Rangkuman Berita Utama Timteng Sabtu 4 Januari 2020

poster jenderaql soleimani'Jakarta, ICMES. Iran berpesan kepada PBB bahwa serangan teror AS yang menggugurkan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigjen Qassem Soleimani “akan mendatangkan dampak-dampak yang terbendung oleh siapapun”.

Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei telah menunjuk Brigjen Esmail Qaani sebagai komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menggantikan Qassem Soleimani.

NBC dan media AS lainnya melaporkan bahwa AS mengirim 3.500 pasukan tambahan ke Timur Tengah pasca serangan teror AS yang mengugurkan jenderal terkemuka Iran Qassem Soleimani.

Berita selengkapnya:

Kepada PBB Iran Nyatakan Dampak Pembunuhan Soleimani tak  akan Terbendung

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif berpesan kepada PBB bahwa serangan teror AS yang menggugurkan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigjen Qassem Soleimani “akan mendatangkan dampak-dampak yang terbendung oleh siapapun”.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi Iran, IRNA, pesan itu disampaikan Zarif dalam kontak telefon dengan Sekjen PBB Antonio Guterres menyusul peristiwa serangan teror tersebut, Jumat (3/1/2020).

“Mengingat tingginya popularitas Syahid Soleimani, kegugurannya akan meninggalkan pengaruh dan dampak yang tak terbendung oleh siapapun, dan rezim teroris AS bertanggungjawab atas semua akibatnya,” ujar Zarif kepada Guterres.

IRNA menyebutkan bahwa Guterres menyayangkan serangan tersebut karena beresiko memperparah ketegangan di kawasan Timur Tengah.

IRGC mengumumkan bahwa serangan di Baghdad, ibu kota Irak, itu telah menggugurkan 10 orang yang lima di antaranya adalah perwira Iran, termasuk Qassem Soleimani, dan lima lainnya adalah pejuang pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi.

Pentagon menyatakan bahwa serangan itu dilakukan atas instruksi Presiden AS Donald Trump  dengan dalih bahwa Soleimani mengembangkan rencana-rencana serangan terhadap para diplomat dan staf Kedubes AS di Irak dan kawasan sekitar.

Trump sendiri dalam pernyataan pasca pembunuhan Soleimani juga menyebutkan alasan yang sama sembari menyatakan negaranya tidak bermaksud “mengubah rezim” Iran.  Dia juga menyebut Soleimani “teroris nomor satu di dunia” dan menilai serangan itu justru untuk “menghentikan” perang, bukan untuk memulainya.

Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam pesan belasungkawanya menegaskan bahwa akan ada pembalasan yang telak bagi AS. (raialyoum)

Ini Dia Sosok Esmail Qaani, Penerus Jenderal Soleimani

Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei telah menunjuk Brigjen Esmail Qaani sebagai komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menggantikan Qassem Soleimani yang gugur terkena serangan udara AS, Jumat (3/1/2020).

Sebagaimana dilaporkan al-Alam, Esmail Qaani merupakan sosok sarat prestasi serta memiliki keahlian dan berbagai kelebihan yang membuatnya layak menjadi penerus Soleimani.

Qaani dilahirkan di kota Masyhad, provinsi Khorasan, Iran timur laut. Dia menamatkan sekolah dasarnya di kota yang sama dan melanjutkannya di Teheran, ibu kota Iran.

Pada akhir tahun 1979 dia bergabung dengan IRGC, dan bersama Syahid Khadim al-Sharia dia mendirikan Brigade 21 Imam al-Ridha.

Sejak tahun 1981 hingga berakhirnya perang Iran-Irak pada tahun 1988 dia merupakan sosok yang aktif di front-front pertempuran dengan memimpin Brigade Imam al-Ridha, kemudian menjadi komandan Pasukan al-Nasr 5.

Hubungannya dengan Soleimani terjalin sejak tahun 1982 di berbagai gelanggang perang dan menjadi pemdampingnya selama bertahun-tahun.

Usai perang Iran-Irak dia kembali ke Khorasan dan melanjutkan aktivitasnya di barisan IRGC. Setelah Pasukan Quds dibentuk dia bergabung dengannya dan mengemban beberapa tanggungjawab hingga menjadi wakil komandan pasukan ini.

