugur dan sedikitnya 50 lainnya cedera, Jumat (3/5/2019).

Sumber-sumber Palestina mengkonfirmasi bahwa pada hari itu jet tempur Israel telah menyerang posisi para pejuang Palestina di kamp pengungsi al-Maghazi di bagian tengah Jalur Gaza. Serangan ini dilaporkan telah menggugurkan dua anggota sayap militer Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam, dan melukai tiga warga Gaza lainnya.

Sumber-sumber Israel melaporkan bahwa pasukannya telah menembaki kamp pengungsi Bureij di pusat Jalur Gaza tak lama setelah dua tentara Israel terluka oleh tembakan terduga sniper di perbatasan Gaza.

Kelompok-kelompok pejuang Palestina bersumpah akan membalas serangan Israel tersebut. (presstv)

AS Perpanjang Pengecualian Dalam Sanksinya Terhadap Iran

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan perpanjangan serangkaian pengecualian utama dalam penerapan sanksinya terhadap program nuklir sipil Iran, Jumat (3/5/2019), sehari sebelum batas waktu berakhir, sekaligus memutuskan untuk tidak memperpanjang dua pengecualian lain.

Rusia dan negara-negara Eropa diperkirakan akan menyambut baik keputusan terbaru AS itu, karena mereka menyayangkan keluarnya Washington secara sepihak dari kesepakatan nuklir yang diteken Iran dan sejumlah negara terkemuka dunia pada 2015 yang bertujuan mendapatkan komitmen Iran di bidang energi nuklir secara damai dan untuk kepentingan sipil.

Presiden AS Donald Trump pada November 2018 memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran setelah dia mengumumkan keluarnya Washington dari perjanjian nuklir Iran.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyatakan bahwa dua pengecualian yang belum diperpanjang itu berkaitan dengan transfer uranium yang telah diperkaya dari Iran ke luar negeri dengan imbalan Iran bisa mendapatkan uranium dan mengangkut air berat ke luar negeri.

Pompeo juga menyebut keputusan itu sebagai langkah tambahan “untuk membongkar program nuklir Iran” manakala AS meningkatkan upayanya untuk melancarkan “tekanan maksimal” terhadap Iran.

Pada 22 April lalu AS mengumumkan pihaknya akan menangguhkan pembebasan dan pengecualian yang diberikannya kepada beberapa negara dari sanksi AS terhadap Iran, sementara Arab Saudi dan UEA menyanggupi akan memberikan kompensasi kepada pasar.

Gedung Putih menyebutkan bahwa negara-negara yang saat ini dibebaskan itu akan menghadapi sanksi AS jika mereka terus mengimpor minyak Iran. Ini berarti bahwa penangguhan pengecualian itu meliputi delapan negara yang dibebaskan dari sanksi terhadap Iran dalam keputusan temporal, yaitu Turki, Cina, India, Italia, Yunani, Jepang, Korea Selatan dan Taiwan. (raialyoum)