Rangkuman Berita Utama Timteng Sabtu 4 Juli 2020

menhan turki di libyaJakarta, ICMES. Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar menegaskan negaranya akan melakukan “apa pun yang diperlukan” untuk membela sekutunya di Libya, sementara pihak Mesir menyatakan “induk perang” di Libya sudah dekat.

Kelompok pejuang Ansaralluh (Houthi) di Yaman, Jumat (3/7/2020), mengumumkan pihaknya telah melancarkan serangan besar lagi ke wilayah Arab Saudi dengan menggunakan drone.

Kepala Organisasi Pertahanan Sipil Iran Brigjen Gholamreza Jalali mengakui memang ada serangan cyber terhadap fasilitas Iran namun dengan skala yang “sangat terbatas”.

Pasukan Arab Suriah (SAA) terlibat kontak senjata dengan pasukan militer Turki  menyusul kontak senjata intensif SAA dengan kawanan bersenjata di wilayah Jabal Al-Zawiya, provinsi Idlib.

Berita selengkapnya:

Mesir Sebut “Induk Perang Libya” akan Pecah, Turki Bersumpah Lakukan Segalanya

Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar menegaskan negaranya akan melakukan “apa pun yang diperlukan” untuk membela sekutunya di Libya, sementara pihak Mesir menyatakan “induk perang” di Libya sudah dekat.

Akar yang berada di Tripoli, ibu kota Libya, Jumat (3/7/2020), menemuni tentara Libya dan Turki di Pusat Pelatihan dan Kerjasama Militer dan Keamanan.

Kunjungan Akar ke Libya ini mengejutkan, apalagi dilaporkan disertai oleh Kepala Staf Angkatan Bersenjata Turki.

Erdogan mengatakan, “Menteri Pertahanan Turki sedang dalam kunjungan ke Libya untuk melanjutkan kerjasama yang ada dalam koordinasi yang lebih erat.”

Turki merupakan pendukung utama kubu Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang berbasis di Tripoli dalam perang saudara melawan Tentara Nasional Libya (LNA).

GNA dilaporkan bersiap menyerbu kota Sirte di Libya tengah-utara, meskipun ada peringatan dari Mesir yang mendukung LNA ihwal gerak maju lebih jauh ke wilayah timur.

Induk Perang Libya

Pakar militer Mesir Mayjen Samir Ragheb menyebut  kunjungan Akar dan kepala staf militernya ke Tripoli menjadi pertanda bahwa pertempuran hebat di Sirte semakin dekat.

Menurut Ragheb, operasi serangan yang akan dilakukan ke Sirte dengan dukungan Turki itu akan menjadi salah satu pertempuran paling krusial dalam konflik Libya, dan karena itu dia menyebutnya “induk pertempuran”.

Dia menyebutkan beberapa indikasi mengenai sudah dekatnya perang di Sirte, antara lain keinginan Prancis keluar dari misi NATO di Mediterania timur, yang bisa jadi karena ada informasi intelijen Perancis  mengenai kemungkinan bentrok dengan pihak Turki akibat eskalasi militer di sepanjang Mediterania selatan, terutama di Sirte.

Dia menambahkan, “Liputan media Qatar-Turki tentang penguatan militer LNA di garis depan sebelah barat Sirte, dan percakapan anonim dan palsu tentang gerakan militer Mesir, mengirim pesan bahwa penguatan militer milisi Al-Wefaq (GNA) terjadi sebagai tanggapan atas mobilisasi pihak lain.”

Ragheb menilai kunjungan Akar sendiri mengungkapkan adanya persiapan serbuan ke Sirte.

Pertempuran mendatang untuk Sirte dinilai akan sangat krusial karena para pemain asing juga terlibat.

Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi telah memperingatkan bahwa jika Sirte dan daerah Al-Jafra di dekatnya sampai jatuh ke tangan GNA maka Kairo menjadi punya “legitimasi internasional” untuk campur tangan di Libya. (amn)

Ansarullah Lancarkan Serangan Besar lagi ke Saudi

Kelompok pejuang Ansaralluh (Houthi) di Yaman, Jumat (3/7/2020), mengumumkan pihaknya telah melancarkan serangan besar lagi ke wilayah Arab Saudi dengan menggunakan drone yang menarget antara lain pusat pengendalian operasi militer di Bandara Najran, dan Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman yang bersekutu dengan Ansarullah, Brigjen Yahya Saree,  mengatakan, “Dengan bantuan dan anugerah Allah, Angkatan Udara dapat melancarkan operasi besar sore ini ke arah Khamis Mushait dan Najran dengan sejumlah besar pesawat (nirawak) Qassef 2 K, pada sasaran-sasaran berupa ruang operasi dan kontrol di Bandara Najran, gudang senjata dan pesawat terbang di Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait serta target militer lainnya.”

Dia menambahkan, “Pesawat-pesawat menimpa sasaran-sasarannya dengan akurasi tinggi.”

Di pihak lain, koalisi pimpinan Saudi Jumat pagi menyatakan pasukannya berhasil merontokkan empat bom drone Ansarallah.