Dia sekarang ditunjuk oleh Ayatullah Khamenei sebagai komandan Pasukan Quds setelah Soleimani gugur terkena serangan teror AS di Baghdad pada dini hari Jumat 3 Januari 2020.

Menteri Pertahanan Iran Brigjen Hossein Dehghan mengatakan, “Brigjen Esmail Qaani merupakan salah satu komandan yang berpengalaman dalam perang yang dipaksakan (Irak) terhadap Iran pada dekade 1980-an. Dia penah menjadi komandan unit-unit pasukan darat IRGC, dan pada dekade yang lalu dia menjabat sebagai wakil Syahid Soleimani, komandan Pasukan Quds. Dia berpengalaman dan memiliki berbagai keistimewaan yang membuatnya layak menjadi penerus Soleimani.”

Selain menonjol dalam perang delapan tahun yang dipaksakan diktator Irak Saddam Hossen terhadap Iran, Qaani juga berperan besar dalam perang terhadap kelompok teroris Wahhabi ISIS di Suriah sejak tahun 2011.

Beberapa media menyebutnya sebagai sosok tangguh yang tak jauh berbeda dengan rekannya, Qasem Soleimani, dan memiliki keahlian yang membuat dapat berinteraksi dengan beragam front pertempuran.

Dia juga dikenal dengan statemen-statemennya yang menyokong gerakan resistensi, terutama di Suriah, Libanon, dan Palestina, serta permusuhannya terjadap kekuatan arogan dunia, terutama AS dan sekutunya di kawasan Timteng, Israel. (alalam)

AS Kirim 3500 Pasukan Tambahan ke Timteng Pasca Pembunuhan Soleimani

NBC dan media AS lainnya melaporkan bahwa AS mengirim 3.500 pasukan tambahan ke Timur Tengah pasca serangan teror AS yang mengugurkan jenderal terkemuka Iran Qassem Soleimani.

Disebuttkan bahwa pengiriman balatentara itu bertujuan meningkatkan keamanan, meskipun beberapa sumber militer yang dikutip menyebutnya sudah direncanakan sejak sebelumnya, bukan reaksi terhadap eskalasi ketegangan yang terjadi belakangan.

Beberapa pasukan akan dikerahkan di Irak, dan yang lain akan tiba di Kuwait dan bagian lain di Timur Tengah.

Presiden AS Donald Trump mendapat kritikan dari dalam dan luar negeri atas serangan yang telah dia instruksi itu, namun dia membela diri dengan menyatakan di Twitter bahwa “dia seharusnya sudah diambil sejak tahun-tahun lalu”.

Jenderal Soleimini gugur diterjang serangan helikopter AS pada dini hari Jumat (3/1/2020). Sekira 12 jam setelah tersiarnya berita serangan itu Trump di Twitter menyatakan, “Jenderal Qassem Soleimani telah membunuh atau melukai ribuan orang Amerika dalam waktu yang lama, dan berencana untuk membunuh lebih banyak lagi … tetapi tertangkap!”

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyebut AS telah membunuh Soleimani dengan cara pengecut setelah tidak mampu menghadapinya.

Dalam wawancara dengan televisi Iran, Zarif mengatakan, “Jenderal Qassem Soleimani adalah seorang prajurit perdamaian, dan dia bersumpah untuk memerangi kekerasan dan terorisme di dunia… Trump membunuh Soleimani untuk menemukan jalan keluar dalam impeachment dan prosedur pemilu (AS).”

Dia menambahkan AS bertanggung jawab atas semua dampak “petualangannya” yang menyebabkan gugurnya Soleimani.

Dia juga mengingatkan bahwa masyarakat di Timur Tengan menyadari bahwa pembebasan tanah mereka dari cengkeraman kelompok-kelompok teroris tidak lepas dari pengorbanan Jenderal Qassem Soleimani.

“ Dunia akan menyaksikan bagaimana rakyat Irak akan berpartisipasi besok dalam pemakaman para syuhada, yang akan menjadi awal dari akhir kehadiran AS di Irak.” (skynews/alalam)