“Pagi ini, pasukan koalisi gabungan berhasil mencegat dan menghancurkan empat drone, yang diluncurkan oleh Houthi menuju Kerajaan, termasuk tiga drone yang dicegat dan dihancurkan di wilayah udara Yaman,” kata juru bicara pasukan koalisi tersebut, Kolonel Turki al-Maliki..

Dia  menekankan bahwa komando pasukan koalisi menerapkan dan menempuh semua langkah yang diperlukan untuk melindungi warga dan fasilitas sipil sesuai hukum humaniter internasional dan undang-undang konvensional.

Serangan Ansarullah tersebut merupakan yang serangan besar kedua terhadap Arab Saudi sejak awal Juli. (raialyoum)

Jenderal Iran Tanggapi Isu Serangan Cyber terhadap Fasilitas Nuklir Iran

Terkait dengan laporan mengenai dugaan serangan cyber Israel terhadap fasilitas nuklir Iran, Kepala Organisasi Pertahanan Sipil Iran Brigjen Gholamreza Jalali mengakui memang ada serangan cyber terhadap fasilitas Iran sejak awal tahun ini dalam kalender Iran (20 Maret), namun dia memastikan serangan itu “sangat terbatas”.

Jalali menyebutkan bahwa teknologi mutakhir selain bermanfaat bagi masyarakat juga dapat menimbulkan ancaman.

“Kita menggunakan teknologi nuklir untuk diagnosis dan perawatan medis, tapi mengabaikan masalah keamanan teknologi ini bisa berbahaya,” ungkapnya.

Dia menjelaskan bahwa pertimbangan keselamatan dan keamanan biasanya dibagi menjadi tiga lapis.

“Lapis pertama adalah keselamatan, lapis kedua keamanan; dan yang ketiga adalah perang dan pertahanan,” terangnya.

Menurut Jalali, Iran sedemikian dimusuhi oleh AS sehingga  ketika di negara republik Islam itu terjadi suatu insiden maka yang terlintas di benak banyak orang adalah serangan musuh Iran, padahal banyak kasus “tidaklah lebih dari suatu insiden”.

Sebelumnya, juru bicara Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) Behrouz Kamalvandi menyatakan insiden di fasilitas nuklir Natanz pada Kamis pagi itu tidak menyebabkan kerusakan besar, dan situs itu masih beroperasi seperti biasa.

Pada Ahad lalu juga terjadi ledakan tangki gas di fasilitas Departemen Pertahanan di kawasan Parchin, sebelah timur Teheran.

Media Israel lantas mengaitkan dua peristiwa itu dengan serangan cyber Israel.

Pantau Semua Pergerakan AS

Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa angkatan bersenjata Iran terus memantau semua kegiatan negara arogan itu terhadap Iran di berbagai tingkat politik, ekonomi dan sosial.

“Kegiatan Amerika anti-Iran di berbagai tingkat politik, ekonomi dan sosial bertujuan memecah perlawanan rakyat dan mengganggu stabilitas keamanannegara, tapi kali inipun AS akan dikalahkan oleh bangsa Iran, sebagaimana terjadi di masa-masa sebelumnya, ” ujar Hatami saat berkunjung ke rumah Mantan Menteri Pertahanan Mayjen Musa Namjo, Jumat (3/7/2020).

Seperti dikutip kantor berita Mehr, dia juga menegaskan, “Angkatan bersenjata Iran bekerja sesuai arahan Pemimpin Revolusi, Imam Khamenei, dalam memperkuat kemampuannya, membela rakyat dan negara, memantau semua kegiatan musuh yang frustasi, dan akan menanggapi mereka secara tegas.” (amn/fna)

Tentara Suriah dan Pasukan Turki Baku Tembak di Idlib

Pasukan Arab Suriah (SAA) terlibat kontak senjata dengan pasukan militer Turki  menyusul kontak senjata intensif SAA dengan kawanan bersenjata di wilayah Jabal Al-Zawiya, provinsi Idlib.

Menurut laporan dari Idlib selatan, SAA Kamis lalu (2/6/2020), diserang oleh militer Turki setelah SAA menyerang kawanan bersenjata di dekat pos pantau terakhir pasukan Turki di utara Kafr Nabl.

Sumber dari SAA menyatakan pihaknya tak sengaja menyerang militer Turki ketika SAA menggempur pasukan “jihadis” di daerah Al-Bara’a. Akibatnya, SAA mendapat serangan rentetan peluru artileri yang ditembakkan dari pos pantau militer Turki terdekat.

Sumber itu menambahkan kawanan bersenjata acapkali menembakkan roket dan peluru artileri dari posisi mereka di dekat pos-pos pantau Turki, sehingga mendapat balasan sengit dari SAA.

Tidak ada korban yang dilaporkan SAA terkait kontak senjata itu.

Kedatangan pasukan Turki belakangan ke wilayah Idlib selatan membuat situasi di provinsi ini rawan, sebab sering terjadi konfrontasi SAA dan kawanan militan bersenjata, yang pada gilirannya memicu ketegangan antara SAA dan militer Turki. (amn)